Di Benua Mendalam, seni bela diri telah mencapai puncak kejayaannya. Xiao Xuan, leluhur tua Keluarga Xiao, memiliki sebuah cheat yang mampu mereplikasi segala sesuatu tanpa batas. Dengan kekuatan ini, dia memimpin keluarganya mendominasi seluruh langit berbintang.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wusan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mulai mencari api dan wujud api teratai
Xiao Yan menggelengkan kepalanya, dan mulai pergi. Dia melintasi langit dan membelah awan pergi ke ujung lain daratan besar ini.
Dalam pandangan Xiao Yan saat melintasi langit, banyak orang sudah bertarung di sini. Kebanyakan dari mereka merampok dan membunuh. Di selatan, dua kelompok kecil saling bertempur memperebutkan sebuah rumput roh langka yang tumbuh di tepi danau lava. Tubuh mereka berlumuran darah, luka terbuka di sana-sini, tapi tak satu pun yang mau mundur. Di utara, seorang Saint tingkat 6 mengejar seorang Saint tingkat 3 yang mencoba melarikan diri, telapak tangannya yang hitam pekat menghantam punggung korban hingga hancur berkeping-keping. Di timur, tiga orang mengeroyok seorang kultivator tua, mengambil semua yang ia miliki lalu meninggalkannya sekarat di tanah.
Serangan-serangan dahsyat bertebaran di mana-mana. Gelombang qi spiritual seukuran puluhan juta mil menghantam daratan, membuat retakan-retakan besar menganga di permukaan. Gunung-gunung berapi yang tadinya diam tiba-tiba meletus akibat getaran pertempuran. Lava mengalir deras seperti sungai, membakar apa pun yang dilewatinya. Di beberapa tempat, formasi alam mulai aktif, menciptakan pusaran api yang menyedot siapa pun yang terlalu dekat. Teriakan kesakitan, teriakan kemenangan, dan suara ledakan bercampur menjadi satu. Darah membasahi tanah kering, menguap seketika karena suhu panas yang ekstrem. Beberapa mayat sudah mengering, berubah menjadi abu tertiup angin. Tidak ada aturan, tidak ada belas kasihan. Hanya kekuatan yang berbicara di sini.
Tapi Xiao Yan merasa daratan ini bahkan lebih luas. Dia berjalan melintasi jutaan mil dalam sekejap mata, tidak menemukan ujungnya.
"Sungguh... ini kah kultivator lepas? Demi keuntungan dan sumber daya, tak ragu-ragu melakukan hal-hal seperti ini."
Xiao Yan sambil mendesah melihat orang-orang di bawah tak ragu mati demi keuntungan. Dia bersyukur punya klan yang mendukung setiap sumber daya kultivasinya. Di Klan Xiao sekarang, bahkan setiap anggota klan sudah mendapat subsidi berkecukupan, bahkan bisa dibilang berlebihan.
BOOM!
Letusan dahsyat menyebar ke kejauhan. Dalam pandangan Xiao Yan, dia melihat di ujung yang jauh seperti bayangan teratai berputar di langit. Sebuah api merah menyebar terus menerus, membuat seluruh daratan ini menjadi lautan api. Gelombang panas menyembur ke segala arah, membentuk pusaran-pusaran api raksasa yang berputar di langit. Kelopak-kelopak teratai merah terbuka satu per satu, masing-masing berukuran puluhan juta mil, memancarkan cahaya menyilaukan. Di pusat putaran itu, sebuah api ungu kehitaman berkobar dengan intensitas yang bahkan membuat gunung berapi di sekitarnya meleleh menjadi cairan. Langit berubah menjadi merah tua, awan-awan terbakar habis, dan daratan di bawah mulai retak-retak karena tak mampu menahan tekanan panas yang luar biasa.
"Sungguh tekanan api yang dahsyat."
Xiao Yan berkata dengan sungguh-sungguh.
"Sepertinya di sanalah tempat Api Pemurnian Teratai Iblis berada. Tapi tekanan ini berada di tekanan Kaisar."
Xiao Yan bergumam.
"Aku harus ke sana."
Lalu dia melesat ke arah teratai itu berada.
——
Sementara itu, di sebuah pegunungan berapi tinggi setinggi ribuan mil. Gunung itu terus meletus mengeluarkan cairan lava yang mengerikan. Asap beracun menyebar, membuat awan gelap menutupi langit seperti kegelapan. Lingkup asap dan abu vulkanik menyebar hingga miliaran mil ke segala arah, menutupi matahari dan mengubah siang menjadi malam. Hujan abu turun di seluruh wilayah, membunuh tumbuhan dan hewan. Sungai-sungai mengering atau berubah menjadi aliran lava. Di area terdampak, suhu naik hingga ribuan derajat, membuat udara terasa seperti membakar tenggorokan. Makhluk hidup yang tak sempat melarikan diri hangus seketika.
