NovelToon NovelToon
Rahasia Si Gadis Cupu

Rahasia Si Gadis Cupu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Teen / Idola sekolah
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Berliana Febbyola

"GADIS GILA! APA KAMU NGGA PIKIRKAN MASA DEPAN KAMU?!" bentak pemuda itu sambil menarik tangan Ana.

Ana memandang dengan takut tapi ia juga merasa lega karena sebenarnya, dia tidak berniat untuk bunuh diri.

Anabella Queena Tanaya, tidak pernah menginginkan wajah yang buruk rupa dan tidak memiliki teman itupun hanya bisa putus asa di atas atap apartemen yang sering ia kunjungi ketika merasa sedih.

Dua lelaki tampan datang ke hidupnya dan semuanya berubah dengan sangat drastis. "Apa aku bermimpi?"

Tekad gadis itu ingin jadi glow up, bukan main - main. Tahap demi tahap, bahkan ia berusaha menutupi luka masa lalu di sekolahnya yang lama, berbuah manis bahkan terlalu manis.

Tapi siapa sangka dengan dirinya yang sekarang, Ana malah dibuat bimbang dengan kejadian tak terduga di sekolah barunya.

Apa Ana akan bisa tetap menjadi Ana yang glow up tanpa ada yang tahu bahwa dia sebenernya korban pembullyan??
Atau ada seseorang dari masa lalunya yang mengetahui semua tentang Ana?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Berliana Febbyola, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 ORANG YANG MULAI BERUBAH

Perpustakaan yang hening, tapi jantung Ana yang seolah akan meledak. Mereka berdua akhirnya selesai belajar bersama dan Kai berniat untuk mengantarkan Ana pulang.

"Aku antar kamu pulang."

"Nggak usah, aku bisa pulang sendiri. Lagipula, nanti kamu bolak - balik naik bis."

"Nggak masalah, aku mau mengantar kamu pulang. Jangan banyak komentar." jelas Kai.

"Hm? (Ana, tahan.. jangan salah tingkah dulu. Masih ada orangnya disini.)"

Setelah turun dari bis, mereka berjalan lagi untuk sampai di rumah Ana dan melewati taman dengan lapangan basket.

Kai langsung berhenti. Ana yang terkejut langsung bertanya.

"Kenapa berhenti?"

Kai melihat sedikit canggung, "Beberapa hari yang lalu, aku kesini."

"Hm.. dan kamu lihat rahasia terburukku." tambah Ana sambil tersenyum.

Kai jadi terdiam mendengarnya, "kamu bisa main basket?"

"Nggak." jawab Ana.

"Mau aku ajarkan?" tanya dia sekali lagi dengan canggung.

"Ah nggak perlu, aku-" tiba - tiba Kai mengambil bola basket yang tergeletak di lapangan itu.

"Ayo kesini." panggil Kai, Ana pun menghampirinya.

Kai memberikan bola basket itu pada Ana, dan berdiri di belakang tubuh gadis itu. Tangan mereka bersentuhan.

Ana semakin merah pipinya karena malu.

"Ayo lempar ke arah ring nya. Seperti ini.." sahut Kai.

Bola pun masuk ke dalam ring dengan cara yang diajarkan Kai.

Ana senang dan bertepuk tangan. Spontan ingin melakukan tos dengan Kai, tapi-

Keduanya sama - sama canggung, Kai berdeham sambil membalas tos dengan Ana singkat.

Ana pun tersenyum malu.

Setelah puas bermain basket, mereka duduk dibangku taman.

Ana memulai pembicaraan.

"Kai..."

Kai menoleh, membuat Ana kikuk.

"Hm,, soal kejadian malam itu, kamu nggak akan membocorkan ke semua orang?" tanya gadis itu walaupun ragu.

Kai terdiam.

"(Menunduk.) Oke, nggak perlu dijawab. Kai.."

"Hm, ya?" jawab laki - laki tampang itu tak mengarahkan pandangan ke arah lain. Masih menatapnya lekat.

"Kamu panggil aku dengan nama Bella, itu mengingatkan aku pada seseorang." jelas Ana.

Mata Kai berbinar mendengar ucapannya.

"(Tersenyum.) Dulu aku dipanggil Bella sama teman masa kecilku, karena aku kuat dan pemberani. Tapi, sekarang aku jauh dari itu semua."

Kai langsung menyanggah penjelasan dari Ana tanpa menyebutkan kalau dirinya adalah teman masa kecil Ana.

"Hm, aku rasa kamu bukan nggak bisa.."

"Maksud kamu?" tanya Ana bingung.

"Tapi kamu terlalu takut dan tidak ada yang mengerti perasaanmu." jawab Kai, jawabannya itu langsung membuat Ana terdiam.

Kalimat itu seperti deja vu baginya.

"Ayo. Aku antar pulang sekarang." sahut Kai, memecah keheningan malam itu.

Keesokkan paginya, kelas tampak berisik karena ada kejadian tak terduga.

"Minggir! Bos kita mau datang!" teriak Ian.

Evan dengan lembut meminta siswi - siswi tidak menghalangi jalan Nathan lewat.

"Permisi ya, cantik - cantik.."

"Eh, hati-hati mundurnya. Nanti jatuh aku juga yang nangkap." sahut Evan sambil mengedipkan mata.

"Sempat-sempatnya dia playboy." ketus Ian, melihat tingkah laku Evan.

