NovelToon NovelToon
Abang Iparku,..Dosen Killerku

Abang Iparku,..Dosen Killerku

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Slice of Life / Nikahmuda / Penyesalan Suami / Spiritual / Cintapertama
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Gurania Zee

Syahira tidak pernah membayangkan hidupnya akan berubah secepat ini. Dipaksa masuk sebuah Kampus yang menjurus segalanya tentang agama yang diyakininya. ia mengikuti satu keyakinan mengikuti ayahnya. Ia harus menghadapi dunia yang sama sekali asing baginya. Hafalan panjang, kitab tebal dan Dosen,..yang tidak memberi ruang untuk gagal. Masalahnya bukan itu,..melainkan yang menjadi faktor utama adalah ada pada sang Dosen itu sendiri yang mengajarnya yaitu Abang iparnya sendiri. Ditengah tekanan yang terus menumpuk, kedekatan yang tidak seharusnya,..justru malah tumbuh seiring berjalannya waktu. Mereka lupa ada seseorang yang sudah lebih dulu menyimpan luka.
Kakaknya yang bernama Feryal wanita tomboy satu ini yang terlihat kuat tapi sebenarnya ia begitu rapuh telah banyak menyimpan luka sejak dirinya masih kecil. dan ketika sebuah kebenaran akhirnya terkuak, pilihannya harus dibuat, bukan siapa yang paling dicintai melainkan siapa yang tetap dipilih, bahkan setelah semuanya hancur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gurania Zee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 23

Ruang dosen siang itu tidak terlalu ramai, hanya terdengar suara pendingin ruangan yang berdengung halus dan sesekali bunyi lembaran kertas yang dibalik. Syahira berdiri sejenak didepan pintu menarik napas sebelum akhirnya mengetuk pelan.

"Masuk."

suara Bilal pun terdengar tenang dari dalam. Syahira membuka pintu perlahan, lalu melangkah masuk. Bilal duduk dibalik meja kerjanya, beberapa buku dan berkas tertata rapi di hadapannya. Penampilannya tetap sama seperti biasa rapi nampak tenang dan sulit ditebak.

"Silahkan duduk." ujarnya sambil menunjuk kursi di depannya.

Syahira menurut patuh, ia meletakkan buku tafsir yang dibawanya diatas meja. Lalu duduk dengan punggung sedikit tegak. Ada rasa canggung yang entah kenapa selalu muncul setiap berasa berdua dengan Bilal dalam situasi seperti ini.

"Bagian mana yang ingin kamu tanyakan?" tanya Bilal, nada suaranya formal, namun tidak sekali biasanya.

Syahira membuka halaman yang sudah diberi penanda. "Tentang pengadilan ayat ini, pak. Saya memahami makna umumnya, tapi saya masih bingung pada konteks penerapannya di kehidupan sekarang."

Bilal pun mengangguk lalu mulai menjelaskan. penjelasannya begitu runtut, jelas dan mudah dipahami. Setiap kalimatnya seperti mampu mengurai kerumitan yang sejak tadi mengendap di kepala Syahira. Dan tanpa sadar, Syahira benar benar larut mendengarkan.

"Memahami agama bukan hanya soal menghafal," ujar Bilal setelah selesai menjelaskan. "Tapi juga soal bagaimana kita menjadikannya hidup dalam sikap dan pilihan kita.

Syahira terdiam sejenak. Kalimat itu terasa sederhana tapi mengena. Seolah bukan hanya menjawab pertanyaannua tentang pelajaran. Melainkan juga sesuatu yang lebih dalam dari itu.

"Saya mengerti sekarang," katanya pelan. Bilal menatapnya beberapa saat, lalu mengangguk. Namun sebelum Syahira sempat menit bukunya. Bilal kembali bersuara.

"Syahira."

"Iya pak?." Bilal tampak ragu sepersekian detik, hal yang jarang sekali terlihat dari diri Bilal kakak iparnya itu. "Gimana keadaan istri saya disana?." pertanyaan itu membuat Syahira terkejutnya bukan main, namun ia segera menjawabnya cepat., "baik,.. cuma masih seperlunya aja sih enggak banyak ngobrol."

Bilal menunduk singkat,.seolah memahami lebih banyak dari.pada yang diucapkan. "Sampaikan padanya, jika.suatu saat ia ingin berbicara, saya akan mendengarkan."

Syahira menatap Bilal mencoba membaca ekspresi pria itu, ada sesuatu dalam suaranya entah itu ketulusan maupun beban yang bukan suatu hal yang sederhana.

"Baik lak." jawab Syahira akhirnya. Saat Syahira keluar dari raung dosen, langkahnya terasa lebih lambat dari biasanya. Ukan karena bingung dengan materi kuliah, melainkan karena pikirannya kini dipenuhi hal lain. Dan tentang Bilal maupun Feryal juga tentang hubungan diantara mereka yang tampak jauh lebih rumit dari yang selama ini ia pahami.

Diujung koridor, Kaizan sudah menunggunya sambil bersandar santai di dinding, begitu melihat Syahira keluar, ia langsung menegakkan tubuh.

"Nah, gimana?, interogasinya lancar?." tanya Kaizan.

Syahira menghela napasnya,. lalu tersenyum kecil "bukan interogasi diskusi."

Kaizan mengangguk sok paham. "Oke, diskusi. Tapi dari ekspresi Lo, kayaknya hasil.diskusinya berat nih."

Syahira menatap lurus ke depan "yang berat itu enggak juga tentang pelajaran kali."

Kaizan memperhatikannya beberapa detik sebelum akhirnya tersenyum tipis, "Kalau gitu, hmm gimana.kalau gue traktir es aja sekalian biasanya itu

cukup ampuh juga loh buat meringankan isi kepala."

Syahira pun tertawa pelan,.untuk sesaat ia merasa mungkin Kaizan benar, tidak semua hal harus dipahami sekaligus. Ada beberapa hal yang cukup di jalani dulu, satu langkah pada satu waktu

1
Sri Jumiati
Nikah beda agamanya
Sri Jumiati
Bagus ceritanya.semangat Thor
Gurania Zee: terimakasih ya😊 support nya 💪jangan lupa baca cerita ku lainnya ya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!