NovelToon NovelToon
PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

PUTRI TERKUTUK DAN KESATRIANYA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Tiga tahun setelah perang besar melawan Abyss, dunia tak pernah benar-benar pulih.

Retakan neraka muncul di berbagai penjuru benua, memuntahkan monster, iblis, dan roh-roh jahat yang merasuki manusia.

Rowan Desmond, kesatria terkuat dari Kerajaan Aurelius telah menghabiskan tiga tahun memburu petaka yang tak kunjung berakhir.

Sampai suatu malam Rowan menangkap seorang pencuri bernama Cecilia Landon yang mencuri relik kuno milik kerajaan. Namun Cecilia menyimpan kemampuan besar, dimana ia dapat melihat roh, mendengar bisikan arwah, dan memurnikan kegelapan yang sangat dibutuhkan oleh Rowan.

Rowan akhirnya membuat sebuah perjanjian; Ia akan membantu Cecilia mengumpulkan relik-relik yang diburunya. Sebagai gantinya, Cecilia harus membantu Rowan menghadapi roh-roh yang mengancam seluruh benua.

Namun semakin jauh perjalanan mereka, semakin banyak rahasia yang terkuak, tentang Cecilia yang ternyata terkutuk.

Akankah mereka mampu menyelamatkan dunia atau justru kehilangan satu sama lain

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23. AMBANG GERBANG ARWAH

Kabut kelabu yang memenuhi Alam Arwah berputar liar seperti badai yang kehilangan kendali.

Cecilia berlari secepat mungkin sambil menggenggam tangan Permaisuri Seraphina.

Napas keduanya memburu.

Kaki mereka menghantam tanah hitam yang tidak benar-benar terlihat seperti tanah. Permukaannya bergelombang seperti lautan yang membeku, memantulkan bayangan-bayangan aneh dari ribuan roh yang berkeliaran di kejauhan.

Di belakang mereka terdengar suara jeritan.

Jeritan yang tidak seharusnya dimiliki makhluk hidup.

Roh jahat berwajah banyak yang sebelumnya berhasil dikurung Cecilia masih terus meraung-raung dengan kebencian yang membuat udara bergetar.

Namun saat itu bukan suara itulah yang membuat Cecilia membeku. Melainkan sesuatu yang jauh lebih mengerikan.

Sesosok raksasa, penjaga Alam Arwah. Tubuhnya menjulang di antara kabut seperti gunung yang bergerak.

Puluhan mata terbuka di seluruh tubuhnya.

Di wajah, leher, dada, kedua lengannya, bahkan pada jari-jarinya. Dan semua mata itu kini menatap ke arah Cecilia. Menatap tepat ke dalam jiwanya hingg Cecilia merasakan darahnya membeku dan jantung berdebar sangat keras hingga nyaris meledak.

"Tidak ..." Suara Cecilia tercekat.

Permaisuri yang melihat ekspresi Cecilia langsung menoleh, lalu wajahnya memucat.

"Apa itu?"

Monster itu menggerakkan kepalanya. Puluhan matanya berkedip bersamaan.

Dan pada detik berikutnya ...

RAAAAAAAAUUUUUGHHHHHHH!!!

Raungan mengerikan mengguncang seluruh Alam Arwah.

Kabut meledak ke segala arah dan tanah hitam bergetar.

Roh-roh yang berkeliaran langsung berhamburan seperti kawanan hewan liar.

Cecilia merasakan seluruh tubuhnya gemetar.

Bahkan dirinya yang selama ini berhadapan dengan berbagai roh jahat tidak mampu menahan tekanan yang dipancarkan makhluk itu.

Ia tahu penjaga alam arwah akan memusnahkan jiwa hidup yang berkeliaran di sini, karena ini alam kematian.

"LAAAARI!!" Cecilia berteriak sekuat tenaga. Ia menarik tangan Permaisuri. "Yang Mulia! Lari sekarang!" lanjutnya saat melihat sang Permaisuri terdiam di tempat.

Permaisuri langsung tersadar, dan keduanya berlari secepat mungkin.

Di belakang mereka, Penjaga Alam Arwah mulai bergerak.

BUM!

Satu langkahnya membuat dunia bergetar.

BUM!

BUM!

BUM!

Setiap langkah menghancurkan kabut dan mengoyak ruang di sekitarnya.