Kai yang melihat kedatangan Nathan pun langsung memasang ekspresi memantau dan sesekali melirik ke arah Ana yang sedang mengobrol dengan Sheila.

Ternyata tujuan Nathan datang ke kelas adalah Ana, untuk memberikan jus dan cemilan secara terang-terangan ke kelas.

Kai sedikit mengeraskan rahangnya dan mengepalkan tangan dibawah meja.

"Apa disini ada yang namanya Anabella?" tanya Nathan, membuat Ana langsung berbalik dan mata membulat ketika melihat Nathan masuk ke dalam kelasnya.

Menghampiri gadis itu dan membawa jus serta beberapa cemilan.

"Nih terima, selagi aku baik hati." sahut Nathan dengan gaya yang keren.

Ana terdiam menatapnya dengan ekspresi datar.

"Kamu kehabisan obat ya?" tanya Ana.

"Kenapa aku harus minum obat?" tanya Nathan, malah balik bertanya membuat Ana menepuk dahinya.

Nathan tersenyum usil, "Diam - diam kamu perhatian sama aku ya? Jawab aja yang jujur, kamu... Suka sama aku?"

"Hah?!" terkejut Ana.

Para anggota Geng Nathan pun bersorak.

"Udahlah. Jujur aja, pipi kamu langsung merah dan jantung kamu berdebar. Benar kan?" sahut Nathan terus menggoda Ana.

"Kamu gila ya? Ngomong apa sih, kamu? Bawa lagi nih makanan dan minumannya. A-aku nggak mau." jelas Ana, sambil menggerutu.

"Nikmati aja makanan dan minumannya. Aku merasa terhormat. Hm.." jawab Nathan, sambil mengambil salah satu kursi dan duduk di sebelah Ana dengan santai.

Sheila dan Jeje hanya bisa tersenyum.

"Ah, kalian. Kalian nggak keberatan duduk dekat Ana sebentar?" tanya Nathan, spontan mereka berdua langsung melihat satu sama lain dan mengangguk perlahan.

"Apa?! Kalian, kok-"

"Kamu lihat? Mereka juga nggak keberatan. Hari ini aku akan bersikap manis."

"Wooww!! Bos yang garang, mulai bersikap manis!" serentak para anggota Geng Nathan, menggoda bos nya itu.

"Sst.. Aku nggak mau kalian mengganggu ketentraman hati Ana." sahut Nathan lagi.

"Apa maksudmu?" mulai lelah dan terbiasa.

Kai menggerutu dalam hati ya melihat kedekatan Ana dan Nathan. "Bersikap manis, apanya? Cih." gumamnya dalam hati.

"Apa aku boleh bertanya?" sahut Ana dengan ekspresi datar.

"Ya, of course. Apa?" jawab Nathan sambil merangkul kursi yang diduduki Ana.

"Kamu mau aku usir atau pergi sendiri?"

Anggota Geng Nathan yang semulanya bersorak langsung terdiam dan menutup mulut mereka, karena Ana sangat berani.

"Oh Dangerous.." celetuk Ian, sambil menutup mulutnya.

"Aku nggak akan pergi, kecuali bel masuk udah bunyi. Aku mau disini dan ngobrol sama kamu." jelas Nathan dengan ekspresi yang tengil.

Ana stress hingga menutup wajahnya dengan tangan.

"Kamu bikin aku kesal aja. Huft.." sahut Ana lalu kembali menulis.

"Kamu nulis apa? Aku mau lihat." mendekatkan wajahnya, dan jaraknya sangat dekat.

Melihat hal itu, Kai langsung berdiri dari tempat duduk dan membuat yang lain melihat ke arahnya.

"Ada apa dengan Kai?" bisik beberapa orang di kelas. Nathan menyadari dan meliriknya sinis sambil tersenyum tipis.

[Kau kalah.] Dalam hati Nathan kepada Kai.

Saat akan menghampiri Nathan yang sedang asyik menggoda Ana, tiba - tiba guru masuk dan membuatnya berhenti.

"Ah sial!" gerutunya dalam hati.

"Ada apa ini? Kenapa berkumpul disitu?!" tegas salah satu guru yang tidak ditakuti murid walaupun galak.

"Haish! Pak Bowo." gerutu Nathan pelan.

"Ah iya Pak, aku datang kesini cuma mau kasih makanan dan cemilan untuk Anabella."

"Kalian pacaran?! Berani sekali-" belum selesai Pak Bowo menggerutu, Nathan langsung melambaikan tangan ke Ana dan mengedipkan matanya.

Ana memasang ekspresi datar dan lelah. "Terserah,," sahut Ana.

"Ayo cepat kembali ke kelas kalian!" tegas Pak Bowo, sambil mengangkat tangannya seperti akan memukul.

"Baik, Pak." jawab Evan dan Ian dengan tangan seperti sedang hormat ke bendera.

Setelah kejadian tak terduga itu, Kai diam - diam semakin posesif kepada Ana.

#Bersambung...

1
SenandikaMaret
makin ga sabar nih untuk bab selanjutnya, semangat thor...
Berliana Febbyola: makasih banyak dukungannya kak😍
total 1 replies
Berliana Febbyola
Iya kah? Lebih terpontang panting kalau yang iniiii🤭
NonaMudaDesi
Ceritanya mirip drakor true beauty yah, tapi ini lebih dark nyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!