Warning!!!!!!
Shenina Valerie Arous hanya menginginkan satu hal—cinta yang tulus.
Namun, pria yang ia cintai justru memberinya kasih sayang karena rasa kasihan.
Saat hatinya hancur, seorang pria berbahaya muncul dalam hidupnya.
Arsen Erzaquel Lergan—pewaris keluarga ternama yang terbiasa mendapatkan segalanya, termasuk dirinya.
Obsesi Arsen bukan cinta. Itu lebih seperti penjara yang tak terlihat.
Di saat yang sama, Andrew Kyle hadir sebagai satu-satunya pria yang tulus, rela melakukan apapun demi kebahagiaannya.
Di antara cinta, obsesi, dan pengkhianatan—
pilihan Shena akan menentukan apakah ia akan diselamatkan… atau justru hancur lebih dalam.
Dan ketika sebuah rahasia besar terungkap, segalanya tak akan pernah sama lagi.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nupitautari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30
Shena terduduk di depan pintu baja itu sambil menangis kesakitan. Ia berlumuran darah dan perutnya terasa sangat sakit. Dengan sisa tenaga yang ada, Shena berusaha berjalan terseok-seok membawa tubuhnya menuju cahaya kebebasan.
Tempat Shena terkurung ternyata adalah sebuah basement. Ada sebuah tangga menuju atas. Shena menaikinya dengan susah payah. Tangannya yang lemah berusaha membuka trap door. Ketika kepala Shena keluar, ia melihat sekeliling dan mengenali tempat itu. Ini adalah rumahnya. Lebih tepatnya ruangan ini adalah kamar ayahnya.
Shena berjuang untuk keluar. Ia menyeret tubuhnya mencari sesuatu untuk meminta bantuan. Shena melihat telepon rumah di ruang tamu. Ia berjalan mendekati dan menelpon kontak polisi.
"Halo, selamat pagi. Dengan kantor polisi di sini. Ada yang bisa kami bantu?" Tanya polisi wanita di seberang sana ramah.
"Tolong.... Ayahku menyekap ku. Aku akan segera melahirkan" ucap Shena tertatih-tatih. Ia berusaha sekuat tenaga mempertahankan kesadarannya.
Polisi berusaha untuk tetap tenang dan menanyakan keberadaan Shena. "Anda tenang saja nyonya, polisi akan segera tiba dengan mobil ambulans. Sekarang katakan padaku anda ada dimana?"
"Di rumahku, kediaman Arious XX" ucap Shena.
"Apa kau sekarang sendiri?" Tanya polisi lagi.
"Ya" jawab Shena.
"Dimana ayahmu?" Tanya polisi.
"Di basement tempat ia mengurungku. Aku menguncinya" jawab Shena.
"Baiklah, kami sudah menemukan alamatmu. Polisi dan mobil ambulan sedang bergerak ke sana" ucap polisi.
"Tolong jangan matikan telponnya" ucap Shena lemah.
"Tentu saja, aku tidak akan mematikan telponnya. Kau harus bertahan demi anakmu mengerti" ucap polisi memberi semangat. Shena mengangguk dalam tangisnya.
.
.
.
Sekarang sedang liburan akhir semester. Ello sedang berada di rumahnya. Ia sedang lari pagi di sekitar rumahnya. Dari jarak yang jauh samar-samar terdengar suara sirine ambulan dan polisi. Ello berhenti, ia menajamkan pendengarannya. Suara sirine ambulan dan polisi semakin bergerak mendekat seiring berjalannya waktu. Tak lama setelah itu, mobil ambulan dan polisi melintasi dirinya. Ello memandang ke arah mana mobil itu melaju. Ketika ia melihat mobil itu melaju ke arah rumahnya, Ello segera berlari kencang dengan rasa panik dan khawatir.
Mobil tiba di kediaman keluarga Arious. Banyak warga yang berdatangan karena penasaran. Ello nampak sangat kebingungan ketika rumah Shena di datangi ambulan dan polisi. "Apa terjadi hal yang buruk pada paman Matthew?" Pikir Ello.
Polisi dan tenaga medis segera masuk ke rumah Shena. Ketika mereka masuk, mereka melihat Shena yang sudah bersimbah darah. Tubuhnya yang kurus tampak memutih seperti sudah kehilangan seluruh darah dalam tubuhnya. Shena masih berusaha terjaga walau penglihatannya mulai kabur.
