NovelToon NovelToon
Geeky Girl

Geeky Girl

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:71.5k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Gadis cantik berpenampilan culun bernama Diana sarasvati, dia sudah beberapa kali pindah sekolah karena ada sesuatu yang tidak menyenangkan. Banyak sekali siswa laki-laki di sekolah lamanya yang menyukainya karena kecantikannya, dan membuat dia dimusuhi oleh teman wanitanya. Untuk menghindari hal tersebut dia merubah penampilannya menjadi culun, dan menjadi siswa baru di SMA Nusa Bangsa. Ternyata di sekolah baru bukan menyelesaikan masalah justru karena penampilannya yang seperti orang culun, banyak teman yang membullynya.

Ada seseorang teman laki-laki tampan namanya Galen Ray Suhendra. Dia salah satu siswa yang mau berteman dengan Diana, dan membela Diana saat dibully.

Untung saja Diana siswa yang pandai, dan karena kecerdasannya itu mengharumkan nama sekolah. Dan semenjak itu dia mulai mempunyai teman banyak, walaupun masih ada yang tidak suka dan membully.

Mari kita simak bagaimana perjuangan Diana menghadapi teman- temannya, apakah Diana akan merubah penampilannya lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rumah sakit

Siska dan kedua temannya mendapatkan hukuman membersihkan toilet, kebetulan ada toilet yang sangat kotor. Awalnya Siska tidak mau karena jijik, tetapi Pak guru akan memberikan hukuman yang lebih berat jika menolak.

Dengan berat hati mereka bertiga melaksanakan hukuman itu, dengan membawa perlengkapan kebersihan mereka bertiga berjalan menuju ke toilet.

Maura dan Cika sudah mulai membersihkan toilet itu, tetapi Siska masih berdiri engan untuk ikut membersihkan. Dia hanya melihat kedua temannya, sambil mengomel karena dirinya merasa benar.

"Siska, bantu kita dong! kotor banget ini," ucap Cika menunjukkan lantai yang kotor.

"Ogah! siapa suruh bikin masalah," ucap Siska.

"Maafin gue! ayo bantu kita," sahut Maura.

Siska bergegas mengambil sikat untuk membersihkan dinding, karena ada guru yang hendak mengecek pekerjaan mereka.

Pak guru sekarang mengawasi mereka bertiga, karena kalau tidak mereka akan seenaknya. Apalagi Siska yang selalu menyuruh temannya, dan tidak mau membantu.

***

Di UKS Diana masih pingsan, petugas kesehatan menyarankan agar membawa Diana ke rumah sakit takutnya tulang hidungnya patah. Pukulan Beno sangat keras, tepat mengenai hidung mancung Diana hingga memerah.

Ray nampak sangat panik, dia takut terjadi hal yang tidak diinginkan. Tanpa sadar ia mengepalkan tangannya, seakan ingin membalas perbuatan Beno.

"Ayo kita bawa ke rumah sakit saja," ucap Bu Mirna selaku wali kelasnya.

Sampai di rumah sakit Diana langsung mendapatkan perawatan dari Dokter, karena terus mendesak agar segera diperiksa.

"Gimana Dokter, keadaan Diana? apa dia baik-baik saja," ucap Ray ketika Dokter baru keluar dari ruang periksa.

"Sabar dulu, Dek," ucap Dokter wanita itu lalu tersenyum.

Bu Mirna lalu menuju ke arah Ray, dan mengajaknya ke ruangan Dokter untuk mendengarkan penjelasan Dokter.

Dokter itu menatap wajah Ray yang terlihat sangat khawatir, lalu tersenyum dan mulai menjelaskan keadaan Diana. Menurut penjelasan dari Dokter, kalau keadaan Diana tidak menghawatirkan, tulang hidungnya juga baik-baik saja. Karena kaget jadi Diana belum sadar dari pingsannya.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Dokter, mereka keluar. Bu Mirna berpamitan pada Ray, karena masih ada urusan yang hendak beliau selesaikan. Beliau juga meminta Ray untuk menjaga Diana lebih dulu, dan beliau juga akan memberitahu kepada pihak keluarga.

