NovelToon NovelToon
BANGKIT DARI LUKA

BANGKIT DARI LUKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Poligami
Popularitas:8.1k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Amira 3 Tahun Jadi TKI, melunasi hutang keluarga suami
meninggalkan dua anaknya yang masih kecil
saat pulang di mendapatkan
arjuna anak sulungnya usia 7 tahun sedang di pukul oleh seorang wanita
wanita itu adalah istri muda suaminya
anak keduanya saat itu usia 1 tahun tidak ada di rumah
Hati Amira hancur namun dia harus tetap hidup
sebuah kisah kebangkitan wanita

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

deal ngontrak

Lelaki itu tidak marah; ia malah tersenyum melihat Amira. Agak gila memang, menawar dari dua juta menjadi 500.000. Sikapnya yang tenang, nyaris seperti seorang pengamat yang tengah menikmati sebuah eksperimen kecil, mengingatkan pada gaya deduksi khas Arthur Conan Doyle dalam menggambarkan kejernihan pikiran di tengah situasi ganjil.

“Kenapa kamu menawar begitu rendah? Kamu cari saja kontrakan harga pasaran saja 500.000. Sekarang kamu mau sewa ruko dengan harga 500.000?”

Amira menghela napas, menatap pemilik ruko itu dengan sorot mata yang sulit ditebak.

“Ngomong-ngomong, nama Bapak siapa?” tanya Amira.

“Oh, nama saya Kuswara, biasa dipanggil Ka Kus,” jawab Kuswara dengan tenang.

Amira tersenyum tipis. “Saya kira Pak Kus lebih sopan ketimbang Ka Kus.”

“Kenapa? Apa saya terlalu tua untuk dipanggil kakak?”

“Kalau kakak saja sih masih sopan dan pantas, namun kalau—” Amira tersenyum sebentar.

Kuswara tampak terdiam, berpikir sejenak.

“Ah, benar sekali. Mulai sekarang panggil saja saya Pak Kus lah. Dipanggil Ka Kus, memang saya jamban apa?”

Amira terkekeh. Akhirnya Kuswara memahami maksudnya, dan suasana pun menjadi hangat.

Kuswara tampak membersihkan lantai, kemudian duduk dengan sandalnya dijadikan alas.

“Oh ya, nama kamu siapa?” tanya Kuswara.

“Nama saya Amira, Pak. Kalau ini ibu saya namanya Nanda, itu anak lelaki saya namanya Arjuna, dan yang perempuan bernama Dewi, Pak,” Amira memperkenalkan satu per satu.

“Kamu satu keluarga berkeliling mencari tempat tinggal?” tanya Kuswara. “Memang sebelumnya tinggal di mana?”

“Saya tinggal di kampung sebelah, Pak. Ke sini pengin pindah suasana saja, sekalian mengajak anak-anak jalan-jalan.”

Kuswara tampak manggut-manggut.

“Nah, sekarang sebutkan alasan kamu kenapa kamu menawar dari dua juta sampai ke 500.000.”

Amira tersenyum, menangkap sekilas ekspresi Kuswara. Jelas lelaki itu sedang menguji, bukan sekadar menawar harga.

“Ruko Bapak berada di jalur strategis. Seharusnya ruko ini sudah laku. Namun saya perhatikan kok hanya ruko ini saja yang tidak laku, Pak. Aneh sekali, kan? Tebakan saya, pasti di ruko ini pernah terjadi suatu kejadian yang menyeramkan.”

“Maksud kamu ruko ini ada hantunya?” tanya Kuswara.

“Takut akan hantu hanya dampak saja. Namun, perkiraan saya, di ruko ini pasti pernah terjadi suatu pembunuhan atau bunuh diri. Tebakan saya sih bunuh diri, Pak,” jelas Amira.

Kuswara kaget. Mengapa tebakan Amira bisa benar, padahal ia baru saja bertemu gadis itu?

“Kenapa kamu menebak ada yang bunuh diri?” tanya Kuswara.

“Kalau terjadi pembunuhan, pasti ruko ini masih dalam pengawasan kepolisian karena masih dalam perkara pengungkapan kasus. Tapi sepertinya tidak ada tanda-tanda pengawasan kepolisian.”

