NovelToon NovelToon
Kesempatan Kedua

Kesempatan Kedua

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Cinta Seiring Waktu / Fantasi
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Tidak pernah terpikirkan oleh Sarah bahwa dirinya akan diberi kesempatan kedua untuk kembali hidup.
Seumur hidup, hanya ia habiskan untuk berfoya-foya dan mengajar cinta Marvin yang tak pernah ia miliki hingga akhir hayatnya. Tak segan Sarah mencelakai wanita yang dicintai Marvin, Kayla. Namun di kehidupan sebelumnya, meskipun Sarah sering membawa kesialan dan membuat hidup Marvin dan Kayla menderita, mereka masih berbaik hati memberi Sarah bantuan ketika gadis itu sedang menghadapi masalah ekonomi karena ayahnya yang bangkrut.
Di kehidupan kali ini, Sarah hanya ingin mencoba membahagiakan dirinya sendiri dan melepas cinta pertama yang begitu membekas bagi dirinya.
Tapi siapa yang sangka kehidupan keduanya ternyata lebih rumit daripada yang Sarah bayangkan. Ia ditimpa bertubi-tubi kenyataan yang membuat logikanya tidak lagi berjalan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

14

Cuaca di luar sangat terik. Sarah sampai harus menghidupkan AC sampai suhu enam belas derajat. Hari ini gadis itu sudah berada di kamarnya setelah kembali dari rumah sakit.

Tak lama terdengar pintuk kamarnya di ketuk dari luar.

"Masuk." Seru Sarah pada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya.

"Halo sayang. Bagaimana perasaan kamu setelah pulang dari rumah sakit?" Tanya ibunya begitu sudah masuk ke dalam kamarnya, wanita itu tersenyum kemudian berjalan mendekat ke arah Sarah.

Sarah tersenyum lebar hingga matanya menyipit, hal itu menandakan bahwa dirinya sangat senang karena sudah kembali ke rumahnya. "Aku senang mah, bosan banget satu Minggu di rumah sakit."

Ibunya terkekeh. Melihat suasana hati Sarah yang baik membuatnya merasa sedikit lega." Eh, mamah mau bicara sesuatu sama kamu, boleh?" tanya ibu sedikit ragu.

Sarah menatap ibunya sebentar kemudian mengangguk." Boleh dong, mah."

"Karena kondisi kamu sudah membaik. Mamah akan pergi ke luar kota beberapa hari untuk mengurus pekerjaan mamah, sebenarnya mamah agak berat untuk memutuskan hal ini di saat kamu baru saja pulang dari rumah sakit. Tapi jika mamah menunda pekerjaan ini, bisa-bisa pekerjaan mamah semakin menumpuk. Jadi,,kamu gak apa-apa kan kalau mamah tinggal untuk beberapa hari di rumah?" tanya Ibu berhati-hati.

Senyuman lebar yang sempat Sarah perlihatkan seketika luntur untuk beberapa detik, namun secepat nya sebuah senyuman kembali menghiasi wajahnya." Kapan mamah berangkat ke sana?" tanya Sarah dengan nada yang sebisa mungkin terdengar biasa saja.

Ibu tersenyum tipis lalu menggenggam tangan putrinya." Mamah akan berangkat hari ini, lebih tepatnya nanti sore. Maaf ya, mamah harus pergi padahal kamu baru keluar dari rumah sakit."

Sarah terdiam sebentar, lalu menatap ibunya." Gak apa-apa mah, aku paham kalau pekerjaan mamah ini gak bisa ditunda lagi. Aku minta maaf ya, karena aku pekerjaan mamah jadi banyak yang tertunda."

Ibu segera menggelengkan kepalanya." Engga sayang, kamu jangan bicara seperti itu. Kamu anak mamah satu-satunya, jadi kamu adalah prioritas utama mamah. Soal pekerjaan mamah jangan di pikirkan, biar itu jadi urusan mamah."

Sarah hanya mengangguk.

"Ya sudah mamah mau packing dulu ya. Kamu baik-baik di rumah, kalau ada apa-apa kamu minta tolong mbok saja ya. Untuk uang saku kamu, sudah mamah transfer, kalau ada keperluan mendesak atau uang yang mamah kasih kurang kamu langsung telepon mamah aja ya."

Sarah mengangguk paham. Ibunya pun pamit keluar setelah mencium kening putri semata wayangnya itu. Setelah ibunya benar-benar pergi, senyuman paksa yang sedari tadi menghiasi wajah Sarah hilang seketika. Sarah menghela napasnya seakan mengeluarkan separuh beban hatinya.

"Kok rasanya sedih ya denger mamah keluar kota. Gak apa-apa, setidaknya mamah gak kerja serabutan."

