NovelToon NovelToon
Kecewa Yang Tidak Bertepi

Kecewa Yang Tidak Bertepi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Romansa Fantasi / CEO
Popularitas:460
Nilai: 5
Nama Author:

Di saat Alice selalu merasakan kekecewaan dari keluarga dan hubungan asmaranya, Carlos datang dalam hidup Alice untuk mengantikan rasa kecewanya menjadi kebahagiaan.. Namun di saat Alice sudah percaya dan memberanikan dirinya untuk berharap bisa bahagia di tengah kecewanya terhadap keluarganya, Carlos menghilang.. Carlos pergi tanpa meninggalkan jejak, seketika membuat Alice mempercayai jika di dunia ini tidak ada yang bisa membuatnya bahagia

Bab 25

Setelah perisapan menginapnya sudah tersedia, Carlos mengantarkan kedua anak kembarnya ke Restoran, sesamapinya di Restoran Alice belum sampai. Terakhir mengirimkan pesan pada Carlos, Alice mengabarkan ia terjebak macet tidak jauh dari Restoran.

Carlos sempat terjebak macet sebentar, jadi ia tidak terlalu memikirkan. Ketika mereka masuk ke Restoran Maria sudah menyambut mereka.

“Selamat Sore pak, nona Alice berpesan kepada saya untuk menjaga anak - anak di ruangan. Dalam ruangan nona Alice ada mama dan adiknya nona Alice. Jadi anda tidak perlu khawatir karena anak - anak ada temannya.” Ucap Maria

Carlos agak sedikit lega karena anaknya tidak sendiri saat menunggu Alice datang. Setidak ada Maria yang ia kenal selalu bersama Alice dan anak - anaknya jika mereka berada di Restoran.

“Baik.. saya titip mereka ya, terima kasih. Dan maaf jadi merepotkan kalian.” Ucap Carlos sambil menyerahkan tas milik anak kembarnya.

“Baik pak.. kami tidak merasa di repotkan, malah senang ada mereka. Ayo say bye bye ke papa kalian dulu ya, habis itu kita main sama Grandma dan aunty Jane.” Ucap Maria sambil mengarahkan ke anak kembar itu untuk berpamitan ke papa mereka.

“Bye - bye papa, see you besok ya.” Ucap Lillian sambil mengecup pipi papanya.

Liam langsung memeluk papanya sekilas setelahnya langsung ke sisi Maria. Carlos menunggu anaknya hilang dari penglihatannya lalu ia kembali ke mobilnya, saat Carlos ingin menghidupkan mesin mobilnya. Ia melihat Alice turun dari mobil dengan langkah tergesa dan dengan cepat membuka pintu Restoran.

Carlos menghela napas lega karena Alice sudah tiba, anak - anaknya akan semakin aman dengannya dan ia pun lega meninggalkan anak - anaknya bersama Alice.

‘Dia sampai memundurkan penerbangannya jadi besok hanya ingin bertemu dengan Liam dan Lillian. Semoga kamu memang tulus menyayangi Liam dan Lillian.’ Ucap Carlos sambil menatap punggung Alice yang menghilang di balik pintu masuk Restoran.

Setelahnya ia langsung menghidupkan mesin mobilnya dan mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.

Alice dengan tergesa menuju ruangannya, ketika ia sudah di depan ruangannya. Alice mendengar suara tawa Lillian di susul oleh celotehan Liam dan Jane. Mendengar suara mereka saja sudah membuat lelah Alice hilang entah kemana.

Alice langsung membuka pintu ruangannya, semua mata tertuju ke pintu karena mendengar suara pintu yang di buka, belum juga Alice menutup pintunya Liam dan Lillian sudah heboh dan berlari kecil menuju Alice yang masih berdiri di depan pintu.

“MMAAMMIIII!!!!!” Teriak Liam dan Lillian sambil berlari kecil ke arah Alice.

“Eh guys.. pelan - pelan.. mami kalian tidak akan ke mana - mana.” Ucap Jane sambil tersenyum.

Mama Rosaline melihat tingkah cucunya hanya bisa menggelengkan kepalanya. Jane merekam kehebohan duo bocil itu dan mengirimkan ke Kelvin.

“Gayanya seperti tidak berjumpa bertahun - tahun.” Caption video yang Jane kirimkan ke Kelvin.

Alice memeluk Liam dan Lillian dengan erat sambil tersenyum lebar, “mami kangen banget sama kalian berdua.” Ucap Alice sambil memeluk mereka.