“Te­bakan kamu benar, Amira. Di ruko ini pernah terjadi kejadian seorang perempuan hamil bunuh diri. Dia kecewa dengan orang yang menghamilinya, lalu gantung diri di dalam.”

Mendadak suasana menjadi merinding. Bulu kuduk Amira pun berdiri.

“Namun, kalau hanya isu hantu, menurut saya kurang begitu berdampak. Zaman sekarang malah ada konten kreator yang suka dengan tempat-tempat seperti ini. Menurut saya, pasti ada gangguan manusia juga.”

Kuswara tampak menyipitkan mata, menatap Amira dengan minat yang semakin besar.

“Dari mana kamu tahu kalau tempat ini sering ada gangguan dari manusia?”

“Tempat ini bau pesing, Pak. Bahkan ada bau alkohol secara samar. Dan banyak vandalisme. Tebakan saya, ruko ini pasti sering dijadikan tempat kumpulnya para brandalan.”

Kuswara makin antusias melihat Amira. Sementara itu, Nanda berpikir dalam hati, sejak kapan anakku jadi pintar? Apa dia kemasukan jin cana?

“Tebakan kamu sekali lagi benar, Amira,” ucap Kuswara.

“Nah, makanya daripada itu, Bapak menyewakan ke saya dengan harga 500.000 itu sudah harga bagus, Pak.”

Kuswara menyipitkan mata. “Kenapa bisa begitu?”

“Bapak saat ini pasti sedang berpikir untuk mencari petugas keamanan, kan? Karena banyak pengganggu malam.”

Kembali Kuswara heran. “Dari mana kamu tahu?”

“Saya perhatikan ruko ini hanya tempat jualan saja, tidak ada yang tinggal dan tidak ada yang buka 24 jam.”

“Kok kamu bisa tahu sih?” tanya Kuswara.

“Teras lantai dua hampir semuanya berdebu, menjelaskan bahwa lantai bawah saja yang dipakai. Kalau saya yang sewa ruko ini, saya akan bantu jaga keamanan di malam hari.”

Kuswara tertawa. “Kamu benar-benar pintar, Amira… tapi apa kamu tidak takut menjaga ruko ini?”

“Ya, saya katakan saya kan cuma bantu, Pak, bukan bertanggung jawab dengan keamanan ruko ini. Kalau Bapak mau saya bertanggung jawab, Bapak harus bayar saya.”

Kuswara kembali tertawa. “Benar-benar pintar. Baiklah, kamu sewa sebulan dulu saja, ya. Kalau kamu bisa mengatasi keamanan ruko ini, bulan selanjutnya kamu tidak usah bayar.”

Tentu saja Amira bahagia, namun wajahnya tetap datar. Menampakkan antusias hanya akan membuka celah untuk dimanfaatkan orang.

“Baiklah, kalau begitu kita masuk dulu ke dalam,” ucap Kuswara.

Kuswara berdiri, mengambil kunci gembok, lalu membuka folding gate.

Aura seram langsung terasa. Nanda komat-kamit membaca doa. Dewi melihat dengan penuh antusias, sedangkan Arjuna sebenarnya takut, namun ia menyembunyikan rasa itu karena tidak ingin terlihat lemah lagi.

Di dalam ruko, ukurannya 2 x 3 meter. Kamar mandi ada di lantai bawah dan ada dapur kecil dekat tangga.

Saat mendekat ke arah kamar mandi, Nanda makin kencang komat-kamitnya. Amira berjalan dengan tenang.

Sudah dikhianati manusia, sudah kehilangan tempat tinggal, pernah tinggal di kolong jembatan—rasanya, kalau harus takut pada hantu, percuma semua penderitaan itu.

Amira mengecek semua keran air dan semuanya berfungsi dengan baik. WC juga tidak mampet. Hal dasar sudah terpenuhi.

Kuswara mengajak Amira naik ke atas.

Di atas ada dua kamar tidur dan ada teras di belakang dan di depan. Teras belakang untuk menjemur pakaian.

“Bagaimana, Amira?”

“Oke, Pak. Saya mau sewa ruko ini.” Amira mengeluarkan uang 500.000.

