Seri Cinta Tak Perna Salah dengan menceritakan dilema dari kisah cinta seorang dokter Riana Yang terhalang oleh perbedaan. kisah ini mengisahkan tentang perjodohan, perselingkuhan dan cinta beda usia yang menjadi permasalahan orangtua. Dan juga rahasia lama yang tersimpan. yang menjadi pengahalang Riana untuk bahagia bersama pilihannya.
Apakah dokter Riana akan bisa bertahan dalam masalah yang dia hadapi untuk mempertahankan cinta sejatinya???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kehilangan Akhirnya
Dan akhirnya mereka mendapat kabar, bahwa mama sedang di rawat di sebuah rumah sakit. Bukan di rumah sakit tempat anaknya Riana bekerja. Informasi itu di peroleh Ria dari asisten mamanya. Karena semua urusan di butik sudah semakin kacau.
Ria dan Davin pergi ke rumah sakit yang di maksud dan ketika sampai disana, memang ada pasien yang bernama sama dengan nama mamanya Ria. Ketika di antar ke ruangan itu, memang mamanya Ria di rawat, tubuhnya sudah sangat menipis. Informasi yang di peroleh. Mama mengalami sakit yang komplikasi. Dan kondisi jantung,ginjal dan organ lain di dalam tubuh sudah memburuk.
Bahkan mamanya sudah sangat susah berkomunikasi. Ria menangis melihat kondisi mamanya. Langsung dia menghubungi papa dan adeknya di Jepang. Kebetulan dia akan mengambil cuti untuk melihat kondisi mamanya. Karena sudah susah di hubungi. Davin hanya melihat mama mertuanya mengeluarkan air mata.
"Mama makan dulu ya??"
Davin mencoba memberi makan kepada mama mertuanya, untungnya mama mertuanya tidak menolak. Sementara Ria sedang berkonsultasi dengan dokter yang merawat mamanya. Ria menangis karena dari hasil pemeriksaan, semua organ tubuh mamanya sudah menurun.
"Maafkan mama nak."
"Davin tidak perna membenci mama. Davin dan Ria sayang mama."
Ria datang menemui mamanya. Dia melihat mamanya air matanya menetes.
"Sayang, mama makan habis." Ria tersenyum.
"Terima kasih ya mas. Sudah membantu."
"Iya sayang."
Ria mengucapkan terima kasih, tetapi raut mukanya tidak bahagia. Air matanya menetes keluar, kembali di lap olehnya. Davin memeluk istrinya, dia tahu bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan kesehatan mertuanya.
"Ria, mama mohon maaf." Suara sangat pelan sekali. Ria mengelus pipi mamanya dan mencium pipinya.
"Ria sayang mama."
Di pintu ruangan papa berdiri kaku, Ria sudah menyampaikan kondisi mamanya kepada papa. Ria mengatakan jika kita beruntung mungkin hanya malam ini kita bisa melihat mama. Ternyata mama Tiwi melihat kehadiran suaminya.
"Mas,.....
"Ya sayang."
"Maafkan aku ya. Aku banyak salah."
Papa langsung memeluk mama dan dicium istrinya. Davin sudah menelepon kakaknya membawa El ke rumah sakit. Dan tidak lama mereka juga sudah ada disana. Rian tidak bisa di hubungi karena dia sudah ada di pesawat. El tiba langsung digendong oleh Davin. Dan dibawa mendekat ke arah neneknya.
"Maafkan nenek sayang." Mama menghembuskan nafas terakhirnya sambil memegang tangan cucunya. Pergi dengan rasa bersalah dan penyakit yang merengut tubuhnya. Papa sudah menangis, meskipun istrinya berpendirian keras, namun rasa cintanya tidak perna hilang.
"Papa, mama sudah pergi meninggalkan kita semua."
Ria langsung mengumumkan tanggal kematian mamanya setelah dia memeriksa kontak mata. Air matanya menetes waktu menyebut jam kematian mamanya. Dan langsung suara kencang keluar dari dirinya. Dia menangis. Dan setelah observasi jenasah mama di bawa ke kamar jenasah untuk di mandikan.
El sementara di gendong oleh opanya. Rumah duka dengan semua keperluan bagi jenasah sudah di atur oleh Davin dan Stella kakaknya. Dan Jenasah langsung di pindahkan ke rumah duka itu.
