NovelToon NovelToon
Pasangan Misterius X & V

Pasangan Misterius X & V

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pengantin Pengganti / Transmigrasi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: ShinZa_17

Di mata dunia, pernikahan hanyalah sebuah formalitas saja.
Hingga suatu hari, seorang pria misterius yang selalu mengenakan topeng - yang dikenal sebagai asisten biasa - menikahi seorang wanita yang dijadikan alat penebus hutang.
Mereka tidak ada yang mencurigai apapun... hingga segalanya perlahan mulai berubah.

Ketika sang kakak menghilang secara tiba-tiba, sang adik perempuan dipaksa menggantikan posisinya sebagai istri.

Keputusan itu disetujui tanpa ragu oleh keluarga demi menebus hutang mereka.

Tidak ada seorangpun yang peduli dengan perasaannya... atau bahkan menanyakan keadannya.

Namun, mereka tidak pernah menyadari satu hal penting - adik perempuan mereka sebenarnya telah mati sejak berada di dalam gudang yang pengap karena dianggap telah mencoreng nama keluarga.

Kini, di dalam tubuh yang lemah dan penuh luka, telah tergantikan oleh jiwa lain.

Jika penasaran, ayo ikuti kisah mereka hingga akhir.

Selamat membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ShinZa_17, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Dreiundzwanzig

Tak lama setelah mereka pergi, Violet merasakan sesuatu yang hangat yang menjalar ke dalam dada.

Perbincangan singkat bersama Bu Liana, membuka ingatan Violet yang terlihat samar.

“Aku... seperti pernah merasakan itu,” ucapnya dalam hati.

“Apakah ini... perasaan Violet asli ataukah aku?”

Ia menghela napas pelan, matanya masih menatap ke arah luar.

“Kenapa aku jadi kepikiran begitu...” gumamnya lirih.

Tak lama setelah itu, langkah kaki terdengar mendekat.

Xavier melihat Violet seperti melihat sesuatu ke arah luar.

“Sedang memikirkan sesuatu?” tanyanya.

Dan itu membuat Violet yang tengah melamun langsung tersadar. Ia melihat Xavier berdiri di depannya dengan satu tangan membawa kantong laptop.

“Tidak... hanya... tadi aku bertemu seseorang.”

Xavier mengangkat alisnya walaupun tidak terlihat karena terhalang topeng.

“Seseorang?”

“Iya. Seorang ibu dan putrinya... namanya Bu Liana dan Vanya. Dia baik sekali... bahkan aku seperti teringat seseorang yang tidak jelas dalam pikiranku.”

Xavier terdiam sejenak. Nama itu... entah kenapa terasa tidak asing di telinganya. Namun ia tidak langsung menanggapi, hanya mengangguk pelan.

“Kalau begitu, kita pulang sekarang. Dan sepertinya kamu juga terlihat lelah.”

“Iya...”

Mereka pun berjalan keluar dari toko elektronik itu. Kali ini, langkah Violet terasa lebih ringan.

...****************...

Di tempat lain...

Di ruang kerja yang luas bernuansa hitam dan emas, seorang pria paruh baya duduk di balik meja kerjanya. Wajahnya tegas dengan sorot mata yang tajam, dia Axel Dominic. Daddy angkat Irene Domonic.

Ingatannya kembali berputar pada percakapan via telepon bersama Violet tadi.

“Oh ya dad, menurut daddy, aku sebenarnya putri siapa? Jika menurut ucapan Nyonya Viony, itu artinya aku bukan putri kandung keluarga mereka.”

“Siapapun orang tua aslimu nanti, daddy akan tetap menjadi daddymu, baik itu untuk Irene ataupun Violet, karena kalian sudah daddy anggap seperti putri daddy sendiri,” gumam Daddy Axel.

Lalu Daddy Axel melihat interkom di sebelah kananya.

Tanpa menunggu lama lagi, ia pun segera memanggil mereka.

“Zay, Ziy, ke ruang kerja saya sekarang,” perintah Daddy Axel.

Tak berapa lama, pintu pun diketuk.

Tok!

Tok!

Tok!

“Masuk.”

Pintu terbuka. Dua pria dengan aura profesional melangkah masuk. Dia adalah Zay dan Ziy. Tangan kanan dan juga asisten dari Axel Dominic.