Ray kemudian kembali ke ruangan di mana Diana sedang dirawat, dia duduk di kursi sebelah ranjang Diana. Ia tatap wajah Diana, paras yang begitu cantik, hidung mancung yang memerah karena bekas tonjokan Beno. "Kurang ajar sekali Beno!" gerutunya sembari mengepalkan tangannya.

Diana mulai menggerakkan tangan dan mengedipkan matanya, ia mulai tersadar dari pingsannya. Dia berusaha bangun, sambil memegang hidungnya.

Ray berusaha menahan Diana, agar tidak memaksakan diri untuk bangun lebih dulu. Dia juga mengatakan kalau saat ini dirinya sedang dalam perawatan Dokter di rumah sakit.

"Ray, ini sudah sore! nanti Mamah nyariin," ucap Diana.

"Aku kan sudah bilang, jangan panggil Ray! kenapa kamu malah ikutan orang," ucap Ray menatap kesal Diana.

Diana hanya tidak enak saja, memanggil dengan sebutan yang berbeda. Karena semua orang memanggil dengan sebutan Ray, entah kenapa Ray memintanya dipanggil Galen oleh Diana.

Diana meminta untuk diantarkan pulang, dia sudah tidak betah berada di rumah sakit. Dia berusaha meyakinkan Ray kalau dia baik-baik aja, bahkan dia juga menunjukkan kalau bisa bangun dan berjalan.

Ray menakuti Diana, dia mengatakan kalau banyak bergerak tulang hidungnya bisa patah karena menghirup udara yang tidak segar. Sungguh tidak masuk akal cara Ray menakuti Diana, tetapi Diana mempercayainya dan kembali berbaring di ranjang pasien.

**

Mamah Airin yang baru saja menerima kabar dari Bu Mirna, nampak begitu kebingungan. Beliau mondar-mandir menghubungi suaminya, mereka hendak bertemu di rumah sakit saja. Kebetulan Papah Edo tidak bisa menjemput Mamah Airin.

Dengan terburu-buru Mamah Airin mengeluarkan mobil barunya yang tidak pernah dia gunakan, karena dilarang oleh suaminya. Saat ini tidak ada pilihan lain, untuk menggunakan fasilitas umum beliau harus berjalan dengan jarak yang lumayan cukup jauh.

Mamah Airin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, beliau sangat khawatir dengan Diana jadi tidak peduli lagi dengan keadaan jalanan yang beliau lalui.

Saat berada di depan lampu lalu lintas, beliau tidak berhenti padahal dengan keadaan lampu menyala merah. Hampir saja beliau mengalami kecelakaan, tetapi bisa terhindarkan karena dengan mahir bisa dikendalikan olehnya.

"Gak tau apa orang lagi buru-buru! malah nyala merah itu lampu," gerutunya sembari menginjak pedal gas.

Karena dijalan tidak ada kemacetan, beliau dengan cepat sampai di rumah sakit. Dengan tidak sabar beliau bertanya kepada petugas rumah sakit.

Petugas itu menyuruh Mamah Airin untuk menunggu lebih dulu, karena petugas itu sedang mencari informasi kamar Diana.

"Mbak, bisa cepat gak sih! masa lama sekali, sudah hampir 30 menit saya disini," ucap Mamah Airin sedikit kesal.

Karena hanya disuruh untuk menunggu lagi, Mamah Airin pun marah. Hatinya bercampur aduk rasa khawatir dan kesal karena ulah petugas itu, beliau pun marah pada petugas itu.

"Ada apa ini, Bu? tolong jangan membuat keributan di rumah sakit," ucap salah seorang atasan.

"Gimana saya tidak marah, orang ini ditanya lama sekali jawabannya! malah nyuruh nunggu terus," kata Mamah Airin.

Petugas itu mengira kalau Mamah Airin hendak periksa, padahal beliau sudah mengatakan dengan jelas kalau hendak menjenguk anaknya yang tadi kebetulan dibawa ke rumah sakit.