Ria sudah mengirim pesan buat adiknya. Dan pesan itu bisa dibaca oleh Rian waktu dia transit di Singapore. Rian sempat menghubungi Davin suami kakaknya. Davin menguatkannya dan memperlihatkan jasad mamanya yang sedang di tangisi Ria kakaknya.
Karena rumah duka yang disewa ini, ada kamar buat istirahat bagi keluarga, El sudah tidur di kamar, di temani mama mertuanya Ria dan suster yang di pekerjakan Davin.
Pagi hari Rian tiba, banyak kolega mamanya Ria datang, diantara pelayat ada Lidya dan mamanya juga. Keluarga sudah memutuskan untuk di makamkan hari ini juga. Semua keputusan ada di tangan Rian, Ria kakaknya serta papanya hanya mengikuti.
Semua sudah siap untuk pemakaman. Kami semua sepakat menggunakan baju berwarna putih,juga baby El yang mau setahun usianya. Sekarang dia berada dalam gendongan unclenya Rian. Dia tidak rewel, karena Davin selalu stand by buat istrinya. Papa dan Rian tahu, uang terpukul atas kepergian mama mereka adalah Riana kakaknya.
Sampai di tempat pemakaman Ria tetap menangis. Davin memeluk dan mencium istrinya memberi kekuatan kepadanya.
"Turut berdukacita beb." Davin memasang mata galak kepada laki - laki tidak tahu diri. Dia adalah Matias. Sadar akan ucapannya Matias mempercepat salamannya. Karena dia takut, Davin suami Riana akan memukulnya.
Malam ini, kami semua tinggal bersama papa. Mama dan papa mertua Ria mengijinkan. Ria masih menangis.
"Sayang....."
"Maafkan aku mas, aku masih merasa bersalah."
"Mas yang paling bersalah atas semua ini. Mama sakit karena kebenciannya."
Ria langsung memeluk suaminya. Davin memberi ciuman di bibir istrinya.
"I love you"
"Love you more mas."
Pagi hari Ria bangun, namun suasana hati berbeda. Biasa ada sosok yang suka ngomel setiap hari. Ya mamanya. Setelah membantu orang kerja, menyiapkan sarapan dan mengatur di meja makan. Ria memangil suami, papa dan adiknya. El sudah di urus oleh susternya.
"Kak, papa sepertinya akan ikut adek ke Jepang."
"Benar dek???"
"Iya. Bagaimana kalau rumah ini kita jual saja."
"Rumah ini bisa jadi rumah kamu dek jika kamu menikah nanti."
"Ada rumah papa yang asri, Rian lebih senang disana. Itu kalau papa setuju."
"Tentu papa setuju. Semua ini punya kalian. Butik ngak usah di jual, kakak bisa kelola sambil menjadi dokter. Kasihan hanya itu satu - satunya kebanggaan mamamu."
Satu bulan berlalu, rumah kediaman mereka sudah terjual. Bibi yang sudah lama bekerja bersama suaminya yang biasa bisa jadi supir, bisa juga jadi tukang kebun, mereka yang menjaga rumah papa itu. Sesekali Ria dan Davin serta El menginap disana. Sedangkan papa di Jepang bersama Rian. Yang sudah mempunyai cewek yang kerja juga di Jepang.
Ria dan Davin hidup bahagia. Sekarang Ria lagi hamil anak kedua buat pak dosen Davin Andreas. Sedangkan Elvano Ivander Andreas sudah berusia tiga tahun. Mereka baru pulang dari Jepang, karena Rian adiknya menikah disana. Dengan cewek Indonesia berdarah Jepang. Istrinya Rian juga baik dan pengertian. Aiko meskipun dia seorang CEO, namun dia tidak sombong.
"Sayang, aku tidak menyesal mencintai dan menjadikan kamu istriku."
"I love you suami brondongku."
"Love you more istriku sayang."
TAMAT
Kata bijak :
" Cinta yang tulus itu butuh pengorbanan. Karena tidak selamanya cinta itu indah."
💌💌Sahabat pembaca novelku
Terima kasih buat dukungannya karena sudah membaca. Saran dan Kritik sangat di harapkan agar cerita berikutnya akan lebih bagus.❤️❤️❤️
🙏🙏🙏🙏
Jangan lupa baca ceritaku yang lainya. "Terikat Janji Dengan Seorang Dokter Bedah"😉😉😉