REVISI...!!
Ketika ketiadaanku menjadi angin segar untuk mu maka aku bersedia pergi dari sisi kehidupanmu.
Dan
Ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan.
Nama nya Azura, wanita ini terpaksa menikah dengan laki-laki yang bernama Elvan. Elvan berjanji akan membiayai semua biaya perawatan ibu Azura selama dia menjadi istri nya.
Laki-laki yang awal nya di kenal sangat baik oleh Azura ternyata seorang yang kejam. Wanita ini memutuskan untuk pergi di saat diri nya tahu bahwa Elvan dan ketiga sahabat nya hanya menjadikan nya seorang wanita taruhan.
Jangan Lupa Like Rate Coment And Vote.
Selamat membaca😊😊
Follow👇🏻
IG:Riani.Vii
FB:Ni R
Tw:Ni R
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27.Azura Hamil
Satu bulan berlalu, sebuah toko kue kecil yang sengaja di sewa oleh Azura. Di tempat baru ini Azura menemukan sosok teman yang sangat baik karena telah membantu Zura.
Modal usaha Zura dari hasil penjualan rumah nya di kampung.
Wanita itu merasa pusing, tulang belulang nya sangat lemas hingga membuat wanita itu duduk lemas. Sesekali ia mual dan hanya memuntahkan cairan bening saja.
"Kau baik-baik saja Zura?" tanya Anya Khawatir.
"Aku baik-baik saja," ucap nya sambil memijat pelipis nya.
"Kau sangat pucat, sebaik nya kita kedokter sekarang." ajak Anya.
Bergegas Anya menuntun Zura, mereka menunggu mobil yang sudah di pesan sebelum nya.
Sepanjang perjalanan, Zura hanya memejamkan mata nya sambil bersandar pada Anya.
Tak butuh waktu lama, mereka akhir nya tiba di sebuah klinik. Anya mengambil nomor antrian, gadis itu sangat telaten mengurus teman baru nya.
Cukup lama menunggu, akhir nya nama Azura di panggil, Anya kembali menuntun Zura masuk ke dalam ruangan. Dokter wanita yang berusia sekitar empat puluh tahunan memeriksa Azura.
"Selamat, anda sedang mengandung." ucap Dokter dengan senyum nya.
Mata Zura dan Anya terbelalak, kedua wanita itu kaget dengan pernyataan dokter.
"Apa dokter tidak salah bicara?" tanya Zura.
"Tidak, usia kandungan memasuki minggu ke lima." ujar Dokter.
Anya kembali menuntun Azura, mereka duduk di taman depan klinik. "Apa yang kau pikirkan Zura?"
"Aku tidak pernah membayangkan jika aku harus hamil tanpa seorang suami." ucap nya sedih. "Bagaimana aku bisa hamil? sedang Elvan hanya melakukan nya sekali saja." ujar wanita yang sedang frustasi itu.
"Mungkin kau dalam masa subur Zura." ucap nya masuk akal. "Apa kau ingin memberitahu suami mu?"
"Untuk apa, dia hanya benalu dalam hidup ku dan biarkan aku membesarkan anak ku sendiri." tutur nya dengan mata berkaca- kaca.
Azura dan Anya kembali ke toko, kedua wanita itu menyewa ruko berlantai dua. lantai bawah di gunakan sebagai tempat untuk membuat kue dan menjual kue sedangkan lantai atas untuk tempat mereka istirahat.
Anya Rastanti, seorang gadis yatim piatu yang sudah biasa hidup di jalanan. Ia bertemu Azura saat Zura hampir di jambret. Sejak saat itu Anya menemani Zura kemana pun Azura pergi.
Di lain tempat, Elvan yang merasa pusing hanya tiduran di kamar nya. Pria itu bahkan mengalami mual tidak seperti biasa nya.
"Apa kakak sakit? kok gak kerja?" tanya Vilna.
"Kepala kakak pusing." jawab nya dengan suara lirih.
"Apa kakak sudah minum obat?" tanya Viska.
"Belum, perut kakak sangat mual." ujar Elvan, "Tolong carikan kakak buah mangga muda tiga biji." pinta Elvan membuat Viska dan Vilna saling tatap.
"Apa kakak gak salah minta?" tanya Viska bingung.
"Tidak, kakak sedang ingin makan rujak mangga muda." ujar Elvan.
Viska dan Vilna menarik nafas dalam, kedua gadis itu kemudian pergi untuk mencari pesanan kakak nya.
"Seperti orang ngidam saja." ucap Viska kesal.
Langkah Vilna terhenti, "Apa jangan-jangan kak Zura...." ucap nya terhenti.
"Apa maksud mu Vil?" tanya Viska.
"Aku sangat yakin jika kak Elvan mengidam, kak Zura pasti hamil." ucap nya setengah berbisik.
Viska langsung menarik rambut kembaran nya, "Jangan asal bicara." ujar Viska.
"Kau tahu Viska, sebelum Kak Zura pergi, kak Elvan membantai habis tubuh kak Zura." tutur Vilna.
"Aaaaa....kau mesum sekali Vilna."
"Aku serius, kak Erkan, kak Julian dan kak Raka juga tahu soal ini."
"Sudahlah, nanti kita share om google, kita cari tahu kenapa kak Elvan yang mengidam." ujar Viska lalu mereka masuk ke dalam mobil.