NovelToon NovelToon
Desa Pocong

Desa Pocong

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: qsk sri

Berlatar di sebuah desa bernama Desa Suka Makmur. Anggap saja salah satu desa di Jawa Barat. Desa dengan beberapa fasilitas yang tersedia, seperti bangunan sekolah dasar, balas desa, puskemas pembantu, posyandu , lapangan sepak bola dan lainnya. Namun dibalik itu desa tersebut menyimpan kisah misteri dan terkenal dengan kemistisan nya. Desa pocong sebutan lain dari nama desa itu. Terdapat pantangan untuk tidak membuka pintu dan jendela di malam hari. Lebih-lebih keluar di waktu malam , apapun alasan nya. Jika melanggar maka siapapun akan terkena musibah. Sebuah teror, celaka , jatuh sakit , bahkan hingga kematian. Namun tak hanya itu , teror lain turut membayangi warga desa. Hingga seorang gadis pendatang baru yang tinggal di salah satu rumah yang terkenal angker berusaha mencari tahu tentang desa itu. Fitri namanya, gadis dengan kemampuan spiritual yang akan membantu warga desa terbebas dari ketakutan nyata teror pocong yang sudah berjalan berpuluh-puluh tahun lamanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon qsk sri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertanyaan Fitri

Di dalam kamar nya,Ridho nampak gelisah. Entah apa yang dipikirkan nya saat ini,tetapi satu yang pasti,perasaan nya benar-benar tidak enak.

"Perasaan ku kok gak enak ya...." Gumam nya.

Namun entah mengapa tiba-tiba dia berjalan menuju jendela kamar,lalu menyingkap tirai sedikit. Matanya mencoba melihat ke arah rumah Fitri,meski pandangan nya terhalang pohon mangga yang rindang,dan juga letak kamar nya yang tidak berhadapan dengan rumah Fitri. Meski hanya sebagian saja bangunan rumah yang terlihat tetapi ia merasa itu sudah lebih dari cukup.

Ia kembali menutup tirai, sambil bergumam dia menuju tempat tidurnya. "Semoga dia baik-baik saja" lirih nya.

"Tapi ... sepertinya dia gak ingat sama aku. Respon nya saat bertemu dengan ku terlihat biasa saja " Pria itu menghela nafas panjang. Memikirkan cara agar bisa lebih dekat lagi dengan Fitri.

Pria itu kemudian merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya yang empuk. Perlahan matanya mulai tertutup,namun suara-suara berisik dari jendela mulai mengusik nya.

Duk...Duk....Duk....

"Huuuhh....suara itu lagi ...." Gumam nya pelan.

Sementara itu, Fitri segera duduk di kursi sambil sesekali melirik ke arah pintu. Di benaknya dia bertanya-tanya, mungkinkah penghuni rumah di depannya telah melanggar pantangan hingga pocong-pocong itu kini berpindah mengerubuti rumah itu.

"Seperti nya dia melanggar lagi peraturan desa ini " Gumam Jamilah yang diangguki Berliana.

"Lagi ? Ridho ?" Kening Fitri berkerut.

"Memangnya dia sering melanggar ?" Tanya Maria.

Jamilah mengangguk ,namun Berliana yang menjawab," Iya. Setiap malam malah. Tapi aneh nya tidak pernah kejadian yang aneh-aneh padanya meski setiap malam dia selalu melanggar" Tutur Jamilah.

"Palingan cuman digedor-gedor saja,sama seperti yang terjadi di rumah ini " Timpal Berliana.

"Gak juga tuh. Buktinya kemarin malam gue hampir aja lewat kalau kalian gak datang narik gue" Ucap Fitri.

"Iya juga ya...." Gumam Jamilah.

"Tapi gue masih bingung , sebenarnya ada apa sih di desa ini ?" Tanya Fitri,kemudian dia menegak kan tubuh nya menatap para hantu itu bergantian.