Permaisuri hampir tersandung. "Cecilia!"

"Jangan berhenti! Kita harus terus lari!" Cecilia menarik Permaisuri.

Mereka terus berlari mencari cahaya jauh di depan yang merupakan gerbang keluar, serta satu-satunya jalan kembali ke dunia nyata.

Namun masalah mereka tidak berhenti di sana.

Raungan Penjaga Alam Arwah telah menarik perhatian seluruh penghuni tempat itu.

Ratusan.

Tidak.

Ribuan roh mulai bermunculan. Wajah-wajah pucat, tubuh-tubuh rusak. Makhluk-makhluk yang seharusnya telah lama mati kini menargetkan mereka berdua, seolah keduanya adalah mangsa.

"Celaka ..." Cecilia menggertakkan gigi.

Para roh itu mulai bergerak, lalu menyerbu.

Gelombang hitam memenuhi cakrawala.

Permaisuri menjerit, "Cecilia!"

"Aku tahu!"

Cecilia mengangkat tangan, jari telunjuk dan jari tengahnya menyatu lalu seperi menulis sesuatu di udara. Bibirnya bergerak cepat mengucapkan mantra-mantra kuno mengalir tanpa henti.

"Segel. Pengikat. Kurung. Lebur," rapal Cecilia.

Cahaya keemasan meledak dari tubuhnya, ratusan simbol segel energi muncul di udara.

BOOOOM!

Puluhan roh langsung terpukul mundur.

CLANG!

Rantai-rantai cahaya muncul dari tanah dan mengikat roh-roh yang mendekat. Lalu dinding besar bercahaya bangkit menghalangi jalur mereka.

Jeritan memenuhi udara.

Namun jumlah roh terlalu banyak. Dan yang paling buruk ... Penjaga Alam Arwah bahkan tidak melambat sedikit pun.

Segel-segel Cecilia tidak mampu menahannya, karena penjaga alam roh sama seperti dewa jika di dunia kematian ini. Mereka tidak segan menghancurkan siapa pun yang merusak tatanan alam arwah.

Penjaga itu kini menerobos semuanya. Seperti badai yang menghancurkan sarang semut.

"Cih!" keluh Cecilia. Keringat dingin membasahi wajah Cecilia karena gagal menahan sang Penjaga.

Lalu sesuatu yang lebih buruk terjadi.

KRAK!

KRAK!

KRAK!

Mata Cecilia membelalak saat melihat kotak segel raksasa yang sebelumnya ia gunakan untuk mengurung roh berwajah banyak tadi mulai pecah.

"Tidak, kenapa dia sekuat itu?" ujar Cecilia.

Retakan menyebar ke seluruh permukaan.

Lalu ...

KRAAAAAAKKK!!!

Kotak itu hancur berkeping-keping seperti kaca pecah.

RAAAAAAAUUUUUGHHHH!!!

Roh berwajah banyak berhasil keluar. Puluhan wajahnya berteriak bersamaan dengan suara memekikkan telinga.

Kabut hitam meledak ke segala arah.

Cecilia nyaris putus asa. "Astaga ...."

Kini ada dua monster yang mengejar mereka.

Penjaga Alam Arwah.

Dan roh jahat berwajah banyak.

Belum lagi ribuan roh lain yang mulai mengincar mereka.

Permaisuri mulai gemetar takut, "Cecilia ..."

Namun Cecilia tetap berlari, ia tidak boleh menyerah. Tidak sekarang. Tidak setelah berhasil menemukan Permaisuri.

Ia terus berlari membawa permaisuri menuju gerbang jalan keluar dari tempat ini.

Gerbang cahaya sudah terlihat.

Tidak jauh lagi.

Sedikit lagi.

Sedikit lagi.

Lalu ...

Seseorang muncul. Sesosok siluet berdiri di depan gerbang, tubuhnya diselimuti kabut hitam. Namun bentuknya menyerupai wanita.

Dan begitu melihat Permaisuri, sosok itu berteriak.

"TIDAK AKAN KUBIARKAN KAU MEMBAWA PERMAISURI!"

RAAAAAAAAHHHHH!!

Gelombang suara menghantam Cecilia dan Permaisuri. Dengan sangat cepat Cecilia memadang pelindung untuk permaisuri.

