NovelToon NovelToon
Keturunan Raja Alkemis

Keturunan Raja Alkemis

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di sebuah desa tersembunyi bernama Desa Batu, hiduplah keluarga Chen, keturunan langsung dari Raja Alkemis legendaris yang menguasai rahasia kehidupan dan kematian. Harta terbesar mereka bukanlah emas atau perak, melainkan resep Ramuan Keabadian—cairan mistis yang dapat memberikan kekuatan tak terbatas dan hidup selamanya bagi yang meminumnya.

Namun, kekuatan besar selalu menarik bayangan gelap. Saat Chen Si, pewaris tunggal keluarga itu, baru berusia lima bulan, desa mereka diserang habis-habisan oleh sekelompok manusia bertopeng yang haus kekuasaan. Seluruh klan Chen dibantai tanpa ampun demi merampas rahasia suci itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26: KEMEGAHAN IBU KOTA DAN PERTEMUAN PARA PENGUASA

Di cakrawala yang jauh, sebuah bayangan raksasa perlahan terlihat semakin jelas. Semakin dekat rombongan Chen Si melaju, semakin besar dan megah pemandangan yang terhampar di depan mata.

Menara Langit berdiri tegak menembus awan, tingginya tak terukur, seolah menjadi tiang penyangga seluruh dunia. Di sekeliling dasar menara itu, terbentang kota terbesar, terindah, dan terkuat di seluruh Langit Pertama: Pusat Ibu Kota Kekaisaran Azure.

Dinding kota itu terbuat dari batu kristal hitam yang kokoh, tingginya ratusan meter, dan di atasnya tertanam ribuan tanda siang yang bersinar terang siang malam. Di dalamnya, bangunan-bangunan menjulang tinggi, jalanan lebar terbuat dari marmer berkilau, dan energi spiritual di sini begitu padat hingga terlihat seperti kabut tipis yang melayang di udara.

"Ini... ini Ibu Kota..." gumam Murong Zhan dengan mata berkaca-kaca, rasa takjubnya tak terlukiskan. "Dibandingkan tempat ini, Kota Hujan Jernih kami hanya seperti desa kumuh."

Jenderal Wei yang terbang di samping kereta kencana tersenyum bangga. "Ini adalah jantung dari seratus delapan wilayah, Yang Mulia. Di sini tinggal para bangsawan tertinggi, tetua sekte, dan para penguasa yang memegang nasib jutaan makhluk hidup."

Namun, bagi Chen Si, kemegahan ini hanya sekadar latar belakang biasa. Matanya tertuju lurus pada Menara Langit di tengah, dan pada tekanan-tekanan kuat yang samar namun mematikan yang tersembunyi di balik bangunan-bangunan megah itu.

"Ada banyak makhluk kuat di sini," gumam Chen Si pelan. "Banyak yang menyembunyikan auranya, tapi aku bisa merasakan... setidaknya ada puluhan level Penguasa Langit, dan satu aura yang jauh lebih dahsyat dari semuanya... Itu pasti Kaisar Kekaisaran Azure."

 

Penyambutan Luar Biasa

Begitu rombongan Chen Si masuk ke wilayah udara Ibu Kota, suasana seketika berubah.

Dari gerbang utama kota, keluar ribuan pasukan elit Kekaisaran dengan barisan rapi, diapit oleh para jenderal dan pejabat tinggi. Di depan sekali, melayang sekelompok orang tua berjubah indah yang auranya begitu agung hingga membuat udara sekitar bergetar.

Itu adalah Dewan Tetua Kekaisaran, penguasa di balik layar yang kekuatannya nyaris tak tertandingi di Langit Pertama.

Dan di tengah mereka, melayang sosok pria paruh baya dengan jubah naga emas sembilan cakar, mahkota di kepalanya, dan wajah yang memancarkan wibawa mutlak. Aura tubuhnya begitu stabil dan padat, seolah ia adalah gunung tertinggi yang tak bisa diguncangkan apa pun.

Itu adalah Kaisar Yuan, penguasa tertinggi Langit Pertama, kekuatannya telah mencapai puncak level Penguasa Langit, satu langkah lagi menuju Alam Dewa!

"Yang Mulia Chen Si... Pewaris Darah Naga..." suara Kaisar Yuan bergema lembut namun terdengar jelas di seluruh penjuru kota. "Selamat datang di Pusat Kekaisaran Azure. Kami sudah menunggu kedatanganmu cukup lama."