"Dan yang terjadi sama gue itu ...sepertinya sama persis dengan apa yang terjadi sama Mamat " Ucap Fitri lagi.

"Cuman beda nya,gue selamat sementara Mamat enggak " tambah nya.

Para hantu saling bertukar pandang,mereka memikirkan dan mencerna apa yang Fitri ucapkan barusan.

"Tunggu deh,Lo bilang tadi mereka cuman gedor-gedor doang di sana ?" Tanya Fitri lagi.

"Iya. Kenapa memang nya ?" Tanya Berliana.

"Mungkin gak sih kalau suatu saat nanti ,entah itu kapan....mereka juga akan melakukan hal yang sama ke dia , seperti yang mereka lakuin ke gue kemarin malam ?" Tanya Fitri sambil menatap lantai, namun kemudian ia melirik para hantu itu bergiliran.

"Gak nutup kemungkinan sih..." Lirih Jamilah.

"Apa itu artinya ....Ridho dalam bahaya ?" Tanya Maria.

Jamilah mengangguk," Bisa jadi " Ucap nya.

Fitri menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan. Dia terdiam dengan ekspresi wajah tengah memikirkan sesuatu.

"Kalau benar dia dalam bahaya,kita harus menolong nya. Tak hanya dia...kalau bisa semua warga di sini kita tolongin mereka " Ucap Fitri.

"Gimana cara nolongin nya ?" Tanya Jefry yang sedari tadi hanya diam menyimak.

"Jangan bilang kamu mau ronda keliling kampung ....!" Tebak Jamilah yang seperti bisa membaca pikiran Fitri.

Semua pasang mata para hantu menatap ke arahnya.

"Bener itu Fit ?" Tanya Maria.

Fitri hanya nyengir saja karena memang tebakan Jamilah benar adanya alias tepat.

"Jangan gila kamu,Fit !" Seru Maria tak setuju.

"Kalau gue gila,gak mungkin gue mikirnya sampai ke situ. Lagian apa yang gue lakuin itu semua untuk kenyamanan dan keamanan warga desa"

"Gue gak mau ada korban lagi ,apalagi kalau korban nya anak-anak " Lanjut Fitri yang seketika teringat kedua adiknya yang telah tiada.

"Terus...kamu gak mikirin keselamatan kamu sendiri ? Kalau terjadi sesuatu sama kamu gimana ...." Seru Maria

"Mending kalau kamu kenapa-kenapa,warga desa semua selamat ,teror hilang. Kalau kamu kenapa-kenapa tapi warga masih terancam ...." Tambah Jamilah.

"Setidak nya gue sudah berusaha. Kalaupun gue harus mati sebelum teror itu hilang ...gue yakin akan ada orang lain yang akan bisa menolong desa ini " Potong Fitri.

"Jangan ngomong sembarangan ! Aku gak suka  !" Ucap Maria sambil bersedekap.

....

Seperti biasa,jika waktu subuh telah tiba, Fitri mengerjakan shalat meski di luar sana suara adzan tak pernah terdengar. Fitri begitu khusyuk tak terganggu dengan suara gedoran di luar yang semakin jarang terdengar dan perlahan menghilang.

Di luar , sinar matahari perlahan naik. Para pocong mulai merasa tak nyaman. Satu persatu mulai pergi dan menghilang begitu saja. Udara malam yang terasa panas kini mulai menghangat saat sang surya merangkak naik.

Dan ketika hari sudah terang,desa mulai hidup. Aroma tanah yang basah oleh embun mulai tercium. Suara sapuan sapu lidi di tanah terdengar dari berbagai sudut. Kokok ayam dan kicau burung seolah berlomba dengan deru mesin motor yang mulai berlalu lalang di jalanan.

Anak-anak sekolah berlarian saling kejar di jalan ,ada juga yang berjalan sambil mengobrol. Ibu-ibu hendak pergi ke pasar yang terletak di pusat kota. Serta bapak-bapak yang hendak ke sawah dan ladang memikul peralatan tani masing-masing.