BOOOOM!!

Tubuh Cecilia langsung terpental karena ia tidak sempat memasang pelindung untuk dirinya sendiri.

"AAGHHH!" Cecilia terlempar dan menggelinding di tanah hitam.

Permaisuri menjerit panik, "CECILIA!!"

Tubuh Cecilia menghantam batu arwah. Darah hitam langsung menyembur dari mulutnya.

"Ughh!"

Pandangan gadis itu berputar, kepalanya berdenging hebat.

Sosok itu memiliki kekuatan yang luar biasa. Bahkan lebih kuat daripada roh-roh biasa, jelas dia bukan roh yang telah mati.

Permaisuri berlari mendekati sang gadis. "Cecilia! Kau baik-baik saja?!"

Namun Cecilia hanya tersenyum pahit. Darah hitam mengalir dari sudut bibirnya.

"Tidak separah yang terlihat," jawab Cecilia santai, meski sebenarnya seluruh tubuhnya terasa seperti dihancurkan.

"Tidak. Kau terluka parah," kata Permaisuri yang tak percaya kalau Cecilia baik-baik saja.

Cecilia menatap Permaisuri, lalu berkata pelan, "Yang Mulia."

Permaisuri menoleh.

"Aku akan mengalihkan mereka semua," kata Cecilia.

"Cecilia-"

"Saat aku memberi perintah," potong sang gadis. Tatapan Cecilia berubah tegas. "Larilah menuju gerbang cahaya. Ikuti gerbang itu dan jangan melihat ke belakang apa pun yang terjadi. Anda akan kembali ke tubuh Anda," sambungnya.

Permaisuri langsung menggeleng keras. "Tidak, Cecilia! Mana mungkin aku meninggalkanmu melawan mereka semua?!"

Namun Cecilia tersenyum. Senyum lembut yang membuat hati Permaisuri semakin sakit.

"Aku bisa melawan mereka. Yang Mulia melihatnya tadi, bukan? Aku melawan semua roh itu. Aku akan kembali nanti," kata Cecilia yang kini jauh lebih bisa berpikir jernih.

"Cecilia-"

"Percayalah padaku, Yang Mulia. Saya datang untuk menyelamatkan Anda. Kaisar dan yang lain sangat berharap pada penyelamatan ini. Anda harus kembali agar saya tidak gagal," pinta Cecilia.

Permaisuri menggigit bibir. Ia tahun bahwa dirinya tidak memiliki kekuatan apa pun di sini. Ia hanya akan menjadi beban jika tetap tinggal. Dengan tangan gemetar Permaisuri akhirnya mengangguk.

Cecilia tersenyum tipis. "Bagus."

Pada saat yang sama, sosok siluet itu mengangkat tangannya. K

abut hitam berkumpul, lalu berubah menjadi tombak raksasa.

Melesat ke arah mereka.

BOOOOM!

Cecilia langsung melompat ke depan. Tubuhnya berada di depan Permaisuri sebagai tameng. Ledakan menghantamnya. Tanpa ampun.

"AAGHH!"

Tubuh Cecilia kembali terpelanting, lalu seperti boneka, sosok wanita itu terus menyerangnya.

BOOM!

BRAK!

DUARRR!

Cecilia dibanting ke kiri dan kanan.

Permaisuri menangis panik,"CECILIAAA!!"

Namun gadis itu tetap bangkit meski darah hitam terus keluar dari mulutnya. Meski tubuhnya nyaris runtuh, Cecilia tetap berdiri. Karena ia sudah membuat janji pada Kaisar dan Rowan bahwa ia akan menyelamatkan Permaisuri apa pun yang terjadi.

Lalu Cecilia mengangkat tangannya, mantra kuno keluar dari bibirnya.

Simbol emas memenuhi langit hitam di sana.

Dan pilar cahaya raksasa turun dari langit, menghantam sosok wanita itu.

BOOOOOOOOM!!

Jeritan mengerikan menggema, tubuh siluet itu terpental jauh. Serangannya terputus.

Cecilia jatuh dari udara menghantam tanah. Namun ia masih sempat berteriak.

"SEKARANG, YANG MULIA! LARILAH KE GERBANG CAHAYA ITU!"

Permaisuri gemetar. "Ayo pergi bersama! Aku tidak mau meninggalkanmu!"