Akhirnya atasan itu yang menunjukkan pada Mamah Airin dimana Diana berada, karena kebetulan tadi beliau yang membantu Dokter memeriksa keadaan Diana.

Petugas itu tak luput dari omelan atasannya, dia sebenarnya anak baru jadi masih agak sulit untuk melayani orang yang datang ke rumah sakit. Dia juga tak lupa meminta maaf pada Mamah Airin, agar tidak terkena omelan atasannya lagi.

"Diana, apa yang terjadi? kamu baik-baik saja kan," ucap Mamah Airin ketika membuka pintu dan melihat putrinya terbaring.

"Mamah! Papah mana? kenapa tidak datang bareng Mamah," ucap Diana.

"Papah lagi di jalan," ucap Mamah Airin dengan kesal. Gimana tidak kesal, Diana ditanya justru menanyakan Papahnya.

Begitu melihat Ray, Mamah Airin langsung mengucapkan terimakasih. Beliau juga mengajak Ray mengobrol, dan menanyakan apa yang terjadi.

"Mah, Papah mana?" tanya Diana lagi.

Pertanyaan Diana membuat Mamah Airin sadar, kalau suaminya tadi juga mengatakan kalau sudah berada dalam perjalanan. Beliau juga langsung menelpon ke kantor suaminya, tetapi pihak kantor juga mengatakan kalau Papah Edo sudah meninggalkan kantor sejak tadi.

Mamah Airin menjadi khawatir dengan suaminya, beliau takut terjadi apa-apa dengan suaminya. Begitu juga dengan Diana dan Ray, mereka juga ikut khawatir.

1
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
eh dah the end aja🤭
pєkαᴰᴼᴺᴳ: dari pada sedekah 🤭😂
total 1 replies
Andariya 💖
siska, siska ulangan sj gak bisa jawab..sok pintar 🤣🤣🤣🤣🤣
Andariya 💖
apa diana, ini dengan mama reni
Andariya 💖
keren ray, ini icah ingin menguasai harta mu🤭🤭🤭
Andariya 💖
airin ini kok, manja banget sih🙈🤗
Andariya 💖
kasihan diana😍
.
Diana demam apa itu 😊
.: oke siap kak ...otw 🤣🤣🏃🏻‍♀️
total 2 replies
.
aduh ksian banget Diana
jangan ngancam donk ray
.
wah Diana ga fokus deh parah karna Ray
.
wah Diana mulai bucin
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
jgn ancam ray.. kan diana tmbh takut🤦‍♀️
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
gegara jantung jd g fokus🤭
Myra Myra
deg deg....perasaan suka
pєkαᴰᴼᴺᴳ: Masa sih kak🤭
total 1 replies
.
akhirnya tampak juga kecantikan asli diana di depan.teman2 nya...gitu donk Thor
jangan di sembunyikan dan di zholimi mulu ....
.
apakah bnar Melia itu mama nya Amanda ?
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
wah.. jangan2.. jangan2 nich🤭🤭.. aku sich yes mah, kalo bener apa yg aku pikiran adalah mamah Airin dan mamah Reni mah menjodohkan Ray dan Diana🤭🤭
❀ ⃟⃟ˢᵏ⏤͟͟͞R🔰π¹¹™ͽ֟֯͜᷍ꮴ❤💋👻ᴸᴷ
hadeeh, kapan matinya sich itu si Cika sama Siska?? si Beno lagi, cowok kok gak tau diri banget, pengen gw tabok aja tuch cowok🙄🙄.. semoga Diana gak percaya sama hasutan nenek lampir satu itu
❥␠⃝ ͭ🍁𝐂LIFF💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ🔱
meninggoy gak🤭
༅⃟🥂ALINA_12࿐✅
Mentang" horang kaya jadi sombong dan bnyak tingkah
༅⃟🥂ALINA_12࿐✅
Ray yg ga mau deket dengan kalian, orang lain yg di salahkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!