Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Devina kaget saat tangan Abian menyentuh miliknya.
"Abian!"
Devina refleks ingin melepaskan tangan Abian di bawah sana, tapi dia dibuat terjingkat saat Abian menyelipkan satu jemarinya pada belahan di bawah sana, lalu bergerak dengan lembut.
"Ahhh..."
Devina sudah tidak mampu menahan desa-hannya lagi. Apa yang dilakukan oleh Abian pada tubuhnya, membuat dia kehilangan akal.
Abian terus menggerakkan jarinya menelusuri kelembutan milik gadis itu. Sementara mulutnya masih menikmati payu-dara Devina Lidahnya terus bergerak menyapu area puncak yang telah mengeras, lalu dia hisap dengan kencang.
Nafas Devina mulai tidak beraturan ketika merasakan Abian yang masih melahap payu-daranya. Dadanya membusung ke atas, membuat Abian semakin rakus menghisapnya.
"Mmhhh... Bian!"
Tangan Devina refleks mencengkram rambut Abian. Dia tak kuasa menahan rasa geli di bagian dada dan dibawah perutnya dalam waktu yang sama.
Ciuman Abian turun ke bawah, menulusuri lekuk tubuhnya Devina. Memberikan banyak kecupan pada perutnya yang rata, lalu ciuman itu semakin turun, ke bawah perut Devina.
"Bian, aku malu!" Devina menggelengkan kepalanya. Dia merapatkan kedua kakinya.
Abian tak mempedulikannya.
Srek!
Dia merobek celana dal-am milik Devina, dan melemparkannya ke sembarangan arah. Kini gadis itu benar-benar telanjang.
"Bian!"
Devina terpekik. Wajahnya memerah. Mungkin karena dia sangat malu ketika Abian sedang memandangi hal yang paling berharga untuknya.
Abian nampak tertegun saat melihat pemandangan yang sangat indah itu. Membuat nafasnya tak beraturan dan merasakan celananya sesak, seakan sudah tidak sabar ingin segera menggempur tubuh gadis itu.
Tanlpa berpikir panjang, Abian segera membuka paha Devina lebar-lebar, membuat milik gadis itu semakin terlihat jelas. Sangat menggoda.
"Aahhh!"
Devina tidak bisa menahan desa-hannya lagi. Ketika lidah Abian menyentuh titik sensitifnya. Abian menjilatinya satu kali. Dua kali. Bahkan berkali-kali. Dia memasukkan titik sensitif tersebut ke dalam mulutnya dan menghisapnya dengan kuat dan kencang.
Devina telah benar-benar kehilangan akal sehatnya. Gerakan lidah Abian dibawah sana membuatnya menggila. Seakan-akan dia ingin Abian melakukan lebih dari ini.
Abian memasukkan lidahnya ke dalam milik Devina yang masih sempit tersebut. Mengoyaknya dengan sempurna, bergerak keluar masuk dengan lembut.
Tubuh Devina menggelinjang hebat, merasakan ada yang mendesak ingin keluar dari miliknya.
"Mmhhh... Bianhh..."
Abian tahu apa yang sedang Devina rasakan. Dia menggenggam kedua tangan Devina dengan erat, lalu semakin mempercepat gerakan lidahnya di dalam sana, membuat tubuh Devina bergetar hebat, punggungnya melengkung ke atas.
Tak lama kemudian, terdengar suara lenguhan panjang keluar dari mulut Devina, saat ada cai-ran bening keluar dari milik Devina.
"Ahhh... ahhh... ahhh... "
Devina semakin mengeratkan genggamannya pada kedua tangannya Abian ketika Abian sedang menjilati miliknya yang basah tersebut. Membuatnya semakin menggila.
Wajah Devina tampak memerah merona, deru nafasnya terasa begitu berat, dadanya naik turun mengikuti irama jantungnya yang kencang, membuat payud-aranya bergerak naik turun dengan gerakan yang sangat menggoda.
Abian segera melepaskan celana yang dia kenakan beserta boxernya, sehingga kini terlihat bagaimana wujud benda pusaka milik Abian yang begitu besar, gagah, dan berurat.
Devina merasa ngeri melihatnya. Tapi... apakah malam ini dia benar-benar akan melakukan malam pertama drama Abian? Lalu, bagaimana dengan Eliano yang sampai kini masih berharap ingin kembali padanya?
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