NovelToon NovelToon
Sang Pendekar Pengendali Naga

Sang Pendekar Pengendali Naga

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: cici aremanita

Lue Ang yang hampir mati diselamatkan oleh wanita tua, di sana Lue Ang diberitahu kalau dirinya memiliki spirit.

Untuk membalaskan dendam yang diterimanya selama ini, Lue Ang mencoba berkulivasi dan mengembangkan spirit yang ada di dalam tubuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cici aremanita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Begitu Sulit

Tanpa ragu Lue Ang yang berdiri di depan kotak perlahan membukanya, setelah membuka kotak itu Lue Ang hanya terdiam saat melihat isinya adalah tumpukan keping emas yang tidak bisa dihitung jumlahnya.

Lue Ang sempat menelan ludah karena baru pertama kalinya dirinya melihat kepingan emas sebanyak itu, walau begitu Lue Ang sudah tahu apa maksud dari kotak besar berisikan kepingan emas itu.

"Aku mengira jebakan seperti apa yang ada di dalamnya tidak menyangka hanya kepingan emas," ucap Lue Ang.

"Kepingan emas itu termasuk jebakan karena kebanyakan manusia itu serakah, tapi mengapa kamu tidak mengambilnya saja?" sahut Ameng.

"Aku masih memiliki kepingan emas milikku sendiri, walau tidak banyak setidaknya aku tidak termakan jebakan di sini," ucap Lue Ang sambil berjalan pergi.

Seperti yang sudah diduga oleh Lue Ang karena dirinya tidak mengambil satupun emas dari dalam peti tidak ada yang menyerangnya, Lue Ang kembali melanjutkan langkahnya sambil mengingat kembali jalan yang ada di denah.

Setelah berjalan lurus ke depan Lue Ang dipertemukan dengan pertigaan, di pertigaan cabang Lue Ang mengingat dengan jelas kalau dirinya masih harus berjalan lurus dan tidak berbelok sama sekali.

Tepat setelah melewati pertigaan dua orang dari kedua arah menatapnya dengan tajam, keduanya adalah siluman sama seperti siluman laba-laba sebelumnya.

Tak berselang lama setelah berjalan tanpa henti dan berhasil menghadapi setiap rintangan Lue Ang sampai di belokan terakhir yang akan membawanya ke jalan keluar.

Deg, deg, deg.

Lue Ang tiba-tiba merasakan sesuatu yang aneh tepat di jantungnya, bersamaan dengan perasaan yang tak menentu terus keluar Lue Ang melihat seorang wanita berjalan ke arahnya.

"Aku sudah menduga kalau aura pesonaku bisa menaklukkan para pria, apalagi yang ada di depanku saat ini masih di bawah sekali pelatihannya," ucap siluman serigala putih.

"Aku akan menyerap energi kehidupanmu sampai habis lalu memakan daging dengan sangat lahap, Apa kamu tidak keberatan?" sambung siluman serigala putih sambil menutup mulutnya yang menyeringai.

"Hanya jika aku menjadi gila aku akan mengatakan tidak keberatan," sahut Lue Ang.

"Anak muda memangnya apa yang bisa kamu lakukan saat ini di bawah pesonaku," ucap siluman serigala putih.

"Aku bisa melakukan apapun yang aku mau," sahut Lue Ang.

Lue Ang tersenyum sambil mendekati siluman serigala putih, siluman serigala putih mengira kalau Lue Ang hanya berpura-pura karena sangat ingin menikmati tubuhnya tidak berbeda jauh dengan manusia lainnya.

Wheeeeeeeeeees.

Lue Ang yang langsung mengayunkan pedang ke arah sang siluman serigala putih membuatnya bergegas menghindar, saat itu juga siluman serigala menyadari kalau Lue Ang benar-benar tidak terkena pesonanya.

"Bagaimana bisa pesona milikku tidak berpengaruh padamu?" Tanya serigala putih.

"Tidak tahu, apa untungnya aku terpengaruh atau tidak" sahut Lue Ang.

Siluman serigala putih yang bisa membaca pikiran mencoba membaca pikiran Lue Ang, siluman serigala putih berhasil membaca pikiran yang di dalam pikirannya anak muda di depannya tidak memiliki satupun seseorang yang istimewa di dalam hatinya.

"Nak Lue Ang."

Siluman serigala putih seketika berubah menjadi Mak Nung dan langsung memeluk Lue Ang, melihat itu Lue Ang mengepalkan tangannya.

Buuuuuuug.

Satu pukulan keras diarahkan Lue Ang ke siluman serigala putih yang menyamar menjadi ibu angkatnya, satu pukulan Lue Ang yang sangat keras membuat siluman serigala putih kembali ke wujudnya dan termundur ke belakang.

"Kamu, Bagaimana bisa kamu terlepas dari pesonaku padahal aku sudah menjadi orang yang istimewa di hatimu," ucap siluman serigala putih.

