NovelToon NovelToon
TERJERAT

TERJERAT

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / Anak Genius
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aris Tea

" Nak. Ayo kita pulang, tak baik loh melamun di waktu senja, apalagi kamu melamun nya di bawah pohon randu." Tegur wanita tua, lembut dan tersenyum hangat kepada pemuda berusia 20 tahun.

" Ehk. Nek... Ayo.." Jawab pemuda itu tak beraturan ucapannya. Lalu bangkit dari tempat duduk di bawah pohon itu.

" Kamu kenapa Nak. Akhir akhir ini Nenek perhatikan kamu suka melamun seorang diri?"

" Gak kenapa-kenapa kok Nek." Jawab nya.

" Hmmmmmmm.." Gumam Nenek tak puas dengan jawaban dari pemuda yang kini berjalan berbarengan pulang ke rumah nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aris Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

EPISODE 35: RAHASIA DI BALIK SEMAK

Intan masih berdiri di tempat, wajahnya menunjukkan campuran emosi yang kompleks mata nya masih sedikit berkaca-kaca, namun kini ada rasa ketegangan yang muncul di dahinya. Dia menghela napas panjang, lalu menunduk perlahan sambil mengusap kedua paha untuk menenangkan diri.

"Kau benar, Ngit," ucap Intan dengan suara yang lebih tenang namun penuh beban. Wajahnya tampak seperti sedang berjuang dengan dirinya sendiri – terkadang melihat langsung ke mata Langit, terkadang menghindari pandangan. "Aku tahu kamu hanya ingin membantu. Tapi... masa lalu ku itu tidak sesederhana yang kamu kira. Aku terjebak dalam sesuatu yang tidak bisa kuhindari sendirian."

Dia mengangkat wajah, ekspresi nya kini berubah menjadi lebih tegas, meskipun masih ada rasa ragu yang tersembunyi di dalamnya. "Aku akan berpikir tentang janji itu. Tapi untuk sekarang, izinkan aku menyelesaikan urusan dengan suamiku dulu. Aku tidak ingin kamu terlibat dalam masalah yang hanya akan merusak nama baikku."

Sementara itu, di balik rumah Nenek Wati, Rio bersembunyi di balik semak tinggi sambil memegang alat pemantau suara kecil yang diberikan oleh Langit. Tangannya sedikit gemetar saat mengatur volume, mata nya fokus pada layar kecil yang menunjukkan sinyal koneksi. Tiba-tiba, suara dari telepon yang sedang dihubungkan terdengar jelas:

"Halo... Iya, ini aku Wati," suara Nenek Wati terdengar dari alat pemantau, nada suaranya jauh lebih serius dari biasanya. "Sudah siapkah kamu untuk tahap berikutnya? Intan harus segera keluar dari jeratan itu sebelum dia terjerat lebih dalam... Dan tentang bocah Langit – dia sudah mulai menyadari segalanya. Kita tidak bisa menyembunyikannya lagi."

Rio segera mengeluarkan buku catatan kecil dan menulis dengan cepat setiap kata yang terdengar. Alisnya terangkat tinggi, ekspresi wajahnya penuh kejutan dan sedikit khawatir. Dia tidak menyangka bahwa Nenek Wati ternyata sedang berkomunikasi dengan orang lain tentang Intan dan Langit.

"Ya, aku tahu risikonya mas," lanjut suara Nenek Wati dari telepon. "Kita harus menjaga dia agar tidak terlalu jauh melangkah. Tapi jika dia benar-benar bisa membantu Intan dan menyelamatkan tanah kampung... mungkin ini adalah jalan yang sudah diatur."

Di halaman depan rumah, Intan masih sedang berbicara dengan Langit. "Nenek biasanya keluar ke belakang rumah untuk merawat tanaman pagi-pagi begini. Aku tidak tahu kenapa hari ini dia belum muncul," ucap Intan sambil melihat ke arah belakang rumah, tidak menyadari bahwa Rio sedang bersembunyi di sana.

Langit mengangguk perlahan, namun hatinya sudah mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres. Dia menyadari bahwa Rio harus sudah mulai melakukan tugas pemantauan dan jika ada sesuatu yang penting, Rio pasti akan memberitahunya segera.

"Baiklah Teh, aku pamit dulu, pesan dari nenek udah Langit sampaikan dan keinginanku untuk memasukkan si kembar sudah di katakan, hanya satu yang belum di acc oleh Teh Intan?"

Intan berkerut kening nya ada hal lain yang belum tercapai oleh Langit dariku." Apa itu Ngit.?" Intan bertanya dengan nada serius.

Langit tersenyum penuh arti, tubuhnya bersiap setelah mengatakannya dia yakin dia pasti akan sangat kesal dan sapu lidi di sampingnya itu akan di jadikan senjata untuk memukul ku."

"MENCIUM BIBIRMU."HAHAHAHA............

Langit langsung menggunakan jurus kaki seribu, benar apa yang ada di pikirannya Intan langsung kesal berteriak memaki Langit seraya melayangkan sapu lidi nya.

"LANGIT BOCAH SABLENG, JANGAN LARI KAMU.!

Sapu lidi menjadi korban di pagi hari melayang jauh ke arah Langit yang lari terbirit-birit, hal itu menjadi tontonan menarik bagi Rio dan empat anak buahnya, perbedaan antara serius dan polos ada dalam diri Langit.

