NovelToon NovelToon
Papaku Kaya Dengan Sistem

Papaku Kaya Dengan Sistem

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:200.3k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Arhan si tukang panggul harus menelan pahitnya hidup, rumahnya terbakar, ia mengalami luka bakar, anaknya pincang karena tertimpa kayu dan istrinya menceraikannya.

Naasnya ia mati di lindas 3 mobil sekaligus. Tapi siapa sangka jika hidupnya berubah saat ia mendapat sistem.

Sistem mengubah hidupnya dan membuat mantan istrinya menyesal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

...Happy Reading...

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

"Tapi Dokter, sebaiknya Anda fokus dulu untuk mengeluarkan racun itu dari dalam tubuh Anda. Biarkan tenaga saya bekerja memurnikan darah Anda. Sedangkan untuk masalah siapa yang berani meracuni Anda, biarkan aku yang akan mencari buktinya dan menghukum pelakunya," kata Arhan dengan nada tegas dan penuh keyakinan.

Wajah Dokter Richard terlihat sangat lega dan berterima kasih. Ia merasa telah menemukan penyelamat sejati.

"Terima kasih banyak, Arhan. Aku benar-benar berhutang budi padamu. Jika bukan karena kamu, mungkin nyawaku sudah tidak ada saat ini," ucap Dokter Richard tulus.

Arhan hanya mengangguk santai, lalu ia berbalik badan.

Matanya tadi sempat tertuju pada sebuah kotak sepatu bola yang dipajang di sudut ruangan. Itu adalah sepatu bola berkualitas tinggi yang ia incar untuk dibelikan putranya, Arka.

Namun... seketika mata Arhan terbelalak kaget.

Tempat di mana tadi sepatu itu diletakkan kini kosong melompong!

"Ehh?!" Arhan mengerutkan kening. "Sudah diambil orang rupanya... Hm... Padahal itu barang yang terakhir, sisa satu-satunya lagi," gumamnya pelan, wajahnya terlihat sedikit kecewa.

Melihat ekspresi Arhan, Dokter Richard yang kini sudah merasa sangat akrab dan nyaman dengannya pun bertanya.

"Apa yang kau cari, Arhan? Kenapa tampak kecewa begitu?"

Arhan tersenyum tipis berusaha terlihat biasa saja, lalu menjawab, "Oh, tadi aku melihat sepatu bola yang bagus sekali. Kebetulan anakku, Arka, sangat hobi bermain sepak bola. Aku ingin membelikannya sebagai hadiah, tapi sepertinya nasib belum berpihak padaku, sepatunya sudah dibeli orang lain."

Ia memandang sekeliling berharap menemukan model lain yang setara, namun sepertinya tidak ada yang cocok di matanya.

Tiring... Teriring...

Tiring... Teriring...

Tiba-tiba suara dering ponsel Arhan berbunyi nyaring memecah keheningan.

Arhan mengambil ponselnya dari saku, lalu melihat nama yang tertera di layar.

Wajahnya yang tadinya tenang, seketika berubah menjadi serius.

Yang menelepon bukan orang lain, melainkan Wali Kelas Arka.

Hati Arhan sedikit khawatir. Biasanya guru menghubungi orang tua di luar jam sekolah bukan untuk hal yang baik.

"Halo, Assalamualaikum, Bu Guru..." jawab Arhan waspada.

"Waalaikumsalam, Pak Arhan... Maaf mengganggu. Saya ingin melaporkan sesuatu yang penting mengenai Arka," suara guru di seberang sana terdengar cemas dan berat.

"Ada apa, Bu? Apa terjadi sesuatu pada anak saya?" tanya Arhan cepat, nada suaranya mulai meninggi.

"Begini Pak... Tadi saat jam istirahat, Arka terlibat perkelahian dengan beberapa murid senior di sekolah. Mereka bertiga sampai dilarikan ke UKS dan sekarang kepala sekolah meminta Bapak datang secepatnya untuk membicarakan masalah ini," jelas sang guru.

BRAKK!!!

Seperti ada petir yang menyambar di kepala Arhan.

"APA?! Arka berkelahi?!" Arhan terkejut bukan main.

Ia tahu betul karakter anaknya yang pendiam dan penurut. Mustahil Arka memulai perkelahian tanpa alasan yang jelas!

"Baiklah Bu, saya akan segera sampai di sana sekarang juga!"

Arhan menutup telepon dengan cepat. Wajahnya berubah dingin dan tajam.

"Maaf Dokter Richard, sepertinya saya harus pergi sekarang. Ada masalah mendesak yang harus saya selesaikan," kata Arhan singkat.

"Pergilah Arhan, urus anakmu. Terima kasih untuk segalanya!" sahut Dokter Richard.

Tanpa membuang waktu, Arhan melangkah lebar meninggalkan tempat itu.

Siapa yang berani mengganggu anaknya? Dan kenapa Arka sampai harus berkelahi?

...⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️⛹️‍♀️...

1
saniscara patriawuha.
gassss pollllll remmmm pollllll...
saniscara patriawuha.
sudah babi buta pulak,, kasihan kali binatang itu....
saniscara patriawuha.
sikatttttt sudahhhhh....
saniscara patriawuha.
gasssd polllll remmmm pollll...
Night Watcher
lah.. tau2 abis.. njut thor.
ta kasih kopi biar smungut..
Night Watcher
yah.... bukannya dipretelin tangan & kakinya aja, malah dipatiin...
Night Watcher
jangan kemana2... tetap di sini aja..👉👉📺
Night Watcher
wes gek mangkat kono loo Han.... ora mung ngoceh ae...
Night Watcher
raniaaaa... dimanakah dikau kini..🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
ko istri terus sih arhan bilngnya , aih kode yaaa pingi d sah kan ma otornya .. gaaasskeun kaleesss gaskeuun 🤭😂
Ambu Rinddiany Thea
moga ayahnya rania selamat ya , awas kalo ampe amsiong tak demo ka lessss yah 🤭😩
Ambu Rinddiany Thea
ikut dag-dig-dug seeeeeeer ini teh 🫣🫣🫣
aldo
lanjut author
Night Watcher
kalo ngeblong apa remnya berfungsi ya? kok bisa berderit bannya..
Night Watcher
mending langsung ditangkap pake poin sistem aja ndral...🤭
Night Watcher
gak berani komen.. dah nyangkut nama2 pejabat..🤭🤭
Night Watcher
duh piye iki.. gak ngaku mati, ngaku kyk mati jg..😇
Ambu Rinddiany Thea
keren pisan ini mah 👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🫶🏻🫶🏻🫶🏻
Ambu Rinddiany Thea
mantep kerja sistem nya , andaikan d dunia nyata seperti ini 🫣🤭
Yuliana Tunru
mantap jiwa arhan noar semua mafia hukum di hukum.mayi.jgn sampe.presodent tuyup mata yaaa😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!