Kuswara tertawa. “Kamu memang anak cepat bergerak. Baiklah, aku terima uang ini, ya.”

“Baik, Pak Kus. Terima kasih.”

Dewi sangat antusias, apalagi saat melihat kamar mandi.

Mereka akhirnya turun dari lantai atas.

“Kamu mau tinggal sekarang, kan?” tanya Kuswara.

“Kok Bapak tahu?”

“Kamu bawa kantong plastik begitu banyak dan muka kamu lusuh. Jelas sekali kamu sebelumnya tidak punya tempat tinggal dan kamu pasti tunawisma.”

Amira menggaruk kepalanya yang memang gatal.

“Memangnya kamu saja yang bisa nebak-nebak,” ucap Kuswara sambil tersenyum. “Dan tebakanku, kamu bukan dari kampung sebelah. Kamu pasti orang yang dulunya tinggal lumayan jauh dari sini.”

“Kok Bapak tahu?”

“Karena kalau kamu orang sekitar sini, tidak akan mau sewa ruko ini.”

“Tebakan Bapak benar. Maafkan tadi saya tidak jujur,” ucap Amira.

“Tidak masalah. Aku tahu kamu tidak mau menampakkan kelemahan kamu, bukan?”

Amira tertawa kecil. “Bapak benar lagi,” ucap Amira kagum. “Namun, ngomong-ngomong, kenapa warga sekitar tidak mau sewa ruko ini? Apa ada rumor tidak baik, Pak?”

“Ruko ini rumornya sudah dikutuk oleh hantu. Siapa pun yang jualan di sini akan bangkrut.”

1
Adinda
lanjut thor
nunik rahyuni
karena rukonya sarsng preman mabuk mabukan...iya tak mira🤔🤔🤔
nunik rahyuni
g ada takut takut dewi ni ...hebat...hasil didikan nenek nanda g menye menye...
ayo semangat demi masa depan yg cerah..secerah duit merah merah di dompet dan bawah kasur🤣🤣🤣🤣
nunik rahyuni
kok adik thor bukanya ansk2 nya 🤔
nunik rahyuni
iya nek berapa pun yg di dapat harus di syukuri
nunik rahyuni
banyak banyak up thor.....semangat sehat selalu thor 💪💪
nunik rahyuni
kulihan apa hayo....iwak kah emas lah🤔🤔🤔 pina nyaring kuciak🤣🤣
sunaryati jarum
Dapat harta Karun
sunaryati jarum
Semangat Amira , sekarang kalian sudah bersatu menjadi kuat.Wah Dewi mau mengurangi porsi makannya dengan kemauan sendiri,semoga Juna tumbuh jadi pemuda kuat dan gagah sedangkan Dewi jadi gadis cantik.Keduanya jadi manusia bermartabat.
sunaryati jarum
Lanjut dan Semangat semoga Bu Nanda bisa menolong orang yg akan dibegal dengan balok kayu yang dibawanya, kemudian saling tolong agar Nanda dan Amira bangkit jadi orang sukses lalu bisa membalas perbuatan mantan suami dan keluarganya
Anonim
Lanjut thor seru ,up nya jangan dikit dikit thor
nunik rahyuni
mangga di lanjutken thor triple up 🤣🤣✌️✌️✌️
nunik rahyuni
g sopan manggil ibu kok langsung nama nya
nunik rahyuni
bener itu...merusak pemandangan...penebar janji palsu
ambil j nek buat alas tidur🤣🤣
Anonim
Lanjut thor buat amira ibu nya dan anak anak nya bangkit dan bisa balas dendam thor
nunik rahyuni
g da habis habis nya ujian dan penderitaan..
Anonim
Lanjut thor up nya banyakan dong
nunik rahyuni
tegang thor..tahan nafas ikit memburu cari udara
huuuuh...akhirnya
mudah mudahan mereka lekas bangkit..menyusun masa depan dg kuat dan tegar
nunik rahyuni
judulnya bangkit dr luka..tp klo menye menye kya itu masih lama lg bangkitnya
yg ada di tindas terus
nunik rahyuni
ujian datang lagi...
semangat thor banyak banyak up tiap hari
💪💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!