NovelToon NovelToon
Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Transmigrasi Si Jagoan Silat: Maaf Bos, Gue Bukan Mesin Pembuat Anak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Action / Wanita perkasa / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Komedi
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Siti Alesia, anak jawara silat yang tewas konyol, terbangun di tubuh Permaisuri Alessia—wanita lemah yang dijadikan "mesin pembuat anak" dan ditindas hingga mati oleh selir licik.
​Tapi mereka salah sasaran. Alesia bukan wanita yang bisa menangis! Dengan mulut pedas dan jurus Golok Seliwa, ia mengobrak-abrik aturan kolot istana. Selir yang meracuninya? Dibanting sampai encok! Ibu Suri yang galak? Dibuat kicep lewat diplomasi sambal terasi!
​Raja Magnus yang sedingin es dan sekaku kanebo kering pun dibuat meleyot. Sang penguasa kini sadar; istrinya bukan lagi pajangan, melainkan macan betina yang siap membelah siapa pun yang berani menyentuh harga dirinya.
​"Bang Magnus, jangan kaku-kaku amat! Mending latihan silat sama gue, biar otot lu kaga karatan!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24: Mission Impossible: Operasi Air Bersih

​Halaman belakang Paviliun Mawar yang biasanya tenang kini berubah menjadi kamp pelatihan dadakan. Sepuluh pelayan wanita terpilih, termasuk Lily, berdiri berbaris dengan pakaian yang sudah dimodifikasi—rok mereka diikat lebih tinggi agar tidak menghalangi langkah, dan rambut mereka dicepol kencang.

​Alesia berdiri di depan mereka dengan memegang sebilah kayu pendek, bergaya seperti instruktur komando.

​"Dengerin ya, Ibu-ibu, Nona-nona! Jadi mata-mata itu bukan cuma soal pinter nguping pas lagi cuci piring," teriak Alesia dengan suara lantang. "Kalian harus punya kaki yang lincah kayak kucing, kuping yang tajem kayak radar, dan muka yang lempeng kayak tembok kalau lagi bohong. Paham?!"

​"Paham, Gusti Permaisuri!" sahut mereka serempak, meski beberapa masih terlihat gemetar.

​"Oke, sekarang kita latihan gerakan dasar. Ikutin gue! Satu... dua... tunduk! Tiga... empat... lari zig-zag!" Alesia memperagakan gerakan menghindari serangan sambil sesekali menyelipkan gerakan squat jump. "Ini namanya jurus 'Emak-emak Ngejar Diskon', sangat berguna buat nyelip di antara kerumunan tanpa dicurigai!"

​Magnus, yang kebetulan lewat untuk menuju ruang kerja, berhenti sejenak di balik pilar. Ia memperhatikan istrinya yang sedang bersemangat mengajari para pelayan cara berguling di atas rumput.

​"Apa yang sebenarnya dia ajarkan pada mereka?" bisik Magnus pada ajudannya, Jenderal Kael—yang kini sudah sembuh dan menjadi pengawal setia Alesia.

​"Sepertinya itu teknik mobilisasi cepat, Yang Mulia," jawab Kael dengan dahi berkerut. "Sangat tidak ortodoks, tapi saya akui, gerakan itu menutup celah pertahanan bawah dengan sangat baik."

​Magnus hanya menggelengkan kepala sambil tersenyum tipis sebelum melanjutkan langkahnya.

​Tiga jam setelah latihan selesai, saat para pelayan sedang beristirahat sambil mengelap keringat, seorang pelayan muda bernama Mita berlari mendekati Alesia dengan wajah pucat.

​"Gusti... Gusti Permaisuri," bisik Mita sambil terengah-engah. "Hamba... hamba tidak sengaja mendengar percakapan dua penjaga di dekat Menara Air Pusat saat hamba sedang menjemur kain."

​Alesia langsung berubah serius. Ia mengajak Mita ke sudut yang lebih sepi. "Ngomong pelan-pelan. Apa yang mereka bilang?"

​"Mereka bilang... 'malam ini, setelah lonceng ketiga, pastikan kantongnya larut sempurna'. Mereka juga menyebut soal 'persembahan terakhir untuk menteri yang jatuh'," lapor Mita dengan suara bergetar.

​Alesia mengepalkan tangannya. "Sialan! Mereka mau ngeracunin sumber air seluruh istana? Itu mah pembunuhan massal!"

​Alesia langsung berpikir cepat. Jika ia melapor pada Magnus sekarang, Magnus pasti akan mengerahkan pasukan besar, dan itu akan membuat para pelaku kabur atau justru mempercepat aksi mereka.

