NovelToon NovelToon
BOS KU Ternyata JODOHKU??

BOS KU Ternyata JODOHKU??

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Beda Usia
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Yurnalis Lidar0306

Menghilang selama lima belas tahun, ia akhirnya kembali karena tuntutan pekerjaan. Luka masa lalu mengajarkannya bahwa apa yang bukan milikmu, tak akan pernah bisa dipaksa menjadi milikmu. Kini ia hadir dengan versi terbaik, bertekad menjalani hidup lebih dewasa.

Namun, takdir justru mempertemukannya dengan sosok menyebalkan yang menjadi atasannya. Kesabaran pun terus diasah karena harus bertemu setiap saat.

Lantas, mampukah benih cinta tumbuh di antara pertemuan mereka? Atau justru mereka akan tetap memilih jalan masing-masing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode-26

Satu bulan kemudian...

Waktu terus berjalan. Luka fisik di tubuh Nara sudah sembuh total, dan mentalnya pun sudah jauh lebih kuat dan tegar. Meskipun terkadang mimpi buruk masih sempat menghampiri, namun kehadiran Arkan selalu berhasil membuatnya merasa aman kembali.

Nara kembali berkerja sebagai sekretaris, meski sebenarnya Arkan sudah melarang tapi Nara kekeh tetap ingin bekerja.

"Pokoknya aku nggak mau! Kamu harusnya istirahat total di rumah! Ngapain sih capek-capek kerja lagi? Kan aku bisa nafkahin kamu sepenuhnya!" gerutu Arkan sambil melipat tangan di dada, wajahnya cemberut tidak setuju.

Nara tersenyum tipis sambil merapikan berkas di meja dengan rapi. Ia terlihat lebih anggun dari sebelumnya, memakai kacamata dan setelan blazer yang membuatnya terlihat sangat profesional.

"Aku tahu kamu sayang dan mampu, Kan," jawab Nara lembut namun tegas. "Tapi aku ini wanita pekerja. Aku ingin tetap produktif, ingin tetap berguna, dan... aku juga nggak mau terlalu bergantung sama kamu terus. Lagian kan kita belum nikah, aku masih bawahan kamu."

Plak!

Arkan menepuk pelan dahinya sendiri frustrasi. "Ah dasar wanita keras kepala! 'Belum nikah' katanya! Itu juga karena kamu yang lama banget sembuhnya! Tapi oke deh... kalau kamu memang mau kerja, ada syaratnya!"

"Apaan?" tanya Nara sambil mengernyit.

"Pertama, aku nggak akan pernah ngebiarin kamu lembur sendirian. Kalau kamu lembur, aku ikut lembur nemenin. Kedua, jangan pernah mau diantar atau dijemput orang lain selain aku atau bodyguard. Dan ketiga..." Arkan mendekatkan wajahnya ke arah Nara, berbisik lembut, "...di dalam ruangan atau pas lagi sendirian, nggak ada Bos dan Sekretaris. Cuma ada aku dan kamu."

Nara tertawa kecil, pipinya merona. "Iya iya... manja banget sih jadi pacar."

Mereka berdua masih berstatus pacaran, namun kedekatan mereka sudah sedekat suami istri. Arkan sangat protektif, bahkan sekarang lebih parah dari sebelumnya. Dimana pun Nara bergerak, mata Arkan selalu mengawasi.

Tapi suasana kantor terasa berbeda. Tidak ada lagi Sarah yang menyebalkan, tidak ada lagi ancaman. Semua karyawan juga sudah tahu betapa spesialnya Nara di mata Bos mereka, sehingga mereka memperlakukan Nara dengan sangat hormat dan takzim.

"Yaudah aku masuk dulu ya, mau siapin presentasi," kata Nara berdiri mengambil berkas.

"Hati-hati sayang..." ucap Arkan lembut, lalu mencuri kecupan cepat di pipi wanita itu sebelum Nara sempat menepis.

"Eh! Di kantor lho!" seru Nara kaget sambil memegang pipinya yang merah.

"Gapapa, kan lagi nggak ada orang," senyum Arkan nakal. "Ayo kerja, Bu Calon Istri."

 ______

Hari itu Delvin grop kembali mengadakan pertemuan dengan perusahaan milik Dimas.

Seharusnya yang datang pewakilannya.. Tapi ini..

Ruangan meeting terasa hening dan formal. Di hadapan Arkan dan Nara, duduklah Dimas dengan senyum lebar yang tak lepas dari wajahnya. Pria itu sengaja datang sendiri, memanfaatkan momen ini untuk bisa bertemu langsung dengan Nara.