Kata-kata itu membuat seluruh penonton yang menyaksikan di bawah terkejut hebat.

"Wah! Kaisar sendiri yang datang menyambut!"

"Pewaris Darah Naga?! Jadi kabar itu benar? Dia keturunan klan legendaris itu?!"

"Lihat sikap Kaisar... Dia tidak menyambut seperti tamu biasa, tapi seperti menyambut sesama penguasa setara!"

Chen Si melangkah keluar dari kereta, melayang di udara sendirian menghadapi Kaisar dan para Tetua. Ia tidak membungkuk, tidak berlutut, hanya menatap lurus dengan tenang.

"Kaisar Yuan," sapa Chen Si singkat. "Kau tahu siapa aku?"

Kaisar Yuan tersenyum tipis, matanya meneliti Chen Si dari ujung kepala sampai kaki dengan pandangan yang dalam.

"Sepanjang sejarah, hanya ada satu garis keturunan yang memiliki aura seagung ini dan kekuatan yang bisa menekan makhluk suci sekaligus," jawab Kaisar Yuan pelan. "Selain itu, serangan Gereja Cahaya di perbatasan sudah kami terima laporannya. Fakta bahwa kau bisa memusnahkan pasukan elit mereka sendirian... sudah cukup membuktikan segalanya."

Kaisar Yuan mengulurkan tangan memberi isyarat persahabatan.

"Mari masuk, Yang Mulia. Di sini aman. Gereja Cahaya tidak berani bertindak sembarangan di bawah bayang-bayang Menara Langit ini. Kami punya banyak hal penting untuk dibicarakan."

 

Perjamuan Agung dan Rahasia Terbongkar

Di Istana Utama Kekaisaran, ruangan serbaguna yang sangat luas dan mewah, diadakan perjamuan penyambutan besar. Semua tokoh penting, pemimpin sekte, dan tetua kekuatan besar di Langit Pertama hadir.

Namun, perhatian seluruh mata hanya tertuju pada satu orang: Chen Si.

Ia duduk di sebelah kanan Kaisar, posisi kehormatan tertinggi. Di meja itu, Chen Si bertemu dengan banyak wajah berpengaruh: Ketua Guild Alkemis Agung, Kepala Sekte Pedang Langit, Pemimpin Persatuan Binatang Buas, dan masih banyak lagi.

Di tengah perjamuan, setelah basa-basi selesai, Kaisar Yuan menatap Chen Si dengan tatapan serius.

"Yang Mulia Chen Si, kau pasti bertanya-tanya, mengapa kami begitu menghormati dan melindungimu, padahal keberadaanmu berisiko mengundang amarah Gereja Cahaya," kata Kaisar Yuan pelan, suaranya hanya terdengar di meja utama.

Chen Si mengangguk. "Aku juga penasaran. Menurut pengetahuanku, Klan Naga sudah runtuh ribuan tahun lalu, dan kalian seharusnya tidak ada hubungannya lagi dengan kami."

Kaisar Yuan menghela napas panjang, menatap ke langit-langit ruangan seolah mengingat kenangan lama.

"Benar. Ribuan tahun lalu, Gereja Cahaya dengan bantuan pengkhianat dalam klan sendiri berhasil menghancurkan kejayaan Klan Naga. Tapi... banyak kekuatan besar yang lain tidak setuju dengan tindakan mereka. Namun, kami terlalu lemah untuk melawan. Klan Naga dulu adalah pelindung seluruh alam semesta ini. Tanpa mereka, keseimbangan terguncang, dan kekuatan gelap mulai bergerak bebas."

Kaisar Yuan menoleh kembali ke Chen Si, matanya bersinar penuh harap.

"Kami telah menunggu ribuan tahun... menunggu momen ketika pewaris sejati muncul kembali. Karena hanya Darah Naga Murni yang memiliki kekuatan untuk menembus ke puncak tertinggi, masuk ke Istana Langit Kesembilan, dan menantang Kaisar Dewa Cahaya yang sewenang-wenang menguasai segalanya."

Kata-kata itu membuat Chen Si terdiam. Ternyata, dia bukan sekadar anak buangan yang lari dari musuh, dia adalah satu-satunya harapan bagi seluruh makhluk hidup di alam ini untuk mendapatkan kebebasan kembali.

"Jadi aku... satu-satunya harapan?" tanya Chen Si pelan.