"Pagi neng Fitri...." Sapa seorang ibu yang hendak pergi ke pasar. Di tangan nya terdapat tas belanja ukuran besar.

"Pagi juga ibu,....ke pasar Bu ...?" Sapa Fitri balik.

"Iya neng. Neng mau nitip ? " Tanya ibu itu.

"Gak usah bu,takut ngerepotin. Gak ada yang mau dibeli juga kok, bahan-bahan masih ada" Ucap Fitri menolak dengan halus.

"Oh begitu. Ya udah ibu permisi ya....takut kesiangan keburu pada habis " Ucap si ibu.

"Iya bu, hati-hati di jalan....."

Fitri menatap kepergian ibu itu. Sebenarnya jarak dari desa ke pusat kota lumayan jauh,jika berjalan kaki memakan waktu satu jam. Apalagi tidak ada kendaraan umum. Tapi jika untuk ke pasar biasanya ada mobil pick up yang datang untuk mengantar para ibu-ibu. Itu pun hanya pagi-pagi saja di jam 6 pagi.

Di pagi hari suasana memang cukup ramai oleh aktifitas warga,namun setelah memasuki tengah hari,suasana kampung mulai sepi.

"Ok...kita lakukan sekarang..." Ucap Fitri pada dirinya sendiri.

"Kita ? Apa yang akan kita lakukan ?" Tanya Jamilah.

"Gue mau jalan-jalan pagi. Sekalian cari informasi. Kalau Lo mau ikut ,ikut saja tapi jangan banyak ngajakin gue ngobrol !" Ucap Fitri.

"Kenapa ?" Tanya Jamilah bingung.

"Karena gue gak mau di bilang gila ngomong sendiri" Ucap Fitri sambil berlalu ke dalam rumah. Ia hendak mengambil sepatu sport nya,agar langkah nya lebih mudah. Tak lama Fitri keluar,tak hanya sepatu sport yang dipakai nya, dia juga sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian olahraga. Kaos olahraga lengan panjang dengan legging yang dipadukan dengan rok kecil yang menutupi bagian depan dan belakang nya.

"Aku juga mau ikut !" Seru Maria yang juga sudah berganti pakaian yang hampir sama dengan yang Fitri kenakan.

" Wuihhh....dapet dari mana tuh baju ? Tapi... kayanya gak asing deh "Tanya Fitri sambil mengerutkan keningnya memindai penampilan Maria dari ujung kepala sampai ujung kaki.

"Pinjam punya kamu lah,kan baju kamu banyak " Jawab Maria sambil tersenyum.

"Heh...buka lagi gak bajunya ! Enak aja pake baju gue gak bilang-bilang,bisa gatel badan gue pake baju bekas kunti !" Sentak Fitri sambil melotot.

"Lagian kamu ngaco aja, orang-orang bisa ketakutan lihat baju melayang-layang sendiri gitu " Ucap Fitri gemas.

"Iya juga ya...." Gumam Maria pelan.

"Terus gimana dong....buka lagi gitu ?" Tanya Maria setengah hati.

"Ya iya lah buka ! Langsung taro di kamar mandi !" Ucap Fitri cepat. " Itu juga,sepatu gue jangan sampai rusak!" Tambah Fitri.

"Kalian awasi Maria ! Pastikan dia ganti baju nya lagi ! Gue pergi sendiri saja " Perintah nya pada Jamilah dan Jefry. Sedangkan Berliana sedang mencuci piring,George di belakang rumah. Pocong itu diminta Fitri untuk menghalau pocong compang-camping yang pernah nangkring di pohon kemarin. Sementara Edward sedang menonton film kartun kesukaannya.

Fitri pun segera pergi sambil berlari kecil. Mengabaikan rengekan Jamilah yang ingin ikut.

"Yaahh.... gara-gara kamu sih...jadinya aku gak jadi diajak " Ucap Jamilah cemberut.