"Tidak bisa! Jika kita pergi bersama, dia akan menahan kita lagi! Penjaga Alam Arwah dan roh jahat itu juga sudah mendekat! Pergilah!" Cecilia berteriak.

Raungan mengerikan terdengar dari kejauhan.

Semakin dekat.

Semakin dekat.

Tanah mulai bergetar.

Penjaga Alam Arwah hampir tiba.

Roh berwajah banyak juga mendekat.

Ribuan roh lain memenuhi dataran.

Cecilia menatap Permaisuri. Lalu berteriak sekuat tenaga.

"PERGI SEKARANG, YANG MULIA! SAYA TIDAK AKAN BISA MENYELAMATKAN ANDA JIKA TERTANGKAP LAGI! PERGI!"

"Kau harus janji kau akan kembali," ujar Permaisuri.

Permaisuri menangis namun akhirnya berbalik dan berlari menuju gerbang cahaya.

Satu langkah.

Dua langkah.

Semakin jauh.

Semakin dekat dengan kebebasan.

Cecilia melihatnya dan tersenyum kecil.

"Anda wanita yang baik, Yang Mulia. Ini pertama kalinya aku menyelamatkan seseorang dari Alam Arwah." Dan Anda orang pertama yang menangis memikirkan keselamatanku. Semoga keselamatan selalu menyertai Anda," ujar Cecilia.

Lalu gadis itu berbalik menghadap musuh-musuhnya.

Sosok siluet yang melihat Permaisuri hampir mencapai gerbang langsung murka.

"TIDAK!!" raungnya.

Sosok siluet itu mencoba mengejar permaisuri, namun Cecilia berdiri menghadangnya.

"Oh, tidak. Aku tidak akan membiarkanmu," hadang Cecilia.

Siluet itu meraung, kabut hitam yang menyelimuti tubuhnya meledak.

Tetapi Cecilia sudah lebih dulu merapalkan mantra.

Jari-jari tangannya melipat, telunjuk dan jari tengah menyatu.

Lalu kubus raksasa terbentuk di bawah kaki sosok siluet itu.

Sosok wanita itu langsung terkurung. Ia menghantam dinding segel, namun tidak berhasil keluar.

Cecilia menatapnya tajam. "Jangan remehkan aku. Terlalu banyak orang sepertimu yang sudah kulawan."

Siluet itu membeku.

Cecilia melanjutkan," "Berani sekali kau menggunakan roh jahat untuk menyakiti Permaisuri. Kau pikir aku tidak tahu? Kau salah satu okultis yang mencoba membangkitkan Abyss lagi. Kalian ingin menghancurkan kedamaian dunia. Manusia laknat."

Siluet itu langsung meraung, "SIAPA KAU SEBENARNYA?! BERANI SEKALI MENGGANGGU RENCANA YANG KUSIAPKAN SELAMA BERTAHUN-TAHUN!"

Cecilia memersempit segelnya, kubus biru transparan itu mulai menekan.

KRAAAKKK!

Jeritan terdengar, lalu sosok itu berteriak lagi. Matanya membelalak.

"TUNGGU! K-KAU ... Kau Gadis Dewa yang dicari Ketua?! Sialan! Bagaimana mungkin kau berada di Aurelius?!" seru sosok siluet itu.

Cecilia tertawa pendek, meski darah masih mengalir dari bibirnya.

"Oh? Jadi kau anak buah dari orang yang memburuku selama ini." Tatapannya berubah dingin. Sangat dingin. "Katakan padanya. Jika aku bertemu dengannya lagi. Aku akan menghancurkan kepalanya berkali-kali," sambungnya.

Siluet itu gemetar. "Kau -"

"Karena dialah yang membuat kerajaanku menjadi batu. Pastikan kau menyampaikan pesan itu. Bahwa Gadis Dewa sekarang yang memburu mereka," ancam Cecilia.

Lalu kotak segel menyusut drastis.

Jeritan siluet itu menggema, tubuhnya hancur, terpelintir, dan diremukkan.

Lalu ...

DUAAAAAAAAARRRRRRR!!!

Segel meledak, cahaya biru menyapu segalanya.

Kabut hitam lenyap, sosok wanita itu menghilang tanpa jejak.

Keheningan sesaat memenuhi udara.

