Ini kisah lanjutan #LuckyDaisy yang bercerita keluarga Buwono setelah kelahiran Kenzie. Bagaimana dokter Lucky dan istrinya dokter Daisy menikmati kehidupan rumah tangganya bersama dengan pebinor nya, Winston. Belum kasus dengan divisi kasus dingin termasuk dokter Lucky masih saja takut dengan tim arwahngers. Kemungkinan sampai kehamilan Elina dan kelahirannya yang penuh warna.
Generasi ke 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
One Day Become Daddy In The House
Present Day
"Capek Mas?" tanya Daisy. "Mau aku buatin minum?"
Dokter Lucky menggeleng. "Capekku hilang melihat kalian berdua."
Daisy tersenyum. "Mas, kita pada belum mandi lho. Malah kamu foto."
"Justru itu tampak naturalisasi nya ...." Dokter Lucky menguap. "Aku mandi dulu, terus tidur!"
"Mas nggak makan dulu?" tanya Daisy yang tahu suaminya tidak mau memegang Kenzie kalau belum mandi dan benar-benar bersih tidak bau rumah sakit.
"Ngantuk aku Jeng. Aku nanti malam kan jaga lagi." Dokter Lucky ngeloyor ke kamarnya dengan ditemani Winston. "W, mau ikut ke kamar mandi?"
Winston hanya mendengus pelan seolah mengiyakan. Dokter Lucky mengelus kepala anjing setia Daisy.
"Jaga di pintu ya. Jangan sampai ada yang ngintip aku mandi," perintah dokter Lucky sambil masuk ke dalam kamar mandi utama mereka berdua.
Daisy tertawa mendengarnya. "Ya ampun Kenz, Papamu asbun tenan!"
"Papa ... Papa?" Kenzie menatap Daisy bingung karena dokter Lucky berjalan ke kamar tanpa mencium dirinya seperti biasa.
"Papa mandi dulu ya Kenz. Nanti temani Papa bobok ya? Mama mau buatkan minuman buat Papa. Sekarang, Kenzie mandi! Bau acem," goda Daisy di leher bayi gembul itu.
Kenzie cekikikan karena geli. Daisy semakin gemas mendengar tawa khas bayi dari Kenzie.
"Mamaaaa ... Mamaaaa," gelak Kenzie kena cium Daisy.
***
Daisy sudah memandikan Kenzie dan putranya sudah harum. Daisy memberikan pisang di atas piring bayi ke Kenzie sambil melihat ibunya sibuk di dapur dari kursi bayinya.
"Pak Dokter sudah beristirahat Bu?" tanya Pum.
"Sudah mbak Pum. Mbak Gita, nasi timnya Kenzie jangan terlalu lembek ya. Kenzie tidak suka nasi lembek. Tapi kalau bubur ayam dekat rumah Opa V kok doyan ya Kenz?" senyum Daisy ke Kenzie.
"Gurih mungkin Bu," jawab Gita.
"Mungkin. Pakai micin kayaknya jadi penarik rasa." Daisy tertawa kecil. "Generasi micin deh!"
Kenzie hanya makan pisangnya sambil menatap bingung ibunya. "Ma ... Ma ...."
"Yuk sarapan. Pasti Papamu langsung molor itu habis mandi." Daisy lalu menyiapkan sarapan Kenzie. Siang nanti baru menunya nasi tim yang sedang dibuat Gita.
Kenzie dan Mama Daisy
"Nanti Kenzie sama Papa ya? Mama mau ke rumah sakit. Ada kasus lagi," ucap Daisy sambil menyuapi Kenzie yang belepotan pisang. "Jangan jahil sama papa ya?"
"Papa ... Papa ... Zie!" seru Kenzie sambil bertepuk tangan heboh.
"Oke, sayang. Antara kamu tahu apa yang Mama bilang atau kamu heboh saja," kekeh Daisy gemas.
"Tapi mas Kenzie tahu hujan Bu. Kemarin aku kasih dongeng hujan, mas Kenzie langsung lihat hujan deras yang turun di halaman belakang. Kan pintu kaca sengaja aku buka biar udaranya segar karena pas hujannya tidak deras. Eh, mas Kenzie malah bobok diatas perut Winston," cerita Gita.
"Memang sukanya begitu. Bagi Kenzie, Winston itu kasur King Koil dia," senyum Daisy.
Kenzie makan dengan lahap dan membuat semua orang bersorak karena habis. Daisy bertepuk tangan dan Kenzie pun ikutan heboh meskipun mata hijaunya menatap bingung.
