NovelToon NovelToon
Antara A Dan Y

Antara A Dan Y

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: oland sariyy

" Cari tahu lebih banyak lagi tentang wanita pengganti itu,kalau sampai ada kecurangan,detik itu juga lenyap kan apapun yang mereka miliki."
" Siap Bro."
Kepala Arjuna berdenyut keras, keinginan untuk mewujudkan impian sang ibu tidak bisa berjalan dengan mulus.tapi dia tidak bisa menunda lebih lama lagi,ini adalah permintaan sang Ibu, wanita yang paling ia sayangi dalam hidup nya.
Sementara di tempat yang lain,sosok wanita pengganti itu sedang berdiri tak karuan, setelah mendengar percakapan kedua orang tua nya.
" Mau jadi apa hidup Aku ini,baru juga mau kuliah,udah di suruh nikah segala."
" Tchh....Apa Aku kabur aja ya?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oland sariyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesal

Baru juga duduk.belum sempat tarik nafas.Yura sudah lebih dulu di berondong banyak pertanyaan dari kedua sahabat lakn4t nya.

" Kok jalan nya kayak bebek Maesaroh?" tanya Intan dengan tatapan curiga campur kepo.

Tuk....Yura mendorong kepala Intan menggunakan jari telunjuk nya.

" Ini semua gara-gara kalian berdua.ide kalian bikin Aku kewalahan ngadepin dia.berasa di gempur tujuh hari tujuh malam tahu nggak sih!Badan Aku jadi sakit semua.tapi nagih sih.." kekeh nya sambil merebahkan kepala di atas meja.

" Pintar banget bikin kita mupeng." seru Intan jadi pengen cepet-cepet nikah tapi masalah nya ia belum punya calon suami .

" Maka nya nikah sana! Biar tahu sendiri bagaimana rasa nya.Aku nggak akan bocorin lebih detail sama kalian bagaimana dan seperti apa malam pertama itu." kata Yura sesekali memejamkan mata yang terasa sangat lengket.

Andai saja meja ini adalah kasur yang empuk, sudah pasti Yura langsung terlelap apalagi di temani dongeng tidak jelas dari kedua sahabat nya.

" Maksud nya Kamu udah berhasil bujuk Mr A?" tanya Marta memastikan karena memang semalam ia belum mengerjakan tugas dari Arjuna.

Kalau sampai Yura gagal? Alamak tamat riwayat nya.Marta mana rela di usir dari kelas dosen favorit nya.bisa lemas tujuh turunan dia kalau sampai kena hukuman dari Arjuna.bukan karena cinta tapi ketampanan yang Arjuna miliki mampu membuat hati nya menjadi cerah sepanjang hari.

" Nggak tahu berhasil apa nggak nya? Yang jelas dia udah berhasil bobol goa Aku." ucap Yura lirih takut kedengaran sama yang lain.

Apa? Kedua sahabat Yura sontak saja berteriak histeris kala mengetahui tentang Yura yang sudah tidak perawan lagi.

Beruntung banget Yura menikah dengan Arjuna yang sangat perfect.

"Kalau sampai dia nggak nepati janji nya, nggak cuman kalian berdua jangan bakal Aku musuhi? Dia pun nggak bakal Aku tegur lagi." dengus Yura bisa-bisa nya tadi sebelum turun dari mobil ia lupa membahas tugas kepada suami nya.

Mau menelpon juga berat banget rasa nya, sekarang Yura sudah berada di titik menyerah paling terendah.

" Loh kenapa kita juga ikut di musuhi? Salah kita apa?" tanya Intan bingung.

" Banyak! Salah satu nya gara-gara kalian Aku jadi kurang tidur.nih mata Aku lengket banget rasa nya."kesal Yura menahan kantuk.

Hua.... Hahahahaha...

Tawa Intan dan Marta pecah. sahabat mereka ini sok-sokan ngeluh capek dan ngantuk.dari wajah Yura saja mereka bisa lihat kalau Yura juga menikmati malam pertama nya.

" Kayak nya Kamu harus bikin stok foundation banyak-banyak deh Ra! ." seru Marta.

" Untuk apa?" tanya Yura santai.

" Ya elah pakai nanya lagi,tuh tanda cinta dari Mr A ada yang belum ketutup sempurna.lain kali bangun nya lebih pagi lagi supaya tanda cinta nya nggak kelihatan sama yang lain." Marta mengeluarkan bedak dari tas membantu menutupi tanda merah di leher Yura.mumpung masih pagi belum banyak mahasiswi yang memenuhi ruangan kelas.

" Kecuali kalau Kamu niat nya pengen pamer sama kita." sambut Intan membuat kedua sahabat nya kembali tertawa.

Sangking sibuk nya menggosipkan tentang malam pertama.ketiga sahabat nya ini sampai tidak menyadari bahwa Arjuna sudah berdiri di ambang pintu.

" Jalan Kamu lucu banget tahu nggak sih Ra! Kayak keberatan pantat gitu." celoteh Marta nggak bisa berhenti.

Arjuna hanya geleng-geleng kecil mendengar pembicaraan sahabat dari istri nya.wajah Arjuna terasa panas.menurut nya Yura terlalu terbuka kepada sahabat nya.Arjuna tidak marah hanya saja ia tak menyangka kok bisa istri nya terlalu polos begini.