​"Lily! Mita!" panggil Alesia. "Ganti baju kalian pake pakaian serba hitam yang gue suruh bikin kemaren. Kita bakal ngelakuin operasi rahasia. Operasi 'Aer Galon'."

​Malam itu, setelah lonceng ketiga berbunyi, suasana istana sangat sunyi. Menara Air Pusat Orizon berdiri megah di bagian tertinggi kompleks istana, mengalirkan air ke seluruh paviliun melalui pipa-pipa batu kuno.

​Tiga sosok bayangan bergerak lincah di balik semak-semak. Alesia memimpin di depan, mengenakan pakaian ketat hitam dan penutup wajah—gaya ninja Depok.

​"Gusti, hamba takut," bisik Lily yang merayap di belakangnya.

​"Sstt! Jangan berisik. Inget latihan tadi pagi, jalannya jinjit, jangan sampe ada suara daun kering patah," perintah Alesia.

​Di atas menara, terlihat dua orang penjaga yang gerak-geriknya sangat mencurigakan. Salah satu dari mereka mengeluarkan kantong kulit kecil berisi serbuk berwarna ungu gelap.

​"Begitu serbuk ini masuk, dalam satu jam seluruh orang di istana akan tertidur selamanya," ucap salah satu penjaga itu dengan suara rendah yang licik.

​"Cepetan tuang! Sebelum patroli lewat!" sahut temannya.

​Alesia memberikan kode tangan pada Lily dan Mita. "Kalian berdua lempar batu ke arah kanan buat pengalihan. Gue bakal masuk dari kiri."

​PLUK! PLUK!

​Suara lemparan batu membuat kedua penjaga itu menoleh serentak. "Siapa di sana?!"

​Tepat saat itu, Alesia melompat dari balik tong kayu besar. Tanpa menggunakan Golok Seliwa-nya—karena ia tidak ingin ada pertumpahan darah yang berisik—ia menggunakan teknik kuncian tangan.

​HUP! CIAAT!

​Alesia menghantam tengkuk penjaga pertama dengan pinggiran telapak tangannya, membuatnya langsung tersungkur pingsan. Penjaga kedua kaget dan mencoba mencabut pedangnya, tapi Alesia lebih cepat. Ia menendang tangan penjaga itu, lalu melakukan gerakan putaran kaki yang menyapu tumpuan lawan.

​BUGH!

​Penjaga kedua jatuh terlentang. Alesia langsung mendudukinya dan mengunci lehernya dengan lengan. "Jangan gerak atau gue bikin lu tidur sampe tahun depan!"

​"A-ampun! Siapa kau?!" rintih penjaga itu.

​"Gue? Gue adalah mimpi buruk lu malam ini," desis Alesia. "Lily! Sini! Ambil kantong racunnya!"

​Lily berlari maju dan segera mengamankan kantong ungu itu sebelum sempat jatuh ke dalam tandon air.

​Tiba-tiba, lampu obor menyala dari segala arah. Magnus muncul bersama pasukan Batalyon Emas, pedangnya sudah terhunus.

​"Lepaskan dia, Alessia," perintah Magnus dengan suara yang menggelegar.

​Alesia mendongak, kaget. "Bang! Lu... lu kok tau gue di sini?"

​Magnus berjalan mendekat, ia melihat kedua penjaga yang sudah dilumpuhkan istrinya, lalu menatap penampilan Alesia yang mirip pencuri malam. "Kau pikir aku tidak menempatkan Kael untuk menjagamu dari jauh? Tapi aku tidak menyangka kau akan melakukan aksi senekat ini."

​Magnus mengambil kantong racun dari tangan Lily, mencium baunya sesaat, lalu wajahnya berubah menjadi sangat dingin. "Ini adalah racun Bunga Kematian. Jika ini larut, besok Orizon tidak akan memiliki penghuni lagi."

​Magnus menatap Alesia, amarahnya kali ini kalah oleh rasa syukur yang luar biasa. Ia menarik Alesia berdiri dan langsung memeluknya di depan seluruh prajurit.

​"Bang... malu, Bang. Gue lagi bau keringat nih," protes Alesia pelan, meski ia membalas pelukan itu dengan erat.

​"Aku tidak peduli," bisik Magnus di telinganya. "Kau baru saja menyelamatkan kerajaanku sendirian. Lagi."

​Kembali di paviliun, suasana jauh lebih santai meski tengah malam. Magnus duduk di tepi tempat tidur sementara Alesia sibuk membersihkan arang dari wajahnya.

​"Jadi," Magnus memulai pembicaraan, "siapa yang memerintahkan mereka?"

