NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23: Penolakan Sang Nona

Pagi itu, atmosfer di dalam ruang kerja utama Pak Subroto yang biasanya tenang dan berwibawa mendadak pecah oleh pekikan melengking yang sarat akan emosional kemarahan. Pintu jati ganda ruangan baru saja tertutup rapat, namun gema suaranya seolah mampu menggetarkan kaca-kaca besar yang menghadap langsung ke deretan gedung pencakar langit Jakarta. Alena berdiri di tengah ruangan dengan napas memburu, kedua tangannya mengepal kuat di sisi gaun merah mudanya yang elegan.

"Papa bener-bener udah hilang akal ya?! Alena nggak mau, Pa! Nggak mau titik!" amuk Alena dengan nada suara yang meninggi dan sangat manja, matanya melotot lebar ke arah sang ayah yang duduk tenang di balik meja kerja.

Di sudut ruangan, dekat dengan rak buku jati yang berjejer rapi, Mahesa berdiri dengan sikap sempurna. Penampilannya hari ini sudah berubah total. Ia tidak lagi mengenakan seragam biru muda kedodoran milik divisi cleaning service. Tubuh tegapnya kini dibalut setelan jas hitam premium yang pas di badan, dipadukan dengan kemeja putih bersih dan dasi senada. Rambutnya yang biasa awut-awutan kini tersisir rapi ke belakang, mengekspos garis rahangnya yang tegas dan maskulin. Kacamata kosongnya sudah disimpan rapat di dalam saku, menampilkan sepasang mata elangnya yang jernih dan tajam. Namun, di mata Alena, perubahan fisik yang mengagumkan itu sama sekali tidak ada artinya.

"Alena, jaga bicaramu. Papa melakukan ini demi keselamatan nyawamu sendiri setelah insiden mengerikan di basement kemarin sore," tutur Pak Subroto dengan suara yang berat dan tenang, mencoba meredam amukan putri tunggalnya yang terkenal sangat keras kepala.

Alena mendengus kencang, lalu membalikkan tubuhnya dengan sentakan kasar untuk menunjuk tepat ke arah wajah Mahesa. "Keselamatan apa, Pa?! Dari sekian banyak agensi bodyguard profesional di Jakarta, kenapa Papa malah milih anak ini?! Dia itu cuma OB culun yang kemarin siang baru aja gua marahin karena kerjaannya nggak becus! Dia itu mengotori pemandangan mata Alena tahu nggak?!" cerocos Alena dengan kalimat yang penuh dengan hawa keangkuhan dan penghinaan yang menyakitkan.

Mahesa yang ditunjuk langsung seperti itu sama sekali tidak mengedipkan mata. Aliran hawa murni Kitab Inti Jagat di dalam dadanya membuat batinnya tetap sedingin es. Ia menatap Alena dengan pandangan yang tenang dan profesional, menyadari bahwa watak manja wanita di depannya ini hanyalah bentuk pertahanan diri dari rasa syok pasca-trauma kemarin.

"Maaf, Nona Alena. Mulai hari ini, tugas saya adalah memastikan tidak ada satu pun bahaya yang bisa mendekati Nona," ucap Mahesa dengan nada suara berat aslinya yang berwibawa, tanpa ada sedikit pun getaran ketakutan seperti saat ia menyamar menjadi pelayan tempo hari.

"Heh! Lu nggak usah sok berwibawa ya depan gua! Suara lu digede-gedein begitu biar kelihatan keren?! N4jis tahu nggak!" bentak Alena lagi, melangkah maju beberapa tapak hingga jaraknya dengan Mahesa hanya tersisa satu meter. Aroma parfum floral mahalnya kembali menusuk indra penciuman super Mahesa. "Gua nggak peduli lu udah ganti baju pakai jas mahal atau rambut lu diminyakin kayak begini, status lu di mata gua tetep cuma OB rendahan yang hobi pegang kain pel! Lu sengaja kan ambil tugas ini biar bisa dapet duit banyak dari Papa gua?!"

"Alena! Cukup!" bentak Pak Subroto, kali ini emosinya ikut terpancing melihat tabiat putrinya yang sudah melintasi batas kesopanan. Beliau berdiri dari kursi kulitnya hingga menimbulkan suara derit yang nyaring. "Mahesa ini adalah orang yang sudah menyelamatkan hidupmu kemarin sore! Kalau bukan karena kecepatan dan keberanian dia menjatuhkan empat penjahat bertopeng itu, kamu sekarang sudah hilang diculik atau mungkin sudah jadi mayat di tangan rival bisnis Papa!"

Mendengar ucapan ayahnya, Alena mendadak tertegun selama beberapa detik. Ia menatap lekat-lekat ke arah sepasang mata jernih Mahesa. Kilasan memori sore kemarin di parkiran yang temaram kembali berputar di otaknya, sosok bayangan bertudung jaket yang bergerak secepat kilat, suara tulang patah, dan sepasang mata dingin yang menatapnya di balik kegelapan sebelum menghilang bagai hantu. Namun, ego manjanya yang setinggi langit menolak keras untuk mempercayai kenyataan bahwa pahlawan misterius yang ia puji-puji semalam ternyata adalah pemuda culun yang paling ia benci di kantor ini.