Zay masuk dengan tatapan mata yang tajam dan juga tenang. Sementara Ziy, ia terlihat menggunakan kacamata dan juga selalu membawa tablet di tangannya, siap mencatat setiap instruksi yang diberikan.

Daddy Axel tidak langsung berbicara. Ia menyandarkan punggungnya, jemarinya saling bertautan di atas meja, namun sorot matanya terlihat dalam dan juga penuh perhitungan.

“Ada hal yang harus kalian lakukan,” ucapnya akhirnya, suaranya terasa berat dan juga tegas.

Zay dan Ziy langsung berdiri dengan tegak.

“Zay,” lanjutnya. “Saya ingin semua data tentang orang yang bernama Violetta Rosalyn. Dari sejak ia kecil, hingga ia besar, dan bagaimana kehidupan dia di keluarga Alexander.”

Zay mengangguk singkat. “Baik, Tuan.”

Namun Daddy Axel belum selesai sampai situ.

“Cari juga... apakah benar Violetta Rosalyn bukan anak kandung keluarga itu. Dan saya juga ingin semua data tentang keluarga Alexander termasuk keluarga suami dan juga istrinya.”

Daddy Axel menghela napas sebentar.

“Saya ingin hasil yang pasti. Bukan dugaan.”

“Dimengerti.”

Setelah itu, pandangan Daddy Axel beralih pada Ziy.

“Ziy.”

“Ya, Tuan.”

“Siapkan surat pembatalan kontrak dengan perusahaan Alexander. Dan sertakan juga perhitungan penalti sesuai dengan klausul pelanggarannya.”

Ziy langsung membuka tabletnya dan jemarinya langsung bergerak dengan lincah.

“Alasannya?” tanyanya singkat untuk memastikan detail pelanggarannya.

“Pekerjaan yang lambat. Selain itu mereka juga menggunakan bahan material yang digunakan di bawah standar yang telah disepakati.”

Tatapan Daddy Axel langsung menajam ketika melihat bukti video yang diberikan oleh tangan kanannya.

“Pembangunan proyek hotel bukanlah proyek yang kecil. Saya tidak akan membiarkan nama Dominic tercoreng hanya karena mereka ingin menghemat biaya dengan cara yang murahan.”

Ziy terus mencatat apa yang dijelaskan oleh tuannya.

“Selain itu, jika mereka menolak untuk pembatalan, siapkan bukti video yang telah kita selidiki pada mereka.”

Ziy mengangguk. “Akan saya selesaikan hari ini.”

“Bagus.”

Setelah tidak ada lagi yang dibahas, keduanya pun membungkuk hormat sebelum keluar dari ruangan.

Pintu tertutup kembali.

Kini hanya tersisa Daddy Axel seorang diri.

Ruangan itu kini kembali sunyi.

Ia menghela napas pelan, lalu berjalan ke arah jendela besar. Pemandangan kota terlihat megah, namun pikirannya jauh lebih rumit dari itu.

“Irene, daddy akan mulai melakukan penyelidikan terkait kematianmu pada balapan itu. Dan daddy tidak akan melepaskan orang yang sudah membuatmu jauh dari daddy.”

“Violet, terima kasih karena kamu sudah memberikan tubuhmu pada Irene, saya akan pastikan mereka yang sudah membuatmu menderita merasakan apa yang kamu rasakan.”

Sorot matanya berubah sedikit – bukan lagi sekedar dingin, namun juga terlihat ada sorot amarah dari matanya.

...****************...

Cahaya jingga mulai terlihat menghiasi langit sore.

Di dalam sebuah mobil hitam, Violet duduk di kursi belakang di samping Xavier.

Tangannya menggenggam ujung bajunya tanpa sadar.

Pikirannya kembali pada pertemuannya dengan Liana dan Vanya.

Perasaan hangat itu...

Terasa nyata.

Dan juga bukan terasa seperti sesuatu yang baru.

Xavier yang berada di sampingnya, terus memerhatikan Violet.

“Kamu masih memikirkan mereka?”

Violet tersentak, lalu tersenyum tipis.

“Iya... entah kenapa, aku merasa... seperti pernah mengalami perasaan hangat itu.”

Xavier langsung menggenggam erat tangan Violet.

“Saya akan mencari tahu semua tentangmu. Saya tidak ingin kamu terpikirkan oleh itu semua. Saya pinta sama kamu satu hal, fokuskan pikiranmu pada sekolah dan ujian yang sebentar lagi akan dimulai, lalu buat kamu, saya dan juga orang yang sayang sama kamu bangga.”