"Akhirnya. kita ketemu lagi ya. Apalagi yang jadi penanggung jawabnya tetap Nara," ucap Dimas manis, matanya terus menatap Nara dengan tatapan kagum yang tak disembunyikan. "Ngomong ngomong kamu makin cantik dan sehat aja ya Nar,gimana kabar kamu?"

Nara tersenyum sopan namun sangat menjaga jarak. Ia duduk tegap, tidak menatap lama, dan tangannya sibuk memegang pulpen serta catatan.

"Terima kasih, Pak Dimas. Kabar saya baik. Mari kita langsung bahas poin-poin kerjasamanya saja agar cepat selesai," jawab Nara singkat, dingin, dan profesional total. Tidak ada lagi bercanda atau basa-basi manja seperti dulu.

Dimas sedikit terkejut dengan perubahan sikap Nara. Tapi ia belum menyerah, ia berpikir mungkin disamping wanita itu ada bos nya yang galak,maka dari itu Nara menjaga keprofesionalnya..

"Iya-iya siap. Tapi... boleh minta nomor WhatsApp baru gak Nar? Yang lama kayaknya gak aktif deh. Aku mau tanya-tanya soal detail proyek ini, takut salah komunikasi," celetuk Dimas, jelas mencari alasan.

Belum sempat Nara menjawab, suara Arkan yang datar dan berwibawa langsung memotong.

"Komunikasi bisnis cukup lewat email resmi atau melalui Asisten pribadi saya di sini, Pak Dimas. Dan untuk urusan teknis, tim saya yang akan menangani," potong Arkan tegas. Matanya menatap tajam ke arah Dimas, seolah berkata 'Jangan berani-berani'.

Arkan lalu menyandar di kursinya, lalu dengan santai meletakkan tangannya di belakang kursi Nara, posisi protektif yang jelas sekali menunjukkan siapa pemilik wanita itu.

Nara pun semakin paham situasinya. Ia sadar betul posisinya sekarang. Ia adalah wanita yang dimiliki oleh Arkan Delvin. Jadi ia harus menjaga kehormatan dirinya dan menjaga perasaan pacarnya itu.

"Maaf Pak Dimas, seperti kata Pak Arkan, semua komunikasi lebih baik lewat jalur resmi saja agar tercatat dengan baik," tambah Nara lembut tapi jelas menolak. "Saya juga tidak ingin ada kesalahpahaman."

Dimas tersenyum kecut, baru sadar kalau tembok pertahanan Nara sekarang setinggi langit. Wanita itu benar-benar menjaga jarak aman dengan semua pria, termasuk dirinya.

"Oh... oke deh. Mengerti, mengerti," jawab Dimas pasrah. "Ternyata Bu Nara sekarang jadi sangat setia dan disiplin ya. pantas Pak Arkan protektif sekali."

Rapat pun berlanjut dengan lancar. Sepanjang pertemuan, meski Dimas sesekali masih mencoba melirik atau mencari perhatian, Nara tetap fokus pada dokumen, tidak pernah menatap balik dengan tatapan yang bisa disalahartikan.

Setelah rapat selesai dan Dimas pamit pulang...

Suasana di ruangan kembali menjadi hangat dan romantis.

Arkan langsung berdiri dan mendekati Nara, memeluk pinggang wanita itu dari belakang sambil menggesekkan wajahnya ke leher Nara.

"Hhh... bangga banget punya pacar," bisik Arkan puas. "Tadi kamu keren banget sayang. Tegas, dingin, dan setia. Aku suka banget liat kamu jaga jarak gitu sama cowok lain."

Nara tertawa kecil sambil membalas pelukan tangan pria itu di perutnya.

"Kan emang harus begitu. Aku kan milik kamu. Jangan sampai ada yang bisa godain aku lagi, atau kamu yang cemburu buta nanti," jawab Nara manja.

"Nah gitu dong... makanya cepet nikah biar resmi jadi milikku selamanya," goda Arkan lagi.

_______

Sore itu, Nara duduk seorang diri di sebuah Cafe yang berseberangan dengan kantor Delvin grop, Ayu dan Mona tidak ada karena keduanya ada kepentingan dengan keluarga masing masing, sedangkan Arkan pria itu sejak siang tadi sudah pamit untuk melakukan pekerjaan ke luar kota bersama asistennya, Arjun.

Saat tengah melamun, tiba tiba seseorang datang..

"Permisi, boleh saya duduk disini,tempat lain udah penuh??"

Nara tersentak,ia Mendongak dan melihat seorang perempuan yang sekiranya berumur 30 tahunan,berdiri didepannya dengan senyum manis.

"Oh..iya silahkan!" Nara menggeser barangnya agar perempuan itu bisa duduk.

Wanita itu tersenyum lalu ikut duduk..

"Hai salam kenal,Amira!"

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!