Sarah terdiam sejenak.

"Papa juga keterlaluan. Anaknya lagi sakit malah gak pulang-pulang. Nanti gue chat deh minta oleh-oleh yang banyak."

Sarah kembali menghela napasnya.

"Kok sepi banget ya hidup gue?"

Sarah melirik ke arah tangan kanannya yang masih di gips. Dengan kondisi tangannya yang seperti ini, tidak banyak yang bisa Sarah lakukan. Ia kemudian berjalan mendekat ke arah jendela dengan window seat, dia kemudian merebahkan diri di sana. Ia kemudian menengok ke luar jendela dan terlihat ibunya sedang sibuk menaruh barang-barang nya ke dalam mobil.

Sarah tersenyum kecut."ternyata barang-barangnya sudah siap,"ujarnya kemudian menghela nafas untuk kesekian kalinya.

Tak lama pintu kamarnya kembali terbuka, menampilkan sosok ibunya yang sudah rapi dengan pakaian formalnya. Wanita yang melahirkannya itu menghampiri dirinya.

"Maaf ya nak, Mama harus pergi sekarang juga. Kamu baik-baik di rumah ya sayang." Hujan ibunya kemudian mencium kening Sarah.

Sarah hanya menampilkan senyum tipisnya, setelahnya ibunya kembali keluar dari kamarnya. Ia kembali menetap ke arah luar, di sana terlihat supir yang sibuk menata barang-barang ibunya di bagasi, tak lama ibunya keluar dan masuk ke dalam mobil. Sarah terus menatap mobil itu sampai mobil itu keluar dari area rumahnya.

Sarah kemudian mengaktifkan ponselnya. Sepertinya sudah lama dirinya tidak membuka sosial media karena terlalu fokus belajar. Terakhir kali sepertinya dia mengunggah foto dan Sarah tidak pernah lagi membuka sosial medianya setelah itu.

Sarah membuka mulutnya dengan lebar ketika melihat banyak notifikasi masuk ke akun sosial medianya. Pengikutnya di sosial media tiba-tiba saja bertambah drastis.

"Apa nih? Kok tiba-tiba banyak yang follow gue? Apa gue salah masuk akun ya?"

Satu persatu Sarah melihat orang-orang yang mengikuti sosial medianya, sebagian besar dari mereka tidak Sarah kenali. Banyak orang-orang yang tidak pernah berinteraksi dengannya tiba-tiba berkomentar di postingannya. Meski begitu ada beberapa akun sosial teman-temannya yang dulu sering berpesta dengannya.

@ryn_ Sar, lo tiba-tiba bikin sosmed tapi udah nggak pernah main sama kita lagi.

@ViscA21 sombong ya Lo sekarang, udah gak pernah main bareng gue lagi.

@Sky_21 Sar, malam ini join ke tempat biasa. Hari ini ada hadiah spesial dari host.

@aryska Sar buka DM gue.

Dan masih banyak lagi komentar dari orang-orang yang seharusnya Sarah hindari saat ini.

"Apa gue upload foto lagi ya? Nggak peduli gue sama orang-orang nggak jelas itu. Tujuan gue buka sosial media kan gua cari duit, pokoknya pengikut gue harus banyak dulu."

Sarah kemudian memilih-milih foto terbaiknya di galeri untuk dia posting di sosial medianya, dirinya memang sangat jarang mengambil foto sendiri. Setelah cukup lama memilih akhirnya dia memutuskan untuk mengunggah beberapa foto dirinya.

Setelah mengunggah foto tersebut, tak berselang lama notifikasi mulai bermunculan. Sarah tersenyum puas, caption dan juga hastag yang dipakainya pun ternyata cukup ampuh untuk menaikkan pengikut di sosial media. Tak sengaja matanya tertarik pada salah satu komentar di foto yang dia posting barusan.

@Kaylaar Hai Sar, udah baikan? Mau ikut main sama gue dan Tamara hari ini?

Komentar tersebut menyita perhatian nya. Jujur saja, ia tidak bisa menahan senyum melihat komentar yang kayla berikan. Untuk pertama kalinya ada yang mengajaknya bermain bersama. Tapi Sarah cukup ragu, tiba-tiba saja di kehidupannya kali ini hubungannya dengan Kayla membaik. Entahlah rasanya cukup aneh, karena di kehidupan sebelumnya dirinya sangat membenci gadis itu meski di akhir hayatnya ia menyesal dan tidak ingin menyakiti gadis itu lagi.

Tapi,,,

Apakah dirinya boleh menjadi dekat dengan Kayla di kehidupan kali ini?

