Seorang wanita dari jaman modern masuk ketubuh Permaisuri yang di jadikan pilar Kekaisaran, Dinny Winata.. umur 25 tahun, Dinny terkejut saat jiwanya di tarik paksa oleh cahaya yang datang ke tubuh nya
"Siapa kau?" tanya Dinny
"Aku jiwa yang dihianati dan di buang ke dalam jurang kebencian" jawab wanita yang persis dengan Dinny
"Apa mau mu? sampai menarik jiwaku yang sedang duduk di balkon" ucap ketus Dinny
"Hahaha... balaskan rasa sakitku, aku serahkan putriku dan putra untuk kau jaga, bukan nya kau di dunia ini hidup sendiri" ucapnya dengan nada penuh kebencian. Dinny menggerutu tidak jelas
"Tidak mau tiba-tiba punya anak, dsini aja aku masih single-single loh" jawab kesal Dinny. wanita yang menatap penuh kebencian langsung menatap penuh kerapuhan
Penasaran dengan cerita ini? yuk mampir kecerita Nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
25
Pelayan itu berteriak kesakitan saat tangan kirinya terlepas dari tangannya. Nona Hu mundur saat melihat tangan pelayan pribadinya itu terpotong oleh Nuning.
"Kurang ajar kau benar-benar tidak tahu etika.... apa tuan mu juga suka melakukan itu? prajurit... tangkap pelayan itu, Lemparkan dia ke kediaman Menteri Hu... bilang kepada nya urus putri genitnya itu, aku tahu dia mendekati ku karena ingin dekat dengan kakak putra mahkota" teriak kesal Nuning. dan dia pun membantu Nona Yung, walau nona Yung itu putri dari kakak sepupu perempuan ibunya. tapi mereka saling menghargai dan menghormati, jadi itu sama saja membuat malu Keluarga Kekaisaran.
Nona Hu pun di tarik paksa oleh prajurit Kekaisaran, tidak lupa salah satu dari mereka membawa tangan pelayan itu juga. itu sebagai bukti agar para nona bangsawan tidak berbuat semena-mena pada tuan putri mereka.
"Ini tangan kita bakar enak kayanya? masih seger nih tangan" kata prajurit yang membawanya. Nona Hu dan pelayan pribadi nya yang mendengar itu pun cukup ketakutan, mereka tidak menyangka prajurit kekaisaran Ning akan melakukan itu.
"Hi.... kalau lengan itu tidak ada daging nya, bagaimana kalau kita potong kaki nya saja? bukankah kita bisa beralasan! kalau kaki mereka tersangkut di jalan saat kembali ke kediaman mereka bukan?" sahut Prajurit lain nya. Yang memegang tangan pelayan pun mengangguk, Nona Hu dan pelayan nya berteriak dan.
BUG
"Lah pingsan mereka?" tanya prajurit yang membawa tangan pelayan itu. sedangkan kedua prajurit yang tadi menyeret Nona Hu pun tertawa, bagaimana mereka tidak pingsan kalau ditakut-takut di bagian tubuh mereka dipotong lalu dibakar oleh rekan-rekannya itu.
"Bisa-bisa kalian tanpa bersalah, membicarakan bagian tubuh mereka yang akan kalian potong kembali.... aku pun kalau menjadi mereka pasti akan langsung tidak sadarkan diri" ucap yang terpaksa mengangkat tubuh Nona Hu. prajurit yang membawa lengan pelayan Nona Hu pun langsung tertawa.
Kelima Prajurit pun tiba di depan kediaman Menteri Hu, dengan tanpa rasa bersalah pun. mereka Langsung melempar kedua orang yang sejak tadi mereka gendong, penjaga gerbang Menteri Hu pun terkejut.
"Beritahu tuan kalian... Ini hanya peringatan, kalau keluarga menteri Hu melakukan sesuatu yang membuat Tuan putri Nuning tersinggung. bukan hanya ini yang terlepas dari tubuhnya" ucap prajurit yang memegang tangan pelayan, dengan tanpa bersalah dia melemparkan tangan itu ke penjaga.
"Pegang nih..." ucap Prajurit itu sambil melempar tangan itu.
BUG
Salah satu penjaga itu pun menangkap tangan itu dan mata penjaga itu pun langsung mendelik.
"Ta tangan?" seketika matanya pun langsung berkunang-kunang saat melihat tangan yang bersimbah darah dipelukannya.
BRUK
"Eh... pingsan juga? penjaga kok bisa takut lihat tangan lepas Ck... ck... ck... Ayo kita kembali ke istana" ucapnya sambil memutar tubuhnya dan pergi dari depan kediaman Menteri Hu.
Penjaga yang berdiri kaku pun langsung berlari, dia langsung melaporkan ke majikannya. Menteri Hu yang sedang bermanja-manja dengan selirnya pun marah saat aktivitas panasnya diganggu oleh ketukan kencang dari luar.
"Brengsek.... apa kalian bosan hidup?" teriak marah Menteri Hu, saat membuka pintu ternyata istri sah dari Menteri ku berdiri di depan kediaman selir kesayangannya itu.
PLAK
"Bukan nya aku sudah bilang pada mu.... Jangan menganggu aku saat sedang bersama dengan Selir Cum, apa kau tuli Haa...." teriak marah Menteri Hu. istri sah Menteri Hu pun mengepalkan kedua tangannya, untuk menahan emosi yang berada di dalam hatinya.
"Tuan hamba hanya ingin melapor... penjaga bilang kalau Nona Hu ketiga di antarkan oleh para prajurit kekaisaran, dengan keadaan tidak sadarkan diri" ucap lirih Istri sahnya. mata menteri Hu pun langsung mendelik saat mendengar Putri kesayangannya diantarkan dengan keadaan tidak sadarkan diri,
"Apa yang terjadi dengan putri ku?.....
Bersambung....
ahhhh...aku ingat kau adalah remahan bubuk biskuit khong guan yg ada dirumah 😁😂
kaisar gemblung...berlian gitu permaisuri nya ko malah cintanya sama batu kali 😁
jd mengesayongkan 😂