“Lilli juga kangen sama mami.” Ucap Lillian yang masih di pelukan Alice dengan tubuhnya bergetar pelan.

Liam hanya diam tapi tubunya juga bergetar pelan sama seperti Lillian.

Alice sangat terkejut merasa tubuh Liam dan Lillian bergetar pelan karena mereka menangis dalam diam. Alice langsung melepaskan pelukannya dan langsung melihat wajah Liam dan Lillian yang sudah mulai mengalir air mata mereka.

“Kalian kenapa menangis, hm?” Tanya Alice sambil mengelus kepala keduanya.

“Liam sangat rindu sama mami. Sudah lama tidak bertemu dengan mami, Liam pikir mami jadi pergi tadi.” Ucap Liam pelan yang dengan anggukan kepala oleh Lillian.

“Mami juga rindu banget sama kalian tapi mami mau kalian fokus ulangan dulu.. iya mami mau pergi keluar kota untuk bekerja.. jadi anak baik ya, kalau mami tidak sempat telepon.. nanti kalian kirim pesan saja ya.”

Kedua anak kembar itu menganggukkan kepala mereka dengan semangat.

----------------

Waktu dengan cepat berlalu, tidak terasa Liam dan Lillian sebentar lagi akan masuk sekolah menengah pertama. Mereka semakin lengket dengan Alice, gimana tidak.. setelah pulang sekolah tetap ke Restoran Alice, mereka membuat rumah Alice sebangai rumah ke 2 mereka.. jadi pulang sekolah tidak ada di Restoran artinya mereka akan berada di rumah Alice.

Alice sampai mempekerjakan bibi untuk membantunya memantau si kembar dan menyiapkan makanan yang ia kirimkan dari Restoran untuk kedua anak kembarnya.

Bagaimana dengan Carlos? Tentu saja ia berusah untuk mendekati Alice, dengan dukungan mama dan mantan mama mertuanya. anak - anaknya juga sangat bahagia jika Alice akan tinggal bersama mereka sebagai istri papa mereka.

Tapi Alice merasa ragu untuk membuka hatinya, dan Carlos pun merasakan ketakutan jika ia mencintai Alice, ia takut Alice akan berakhir seperti mama kandung si kembar. Carlos yang dulunya begitu gigih menyakinkan Alice.. sekarang malah mulai menjaga jarak.

Di saat Carlos mulai menjaga jarak, Alice malah sudah menerima Carlos karena kegigihannya dalam menyakinkan dirinya sebagai seorang pria yang ingin bersama dengannya di segela fase kehidupan.

Ketika anak - anak selesai ujian negara, Alice ingin mereka membawa anak - anak untuk pergi berlibur bersama. Tapi sebelum ia menyampaikan rencananya, si kembar beserta papanya serasa di telan bumi. Carlos tidak bisa di hubungi, ponsel Liam dan Lillian juga tidak aktif.

Mayang dan Gisella tidak tahu apa yang terjadi dengan Carlos.. mereka juga tidak tahu ke mana Carlos membawa anak - anaknya.

Alice merasa sangat kehilangan, ia tidak bersemangat melakukan apa pun karena selama ini Liam dan Lillian menjadi penyemangatnya. Di tambah lagi dengan Carlos, mereka bertiga selalu membuat Alice merasa lebih bahagia walaupun sesekali ada momen yang membuat Alice merasa takut di tinggal seperti ini, dan ternyata benar - benar ketakutan yang selama ini dirasakannya terjadi.

Semua keluarga dan teman - temannya sangat khawatir melihat keadaan Alice sekarang..

‘Kalian ke mana? Kenapa tinggalin aku begini? Mami kangen banget sama kalian.’ Ucap Alice dalam hati sambil menatap keluar jendela yang ada di ruangannya.

Maria dan Monica sangat khawatir melihat Alice lebih sering melamun seperti itu. Mereka sering mendapati Alice menangis dalam diam.

‘Tuhan kenapa Engkau menghadirkan mereka hidup hamba jika mereka akan menambahkan rasa kecewa hamba dengan mereka pergi tanpa kabar begini.’ Ucap Alice dalam hati

Untuk kesekian kalinya ia menangis dalam diam karena merasa kecewa yang sangat mendalam karena ketika ia sudah yakin dengan Carlos dan menyayangi Liam dan Lillian dengan tulus. Ia harus merasakan kekecewaan yang kesekian kalinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!