NovelToon NovelToon
Jodoh Pak Dokter

Jodoh Pak Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Ibu susu / Nikah Kontrak
Popularitas:68.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Di tengah duka kehilangan bayinya dan pengkhianatan suaminya, Shanum berjuang sendirian demi kesembuhan Sang Nenek, satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Bekerja sebagai ART dengan upah kecil, tak cukup untuk membiayai pengobatan jantung sang nenek di rumah sakit.

Kondisi ini menarik simpati Dokter Daniel yang menangani neneknya. Daniel sendiri tengah didera lara, ia ditinggal selingkuh oleh istrinya dan kini merawat putri kecilnya yang berusia empat bulan seorang diri.

Masalah kian pelik karena sang bayi mengalami alergi susu formula dan sangat bergantung pada donor ASI.

Didorong rasa iba dan kebutuhan yang mendesak, Daniel menawarkan Shanum pekerjaan sebagai pengasuh sekaligus ibu susu bagi putrinya. Bagi Shanum, ini dilema antara kehormatan dan kebutuhan ekonomi. Tanpa ia sadari, bayi kecil yang butuh dekapannya itu perlahan menjadi obat bagi trauma kehilangan buah hatinya.

Akankah pertemuan dua jiwa yang sama-sama patah ini menjadi awal dari kesembuhan luka mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 27

Daniel menarik napas dalam-dalam, menghembuskan nya perlahan untuk membuang sisa-sisa kegugupan yang menggelayuti dadanya. Ia memantapkan langkahnya, memberanikan diri untuk menghampiri Shanum. Ada sesuatu yang harus ia luruskan terkait kejadian memalukan di kamar pengantin tadi pagi, juga tentang bagaimana ia sempat memeluk wanita itu erat-erat saat tubuhnya didera demam semalam.

Saat Daniel berjalan mendekat, Shanum yang sedang tertawa terbahak-bahak mendadak menghentikan tawa cerianya. Hal itu terjadi tepat setelah Leo, si burung kakaktua, mengepakkan sayap dan berceloteh nyaring.

"Tuan Daniel datang! Selamat pagi, Tuan! Selamat pagi!" sapa Leo dengan suaranya yang khas dan serak.

Shanum tersentak. Ia reflex menolehkan kepalanya ke arah samping belakang, dan benar saja, sosok jangkung Daniel sudah berdiri tegak di sana, menatapnya dengan seulas senyum tipis. Di dalam pangkuan Shanum, Baby Ziva yang melihat kehadiran sang ayah langsung melayangkan kedua tangan mungilnya ke udara, menendang-nendang kan kakinya lincah seolah meminta untuk segera digendong.

Daniel terkekeh pelan. Ia melangkah maju, lalu mendudukkan diri di bangku taman yang sama, tepat di samping Shanum. Jarak yang mengikis di antara mereka seketika membuat Shanum kembali didera rasa gugup. Jantungnya berdegup kencang, dan ia buru-buru meremas ujung daster rumahan yang ia kenakan.

"Eh, putrinya Papah anteng sekali ya bermain di sini. Tertawanya lincah sekali, sampai kedengaran lho ke dalam rumah," goda Daniel lembut, sengaja mencondongkan tubuhnya untuk meraih Ziva dari pangkuan Shanum, sembari melirik sekilas ke arah istrinya yang kini tak berani menatapnya langsung.

Ziva yang sudah berpindah ke gendongan hangat ayahnya langsung mengoceh riang. "Agu... Ba.. ba... aaaa!" Lengkingan tawa renyahnya terdengar begitu menggemaskan. Daniel yang tidak tahan melihat kelincahan putrinya segera menghujani kedua pipi gembil Ziva dengan ciuman gemas.

"Wah, kamu semakin berat saja sekarang, Ziva. Sepertinya kamu bahagia sekali ya, setiap hari ditemani dan diurus sama Bunda Shanum," ucap Daniel tulus.

Deg!

Kata "Bunda Shanum" yang meluncur begitu alami dari bibir Daniel membuat jantung Shanum berdesir hebat. Ia reflex menoleh dan menatap dalam-dalam sepasang netra elang milik suaminya.

Daniel membalas tatapan itu, guratan terima kasih terpancar jelas dari wajahnya.

