NovelToon NovelToon
My Women

My Women

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: Wisye Titiheru

Kisah Seorang wanita Angel Abraham yang harus menerima kenyataan bahwa suaminya, laki - laki yang berjanji mencintai dia dengan tulus, ternyata di jodohkan dengan pilihan omanya karena luka lama omanya . Kenyataan pahitnya dia harus berpisah dengan suami karena nyawanya sebagai taruhan, disaat dia sedang mengandung anak dari buah cinta mereka. Bagaimanakah nasib cinta seorang Angel Abraham??? Apakah suaminya menyesal???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelakor

Beberapa bulan kedepan, usaha Angel meningkat pesat dengan banyaknya permintaan produk M'Women. Kimberly resmi menjadi reseller, rekan bisnis dari Pratama Company hanya dalan proses pemasaran produk kosmetiknya. Sebenarnya Angel sudah menyingkir berkas - berkasnya Kimberly, namun atas permintaan suaminya akhirnya dia masuk dalam daftar mitra kerja sebagai reseller.

Beberapa bulan ini, Aaron sering pulang malam, bahkan sering ke Jakarta sampai satu minggu lebih. Dulunya tidak perna sampai seminggu paling lama tiga hari, dia sudah berada di Bali.

Hari ini, tepat hari ulang tahun Matteo Jonatan Baruk berulang tahun ke satu. Angel tidak membuat acara besar, dia hanya membuat acara makan - makan di rumah, hanya untuk keluarga dan teman dekat saja.

Angel, susah meminta Aaron suaminya untuk tepat waktu pada saat acara ulang tahun anak kedua mereka. Namun sampai mau pukul tujuh malam Aaron belum - belum datang. Benaya Company sedang ada proyek besar, dan yang menjadi rekan bisnisnya adalah teman kuliahnya yang berasal dari Cina.

Karena tidak mau membuat anaknya kecewa. Akhirnya dengan di temani mami, opa, oma dan Ethen, Teo pun meniup lilin. Karena seperti biasa Ethan dan Teo akan tidur jam tujuh malam.

"Sepertinya papi masih banyak kerja."

Air mata Angel keluar. Papi Paul yang melihat anak perempuannya menangis. Dia langsung mengelap air mata itu dan memeluknya.

"Terima kasih papi."

"Sama - sama sayang. Papi tahu kamu wanita kuat dan hebat."

Hati Angel panas,setelah mengetahui, bahwa suaminya ada di Beach Club bersama teman - teman alumni waktu kuliah. Angel tahu dari storynya Kimberly. Aaron yang masik asik ngobrol melirik jam di pergelangan tangannya, dia kaget dan sadar bahwa dia sudah membuat istri dan anaknya kecewa.

"Kamu kenapa tidak mengingatkan ku???"

"Saya sudah mengingatkan kamu dari tadi, kamu terlalu asik Ron."

"Mampus aku."

"Ya kamu akan mampus."

"Kemana Ro??"

"Pulang duluan ya, anak dan istriku menunggu." Kimberly yang sengaja bertanya seperti itu.

Sampai di rumah sudah jam sembilan malam, ruang tengah yang di dekor sederhana hanya untuk keperluan foto sudah gelap.

"Baru pulang Ron."

"Papi....kenapa belum tidur??"

"Kamu keterlaluan Ron, anak dan istrimu menunggu."

Aaron mau masuk ke kamar anaknya. Namun oleh Angel di kunci dari dalam.

"Mereka sudah tidur."

Aaron langsung ke kamarnya, namun Angel tidak ada di dalam. Dia duduk merenung di dalam kamar. Aaron yang sempat tertidur, tidak tahu, bahwa Angel dan kedua anaknya sudah berangkat atas bantuan Rido dan orangtuanya. Pukul tujuh pagi Aaron bangun melihat bibi dan pekerja kebun sedang membersihkan dekorasi semalam. Di meja makan hanya ada mami dan papinya.

"Bibi, ibu sudah bangun???"

Bibi hanya melihat ke arah orangtua bosnya. Aaron tidak tahu, bahwa subuh tadi Angel sudah pergi berlibur bersama kedua anak dan susternya ke Manggarai tepatnya di desa Satar. Rido yang berada di sana yang datang menjemput menggunakan mobil yang Angel beli tanpa sepengetahuan Aaron karena sibuknya. Mereka menggunakan feri penyebrangan jam empat subuh tadi.

Aaron langsung ke kamar anaknya, disana sudah tidak ada Angel dan kedua anak laki - lakinya. Dia melihat baju anak - anaknya berkurang. Dia kemarnya melihat koper besar juga tidak ada.

"Mami, Angel dan anak - anak kemana??"

"Mami bangun mereka tidak ada, mami akan menanyakan hal ini kepada kamu."

