NovelToon NovelToon
Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Radia Adawiyah

Jalan Cinta Menuju Ridha Ilahi adalah kisah Alya, seorang gadis yang lembut dan taat, yang harus menerima takdir dijodohkan dengan Zidan (seorang pemuda yang dikenal bebas dan jauh dari nilai-nilai agama). Tapi di tengah perbedaan itu, Alya berusaha menjalani semuanya dengan sabar dan tetap berpegang pada prinsipnya. Sementara itu, tanpa disadari, kehadiran Alya perlahan mengubah Zidan menjadi dekat dengan Agama.

Novel ini mengisahkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang perasaan, tetapi tentang proses saling memperbaiki, mendekat kepada Allah, dan menerima takdir dengan penuh keikhlasan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Radia Adawiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. Hubungan yang retak perlahan diperbaiki

Malam itu…

setelah percakapan di depan kamar Alya, suasana rumah kembali sunyi.

Namun kali ini, hati Zidan terasa jauh lebih berat dari sebelumnya.

Ia duduk sendiri di teras rumah sambil menatap halaman depan yang gelap. Ponselnya berada di tangan, tapi sama sekali tidak ia sentuh.

Kata-kata Alya terus terngiang di kepalanya.

“ Aku cuma takut… semua ini akan terulang lagi. ”

Zidan mengusap wajahnya kasar.

Untuk pertama kalinya…

ia sadar kalau memperbaiki kepercayaan seseorang ternyata jauh lebih sulit dibanding mendapatkan perhatian seseorang.

Dan Alya…

sedang berusaha percaya lagi kepada dia.

Di dalam kamar, Alya duduk di atas sajadahnya.

Ponselnya sudah ia matikan sejak tadi. Ia tidak ingin melihat foto-foto itu lagi.

Namun meski layar ponselnya gelap… bayangan masa lalu Zidan tetap terlintas di pikirannya.

Alya memejamkan mata perlahan.

“ Ya Allah… ” bisiknya lirih dalam hati.

Ia lelah.

Bukan karena membenci Zidan.

Tapi karena hatinya sedang berusaha menerima seseorang yang masa lalunya begitu jauh berbeda dengan dirinya.

Dan itu tidak mudah.

Sangat tidak mudah.

...****************...

Keesokan paginya…

Alya membantu Umi memasak seperti biasa.

Wajahnya tetap tenang.

Namun Umi yang sudah mengenalnya sejak kecil tahu… ada sesuatu yang sedang dipendam putrinya.

“ Nak… ” panggil Umi lembut.

Alya menoleh.

“ Iya, Umi ? ”

Umi tersenyum kecil sambil mengaduk masakan.

“ Kalau hati lagi berat… jangan dipendam sendiri ya. Cerita sama Umi ”

Alya terdiam sesaat.

Ia menunduk pelan.

“ Maaf Umi kalau akhir-akhir ini Alya sering diam ”

Umi langsung menggenggam tangan putrinya lembut.

“ Tidak apa-apa, Nak ”

Suara Umi begitu tenang.

“ Dalam rumah tangga… pasti ada saja ujiannya Nak.”

Alya menatap Uminya perlahan.

“ Tapi Nak…”

Umi tersenyum tipis.

“Jangan lihat seseorang hanya dari masa lalunya saja. Lihat juga… apakah dia benar-benar sedang berusaha berubah atau tidak. ”

Kalimat itu membuat Alya terdiam cukup lama.

Karena jauh di dalam hatinya…

ia tahu Zidan memang sedang berusaha.

Sementara itu di luar rumah…

Zidan sedang membantu Abi memindahkan beberapa kitab yang mau dibawa ke pesantren milik keluarga Alya.

Biasanya ia mudah mengeluh.

Namun hari ini tidak mengeluh sedikitpun.

Ia tetap diam bekerja meski bajunya sudah penuh akan keringat.

Abi yang memperhatikannya sejak tadi akhirnya berkata pelan,

“ Capek, Nak Zidan ? Kalau capek kita berhenti dulu ya ”

Zidan menggeleng kecil.

“ Nggak apa-apa, Bi. Zidan belum capek ”

Abi tersenyum tipis.

Lalu tanpa diduga, Abi berkata,

“ Nak Zidan ! Abi dulu juga bukan orang sempurna. ”

Langkah Zidan perlahan berhenti.

Ia menoleh.

Abi menatapnya hangat.

“ Semua orang punya masa lalu, Nak ”

Suara Abi terdengar tenang.

“ Yang penting bukan seberapa buruk masa lalunya… tapi seberapa sungguh dia menyikapinya dan seberapa sungguh dia ingin memperbaiki dirinya."

Entah kenapa…

ucapan itu langsung membuat dada Zidan terasa sesak.

Karena untuk pertama kalinya…

ada seseorang yang tetap melihat dirinya sebagai manusia yang masih bisa berubah.

Bukan hanya sebagai “laki-laki yang penuh masalah.”

...****************...

Sore harinya…

Alya duduk di ruang tengah sambil membaca buku perkuliahannya .

Rumah terasa tenang.

Sampai tiba-tiba langkah seseorang berhenti di dekatnya.

Alya mengangkat pandangan perlahan.

Zidan berdiri di sana.

Tidak banyak bicara seperti biasanya.

Namun kali ini… sorot matanya terlihat berbeda.

“ Alya… ”

Suara Zidan terdengar pelan.

Alya menunggu tanpa berkata apa-apa.

Zidan menarik napas perlahan sebelum akhirnya berkata,

“ Aku tahu… mungkin sekarang kamu masih sulit percaya sama aku. ”

Ini pertama kalinya Zidan berbicara setenang itu.

Tanpa nada santai....Tanpa sikap acuh.

“ Dan aku juga sadar… ”

Ia menunduk sebentar.

“ …aku memang belum pantas minta semuanya langsung membaik. ”

Alya menggenggam bukunya pelan.

“ Tapi… ”

Zidan kembali menatap Alya.

“ Aku nggak mau berhenti berusaha. ”

Suasana mendadak hening.

Alya bisa melihat dengan jelas kalau laki-laki di depannya sekarang… bukan lagi Zidan yang dulu ia kenal di awal perjodohan mereka. Mungkin dia masih punya banyak kekurangan dan tidak sempurna.

Tapi…

ia sedang mencoba berubah dengan sungguh-sungguh.

Dan mungkin…

itu adalah hal pertama yang mulai memperbaiki retakan di hati Alya sedikit demi sedikit.

1
Ate Ida Rustono
aalur ceritanya bagus
Radiatul Adawiyah: Terimakasih banyak atas komentar baiknya🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!