Kemudian dengan ragu, jadi jemarinya itu bergerak dengan lincah mengetik sesuatu untuk membalas pesan dari kayla. Setelah membalas komentar Kayla, dia pun bergegas mengganti pakaiannya.

....

Kayla mencoba menenangkan Tamara yang sedari tadi gelisah karena akan bertemu dengan Sarah. Jujur saja, Tamara kebingungan bagaimana menghadapi Sarah sekarang. Dulu, Tamara sangat membenci gadis penindas seperti Sarah, tapi sekarang Sarah berubah bahkan gadis itu telah mempertaruhkan keselamatannya demi menyelamatkan nyawanya.

"Lo kenapa sih? Nggak papa kali, sarah juga nggak akan gigit lo kok." Ucap Kayla yang sudah dari tadi menahan tawa melihat tingkah Tamara yang lucu di matanya.

"Iya gue tahu, tapi bakal kamu banget gak sih kalau gue ketemu dia dengan keadaan kayak gini? Gimana kalau kita nggak cocok main bareng dia? Lo tau sendiri kan kehidupan dia sama kita itu beda."ujar Tamara.

Kayla hanya mengedikkan bahunya. Tamara sampai berdecak kesal karena sepertinya tidak ada pilihan lain selain membiarkan keadaan perjalanan sebagaimana semestinya.

Tak lama terlihat gadis dengan tangan yang di gips menghampiri mereka.

"Hai, Sarah." Sapa Kayla dengan ramah ketika Sarah sudah berada di depannya. Dia kemudian menyenggol pelan lengan Tamara untuk memberi kode supaya menyapa Sarah juga.

"H-hai, Sarah." Sapa Tamara dengan gugup.

Sarah membalas sapaan mereka dengan canggung. Terlihat tangan kiri gadis itu memainkan ujung roknya karena gugup. Kayla yang peka terhadap situasi, kemudian menggandeng tangan Sarah lalu mengajaknya untuk berjalan.

"Lo ke sini sama siapa?"tanya Kayla basa-basi.

"Gue ke sini diantar sopir."

"Manja banget si-" belum sempat Tamara menyelesaikan ucapannya, Kayla langsung mencubit lengan garis itu. Seakan sadar Tamara langsung menutup mulutnya dan menutupi kebodohannya yang terbiasa mengejek Sarah.

Sarah menoleh ke arah Tamara dan mereka bersitatap." Lo juga sama manjanya. Tuh liat! Ngapain lu pegangan ke tas Kayla?" Balas Sarah sambil menunjuk ke arah tangan Tamara dengan dagunya.

Tamara spontan melepas pegangannya pada tas Kayla." Lo juga pegangan sama Kayla tuh." Balas Tamara dengan sewot.

" Kayla yang gandeng tangan gue, nih liat aja!" Sarah menggerakkan tangan kirinya untuk memperlihatkan pada Tamara bahwa memang Kayla yang menggandeng tangannya.

Mereka kemudian saling melempar tatapan tajam. Kayla yang berada di tengah-tengah mereka merasa harus segera meraih keduanya sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Namun belum sempat bersuara, Tamara malah tertawa sehingga mengundang reaksi penasaran Sarah dan juga Kayla.

"Itu,,, Lo pakai maskara murah ya? Maskara lo luntur tuh!" Ujar Tamara kemudian tertawa terbahak-bahak.

Kayla langsung menoleh untuk melihat wajah Sarah, seketika dirinya melipat bibirnya ke dalam supaya tidak ikut tertawa. Sedangkan Sarah yang melihat kedua temannya itu menggerutu kesal. Sarah melepaskan tangannya dari genggaman Kayla, berniat menyentuh wajahnya, namun belum sempat dia menyentuh wajahnya tangannya ditahan oleh Tamara.

"Bisa-bisanya orang berada kayak lo maskaranya luntur."ucap Tamara sambil membersihkan sisa-sisa maskara yang menempel di bawah mata Sarah. Sarah terkesiap dengan sikap Tamara yang tiba-tiba, meski begitu dia membiarkan Tamara membersihkan sisa maskara yang menempel di wajahnya.

"Eh, eh itu lipstik lo juga kurang rapi tahu."ujar Sarah lalu menunjuk ke sudut bibir Tamara.

"Masa sih?" Tamara spontan mengusap ujung bibirnya. Seketika Sarah tertawa melihat warna hitam yang menempel pada sudut bibir Tamara karena gadis itu menggunakan tangan yang ia pakai untuk membersihkan sisa-sisa maskara Sarah tadi.

Menyadari ada yang janggal, Tamara kemudian menatap tajam Sarah.

"Sarah!!!!"

1
Queen AL
baru satu bab, bab berikut2nya jangan pake gue lo thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!