Violet tersenyum. “Iya, aku akan belajar dengan giat, dan akan membuat kalian bangga.” Lalu pandangannya kembali ke arah jendela, menatap gedung-gedung tinggi dan kendaraan yang berlalu lalang.

Tangan kiri Xavier terus menggenggam tangan kanan Violet. Sedangkan tangan kananya, merogoh ponselnya di saku jasnya. Lalu membuka aplikasi hijau dan mulai mengetikkan sesuatu.

Setelah selesai dan mengembalikan pada sakunya, ia langsung menatap ke arah Violet yang tengah melihat ke luar jendela.

Dalam hatinya, ia bicara, “Aku pastikan kamu akan menerima perasaan hangat itu kembali. Kini, biarkan saya mencari tahu apa yang terjadi padamu sebelum kita bertemu.”

Sedangkan yang ditatap, pikirannya tengah berbincang dengan Aerin. “Aerin, menurutmu, apa yang aku rasakan ini, perasaan Violet asli atau perasaanku?”

”Kalau menurut Aerin, itu perasaan kalian berdua. Irene tidak tahu siapa ibunya, dan Violet ia memliki ibu, tapi merasa asing. Jadi wajar merasakan perasaan hangat itu.”

“Sekarang fokuskan dirimu pada balas dendam Violet asli dan juga dirimu.”

Violet menghela napas pelan.

“Iya, aku tidak melupakan hal itu. Karena sekarang aku sudah memiliki laptop, maka pembalasanku akan segera dimulai.”

...... To be continued ......

1
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
akang atuh harusnya🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
My Alpha My Luna 🤔 ganti nama pa begimane ini nda mudeng /Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: 🫨 Ooohh
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Vier jangan buat aku iri dong/Scream/ aku malah pernah kesiram air mendidih sepanci, kamu gak khawatir sama aku gitu/Curse/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: pasti kalau kaget teh...

disini juga ada yang kesiram air panas, tapi sampai melepuh, ngeri😬😬
total 11 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kenapa gak kamu panggil kakanda aja sih🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ: Betul betul betul🤣🤣🤣
total 6 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
uhukkkk my luna😱 Luna Maya kah?
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: bukan bukan/Scream/ Luna maya punya Maxime /Scream/
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
Ciaaaa My Alpha
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥
nanti ada bagiannya🤭
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
bestinya si Irene gimana? belum di basmi tuh cacar ular
Dewi Payang
Aman berarti🤭🤭🤭
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: selamat selamat🤭
total 1 replies
Dewi Payang
Wh, ada Supra X disini🤭 peace kak✌️
Dewi Payang: /Facepalm//Facepalm/
total 2 replies
Dewi Payang
Sang gelang udah bertemu jodohnya😍
Dewi Payang
Kelakuan Aerin🙈🙈🙈🙈
Dewi Payang
Apa.dia Angkasa?
Dewi Payang: Weh mantap😁
total 2 replies
꧁𐌡𐌉𐌙𐌀𐌍𐌀♡♥︎࿐
karna gak penting katanya cuyy 😌
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰
Se-sayang itu Daddy nya/Proud/
❤️⃟Wᵃf꧄ꦿV⃗a͢n꙰a͢a⃗ꦿᵏⁱᵉˡяᷢ⃞🐰: iya lgi😭
total 2 replies
≛⃝⃕|ℙ$ 𝐀⃝🥀MEI_HMMM
jadi siapa wanita itu?
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: yang jualan tahu bulat🏃🏃🏃
total 6 replies
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Ayo kembali fokus pada tujuanmu Vio, kasihan mereka jika terlalu lama menunggu hadiah darimu🙃
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Jadi di dalem tubuh Violet ada berapa jiwa 🤔 masih nda mudeng aku 🤣
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃: Emang ada berapa lagi yg belom keluar /Slight/
total 4 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Nama na sammaaa 🤣🤣/Facepalm/
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: wahhh, iya 🤭... aku baru ngeh loh teh🤭
total 1 replies
≛⃝⃕|ℙ$ Ŋบ𝑟ļịãŊã ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🍃
Mak na saha tah 🤔
🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya яᷢ⃞🐰☕︎⃝❥: tempeh mahal, tahu aja teh 🤣
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!