"Terima kasih banyak ya, Shanum... karena kamu sudah merawat Ziva dengan sangat baik. Sampai putri kecilku ini tumbuh semakin gemuk, lincah, dan juga sehat."

"S...sama-sama, Pak Dokter," jawab Shanum dengan suara cicitan, wajahnya kembali tersipu merah.

Suasana hangat di taman belakang mendadak berubah agak kaku saat Daniel mulai berdehem pelan, mengalihkan pandangannya dari Ziva untuk menatap Shanum dengan raut wajah yang lebih serius. Pria itu berniat membahas insiden di kamar tadi malam dan pagi tadi.

"Shanum... soal kejadian tadi pagi di kamar, juga tentang pelukan semalam saat aku tidak sadarkan diri karena demam... tolong maafkan kelancanganku, ya. Tidak seharusnya aku bertindak sejauh itu padamu," ucap Daniel pelan.

Kalimat itu terpaksa meluncur dari bibir Daniel. Kata-kata itu berbanding terbalik dengan lubuk hatinya yang saat ini sedang menjerit perih, menahan rasa suka yang mendalam. Namun, Daniel merasa harus tahu diri. Ia terikat oleh selembar kertas kontrak pernikahan yang menyatakan bahwa ia tidak boleh menyentuh atau menuntut hak apa pun dari Shanum sebagai seorang suami. Ia takut kelancangannya akan membuat Shanum merasa tidak nyaman di rumah ini.

Di sisi lain, Shanum yang mendengar penuturan dingin tersebut merasakan dadanya mendadak sesak. Ada rasa kecewa yang teramat sangat menyergap hatinya. Rupanya, tatapan dalam, pelukan hangat, bahkan ciuman manis yang sempat melambungkan perasaannya pagi tadi sama sekali tidak memiliki makna bagi seorang Dokter Daniel. Pria itu menganggapnya murni sebagai kekhilafan dan kesalahpahaman belaka karena terbawa suasana.

Shanum memaksakan sebuah senyuman tipis, meskipun matanya mulai terasa panas. Ia mencoba menata suaranya agar tidak terdengar bergetar karena emosi yang tertahan.

"Untuk apa meminta maaf, Pak Dokter? Lagipula, saya berusaha mengerti kok dengan kesalahpahaman ini. Anggap saja... peristiwa-peristiwa tadi tidak pernah terjadi dan tidak perlu dibahas lagi," jawab Shanum dengan nada sedikit ketus yang tidak bisa ia sembunyikan.

Mendengar jawaban yang begitu enteng dan dingin dari Shanum, Daniel merasakan denyut nyeri yang hebat di dadanya. Entah kenapa, egonya sama sekali tidak terima saat Shanum meminta untuk menganggap ciuman manis mereka seolah tidak pernah ada.

"Maaf... Pak Dokter, kalau begitu saya permisi masuk ke dalam duluan. Mau membantu Bik Sumi merapikan pakaian Ziva," pamit Shanum buru-buru tanpa menunggu jawaban dari Daniel.

Shanum segera beranjak dari bangku taman. Ia melangkah dengan tergesa-gesa memasuki pintu belakang rumah, mencoba sekuat tenaga membendung air matanya yang sudah menggenang di pelupuk matanya agar tidak jatuh di hadapan suaminya.

Begitu berhasil menaiki anak tangga dan sampai di koridor lantai dua yang sepi, pertahanan Shanum pun runtuh. Air matanya menetes membasahi pipinya. Ia melangkah cepat menuju kamarnya sendiri dengan hati yang patah.

'Benar kan... apa yang kau pikirkan sejak awal, Shanum? Kejadian tadi itu adalah murni hanya karena Pak Dokter sedang tidak sadar dan terbawa suasana saja,' batin Shanum menangis pilu, merutuki kebodohan hatinya yang terlalu cepat terbawa perasaan.

'Wanita sederhana dan miskin sepertimu memang tidak akan pernah pantas bersanding dengan dokter spesialis hebat sekelas Dokter Daniel. Kalian berdua berbeda kasta, bagaikan langit dan bumi. Cukup tepati janjimu, Shanum. Setelah kontrak pernikahan sandiwara ini selesai, dan masa kerjamu selama dua tahun sebagai ibu susu Ziva berakhir, kau harus pergi sejauh mungkin dari kehidupan mereka. Kau tidak boleh, dan tidak akan pernah boleh jatuh cinta pada Dokter Daniel!'