"Kamu suami bagaimana?? Anak ulang tahun sibu, istri dan anak - anak tidak ada di rumah ngak tahu."

Aaron menelepon Dion untuk mengecek penerbangan atas nama istri dan anak - anaknya. Rido tidak mungkin tahu, karena dia ada di Manggarai mengurus usaha disana. Aaron terus menghubungi handphone Angel namun tidak aktif. Tiga puluh menit kemudia Dion datang ke rumah melapor sekalian mengingatkan akan rapatnya Aaron.

"Bagaimana ???

"Tidak ada manifest penumpang atas nama ibu dan anak - anak."

"Dion, aku bisa gila."

"Kemungkinan Angel masih di Bali."

"Kalau hubungi Dion tidak mungkin, dia kan ada di Manggarai."

Aaron dan Dion kembali bertemu dengan rekan kerja yang adalah teman kuliahnya untuk tanda - tangan kontrak kerja.

"Biasanya Rido bersama kalian berdua??"

"Dia ada di Manggarai sudah dua minggu."

"Manggarai??? Tetapi semalam saya ada bertemu dengan dia di mall Ron."

Dion dan Aaron saling menatap. Selesai tanda tangan kontrak. Aaron langsung pulang ke rumah. Dia kembali mengali informasi dari orangtuanya tentang keberadaan istri dan anak - anaknya. Aaron tidak tahu, bahwa Angel dan cucu - cucu mereka baru saja menghubungi opa dan oma serta memberi tahu bahwa mereka sudah tiba di desa satar.

"Kamu kan suaminya. Papi mereka. Masa kamu tidak tahu."

"Aku tahu, mami dan papi ada sembunyikan sesuatu dariku."

"Kenapa kamu merasa begitu??"

"Aaron akui, Aaron salah. Maafkan Aaron karena beberapa bulan ini cuek sama istri dan anak - anak."

"Mami ngak tahu dimana mereka. Mami mau kamu kerahkan semua bala bantuanmu untuk menemukan mereka."

Dion, pergi ke cafe dimana teman mereka melihat Rido berada, dan benar CCTV cafe itu memperlihatkan aktivitas Rido dari dalam sampai halaman.

"Mobil siapa itu, yang Rido pakai."

Karena penasaran Dion, langsung pergi ke pusat kantor CCTV propinsi. Atas bantuan temannya yang seorang perwira polisi, Dion mendapat akses ke dalam dan melihat CCTV, dan mobil yang di kendarai oleh Rido memasuki alamat perumahan bos mereka. Dan pada subuh hari dengam bantuan suster dan papi Paul mereka pergi menuju pelabuhan penyebrangan kapal Fery.

Dion langsung menghubungi Rido, dia tahu jika informasi ini, sampai kepada Aaron maka habislah Rido di buatnya. Maka Rido pun menceritakan semua, kenapa sampai Angel, istri bos mereka memilih pergi tanpa memberitahukan suaminya.

"Apa Kimberly mengirim fotonya berdua dengan Aaron??"

"Ya dan kamu dan bos tidak sadar. Saya mana bisa tidak menolongnya, membelanya. Lima tahun, saya melihat istri bos menderita, setiap malam menangis."

"Angel dan anak - anak di mana??"

"Mereka di desa satar tempat bu bos pelarian pertama dari bos."

"Gila kamu, Aaron bisa bunuh kamu."

"Kalian berdua itu yang gila. Sudah tahu ada istri masih gatal."

"Aku bebas bro, masih bujang. Tetapi Kim harus di beri hukuman. Dion pun pergi ke tempat usaha Kimberly. Dia langsung mencari Kimberly.

"Kamu jahat Kim, kamu ular."

"Apa maksud kamu ion??"

"Kamu memang perusak rumah tangga orang. Apa dengan mengirim foto lama dab foto saat bersenang - senang dengab Aaron kamu bahagia, melihat Angel menderita??"

"Maksud kamu apa ion??"

"Stop munafik Kim. Mereka itu di takdirkan bersama. Kalau mau pisah, tidak mungkin Tuhan persatukan setekah sudah lima tahun tidak bertemu."

"Aku yang dirugikan."

"Kamu yang bodoh, mau menyerahkan diri. Ingat perjanjian yang kamu tanda - tangani dengan Aaron hanya buat kesenangan, just fun. Kamu di bayar. Dan kamu tahu masalah yang Aaron hadapi saat itu."

"Ion aku jatuh cinta kepada Aaron."

"Stop ganggu Angel. Jangan jadi pelakor. Atau kamu akan menyesal Kim."

Dion sudah kembali ke rumah bosnya. Di sana dia melihat bosnya masih bersedih.

"Aku sudah tahu ibu dimana??"

"Dimana Dion. Cepat beritahu aku."

"Besok kita akan kesana."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!