Takdir membawa seorang gadis yang polos harus mengorbankan masa mudanya demi kesembuhan sang nenek.
Tawaran dari majikan tempat ia bekerja sangat menggoda. Dengan berbagi pertimbangan gadis itu menyetujui tawaran majikanya.
"Lahirkan seorang cucu buat saya."
"Cucu, bagaiman caranya nyonya?" tanya gadis yang bernama Laras.
"Meniakh dengan putra saya."
"Tapi tuan muda bukanya sudah punya istri nyonya, harusnya yang melahirkan seirang anak itu istrinya." sanggah Laras.
"Kalau dia mau saya tidak akan menawari kamu."
Laras yang sangat membutuhkan uang untuk biaya pengobatan neneknya menandatangi kontrak dari majikanya.
Apakah hidup Lars akan bahagia atau sebaliknya.
Di tunggu komentar dari kk² semua😘😘🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ima susanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 12
"Halo tuan." ujar seorang wanita dari ujung kabel.
"Ya ada apa, bi?" tanya suara lelaki di seberang.
"Tadi nyonya datang ke rumah, tuan." adu bibik.
"Mama." tebak lelaki itu.
"Bukan tapi Nyonya Mila." jawab bibik.
"Ngapain dia ke rumah, bik?" tanya lelaki itu.
"Saya juga kurang tau, tuan. Tapi saat nyonya udah pulang saya lihat nona Laras sepertinya menangis." tambah bibik.
"Kok bisa, apa bibik ga tau penyebabnya apa?"
"Tidak tuan, tadi saya kedapur sebentar membuat jus untuk nyonya dan meninggalkan non Laras berdua dengan nyonya, saat kembali nyonya pulang dan non Laras nampak meneteskan air mata.
"Baik, bik. Makasih infonya." Dafa langsung memutuskan sambungan telpon.
Lelaki itu memijit pelipisnya yang terasa berdenyut oleh ulah istri pertamanya. Dafa mengambil ponselnya dan langsung menghubungi istrinya.
"Ada apa, mas?" jawab Mila saat mengangkat panggilan dari suaminya.
"Kamu tadi habis dari mana?" tanya Dafa.
"Ga kemana - kemana, mas. Aku dari tadi di rumah." bohong Mila.
"Beneran, Kamu ga lagi berbohong?"
"Ti - tidak mas. " Mila menjawab dengan gagap.
"Saya tau Kamu berbohong, Kamu habis dari rumah Laraskan?" bentak Dafa.
"Itu - Itu...." Mila tidak bisa melanjutkan katanya karna rasa bersalah.
"Kamu taukan kalau saya tidak suka orang yang berbohong. Cepat jelaskan, ngapain kamu menemui Laras?" tanya Dafa frustasi.
"Jadi babu itu udah mengadu." tuding Mila.
"Dia tidak pernah mengadu, ada yang memberitahu aku kamu yang datang dan membuat kekacauan."
"Aku cuma memberitahu tugas dan posisi dia."
"Kamu cemburu?"tanya Dafa setengah mengejek.
"Siap yang cemburu, enak saja. Aku cuma mau mas adil terhadap kami. Sikap abai kamu yang membuat aku jadi begini." jelas Mila dengan suara lemah.
"Cih, cuma karna itu. Kamu kan sudah tau perjanjian itu sedari awal, andai saja kamu mau tentu ini tidak akan pernah terjadi." Dafa memijit keningnya, tak habis pikir dengan pikiran picik Mila.
"Maaf." ucap Mila.
"Lain kali kalau mau berbuat sesuatu pikirkan dulu, jangan mengacaukan apa yang sudah kita sepakati. Kalau mama tau, Kamu tau sendiri orangnya seperti apa."
"Jangan kasih tau mama, beres." ujar Mila santai.
"Tidak sesimpel itu, Mila. Mama itu orangnya ada dimana - mana, aku yakin mama pasti sudah mendengar ulah kamu." tekan Dafa kesal.
Mama Dafa bukanlah wanita lembut seperti wanita kebanyakan. Sifat mama keras dan susah untuk di bantah. Sifat itulah yang menurun pada Dafa sehingga tak salah orang - orang mengenal Dafa pengusaha berdarah dingin.
Mama tidak akan mentolerir kesalahan sekecil apapun. Termasuk apa yang Mila lakukan pada Lidia. Dafa yakin mamanya pasti akan murka dan akan membuat perhitungan dengan Mila cepat atau lambat.
Dafa mematikan sambungan telponnya. Kepalanya bertambah pusing jika lama - lama berbicara dengan Mila.
"Punya istri dua bukanya bahagia malah makin pusing." gumam Dafa lirih. Lelaki memilih melanjutkan pekerjaannya dan mengabaikan masalah Mila.
Sementara itu Laras yang telah bisa menguasai hatinya yang terasa sakit. Di awal ia memang mencoba tak peduli tapi makin kesini makin ia merasakan ada sesuatu di hatinya. Sesuatu yang tak ia mengerti.
Apakah Lidia sudah mulai jatuh ke dalam pesona Dafa? Makanya ia merasakan hatinya sesakit itu.
...****************...
Assalamualaikum kk
Di tunggu saran dan masukannya serat jangan lupa tinggalkan jejak berupa like dan komen serta vote yang banyak biar thor semakin semangat untuk melanjutkannya bab berikutnya 😘🙏😘🙏