Shanum menyeka air matanya dengan kasar begitu tiba di depan kamar mandi, ia bertekad di dalam hati untuk kembali membangun dinding pembatas yang kokoh di antara dirinya dan pria yang kini telah menggoreskan luka pertama di hatinya.

Bersambung...

1
~Ni Inda~
Waahhh...ada drama seri nih Mamer Tania
Siap² utk hancur y Sofia
Krn buktinya absolut bahwa kau menjahati Shanum
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Ifana
Coba saling jujur dan terbuka dengan perasaan masing² agar tidak ada kesalahpahaman
Nar Sih
waah nih si sofia ngk ada kapok,,nya yaa gangguin shanum🤣moga sang ibu mertua cpt dtg lgi biar sofia ngk bisa berulah
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Kusii Yaati
pengen tak cakar" wajah Maura... kalau mau bersaing yang sehat dong, kelihatan banget kalau nggak laku😒
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
Nar Sih
mentang,,udah minum pil kb nya suami mu langsung tancap gas ya num😂😂
Nar Sih
ingat shanum jgn sampai lupa minum pil kb nya biar gk kebobolan ☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Kusii Yaati
hadeh Maura... emang kamu siapanya dokter Daniel, pakai ngancam" segala.sungguh attitudemu nggak mencerminkan seorang dokter Maura,malu" in aja deh 😒
Kusii Yaati
si ulat bulu kayaknya udah nggak sabar pengen eksis makanya nongol di awal😂...
Kusii Yaati
jaman sekarang ada nggak sih dokter yang kayak gitu, yang mau menolong tanpa pamrih dan murni atas dasar kemanusiaan.
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: masih ada kak, karena saya pernah mengalaminya sendiri 😊
total 1 replies
Patrick Khan
num kita sama2 kb pil🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aku juga dulu pernah KB pil🤣🤣
total 1 replies
vania larasati
lanjut kak
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: lanjut besok ya kak 😊
total 1 replies
Teh Euis Tea
dokter daniel udah ga sabar mau enyak enyak num 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Euis Tea
benar num klu Ziva punya ade bakal repot bgt, blm klu km ngidam parah pasti anakmu ga ke urus
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak, Shanum lebih baik menundanya... dia juga masih ada rasa trauma yang belum hilang
total 1 replies
Ilfa Yarni
tuh benerkan Daniel sembuh dr sakitnya krn dia tak tertekan lg dgn pernikahannya krn pernikahannya yg skr saling mencintai
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul Bun 🤭
total 1 replies
Nar Sih
pilihan yg tepat ya num,kb dulu biar ziva puas minum asi nya ,juga blm waktu nya ziva punya adik☺️
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Good//Good//Good/
total 1 replies
Teh Yen
rasain tuh emng enk malu engg tuh d gt in smaa tuan rmh
Teh Yen
tolong d garis bawahi Sofia "mendapatkan Daniel kembali" ...heeh ulet bulu sadar dong sejak kapan Daniel jd milikmu bukan kah kamu sendiri yg terus ngejar Daniel hemm Daniel kan engg suka smaa kamu huuh 😤 percaya diri sekali anda blom tau yg kalau shanum dekengnya ibu kandung Daniel sendiri jujur saja berat say 🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul Bun, saingannya kelas berat
total 1 replies
Teh Euis Tea
banting aj td mah num biar kapok, ntar aku bantuin doa deh num
tenang aj num aku di belakangmu, biar othor di depan 🤭🤭🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: jadi tumbal lagi 🤣🤣
total 1 replies
~Ni Inda~
Hehh betina !
Kau memang kenal duluan dg Daniel bahkan mati²an mengejarnya sejak dulu
Tp nyatanya...sdh 2 istri Daniel & kau tak pernah jd pilihannya
Jd sadar diri kau sikit
Jgn sok cantik sok gaya
Gak laku kau tu dpn Daniel..bkn typenya banget...sejak dulu sampai kapanpun
Jd enyahkan pikiran jahat di otakmu itu
Sebanyak tu tmn masa sekolahmu tak satupun yg peduli dgmu...tak ada yg mendukungmu
Memang kau tu bkn pilihan...tak pantas utk dipilih 🤭🤣🤣
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: mantap kak 👍🏼
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!