NovelToon NovelToon
Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Hanya Sebatas Ranjang Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Hamil di luar nikah
Popularitas:4.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nonecis

Nasib Alea, memutuskan menikah dengan pria yang sudah dia pelajari selama kurang lebih 2 tahun.
Siapa sangka pernikahan itu tidak sesuai dengan impian. Keluarga dari suaminya bukanlah orang sembarangan, menginginkan keturunan yang jelas dari menantu mereka. Alea jelas mampu memberikan keturunan untuk keluarga suaminya.

Tetapi masalah sesungguhnya bukan terjadi pada dirinya, tetapi pada Dharma suaminya yang mengalami masalah pada hubungan seksual.

Sampai akhirnya kekonyolan dari sang suami, meminta sahabatnya yang sudah dianggap sebagai keluarga untuk menggantikan posisi dirinya menanamkan benihnya rahim istrinya.

Bagaimana Alea menghadapi pernikahannya yang tidak waras, terjerat dalam hubungan yang tidak benar dengan sahabat suaminya. Lalu apakah Alea akan bertahan dan justru menjalin hubungan intes dengan Raidan sahabat suaminya?"

Ayo jangan lupa untuk memberi dukungan pada karya saya, baca dari bab 1 sampai akhir dan jangan pernah nabung bab....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nonecis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode Pernikahan.

"Kiss, kiss , kiss, kiss!"

Tamu undangan bersorak menginginkan pasangan pengantin baru yang baru saja sah sebagai suami istri itu berciuman.

Alea gadis cantik berusia 24 tahun terlihat begitu cantik menggunakan gaun pengantin panjang hingga menyapu lantai, gaun cantik yang memperlihatkan bentuk tubuhnya yang langsing seperti model internasional, tidak lupa memakai selayar cukup panjang sampai menyapu lantai.

Sejak tadi raut wajahnya tampak begitu bahagia, bagaimana tidak akhirnya dia bisa menikah dengan kekasihnya yang selama ini mereka menjalin hubungannya selama 2 tahun lebih.

Pria tampan di hadapannya sejak tadi menggenggam kedua tangannya, terlihat malu-malu sampai wajahnya memerah saat ingin mengabulkan permintaan para tamu undangan.

"Ayo kisss!" teriak seseorang membuat pria bernama Dharma itu tertawa kecil dan melihat istrinya yang berdiri di hadapannya.

"Aku mencintaimu Dharma," ucap Alea.

"Aku juga mencintaimu Alea," Dharma langsung membalas jawaban cinta tersebut.

Dharma mendekatkan wajahnya pada istrinya itu dengan memegang kedua pipinya dan langsung meraup bibir merah merona itu.

Pasangan pengantin baru itu berciuman romantis membuat para tamu undangan tampak begitu iri, ciuman itu berlangsung hanya beberapa detik saja dan kemudian Dharma melepaskan tautan bibir itu. Dharma mengakhiri dengan mencium lembut kening Alea.

Prok-prok-prok.

Para tamu undangan bertepuk tangan dengan meriah, seakan-akan ikut merasakan kebahagiaan pasangan pengantin baru tersebut.

"Ini first kis pertama untukku," batin Alea merasa sangat beruntung sebagai wanita.

Berpacaran dengan pria yang bukan orang sembarangan. Dharma pria 28 tahun yang cukup sukses dalam bidang bisnis keluarganya yang saat ini dia telah mewarisi semua aset keluarganya. Karena merupakan putra tunggal dari keluarga Adiwijaya.

Selama menjalin hubungan, mereka memang tidak pernah berciuman dan menurut Alea hubungan seperti itu sangat sehat sampai akhirnya mereka sudah berada di tahap pernikahan dan first kiss mereka pertama kali ketika sudah sah menjadi pasangan suami istri.

***

Setelah pernikahan selesai. Dharma bersama dengan Alea berada di ruang tamu, sudah tidak memakai pakaian pengantin lagi.

"Alea apa kamu lelah?" tanya wanita terlihat anggun dengan wajah tampak tegas sekitar berusia 45 tahun. Liana tak lain adalah ibu mertua Alea.

"Tidak. Ma! Alea tidak terlalu lelah dan justru sangat bahagia dengan pernikahan seumur hidup ini," jawab Alea.

"Papa juga mengharapkan hal yang sama, zaman sekarang ini perceraian sangat rentan, pasangan suami istri memiliki sedikit masalah dan langsung mengakhiri pernikahan dengan perceraian. Papa titipkan pernikahan ini kepada kalian berdua dan jangan sampai membuat malu keluarga. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya dan bagaimana caranya agar tidak terjadi perceraian!" tegas Adiwijaya.

"Itu sudah pasti. Pa. Dharma akan berusaha menjaga rumah tangga ini dengan baik dan tidak akan ada perceraian," sahut Dharma membuat Alea tersenyum terus menatap kagum suaminya penuh dengan kebijaksanaan itu.

"Alea, kamu tidak perlu program apapun, kamu juga tidak perlu menunda untuk memiliki momongan. Mama dan Papa menunggu kehadiran buah hati dalam pernikahan kalian untuk menjadi pewaris keluarga ini," sahut Liana.

Alea mengangguk dengan tersenyum, melihat ke arah suaminya, dari raut wajah Alea sepertinya memang tidak ingin menunda apapun. Tetapi ekspresi sang suami tampak tidak tersenyum meluas, senyum terpaksa seperti ada sesuatu yang dia pikirkan.