"Jangan bermain-main dengan ku, kamu menyamar menjadi Ibu angkat ku tidak membuatku ingin menghargai mu karena ibu angkat ku hanya dia," sahut Lue Ang.

"Karena kamu sudah banyak berusaha aku akan menghargainya, jadi aku akan membuatmu mati dengan tenang," sambung Lue Ang.

Wheeeeeeeeeeeeesss.

Dengan gerakan yang sangat cepat siluman serigala putih berhasil menghindari serangan Lue Ang, siluman serangan serigala putih langsung menghilang setelah merasakan aura yang berbeda keluar dari tubuh Lue Ang.

"Bukankah aku sudah mengatakan akan menyelesaikannya sendiri," ucap Lue Ang yang mengira siluman serigala putih melarikan diri karena spirit Naga api miliknya.

"Kenapa kamu menyalahkan ku, aku tidak melakukan apapun," sahut Ameng.

"Tapi itu tidak mungkin karena aku sendiri juga merasakan aura berbeda keluar dari tubuhku," ucap Lue Ang.

"Bukan aku," sahut Ameng kesal.

Karena Ameng sudah bicara seperti itu Lue Ang tidak memiliki pilihan selain mempercayainya dan kembali berjalan pergi, setelah berjalan puluhan meter Lue Ang sampai di luar hutan labirin.

Seketika itu juga hutan labirin menghilang, bertepatan dengan itu sebuah kotak kecil muncul di depan Lue Ang dan terjatuh di tangannya.

Sebuah gelang berwarna biru sedikit bersinar terang berada di dalam kotak kecil yang dibuka Lue Ang, karena tidak tahu apa kegunaannya Lue Ang langsung menyimpan gelang bersama kotaknya ke dalam cincin penyimpanannya.

Lue Ang berpindah tempat saat itu juga, betapa terkejutnya Lue Ang saat melihat hari masih terang padahal dirinya berada di hutan labirin sudah sangat lama.

"Waktu yang ada di hutan labirin berbeda dengan di sini, kamu berhasil menyelesaikan semuanya hanya dalam waktu dua jam," ucap ketua Tiang.

"Jujur saja aku benar-benar takjub padamu," sambung ketua Tiang.

"Ketua tidak perlu melebihkannya," sahut Lue Ang.

"Besok adalah pelatihan terakhirmu sebelum pertarungan melawan masing-masing tiga murid kedua ketua lainnya, sebelum itu aku ingin melihat seperti apa spiritmu sebenarnya," ucap ketua Tiang.

"Jadi aku harus mengeluarkan spiritku?" Tanya Lue Ang mencoba memastikan.

Melihat ketua Tiang menganggukkan kepalanya Lue Ang berbicara lebih dulu pada Ameng, awalnya Ameng tidak setuju untuk keluar karena masih kesal pada Lue Ang yang menuduhnya, tapi jika dirinya tidak keluar mungkin saja orang yang menjadi guru Lue Ang akan meremehkan pengendalinya.

Hoooooooeeeeerrr.

Ketua Tiang memang mengetahui kalau Lue Ang memiliki dua spirit di dalam tubuhnya, walau begitu ketua Tiang baru tahu sekarang spirit Lue Ang adalah seekor Naga api.

"Ternyata kamu adalah orang yang dibicarakan semua orang saat ini, pengendali spirit Naga api," ucap ketua Tiang.

"Aku tidak tahu tentang itu," sahut Lue Ang.

"Mungkin itu menyebar saat kamu mencabut pedang itu," ucap Ameng.

Lue Ang yang mengingat kembali saat itu langsung menganggukkan kepalanya, Lue Ang tidak menyangka padahal sudah lewat cukup lama tapi masih banyak yang membicarakan tentangnya.

Setelah ketua Tiang melihat spiritnya Lue Ang meminta Ameng kembali masuk, ketua Tiang seperti tidak percaya apa yang baru saja dilihatnya.

"Jika keempat seniormu tahu apa spirit mu mereka pasti akan semakin penasaran dengamu," ucap ketua Tiang.

"Jadi apa aku tidak perlu mengeluarkannya di depan mereka?" Tanya Lue Ang

"Tidak juga semua terserah padamu," ucap ketua Tiang.

"Tapi aku tidak mengerti kenapa yang keluar hanya satu?" gumam ketua Tiang.

"Itu karena dia masih belum bisa keluar, karena itu sebagai muridmu dia harus menjadi lebih kuat dan sangat kuat untuk mengeluarkan spirit yang satu lagi," ucap spirit ketua Tiang.

"Memangnya apa spirit keduanya?" Tanya ketua Tiang.

"Aku tidak bisa memberitahumu," sahut spirit ketua Tiang.

1
Suciani Ade
Ditunggu up nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!