"Yuk ke kamar. Mbak Pum dan Mbak Gita, tolong siapkan sarapan buat aku. Terus yang buat bapak, biar nanti aku yang urus setelah aku mandi." Daisy menggendong Kenzie untuk ke kamarnya.
"Pak Dokter lembur ya?" tanya Gita.
"Jaga IGD shift malam. Yang aku dengar sih begitu." Pum menyiapkan makan siang untuk Daisy juga karena dokter forensik itu sudah meminta dibuatkan.
"Tapi pak Dokter dan Bu Daisy tetap pegang mas Kenzie ya?" tanya Gita lagi.
"Wajarlah, seharian hectic di rumah sakit, mas Kenzie obat paling mujarab untuk merasa tenang," kekeh Pum.
***
Daisy membuka pintu perlahan dan melihat dokter Lucky tidur dengan selimut menutupi tubuhnya. Wanita itu lalu naik ke atas tempat tidur perlahan dan Kenzie sudah mengoceh heboh melihat ayahnya.
Mata dokter Lucky pun terbuka dan tersenyum. "Sayangku mau mandi?" bisik dokter Lucky.
"Iya Mas. Titip Kenzie bentar ya. Winston, ayo keluar. Mama kasih makan yuk," ajak Daisy sambil meletakkan Kenzie di sebelah dokter Lucky.
Winston pun keluar kamar dan Daisy memberikan dog food ke piring yang ada di antara kamar dokter Lucky dan Daisy serta kamar Kenzie.
"Kenzie sudah mandi?" gumam dokter Lucky. "Hhhmmm ... Wangi!"
Kenzie mendekati ayahnya. "Pa ... Pa .... Ba .. ga ... ma ... Ma ...."
Dokter Lucky tertawa kecil. "Kenapa kamu jadi baby Yoda sih?"
Kenzie mendekati papanya dan ikut tiduran. Tangannya yang mungil menyentuh pipi dokter Lucky dan memainkan hidung mancungnya. Dokter Lucky tersenyum manis lalu mengajak Kenzie tidur.
"Bobok yuk Kenz ... Papa ngantuk berat nih!"
Entah peri tidur atau ada aji sirep yang dirapalkan, ayah dan anak itu tiba-tiba sudah tidur bersama. Daisy yang masuk ke dalam kamar, terkejut melihat pemandangan di depannya.
"Lha? Gimana ceritanya jadi tidur bersama?" kekehnya sambil berjalan ke walk in closet untuk mengambil baju. Dia harus ke Medical Examiner secepatnya.
***
Dokter Lucky terbangun dengan rasa pegal karena baru sadar, tangannya menjadi sandaran kepala mungil dengan rambut pirang.
"Ya ampun Kenz! Ini jam berapa?" Dokter Lucky melihat jam di dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.
"Waduh! Jeng Daisy sudah berangkat ya?" gumam dokter Lucky.
Tak lama, Kenzie terbangun dan menangis karena tidak melihat ibunya. Dokter Lucky langsung memakai kaos rumahnya dan menggendong Kenzie.
"Sabar ya Kenz, Mamamu kerja. Hari ini kamu sama Papa ya?" bujuk dokter Lucky sambil membawa Kenzie ke kamarnya karena mengira putranya pipis.
Pum dan Gita melihat pria itu dengan telaten menggantikan pampers Kenzie dan membawanya keliling rumah supaya tidak rewel. Kenzie pun tertawa saat melihat Winston mengejar kucing yang berjalan di atas tembok pagar tinggi halaman belakang rumah.
"Aku tidak heran jika Bu Daisy jatuh cinta dengan pak Dokter karena memang suami idaman," ucap Gita.
"Jangan pernah mengganggu kehidupan rumah tangga Bu Daisy. Dia bisa main tembak pengganggunya," ujar Pum. "Serius itu!"
"Kok bisa?"
"Kan Bu Daisy putri mafia."
Di halaman belakang, dokter Lucky mengajari Kenzie berbagai macam tumbuhan.
"Itu daun hijau muda, itu daun hijau agak tuaan dikit, itu daun hijau tua ...." ucapnya.
***
Yuhuuu up Siang yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
hikksss.....
kasihan banget flint, padahal dia nggak tau apa-apa
ayahnya itu ampun deh...
ibunya juga kurang aware😓😓😓
lgian,spa jg yg bkln sbar kl ktmu orng ga wrs ky gt....bgus bgt idenya dok gabut yg mau bkin dia gatal2,biar kapok....
yang dikhawatirkan sama kan.... pispot🤣🤣🤣🤣