NovelToon NovelToon
Hanya Cinta Yang Bisa

Hanya Cinta Yang Bisa

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:616
Nilai: 5
Nama Author: Serena Muna

Helen Kusuma adalah seorang putri konglomerat yang jatuh miskin setelah ibu tirinya, Beatrix Van Amgard mengusirnya paksa pasca mendiang papa Helen, Aditya Kusuma tewas dalam sebuah kecelakaan tragis! Helen harus menghadapi penderitaan dan kehinaan oleh kejamnya Beatrix walau ia sudah tak punya apa pun lagi namun takdir mempertemukannya dengan seorang pria bernama Aryo Diangga membuat hidupnya jauh lebih baik. Bagaimana akhir kisahnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serena Muna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekacauan Di Kawasan

Langit Caracas sore itu tampak seperti luka yang menganga—merah tembaga, panas, dan mencekam. Di tengah labirin barrio (pemukiman kumuh) yang menjulang di lereng perbukitan, ketenangan rapuh di gubuk Miguel hancur berkeping-keping oleh suara deru mesin helikopter yang rendah dan derit ban mobil-mobil hitam yang memaksa masuk ke jalanan sempit yang hanya cukup untuk satu kendaraan.

Andre Willson turun dari mobil paling depan. Ia mengenakan kemeja taktis hitam, kacamata hitamnya memantulkan pemandangan kemiskinan di sekitarnya dengan tatapan jijik. Di tangannya, ia memegang sebuah tablet yang menunjukkan titik koordinat sinyal radio yang sempat digunakan Ario semalam.

"Sapu bersih setiap sudut," perintah Andre dingin kepada selusin pria bersenjata lengkap di belakangnya. "Jika pria itu melawan, habisi. Tapi ingat, Helen Kusuma harus dibawa kembali dalam keadaan utuh. Beatrix ingin dia melihat kehancurannya sendiri."

****

Di dalam gubuk, Ario Diangga baru saja mencoba duduk di tepi ranjang saat suara tembakan pertama meletus di kejauhan. Dor! Suara itu segera diikuti oleh teriakan warga lokal dan gonggongan anjing yang kalap.

"Mereka di sini," desis Ario. Wajahnya yang pucat seketika mengeras. Ia mencoba meraih pistolnya, namun luka di bahunya berdenyut hebat, membuatnya hampir terjatuh.

Helen Kusuma dengan cepat menahan tubuh Ario. "Jangan bergerak, Ario! Lukamu bisa terbuka lagi!"

"Helen, dengarkan aku!" Ario mencengkeram bahu Helen dengan tangan kanannya yang masih kuat. "Kau harus lari lewat pintu belakang. Miguel akan membawamu ke terowongan pembuangan. Aku akan menahan mereka di sini."

"Tidak!" Helen membalas tatapan Ario dengan keberanian yang belum pernah ia miliki sebelumnya. "Aku sudah menjual hartaku untuk nyawamu, Ario. Aku tidak akan membiarkanmu mati begitu saja hanya agar aku bisa lari. Kita masuk ke neraka ini bersama, kita keluar pun bersama!"

Pintu gubuk tiba-tiba terbuka kasar. Miguel masuk dengan napas memburu, parangnya bersimbah darah di bagian ujung. "¡Vienen! ¡Vienen por el callejón!" (Mereka datang! Mereka lewat gang!)

Miguel menunjuk ke luar jendela. Warga lokal—para pria dan wanita yang selama ini hidup dalam penindasan ekonomi—mulai keluar dari rumah-rumah seng mereka. Mereka telah melihat bagaimana Helen mengorbankan kalung emasnya demi suaminya, sebuah tindakan yang menyentuh kode kehormatan terdalam masyarakat barrio. Bagi mereka, Helen dan Ario bukan lagi orang asing; mereka adalah tamu yang berada di bawah perlindungan komunitas.

****

Kegaduhan meledak bukan main. Tim taktis suruhan Beatrix mulai menembakkan gas air mata ke arah kerumunan warga yang mencoba menghalangi jalan. Suasana menjadi kacau balau. Asap putih menyelimuti lorong-lorong sempit, dibarengi dengan dentuman senjata api yang memekakkan telinga.

"Di sana! Gubuk kayu di atas bukit!" teriak salah satu anak buah Andre.

Andre melangkah maju, melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa. Namun, ia tidak menyangka akan perlawanan yang akan diterimanya.

Andre melangkah maju, melepaskan tembakan ke udara untuk membubarkan massa. Namun, ia tidak menyangka akan perlawanan yang akan diterimanya.

Tiba-tiba, hujan batu, botol kaca, dan benda-benda tumpul lainnya meluncur dari atap-atap rumah penduduk. Warga barrio menyerang dengan kemarahan yang telah lama mereka pendam terhadap orang-orang kaya bersenjata yang masuk ke wilayah mereka seolah-olah mereka adalah pemilik nyawa.