" Selamat pagi ."sapa Arjuna. Berhasil membuat ketiga wanita ini terkaget-kaget.

Intan bahkan hampir terjatuh dari kursi sangking kaget nya mendengar suara berat milik Arjuna.

Mampus kata Yura dan Marta dalam hati mereka masing-masing.

" Bagaimana dengan tugas yang saya berikan kemarin? Sudah selesai semua nya?" tanya Arjuna iseng sambil melirik istri nya menggunakan ujung mata nya seakan ingin membalas Yura.

Mata Yura membelalak paling besar di ikuti oleh kedua sahabat nya.

Gimana dong ini? Pikir Marta paling resah.

Setelah nya Yura beralih menatap suami nya dengan kesal dan menantang seakan sedang berbicara awas saja Kamu! Nanti malam sampai seterusnya nggak akan mau lagi Aku di ajak ninaninu.

" Tugas yang mana ya Pak?" tanya Lia dengan nada centil dan tatapan mata nakal nya.rupa nya Lia pun belum mengerjakan tugas dari Arjuna.

" Jangan pura-pura lupa, cepat kumpul kan tugas nya sekarang juga." perintah Arjuna membuat banyak mahasiswi tegang di tempat duduk masing-masing.

Satu persatu para mahasiswa mulai maju menyerahkan tugas mereka.sebagian tetap duduk di tempat dengan alasan yang sama seperti Yura.

" Sudah semua nya?" tanya Arjuna sambil menghitung lembar tugas di atas meja nya.

Masih kurang banyak,hanya sebagian yang sudah menyelesaikan tugas mereka.

" Mana yang lain nya?" tanya Arjuna melirik Yura paling utama.

Tch....Yura berdecak keras menahan kesal.

" Mulut lelaki memang nggak bisa di percaya." batin nya dengan mata menyala.

" Belum siap Pak."

" Lupa.."

Dan masih banyak lagi alasan yang lain yang tidak masuk di akal seorang Arjuna.

" Lalu kamu Yura? Kenapa tugas nya belum selesai?" tanya Arjuna pura-pura tidak kenal istri nya sendiri.

Semakin masam lah wajah Yura dengan mata melotot penuh permusuhan.

" Saya lupa karena di ajak menginap di hotel sama..."Yura tidak jadi melanjutkan ucapannya karena kedua kaki nya di tendang keras oleh Intan dari bawah meja.

Sementara yang lain masih menyimak karena penasaran dengan kelanjutan dari ucapan Yura.

" Gila..." umpat Intan berbisik pelan.

" Dia duluan." balas Yura ingin memberi pelajaran kepada suami nya tetapi Intan malah menahan nya.

" Ngapain Kamu tidur di hotel Yura? Sama siapa?"tanya seorang cowok.

" Jangan bilang kalau Kamu jadi ani- ani sekarang?" tanya Lia dengan nada memprovokasi.

Yura jadi serba salah mau jawab apa,ia menggaruk kepala nya yang tidak gatal .

" Sudah...Sudah..." kata Arjuna menenangkan para mahasiswa.

" Untuk yang belum menyerahkan tugas! Saya tunggu paling lambat hari Kamis.kalau sampai ada yang tidak menyerahkan tugas nya.jangan harap bisa mengikuti kelas saya lagi." sambung Arjuna di sambut dengan suara tepuk tangan dari para mahasiswa yang merasa senang masih di beri kesempatan oleh Arjuna.

Sementara di tempat lain.

Plak...

Plak

" Papa..." teriak Sela sambil menangis menahan sakit di pipi nya.

Baru kali ini Bambang melakukan kekerasan kepada nya .selama ini Sela selalu di manja oleh kedua orang tua nya.

" Kenapa Sekarang Kamu menjadi bodoh seperti ini." murka Bambang masih dengan wajah penuh memar setelah di keroyok pemuda kampung.

" Aku nggak tahu juga dari mana dia mendapatkan video itu Pa! Aku sudah berusaha untuk menghapus video nya tapi tidak bisa." jelas Sela terisak.

" Mana bisa Kamu menandingi si Arjuna...Maka nya sekarang Kamu datang ke rumah Raharja.beli makanan kesukaan Raharja ambil hati Raharja supaya Kamu bisa masuk ke dalam rumah itu.Kenapa yang seperti itu saja harus di ajarkan.dasar bodoh?"ketus Bambang menjambak rambut nya sendiri.di samping mereka berdua ada Rahmi yang hanya bisa menyaksikan perdebatan antara suami dan anak nya namun Rahmi tidak kuasa untuk ikut campur.

"Pa! Aku sudah tidak bisa lagi masuk ke sana.gerbang nya di jaga dengan ketat oleh pengawal.Om Raharja bahkan tidak pernah mau menerima panggilan telpon dari Aku."ucap Sela.

Dert....Drt...

Ponsel di saku celana Bambang berdering.dengan tangan bergetar Bambang menggenggam ponsel yang masih menyala.

Ting...

Sebuah pesan masuk secara otomatis.

" Ingat waktu Kamu hanya tersisa tiga hari lagi, kalau sampai Kamu tidak menepati nya.kepala mu menjadi taruhan nya." wajah Bambang memucat setelah mendengar ancaman dari si penelpon.

Bersambung

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!