Ada sebuah kepercayaan pada legenda 'pamali' di kampung kebun jeruk nipis. yang dimana para gadis yang belum menikah dilarang keluar malam hari, duduk di depan pintu, potong kuku malam hari, gunting rambut pas malam hari.
Namun ada, sekelompok remaja yang melanggar aturan itu dan berujung malapetaka bagi dirinya sendiri. Dari mereka diganggu setan di rumah sampai dibuat tersesat di hutan belakang rumah.
Apakah Anda bisa menyelesaikan pamali yang telah mereka langgar dan pergi dari pamali ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Samsya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25
Ternyata suara teriakan yang memanggil nya adalah pak yahman, dan anehnya seketika semua rasa yang baru saja dirasakan menghilang begitu saja.
Hawa dingin? … sensasi sesak di dada? … Tusukan tajam di tengkuk nya semua kejadian yang hampir membuatnya pingsan, berlalu begitu saja?.
Joko segera bangkit namun dari sudut matanya ia bisa melihat sosok yang mengeringkan, membuat nya bergidik.
“Kamu akan membayar atas kesalahan mu pada cucuku … putri” Ujar sosok itu dengan mudah menghempaskan tubuh Joko.
Sebelum ia sempat bergerak untuk menghindar, tubuhnya terpental terjatuh berguling menuruni tangga.
Joko berusaha untuk bangkit namun tubuh nya terus berguling menuruni tangga yang seakan tidak ada habisnya.
“Aggh … gila, sakit semua badan gua. ini tangga kan kagak sepanjang ini seharusnya”
Rintih Joko setiap kepala dan tubuh nya terjatuh ke bawah anak tangga. Rasa sakit dan pusing di kepala nya benar benar terasa nyeri.
Darah mulai keluar dari hidung nya, goresan demi goresan mulai mengeluarkan darah di setiap inci wajah nya.
Semua rasa sakit yang tidak tertahankan membuat joko memejamkan matanya, berpikir ini adalah ajal menjemput diri nya.
Baru saja Joko memejamkan matanya suara teriakan nyaring langsung membangunkan nya.
“Bangun dan rasakan setiap penderitaan cucu ku. Serta penderitaan atas orang orang yang telah ayahmu dan dirimu sakiti dengan ilmu hitam kalian!!”
Joko merintih panjang menutup kedua telinganya, suara teriakan itu benar-benar seperti berada tepat di telinga nya.
Membuat telinga nya terus berdengung hebat tanpa henti, sampai akhir Joko membuka mata nya dan …
Mendapati dirinya berada di dalam sebuah gubuk yang tidak asing untuk nya. ‘tunggu dulu, kayak gak asing sama tempat nya’
Joko memberanikan dirinya untuk melihat sekitar, mengabaikan rasa sakit yang terus menggerogoti tubuhnya, seolah ada ribuan serangga kelaparan yang merayap di balik kulit tubuhnya.
Setiap langkah terasa begitu menyakitkan, darah di hidungnya terus menetes tanpa henti.
Joko melihat sekitar nya dan secara tidak sengaja melihat sebuah foto terpajang rapi di atas dipan anyaman bambu.
“Kayak kenal foto nya, bentar … “ Joko berjalan perlahan mendekati dipan tersebut.
Ia mengambil foto itu mencoba mengingat-ingat siapa orang orang difoto.
Dan senyum licik terpatri jelas di wajah nya, sebelum akhirnya ia tertawa terbahak-bahak.
“Hahahahaha … orang orang ini, mereka memang sudah ditakdirkan sebagai tumbal ku” seru Joko menggenggam erat bingkai foto tersebut sampai hampir akan patah.
“Tapi ada dua orang yang belum mati sampai saat ini … putri dan Bagas, mereka benar benar harus disingkirkan”
Dengan marah Joko melempar foto tersebut ke bawah hingga pecah, dan sialnya serpihan kaca foto tersebut langsung mengenai tempat mata kirinya.
“Aaaaaaa …… sakit” teriak Joko dengan histeris, memegangi mata kirinya yang mulai mengeluarkan darah. Walaupun kaca itu hanya menyenggol matanya bukan tertancap.
Tapi rasa sakit nya benar-benar membuat Joko kewalahan, ia tersungkur ke bawah dengan nafas memburu. Keringat dingin mulai mengucur deras di keningnya.
Saat pandangan nya kembali kabur. Ia merasakan getaran hebat dia tanah seperti ada sesuatu yang berjalan mendekati nya.
Dan pintu gubuk terbuka … samar samar Joko melihat seorang bapak bapak memakai topi caping mendekati ke arah nya.
Melihat itu Joko hanya bisa merintih kesakitan, sebelum pada akhirnya pandangan nya semakin buram dan gelap total.
ia pingsan tidak sadarkan diri tanpa tahu apa yang terjadi pada diri nya nanti.
“Dia masih seberani ayah nya, sangat di sayangkan mereka berdua terlahir di garis keturunan yang tidak baik” ujar pria tua tersebut.
Dengan hati hati pria yang menggendong tubuh Joko yang terasa dingin dan berjalan keluar dari gubuk tersebut.
“Nak Joko andai kamu lahir di garis keturunan kami kamu tidak perlu menanggung dosa mereka di masa lalu”