Fitri berjalan kaki sambil menghirup udara pagi yang segar. Sesekali dia menyapa penduduk dengan senyum ramahnya. Dia sadar,berada di lingkungan baru mengharuskan nya untuk bersikap sebaik mungkin. Apalagi dirinya yang hanya hidup seorang diri. Meskipun ada Nina sebagai bibi nya tetapi Nina sebenarnya hanya sepupu jauh ayah nya. Tapi meski begitu Fitri menghormati Nina,dan Nina pun begitu menyayangi Fitri.

Saat itu seseorang tiba-tiba memanggilnya dari belakang,lantas Fitri pun menoleh.

"Bang Ridho ...."

"Hai Fit ....lari pagi ?" Sapa Ridho,ditangan nya terdapat tentengan kantung kresek hitam kecil.

"Enggak juga. Gue cuman jalan-jalan aja ,gak lari kok " Jawab Fitri,tetapi jawaban Fitri malah membuat pemuda itu terkekeh.

Fitri menaikkan satu alisnya.

"Kamu lucu ..." Ucap Ridho.

"Apanya yang lucu ?" Tanya Fitri heran.

"Ya kamu.... hehehe...."

Fitri mengembuskan napas,sambil memutar bola matanya.Namun seketika tatapan nya berubah jadi serius. " Bang ,gue mau tanya sesuatu boleh gak ?" Tanya Fitri mengabaikan Ridho yang masih terkekeh sendiri.

"Tanya apa ?" Tanya Ridho menghentikan tawa nya.

"Lo asli orang sini kan ?" Tanya Fitri lagi.

"Iya "

"Kalau begitu Lo pasti tahu apa yang terjadi di desa ini. Cerita tentang desa ini,suara musik gamelan ,kematian misterius,teror pocong,dan.... alasan kenapa ketika malam pocong-pocong itu berkeliaran ?"

Ridho tersentak.

........

1
Kardi Kardi
ALHAMDULILLAHHH. COME ON TO HOMEEEE👍
Kardi Kardi: bismillahhh. goooo💪
total 1 replies
Kardi Kardi
DREAM ALIAS MIMPI LAGI KAH ?💪
Kardi Kardi: yup. maybeee💪
total 1 replies
Nurr Tika
ridho selamet untung filing fitri bener
Nurr Tika
penasaran ya fit ada mesteri pa didesa
Nurr Tika
😄😄😄 ya ampun bi nina ga usah tkut setanya udah besti ma fitri
falea sezi
🤣🤣 ngakak bi nina ketakutan sendri
Kardi Kardi
CI ... PANCI. GOLET MASALAH WAEEEEE😍
Kardi Kardi: PANCIIIIIIIIII😄
total 1 replies
Kardi Kardi
NAH NASI BUNGKUS LAGIIIIIIII😄
Kardi Kardi: come on. bungkus nasinyaaaa💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NAHHHH. ADA JAWABAN KAH ?👍
Kardi Kardi: yup. maybeeee💪
total 1 replies
Kardi Kardi
NGINTIP MANINGGGGG😍
Kardi Kardi: ampiunnnn. tip..tipppp🤭
total 1 replies
Asri
Karena memang orang-orang pada takut,🤭
Asri
Alhamdulillah... ada yang penasaran 🤭,
Nurr Tika
knp ga da yg brni nyeritain mg knp sih
Nurr Tika
apaan sih bkin penasaran ja deh
Nurr Tika
liat apa sih kamu fit sampe teriak
Asri: Ternyata pada gak ngeh si Fitri liat apaan 😅kemarin pas di post di apk sebelah juga sama😅mungkin author yang kurang jelas 😁,baiklah nanti diperjelas di bab selanjutnya 😁🙏
total 1 replies
Nurr Tika
lanjut thor
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
NEVER GIVE UP MISSSS💪
Kardi Kardi
melasi kang mamattttt💪
Kardi Kardi: sing sabar kang matttt💪
total 1 replies
falea sezi
lanjut q ksih bunga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!