Para polisi bergerak menyisiri rumah dan area sekitar sementara tenaga medis langsung menandu Shena untuk di bawa ke rumah sakit. Rumah sudah di Pagari garis polisi. Ada banyak petugas yang datang. Ello melihat dari kejauhan, ia mengenali wanita yang sedang di tandu itu. Itu adalah Shena yang sudah lama tak ia temui. Paman Matthew berkata bahwa Shena kuliah di luar negeri, ia tak menyangka Shena ada di rumahnya sendiri dengan keadaan yang mengenaskan. Ello seketika menjadi sangat khawatir. Ia menerjang garis polisi untuk menghampiri Shena. Polisi menghalangi jalannya Ello. "Dilarang melintasi garis polisi". Ucap sang polisi.
Ello berusaha melawan. "Minggir, aku mengenalnya. Aku temannya" bentak Ello pada polisi.
"Kau tidak bisa melawan perintah polisi. Tenaga medis akan membawanya ke rumah sakit. Temui dia di sana" ucap polisi.
Ello yang awalnya masih kekeuh melawan mendadak terdiam. Paman Matthew yang terluka dengan jarum rajut menancap di matanya di bawa oleh polisi dengan tangan terborgol. Apa yang sebenarnya terjadi? Semua orang bahkan Ello bertanya-tanya. Matthew memang jarang berkomunikasi dengan warga namun tak pernah sekalipun Matthew menunjukkan gelagat yang buruk.
Ello tak punya banyak waktu untuk mencerna apa yang terjadi. Ia buru-buru pergi ke rumah sakit.
Setibanya di rumah sakit, Ello langsung mencari keberadaan Shena. Ia ada di ruang operasi. Tampak ada beberapa petugas polisi laki-laki dan wanita yang menunggu di depan pintu ruang operasi. Ello menghampiri dan bertanya. "Bagaimana keadaannya? Apa dia baik-baik saja?".
"Kondisinya kritis. Ia kehabisan banyak darah. Tidak tahu apakah akan bertahan atau tidak" jawab polisi.
Ello terdiam. Langkah kakinya terasa berat. Ia berdiri tepat di depan pintu ruang operasi dengan mata yang tertunduk sedih. Air matanya menetes tanpa bisa ia cegah. Hatinya terasa sakit melihat bagaimana Shena terluka tak berdaya seperti ini. Ia bahkan tidak tahu bagaimana Shena bisa terluka. Bukankah paman Matthew bilang Shena kuliah di luar negeri. Kenapa sekarang Shena terluka dan ia kritis di meja operasi.
Sekitar 10 menit Ello berdiri, dari dalam ruangan operasi terdengar suara tangisan 2 bayi yang saling bersahutan. Ello cukup terkejut ternyata Shena hamil. Saat Shena di bawa petugas medis dari rumahnya, Ello tidak fokus pada perut Shena jadi ia tak tahu jika Shena hamil.
Tak lama setelah itu, kedua bayi kembar itu di bawa keluar oleh 2 orang perawat. Saat melihat Ello berdiri di depan pintu, kedua perawat itu menghampiri Ello dan bertanya. "Apa kau ayahnya?"
Ello bingung harus menjawab apa. Ia menggeleng pada akhirnya. "Bukan" jawab Ello pelan.
"Lalu dimana keluarga yang bertanggung jawab?" Tanya perawat lagi.
"Aku temannya, kau bisa beri tahu aku" jawab Ello.
"Bayinya kembar, perempuan dan laki-laki. Kondisi bayi cukup lemah karena mengalami kekurangan gizi yang cukup parah. Bayi harus mendapatkan perawatan khusus saat ini" ucap sang perawat.
"Tolong lakukan yang terbaik untuk kedua bayi ini. Aku akan menanggung semua biayanya" jawab Ello. "Lalu bagaimana dengan keadaan ibunya, apa dia baik-baik saja?" Tanya Ello khawatir.
"Kondisinya kritis karena kehilangan banyak darah. Dokter akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawanya. Anda berdoa saja tuan" jawab perawat itu seperlunya. Mereka lalu pergi membawa bayi kembar itu ke unit perawatan khusus.
Sekitar satu setengah jam para dokter bekerja di ruang operasi, lampu operasi pun akhirnya di padamkan. Para polisi dan Ello akhirnya menarik nafas lega. Dokter keluar dari ruangan di ikuti para perawat yang mendorong brangkar medis tersebut. "Dokter, bagaimana keadaan Shena?" Tanya Ello penuh khawatir.
*Hi readers. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kalian pada novel ini dengan cara berikan komentar terbaik kalian, kasih like dan vote novel ini ya. Dukungan kalian pada novel ini sangat berarti karena itu akan menjadi semangat buat author menyelesaikan cerita ini hingga akhir. Tetap pantau terus ga kelanjutan dari cerita ini. Akan ada banyak keseruan yang kalian dapatkan. Happy reading all 🙏