——
Sementara itu, di dalam gunung itu, di kedalaman puluhan jutaan mil, terdapat gambar patung-patung kuno mengerikan tinggi puluhan ribu km seperti penyangga surga. Patung-patung itu membentuk segi enam mengelilingi sebuah api teratai merah hitam yang sangat besar—jutaan mil ukurannya. Teratai itu berkelopak 36 dan hawa api mengerikan menyebar. Setiap kelopak teratai berdenyut seperti jantung, memancarkan gelombang panas yang membuat ruang di sekitarnya terlihat bergetar. Di antara kelopak-kelopak itu, terlihat inti api berwarna ungu kehitaman, bergerak-gerak seolah hidup.
Di ujung kuncupnya, seorang wanita kecil sangat cantik dengan gaun merah menyala dan lekuk indah seperti loli berdiri. Rambutnya yang panjang berwarna merah membara berkibar tanpa angin. Matanya yang seperti bara api menatap ke langit dengan ekspresi marah.
Wajah cantiknya marah menatap langit dan 6 patung itu.
"Hehehe... Kaisar Yan, kau menyegelku di sini. Takut aku menyebabkan petaka ke dunia? Tapi pernahkah kau memikirkan perasaanku?"
Wajah cantiknya bercampur kesedihan dan kegilaan
Sungguh tak terduga bahwa Api Pemurnian Teratai Iblis menghasilkan kecerdasan sendiri.
"Bagus sekali. Aku baru terbangun sekarang. Kaisar Yan, lihat saja, semua makhluk akan kubakar hangus di bawah apiku. Dan aku akan mencari mu sampai ke ujung dunia, memurnikanmu di sisiku. Hehehe..."
Tawa gelap dan mengerikan keluar dari mulutnya. Dia tersenyum indah tapi gelap.
Enam patung itu terus memancarkan aliran spiritual formasi, mengunci agar segelnya semakin kuat. Namun justru apinya semakin dahsyat dan mengerikan.
"Enam orang terkutuk dari Klan Xiao! Kalian hantu tua tak bisa menahanku! Hahaha!"
Suara tawa mengerikan keluar dari gadis itu, menembus pegunungan.
——
Di luar gunung ini, sudah banyak orang berkumpul. Abu vulkanik bertebaran di udara, membuat langit tampak kelabu. Getaran dari dalam gunung sesekali terasa di tanah tempat mereka berdiri. Para kultivator saling berbisik, ada yang penasaran, ada yang ketakutan.
Shang Di berdiri di atas batu besar, kedua tangannya bersedekap. Matanya menyipit menatap ke arah gunung.
"Api iblis ini sudah punya kesadaran sendiri," gumamnya. "Menarik."
Hun Tian di sisi lain menjilat bibirnya, matanya berbinar nafsu. "Semakin kuat apinya, semakin baik untukku."
Banyak orang di luar juga mendengar suara mengerikan dari balik gunung ini.
"Apakah ini Api Teratai Pemurnian Iblis itu? Menghasilkan kesadaran sendiri?"
"Itu wajar. Peringkat 1-3 api surgawi sudah bisa menghasilkan kesadaran sendiri."
Banyak orang disini, ada sekitar ratusan orang. Mereka kebanyakan Saint tingkat 4 ke atas.
Xiao Yan di sisi lain sudah sampai disini juga. Dia mendengar suara jeritan tadi.
"Klan Xiao?"
Dia bingung. Ini aneh. Kenapa suara tadi meneriakkan nama Klan Xiao begitu kuat?
——
"Ayo masuk!"
Satu orang berkata dengan keras. Lalu yang lainnya menyerbu ke dalam gunung. Mereka masuk. Shang Di dan Hun Tian juga masuk bersamaan.
Lalu saat masuk, mereka menemukan banyak labirin di sini.
"Labirin apa ini?"
Seseorang bertanya dengan bingung. Di sekeliling mereka, dinding-dinding batu hitam menjulang tinggi, membentuk lorong-lorong sempit yang berliku-liku. Udara di dalam terasa panas dan lembab. Sesekali terdengar suara tetesan cairan dari kejauhan, atau suara gesekan batu yang entah dari mana asalnya.
"Kemungkinan jika kita melewatinya, kita akan sampai ke Api Teratai Iblis itu," jawab yang lain.