NovelToon NovelToon
Di Jual 500 Juta, Istri Kontrak CEO Dingin

Di Jual 500 Juta, Istri Kontrak CEO Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas Dendam
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: TheDee

Judul:
Dijual 500 Juta: Istri Kontrak CEO Dingin

Deskripsi/Sinopsis:
Liana dijual bapak tirinya seharga 500 juta untuk jadi istri kontrak Arka Wijaya, CEO dingin yang lumpuh dan membenci semua orang.

Di rumah mewah itu, dia dipermalukan setiap hari. Disiram comberan, diusir ke gudang, dianggap sampah oleh Keluarga Wijaya.

Tapi yang tidak mereka tahu, di dalam tas lusuh Liana ada surat wasiat Ibu yang bisa mengguncang seluruh Keluarga Wijaya.
Surat yang menyebut nama Arka sebagai kunci atas kematian ayahnya 5 tahun lalu.

Dari gadis desa yang dihina, Liana akan berubah menjadi wanita yang ditakuti.
Dia datang bukan untuk tunduk. Dia datang untuk membalas dendam.

Pertanyaannya:
Apakah balas dendam itu akan membuat Arka jatuh cinta padanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TheDee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27

---

Disaat Nadin melahirkan, Ezra hanya ditemani adiknya Nadia. Keluarganya di Surabaya, dan suaminya Hendra di lapas.

Ruang bersalin RSUD Jakarta Selatan terasa sunyi meski alat-alat medis berisik di sekitar.

Di kursi sebelah ranjang, Nadia menggenggam tangan kakaknya erat-erat. Telapaknya dingin, tapi genggamannya nggak lepas sedetik pun.

“Kak, tarik napas… iya gitu… kamu kuat,” bisik Nadia, suaranya bergetar.

Umur 19 tahun, baru pertama kali lihat orang melahirkan. Tapi dia nggak berani nangis. Kalau dia nangis, Nadin bisa makin lemah.

Nadin mengangguk pelan. Wajahnya pucat, bibir pecah-pecah.

Di kepalanya, dia membayangkan tentang suami dilapas dan Ibu yang pasti udah bolak-balik nanya kabar. Bapak yang diam-diam nangis tiap malam.

Tapi mereka nggak bisa datang. Jarak 800 km, dan ongkos yang nggak mereka punya setelah semua uang habis buat bayar pengacara Hendra yang gagal.

“Suami kamu nggak dateng, Mbak?” tanya perawat pelan, ngisi data.

Nadin memejamkan mata.

“Hendra… lagi di lapas,” jawabnya singkat. Suara itu datar, tapi kayak ada kaca yang pecah di dalamnya.

Perawat langsung diam. Nggak ada yang perlu ditanya lagi.

Sementara itu, di Lapas Cipinang, Hendra duduk di pojok sel. Layar TV kecil nyetel berita nggak jelas.

Tadi pagi pengacara kirim kabar: “Anakmu lahir hari ini, pak.

Dia nggak bisa apa-apa. Cuma bisa nendang dinding sampai buku jarinya berdarah.

500 juta itu udah habis. Namanya hancur. Dan sekarang dia kehilangan momen pertama jadi bapak.

“KEJAN LAGI, BU!” teriak dokter.

Nadin mengejan sekuat tenaga. Semua rasa dikhianati, semua malu, semua rindu keluarga di Surabaya—dia buang jadi satu.

Eaaaaa,,, Eaaaa

Tangisan bayi laki-laki memecah ruangan.

Nadia langsung menangis. “Kak… anaknya lahir! Ganteng banget, Kak!”

Perawat menaruh bayi itu di dada Nadin. Hangat. Kecil. Berbau bayi baru lahir.

Nadin menatap. Mata bayi itu mirip Hendra. Tajam, keras kepala.

Tapi bulu matanya mirip dia.

“Namanya… Ezra” bisik Nadin. “Ezra Nadia. Biar dia inget, waktu dunia ninggalin aku, cuma kamu yang ada.”

Nadia menutup mulutnya. Nangisnya pecah.

Di luar ruangan, Hendra berdiri. Dia yang diam-diam minta ijin sama petugas kepolisian untuk melihat anakx waulupun lewat kaca bening, Tapi dia nggak berani masuk.

Karena hari ini, waktux hanya 30 menit diberikan dari lapas, setelah itu Dia kembali lagi ke sel tahanan.

didalam ruangan, ,

Hari ini, dia cuma seorang ibu. Dan dia punya adik yang lebih setia daripada suami yang ada di balik Teruji.

Hendra berdiri kaku di balik kaca, .

Dia udah lihat banyak kontrak, banyak air mata palsu, banyak wanita yang pura-pura kuat.

Tapi Nadin yang sekarang… beda.

Rambutnya acak-acakan, wajahnya pucat, tapi pas dia menunduk mencium kening bayi itu, seluruh ruangan kayak berhenti.

"Ezra Nadia.”

Nama itu menusuk telinganya.

Bukan hendra. Bukan Ezra.

Dia pilih adiknya. Orang yang nggak pernah ninggalin dia, meski cuma punya uang pas-pasan buat beli air mineral di luar RS.

Pintu ruang bersalin terbuka sedikit. Perawat keluar, ngelihat Hendra dan dua orang polisi mendampingi,,perawat langsung mengernyit.

mereka sudah tahu dari berita yg Viral di media.

Pak. Masuk aja kalau mau lihat. Ibunya udah sadar.”

Hendra nggak jawab. Kakinya nggak gerak.

Karena dia tau, kalau dia masuk sekarang, dia bakal lihat Nadin dengan mata yang bukan mata ‘istri kontrak 500 juta’.

Dia bakal lihat Nadin sebagai wanita yang baru aja berjuang sendirian, ditemani adiknya, sementara suaminya meringkuk di lapas.

Di dalam, Nadia menyeka keringat di dahi Nadin dengan tisu basah.

“Kak, tidur ya. Aku jagain Ezra.”

Nadin mengangguk pelan, suaranya serak. “Makasih ya, Ndia. Kalau nggak ada kamu… aku mungkin udah nyerah.”

Nadia tersenyum tipis, meski matanya masih merah. “Kita keluarga, Kak. Keluarga nggak ninggalin keluarga. Beda sama orang lain.”

Kata ‘orang lain’ itu sengaja dia tekankan.

Nadin tau dia ngomongin Hendra. Dan Nadin nggak bisa bantah.

Di luar, Hendra akhirnya melangkah mundur.

Dia nggak masuk.

, dia merasa… dia nggak punya hak.

Malam itu, di kamar rawat, Nadin memeluk Ezra. Di sebelahnya Nadia tertidur di kursi, kepalanya miring karena ngantuk.

Dan di kejauhan, di sel lapas, Hendra menatap foto USG lama yang udah kusut.

Semua orang punya peran malam itu.

Tapi cuma satu orang yang benar-benar dipilih Nadin: adiknya.

Bersambung🙏

Maaf kak2 jika ceritax tidak sesuai alur mohon dukungan ya🙏🤗🥰

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!