Wajah Intan yang masih terlihat kesal oleh sipat jahilnya Langit, tiba tiba suara yang begitu familiar menegurnya.

"Teh Intan, kenapa kok?"

Intan langsung membalikkan badannya yang sedari awal melihat ke pintu masuk rumah nenek Wati, ia begitu kesal sapu lidi yang di lempar ke arah Langit tak mengenai nya, bahkan Langit secara terang-terangan mengejek Intan dengan menjulurkan lidahnya.

"Eh Bu Sri, habis dari mana?" Intan tersenyum setelah mengatur pernafasan nya.

"Biasa Teh, habis dari pasar belanja untuk warung, biasanya Dewi yang belanja, namun tiba-tiba Dewi ada urusan yang mendadak ke ibukota berangkat tadi malam.

"Teh Intan kenapa, kok tampak kesal raut wajahnya?" Sri bertanya.

"Ah biasa Bu, bocah sableng, bocah edan, pagi pagi dah membuat ku kesal, tau kan bu Sri jika Langit sudah masuk mode awalnya, ampun jailnya minta ampun.!

Walaupun pernafasan sudah berangsur reda namun mimik wajah kesal Intan belum kembali ke semula, itu membuat Bu Sri tersenyum ada rasa kesenangan tersendiri baginya, dia juga ingin dekat dengan Langit namun karna jarak rumahnya yang cukup jauh dan status nya masih menggantung, beda dengan Intan yang sebentar lagi dia akan berstatus Janda.

"Sabar Teh Intan, Langit memang seperti itu sifat dan karakter nya, namun tumpuan permasalahan yang sudah di lalui nya, kita bisa membacanya bahwa Langit mempunyai dua sisi yang berbeda. Aku malah iri sama Teh Intan yang begitu dekat sama Langit, di perhatikan semua nya, ketika rumah tangga sedang tidak baik baik saja, sedangkan aku, teh Intan tahu sendiri.

Ucapan dari Sri cukup masuk akal dan jika yang di lakukan oleh Langit itu hanya sebatas candaan kenapa aku harus kesal, harusnya aku bahagia dan mungkin menanggapinya itu lebih baik." Intan berpikir dalam otaknya.

"Bu Sri masuk dulu yuk, kita ngobrol di dalam." Ajak Intan, namun langsung di tolak oleh Sri.

"Pengennya Teh Intan, masuk, mengobrol banyak hal berbagi cerita, mungkin beban di antara kita akan berkurang dan jalan ke depan akan semakin terbuka, tapi untuk hari ini aku sungguh-sungguh tak bisa, karna di rumah Ibuku, tidak ada siapa-siapa dan aku sedang buru buru takut Putri anakku keburu bangun.

Sri sedikit kecewa, ketika Intan mengajak nya untuk masuk mengobrol itu, hal yang di inginkan olehnya, namun keadaan tak memungkinkan untuk hari ini yang penuh kesibukan.

"Oh begitu ya bu Sri, tak apa-apa masih banyak waktu kok, pintuku terbuka untuk bu Sri." Intan tersenyum hangat.

Terima Kasih Teh Intan, kalau begitu saya pamit pulang."

Intan tersenyum seraya mengangguk, Sri lanjut melangkah berjalan melewati rumah nenek Wati, sesaat menoleh ke arah rumah yang ia lewati, berharap Langit ada melihat nya menyapa dirinya, namun harapan tak sesuai dengan kenyataan, pintu rumah tertutup Sri pun melangkah dengan cepat kembali ke rumah ibunya.

Setelah insiden di hari minggu itu, Sri memutuskan untuk pinda ke rumah ibunya membawa Putri satu satunya, sedangkan suaminya saat ini masih buronan bersama Jaji suami Intan, tadinya ia ingin mempertahankan hubungan bersama suaminya walaupun kejahatannya telah terungkap, namun seiring waktu dan banyak wanita wanita yang menjadi korban suaminya itu, Sri pun tak tahan ia langsung pindah dari rumah yang telah ia tempati bersama suaminya dalam kurun lima tahun.

CATATAN PEMBACA:

SESUDAH MEMBACA JANGAN LUPA KLIK LIKE YA!

SYUKUR-SYUKUR DAPAT VOTE DAN GIFT KALAU KALIAN SUKA DENGAN CERITA INI.

JANGAN LUPA JUGA ADD KE LIBRARY / FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN UPDATE SELANJUTNYA!

SALAM DARI ANAK KAMPUNG,

ARIS.

Bersambung.

1
Neng
🤭🤭🤭🤭🤭
Neng
lumayan
Neng
👍👍👍👍
Tuyul
🤣🤣🤣🤣
Tuyul
😍😍😍😍
sitanggang
muter2 kek gangsing 🙄😵😵‍💫
RAJA CHAN
sangat bagus
Tuyul
menarik
Tuyul
👍👍👍
Aden
ayam dasar lemah
Aden
lumayan menarik
Robet
🤭🤭🤭🤭🤭 lumpur Lapindo
Aris Nugraha
🤣🤣🤣
Aris Nugraha
keren kak
Robet
🤣🤣🤣
Robet
keren
Aisyah Suyuti
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!