​"Menteri Pekerjaan Umum, Bang. Penjaga tadi langsung nyanyi pas gue ancem bakal gue kasih liat 'muka asli' gue kalau lagi marah," jawab Alesia sambil terkekeh. "Ternyata mereka semua masih pengikut setia menteri buncit kemarin."

​Magnus menghela napas. "Pembersihan ini akan memakan waktu lama. Tapi dengan 'Mata-Mata Mawar'-mu, sepertinya segalanya akan lebih mudah."

​Alesia berbalik, menatap Magnus dengan serius. "Bang, gue sadar satu hal. Kerajaan ini indah, tapi dalemnya banyak uletnya. Gue kaga mau lu kerja sendirian. Biar gue yang urus urusan 'bawah tanah', lu fokus urus kebijakan yang bikin rakyat seneng. Kita duet maut, gimana?"

​Magnus tersenyum, ia menarik tangan Alesia dan mengecupnya. "Duet maut ya? Istilah yang aneh, tapi aku menyukainya. Tapi satu hal, Siti..."

​"Apaan?"

​"Pakaian hitam ketat ini... jangan pernah kau pakai di depan pria lain selain aku. Kau terlihat terlalu... berbahaya," ucap Magnus dengan nada yang sedikit menggoda.

​Alesia merona merah. "Dih! Dasar raja posesif! Udah ah, gue mau tidur. Besok gue mau ngajarin Lily jurus 'Tendangan Tanpa Bayangan'!"

​Magnus tertawa, ia mematikan lampu minyak di kamar itu. Di bawah kegelapan, ia tahu bahwa tantangan akan terus datang, tapi selama ada "wanita ajaib" dari Depok ini di sampingnya, takhta Orizon tidak akan pernah goyah.

1
Ika Fitri Ana
lanjut....👍👍👍
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Pawon Ana
si Siti ini devinisi genius jalanan...,🥰
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Muft Smoker
aduuuuh koq ibu suriii begini amat sifat ny jelek ,, kaya sofa lama Blum di ganti kulit ny ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: /Grin//Proud//Proud/
total 2 replies
Muft Smoker
awaas ekoor ny terbang alessia🤭🤭🤣🤣🤣
Muft Smoker
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
enk banget kasih nama orang ,, kasihan si naga takut gx terima jenggot ny di samain ma si kael ikan ,, 🤭🤭🤭🤭
Muft Smoker: yx bnr ad aja ide nama yg selalu muncul di luar kepala ny🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 2 replies
Muft Smoker
astgaaa permaisuri senjata ny goloook ,, 🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣
Ariska Kamisa: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Muft Smoker
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ,, siap2 jdi kurus anda gustaf🤭🤭🤭🤭🤭🤭 ,, permaisuri gx bisa d tindas lgiiii😏😏😏😏
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
ni nama ny permaisuri jaman emansipasi🤭🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣 ,,
gx da lembut2ny ,, tp mantap laa Alessia ,, aq suka gaya muuu 🤟🤟🤟🤟🤟
Muft Smoker
lanjuut kak
Ariska Kamisa: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
Muft Smoker
raja di panggil abank🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣 ,, catatan baru dlm sejarah ini ,,
Muft Smoker: bnr kak ,, anak abaaah di lawan 🤭🤭🤭🤣🤣🤣
total 4 replies
Muft Smoker
kak baru bab awal loo tp udh seruuu liat tingkat alessi yg apa adany ,,
semangat trus ya kak nulis ny
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Muft Smoker
💯 buat lily🤭🤭🤭🤭
Ariska Kamisa: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Muft Smoker
duuh korban tabrak lari gerobak gorengan🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣


hai kak ,,
aq mampir ksniii
Muft Smoker: sama2 kak
total 2 replies
Hasnawiyah Ansar
iya bener sekali tebakan anda
Ariska Kamisa: 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
lucuk, keren, gerrrrr banget /Joyful/
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
umie chaby_ba
baru bab satu aja udah kocaggh banget🤣
Ariska Kamisa: Terimakasih,
stay read kak🙏🙏🙏
total 1 replies
Pawon Ana
ini krakter anak Betawinya positif thinking ya tipenya....jadi asyik orangnya...🤭✌️
Ariska Kamisa: dia anak bae bae kak 🤣🤣🤣
total 1 replies
Ika Fitri Ana
semua ceritanya bagus..simpel tidak berbelit...jadi tidak membosankan cerita2nya....rekomend banget.
Ika Fitri Ana
semangat ..bagus ceritanya..semoga tetap menarik seperti cerita lainnya thor...👍👍👍
Ariska Kamisa: terimakasih banyak 🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!