"Sekarang!" teriak Helen.

Meskipun tangannya gemetar, Helen mengambil beberapa botol berisi bensin yang telah disiapkan Miguel—bom molotov darurat. Ia menyulut sumbunya dengan korek api kayu, lalu melemparkannya ke arah mobil hitam yang menghalangi jalan utama.

Buaarrr!

Ledakan api membumbung tinggi, menciptakan dinding panas yang memisahkan Andre dari gubuk Miguel.

"Kau berani melawan, Helen?!" Andre berteriak di tengah kebisingan, suaranya penuh amarah. "Kau pikir rakyat jelata ini bisa menyelamatkanmu dari kekuasaan Beatrix?!"

Helen berdiri di ambang pintu gubuk, memegang sebuah batu besar. "Rakyat jelata ini memiliki hati, Andre! Sesuatu yang kau dan Tante Beatrix jual demi uang!"

****

Dua anak buah Andre berhasil menerobos dinding api dan masuk ke dalam gubuk melalui jendela samping. Ario, dengan sisa tenaganya, melakukan gerakan bela diri taktis meski darah mulai merembes kembali di bahunya. Ia menghantam kerongkongan pria pertama dengan sikunya dan merebut senjatanya.

Dor! Dor!

Ario melumpuhkan pria kedua tepat di dadanya. Namun, ia terengah-engah, tubuhnya mulai ambruk karena kelelahan pasca-operasi.

Melihat suaminya dalam bahaya, Helen tidak tinggal diam. Saat seorang pria lain mencoba membidik Ario dari luar pintu, Helen menerjang pria itu dari samping, mencakar wajahnya dan memukul kepalanya dengan balok kayu. Warga lokal lainnya segera mengerubungi pria itu, menyeretnya jatuh ke dalam parit pembuangan yang kotor.

"Ario, bangun!" Helen memeluk pinggang Ario, membantunya berdiri.

Miguel memberikan aba-aba. Mereka harus bergerak sekarang melewati atap-atap rumah yang saling bersambungan sebelum Andre memanggil bantuan udara tambahan.

Di jalanan bawah, Andre Willson tampak murka. Wajahnya yang tadinya rapi kini penuh dengan jelaga dan keringat. Ia melihat korbannya melarikan diri di atas atap, dibantu oleh puluhan warga yang membentuk barikade manusia. Ia mencoba membidik Helen, namun seorang wanita lokal paruh baya sengaja menabrak lengannya, membuat tembakannya meleset jauh.

"Minggir, bodoh!" Andre memukul wanita itu hingga jatuh.

Namun tindakan itu adalah kesalahan fatal. Melihat salah satu warga mereka disakiti, seluruh penghuni barrio mengamuk. Mereka menyerbu tim Andre dengan tangan kosong, kayu, dan kemarahan murni. Pertempuran itu berubah menjadi huru-hara berdarah yang membuat tim taktis Beatrix terdesak mundur karena jumlah massa yang terlalu besar.

****

Di Jakarta, Beatrix van Amgard sedang melakukan panggilan video langsung melalui kamera taktis yang terpasang di helm salah satu anak buah Andre. Ia melihat semuanya—api yang berkobar, kekacauan di jalanan Caracas, dan yang paling menyakitkan: wajah Helen Kusuma yang penuh keberanian sedang membantu Ario melarikan diri.

"Bajingan!" Beatrix menghantamkan tinjunya ke meja kaca hingga retak. "Andre! Kau membiarkan dirimu dikalahkan oleh pemulung dan gelandangan?!"

Suara Andre terdengar terputus-putus melalui intercom. "Nyonya... mereka terlalu banyak... seluruh distrik menyerang kami... Helen... dia memimpin mereka..."

"Aku tidak mau dengar alasan!" teriak Beatrix, wajahnya merah padam, urat-urat di lehernya menegang. "Habisi mereka semua! Bakar pemukiman itu jika perlu! Aku ingin Helen Kusuma berlutut di depanku malam ini juga, atau kepalamu yang akan kutaruh di atas meja ini!"

Beatrix mematikan layar dengan kasar. Ia terengah-engah, merasakan kekuasaannya yang selama ini mutlak mulai digerogoti oleh sesuatu yang tidak pernah ia perhitungkan: cinta dan kesetiakawanan rakyat jelata.

Ia berjalan menuju brankas rahasianya, mengambil sebuah berkas berjudul "Proyek Phoenix". "Jika kau ingin bermain api, Helen... akan kupastikan kau terbakar sampai menjadi abu," gumamnya dengan nada yang sangat dingin hingga membuat suhu di ruangan itu terasa membeku.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!