"Benar," jawab Ketua Guild Alkemis Agung yang duduk di seberang. "Selain itu, kami punya kabar buruk. Gereja Cahaya tidak hanya diam. Mereka sudah mengirimkan utusan ke Menara Langit, meminta agar kau ditangkap dan diserahkan kepada mereka dengan alasan 'membawa dosa kuno'."

Chen Si tertawa dingin. "Meminta agar aku diserahkan? Mereka punya nyawa berapa lagi?"

"Tenang saja," potong Kaisar Yuan tegas. "Selama kau ada di sini, tidak ada siapa pun yang bisa menyentuhmu. Kekaisaran Azure dan seluruh kekuatan besar Langit Pertama bersatu mendukungmu. Tapi... ada satu syarat untuk bisa naik ke Langit Kedua."

 

Ujian Menara Langit

Kaisar Yuan menunjuk ke arah luar jendela, ke arah Menara Langit yang menjulang tinggi itu.

"Gerbang menuju Langit Kedua ada di puncak menara itu. Tapi menara itu bukan bangunan biasa. Itu adalah peninggalan zaman kuno, berisi seribu tingkat rintangan dan ujian yang diciptakan oleh leluhur dulu."

"Siapa pun yang ingin naik, harus mendaki dan menaklukkan setiap tingkatnya," lanjut Kaisar Yuan. "Biasanya, hanya mereka yang mencapai level Penguasa Langit yang bisa sampai ke puncak. Kau sekarang berada di level Kaisar Puncak, meski fondasimu jauh lebih kokoh, tapi tetap saja... ini akan sangat sulit."

Chen Si berdiri tegak, matanya berkilat penuh semangat dan tantangan.

"Sulit? Itu baru namanya petualangan," jawabnya tegas. "Kapan aku bisa mulai?"

Kaisar Yuan tersenyum puas melihat keberanian itu. "Besok pagi. Seluruh tokoh penting akan hadir menyaksikan. Dan... utusan Gereja Cahaya juga akan datang mengawasi. Mereka berharap kau mati di dalam ujian itu."

"Biarkan mereka menonton," jawab Chen Si santai namun tajam. "Aku akan mendaki menara itu sampai ke puncak, lalu aku akan membuat mereka menelan kembali kata-kata mereka sendiri."

 

Malam Sebelum Pendakian

Malam itu, Chen Si berdiri di balkon kediaman mewah yang disiapkan khusus untuknya. Angin malam bertiup lembut, membawa aroma bunga-bunga langka khas Ibu Kota. Di tangannya, ia memegang Kompas Peta Emas peninggalan Golem itu. Jarum kompas itu kini berputar perlahan, menunjuk tepat ke arah Menara Langit.

"Besok... segalanya dimulai," gumam Chen Si pelan.

Di belakangnya, Yue Yao, Leng Tian, Murong Zhan, dan Raja Harimau Putih berdiri dengan sikap hormat. Mereka tahu, besok adalah hari penentuan nasib tuan mereka, sekaligus nasib seluruh dunia.

"Yang Mulia," kata Yue Yao lembut. "Apa pun yang terjadi di dalam sana, kami akan menunggu di sini. Kami percaya... tidak ada rintangan yang bisa menghentikan langkahmu."

Chen Si tersenyum, menoleh dan menepuk bahu mereka satu per satu.

"Tunggu aku kembali dari puncak menara. Saat aku turun nanti... aku akan membawa berita bahwa era baru telah dimulai."

Di kejauhan, di wilayah kediaman terlarang Gereja Cahaya di Ibu Kota, sosok berjubah putih dengan lambang matahari di dadanya tersenyum dingin menatap Menara Langit.

"Naiklah, anak muda... Semakin tinggi kau mendaki, semakin sakit rasanya saat kau jatuh nanti. Menara itu bukan hanya ujian kekuatan... tapi juga ujian jiwa dan masa lalu. Dan kau... punya banyak sekali masa lalu kelam untuk kau hadapi."

1
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
😇😇😇😇😇😇😇😇😇
Tamima II
👍👍👍👍👍👍💪💪💪💪💪💪 bantai....
Tamima II
😂😂😂😂😂😂😂👍👍👍👍👍
Tamima II
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Tamima II
👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥👍👍👍👍👍👍
Tamima II
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪🔥🔥🔥🔥🔥🔥🔥
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍
mengejar cahaya
terimakasih saran nya nanti saya perbaiki.🙏🙏🙏
Tamima II
💪💪💪💪💪💪💪💪💪
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
waaahhh akan ada pembantaian
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!