Di tengah obrolan itu seorang pria berusia 28 tahun dengan setelan berjas rapi menghampiri ruang tamu dengan menundukkan kepala.

"Maaf jika saya menggangu!" ucapnya merasa tidak enak.

"Ada apa Raidan?" tanya AdiWijaya.

"Maaf, jika saya mengganggu pembicaraan ini. Saya meminta maaf karena tadi tidak sempat hadir di acara pernikahan, tetapi saya menyempatkan diri untuk datang dan mengucapkan selamat secara langsung untuk pernikahan Dharma dan juga Alea, tetapi maaf sekali saya juga harus mengantarkan dokumen ini karena membutuhkan persetujuan secepatnya," ucap Raidan.

"Kamu tidak perlu sungkan seperti itu Raidan. Memang terkadang seorang sahabat pasti suka membuat sensasi dengan terlambat datang ke acara penting sahabatnya," sahut Dharma.

"Kalau begitu Om mengambil dokumen ini dan akan menandatanganinya," sahut Adiwijaya membuat Raidan memberikan dokumen tersebut.

"Saya ucapkan selamat sekali lagi di atas pernikahan kalian!" ucap Raidan melihat secara bergantian pasangan suami istri itu.

"Terima kasih dan semoga saja kamu cepat menyusul," sahut Alea membuat Raidan menganggukkan kepala dengan ekspresi datar.

"Pa. Ma, kalau begitu kami ke kamar dulu untuk istirahat," ucap Dharma membuat kedua orang tuanya menganggukkan kepala dan pasangan suami istri itu langsung meninggalkan ruang tamu.

Sementara Raidan harus menunggu tanda tangan terlebih dahulu sembari membahas beberapa hal dengan kedua orang tua sahabat dekatnya itu.

*****

Alea terlihat cantik di kamar pengantinnya, kamar pengantin pada umumnya dipenuhi dengan kelopak mawar dengan aroma romantis di kamar dengan wanita yang tampak remang itu.

Alea baru saja memakai lipstik pada bibirnya, piyama berbahan satin berwarna silver yang ia gunakan tampak begitu cantik, dengan rambutnya yang dibiarkan di gerai.

Suara pintu kamar mandi terbuka membuat Alea melihat ke arah sang suami yang juga sudah berganti pakaian dengan menggunakan kaos putih dan celana panjang.

"Mas, tidak mau saya ambilkan baju untuk tidur?" tanya Alea.

"Tidak Alea!" jawab Dharma.

Alea tersenyum dan melangkah menghampiri suaminya itu, memeluk suaminya dengan ekspresi wajahnya tidak berhenti bahagia.

"Mas, Alea tidak menyangka jika sekarang Alea sudah menjadi istri. Mas, bukankah banyak sekali impian kita berdua yang akan kita wujudkan dalam pernikahan ini," ucap Alea.

Tidak ada reaksi apapun dari suaminya membuat Alea melonggarkan pelukan itu dan melihat ekspresi suaminya tampak datar.

"Kamu lelah?" tanya Alea.

"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kamu dan ini hal penting," ucap Dharma terlihat begitu serius.

"Katakan ada apa?" tanya Alea.

Dharma menggenggam tangan istrinya itu dan kemudian mengajaknya untuk duduk di sofa.

"Alea aku minta maaf dan harus jujur pada kamu ketika kita sudah menikah," ucap Dharma.

"Memang ada apa. Mas? kenapa tiba-tiba perasaanku tidak enak dan ekspresi wajah kamu membuatku takut," ucap Alea.

"Alea, aku bisa mewujudkan impian kamu untuk menikah, memiliki keluarga tetapi aku tidak bisa mewujudkan impian kamu untuk memiliki anak dariku," ucap Dharma membuat Alea kebingungan dan tidak mengerti akan maksud suaminya itu.

"Maksud kamu bagaimana?" tanya Alea.

"Kita tidak akan bisa memiliki anak," ucap Dharma.

"Kenapa. Mas! Aku sehat dan bukankah aku sudah memeriksakan diri sebelum kita menikah, tidak ada masalah sama sekali denganku," ucap Alea.

"Kamu benar! Kamu sehat dan aku yang tidak bisa memberikan itu kepada kamu," ucap Dharma.

"Maksud kamu.... Kamu...."

"Benar! Aku di vonis tidak bisa memiliki keturunan," jawabnya jujur membuat Alea benar-benar kaget dengan menutup mulutnya menggunakan satu tangan.

"Astaga. Mas," Alea butuh waktu untuk tenang dengan berita mengagetkan dari sang suami di malam pertama mereka.

"Mas, jangan memikirkan apapun, kita bisa berobat dan ini tidak menjadi masalah untukku," Alea sangat mencintai suaminya dan mungkin kekurangan suaminya tidak akan menjadi penghalang dalam pernikahan mereka.

"Apa kamu tidak mendengar apa yang diinginkan kedua orang tuaku? Mereka menginginkan kita untuk secepatnya memberi keturunan dan jika aku mengatakan semua ini kepada mereka bahwa aku tidak bisa memiliki keturunan maka semua akan hancur," ucap Dharma.

"Tetapi kita masih bisa berobat dan masih bisa melakukan usaha apapun itu. Di zaman sekarang banyak cara untuk bisa mendapatkan anak agar tetap lahir dari rahim ku dan akan tetap menjadi anak kamu!" ucap Alea.

Bersambung.....

1
Dew666
💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
Dew666
👄👄
Dew666
💃💃💃
Dew666
💜💜💜
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!