Cecilia jatuh terduduk, napasnya memburu. Jantungnya terasa akan pecah dengan kepala yang berdenyut hebat.

Energi Cecilia hampir habis. Bahkan mengangkat tangan saja terasa sulit.

"Akhirnya," gumam sang gadis.

Namun ia tidak sempat merasa lega.

Karena sesaat kemudian tanah bergetar.

BUM.

BUM.

BUM.

BUM.

Suara itu kembali terdengar.

Lebih dekat.

Jauh lebih dekat.

Perlahan Cecilia menoleh ke belakang, lalu tubuhnya membeku.

Penjaga Alam Arwah berdiri begitu dekat. Puluhan mata di seluruh tubuh monster itu terbuka bersamaan menatap diri Cecilia.

Dan untuk pertama kalinya sejak memasuki Alam Arwah Cecilia merasakan sesuatu yang jarang ia rasakan.

Ketakutan yang begitu murni, karena ia sadar satu hal; Permaisuri mungkin berhasil melarikan diri.

Namun dirinya kini sendirian. Berhadapan dengan penjaga sesungguhnya dari dunia kematian.

Dan buruknya Cecilia sudah kehabisan energi untuk melawan.

Apakah aku akan mati di sini? pikir Cecilia mulai panik.

1
Septi Wijaya
so emosional tp lega
Hary Nengsih
lega dh gak merasa bersalah lg
Eli Rahma
semangat Lowan..
Wenty Lucia Wardhani
aku terharu sekali😭😭😭
Nisfu Romadhon
/Sob//Sob//Sob/mengandung 🧅🧅🧅ihh k Othor,,,
Archiemorarty: Selanjutnya lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
mengsedih /Cry/Rowan yang kuat ya
Nisfu Romadhon
ishh,,, ikut ngerasain nyesek nya Rowan,,, rindu sedih dan kecewa pada dirinya sendiri,,,hiks/Sweat/
Archiemorarty: Apalagi meninggal karena salah komando si Rowan 😭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aisshh,,, akhir bab mengandung bawang 🧅🧅🧅hiks,,, Rowan teringat paman Colton sang Guru /Sob//Sob//Sob/
Archiemorarty: Nanti bakal lebih banyak bawang 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
hih,,, dasar curang,,,g berani ngadepin Cecil sendirian mesti minta bantuan monster-monster lainnya buat pengalih perhatian,,, Cecil aku mendukungmu,,,kamu pasti bisa 💪💪💪
Archiemorarty: biasa lah yah, pengecut mah gitu 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
lanjut
Archiemorarty: Siap kakak 🥰
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aishh,,, musuh kembali datang
Nisfu Romadhon
aihh aihh,,,baru sadar udah dapat kissing aja Cecil,,, dasar Lowan mengambil kesempitan dalam kesempatan,,, ehh /Chuckle/
Archiemorarty: Abang Lowan emang suka gitu 🤭
total 1 replies
Nisfu Romadhon
g sadar bacanya sambil nahan nafas,,,huft,,,baru dihela nafas nya kalo bab nya selesai 🤦🫣
Archiemorarty: Napas kak napas 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
Rowan kah yang memanggil?
serius,,, seperti nonton film kolosal,,, KEREN k Othor,,, lopiyu muachh /Kiss/
Archiemorarty: Hahaha...kolosal nggak tuh 🤣
total 1 replies
Nisfu Romadhon
aduh,,,aduh,,, gimana ini gimana ini,,,/Gosh//Gosh//Gosh/menghilanglah Cecil,,,🫣🫣🫣
Nisfu Romadhon
aihh,,, merinding guys,,,/Panic//Panic//Panic/
Nisfu Romadhon
aisshh,,,gegara kesibi duta,,,aku telat tegang nya /Facepalm/
Siti Nurjanah
oh berati arwah yg ngikutin rowan itu paman colton mungkin
Archiemorarty: Bisa jadi 🤭
total 1 replies
Hary Nengsih
kaya nya ia
Eli Rahma
apa cecil dirasuki roh nya paman colton..hingga dia bisa menghadapi monster....cecil kan pernah melihat satu roh yg selalu mengikuti Rowan....iyaaa..pasti itu rohnya paman colton..iyaa kan thor??😆
Nisfu Romadhon: iya tuh✌️
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!