"Nggak mungkin, Pa! Papa pasti udah ditipu sama anak ini!" seru Alena dengan suara yang mulai bergetar emosional, air mata kemanjaannya mulai menggenang di sudut mata karena merasa terpojok. "Dia?! Menumbangkan empat penjahat bersenjata?! Lucu banget! Waktu Alena marahin dia kemarin siang aja, dia cuma bisa nunduk-nunduk ketakutan kayak ayam sayur! Mana mungkin dia punya kemampuan kayak begitu?! Papa pasti salah lihat CCTV!"

"Papa tidak pernah salah lihat, Alena. Dokumen forensik digital dan seluruh bukti absensi sudah Papa periksa sendiri secara teliti," tegas Pak Subroto sembari berjalan mendekati putrinya, lalu mengelus pundak Alena dengan kelembutan seorang ayah yang penuh rasa khawatir. "Papa tahu kamu masih syok karena kejadian kemarin. Tapi tolong, singkirkan dulu egomu. Nyawa kita sedang diincar oleh Wijaya Group. Papa tidak bisa tenang bekerja kalau kamu tidak dijaga oleh orang dengan kemampuan luar biasa seperti Mahesa."

Alena menyentak tangan ayahnya dengan manja, menolak ditenangkan. "Alena tetep nggak mau, Pa! Alena malu kalau temen-temen geng arisan Alena tahu kalau bodyguard pribadi Alena itu mantan babu kantor! Mau ditaruh di mana muka Alena?!" tangis Alena akhirnya pecah, ia menutup wajah cantiknya dengan kedua tangan sembari sesenggukan, merasa harga dirinya hancur berantakan karena harus dikawal oleh orang yang status sosialnya ia anggap berada di dasar bumi.

Mahesa menarik napas pendek yang sangat teratur. Melihat tangisan Alena, ada setitik rasa iba yang muncul di batin emosionalnya. Secara mantap, ia melangkah maju satu tapak, lalu membungkukkan punggungnya sedikit untuk memberikan penghormatan yang layak kepada sang nona besar.

"Nona Alena, saya paham bahwa kehadiran saya membuat Nona merasa tidak nyaman dan risih," tutur Mahesa dengan intonasi yang sangat tenang, lembut, namun sarat akan ketegasan tekad yang tak tergoyahkan. "Jika Nona mengkhawatirkan masalah reputasi di depan teman-teman Nona, saya bersedia menjaga jarak sejauh lima belas meter di belakang Nona saat berada di tempat umum. Saya tidak akan mengganggu obrolan atau aktivitas Nona sedikit pun. Tugas saya murni hanya menjadi bayangan yang memastikan tidak ada peluru atau pisau yang bisa menyentuh kulit Nona."

Alena menurunkan tangannya dari wajah, menatap Mahesa dengan pandangan mata yang sembab dan penuh dengan sisa-sisa kebencian yang sombong. "Lu pikir dengan ngomong manis begitu gua bakal luluh?! Nggak ya! Gua tetep jijik lihat muka lu!" ketus Alena sembari menghapus air matanya dengan tisu yang ia ambil kasar dari meja Papa-nya.

Pak Subroto yang melihat Mahesa tetap mampu menjaga ketenangan jiwanya di tengah amukan badai manja Alena menjadi semakin yakin bahwa keputusannya memberikan mandat ini adalah 100% tepat. Kematangan mental Mahesa benar-benar setangguh batu karang di dasar samudra.

"Keputusan Papa sudah mutlak dan tidak bisa diganggu gugat lagi, Alena," potong Pak Subroto dengan nada tegas yang mengakhiri perdebatan. "Mulai hari ini, ke mana pun kamu pergi, Mahesa akan selalu berada di sampingmu. Jika kamu berani memecat atau mengusir Mahesa tanpa izin Papa, maka seluruh fasilitas kartu kredit, mobil mewah, dan dana liburanmu ke Paris bulan depan akan Papa bekukan seketika!"

Mendengar ancaman darurat dari ayahnya, Alena langsung terbelalak kaget. "Papa?! Kok Papa tega banget sih sama Alena?!" pekik Alena histeris, menghentakkan kaki hak tingginya ke lantai marmer dengan sangat manja. Namun, melihat sorot mata ayahnya yang kali ini sangat serius dan tidak main-main, Alena tahu bahwa ia telah kalah telak dalam negosiasi ini.

Ia akhirnya menoleh kembali ke arah Mahesa, memberikan satu lirikan terakhir yang teramat sangat dingin dan penuh ancaman dari sepasang mata indahnya yang sembab. "Oke! Lu boleh ikut gua hari ini! Tapi inget ya, jangan pernah berani-berani sok akrab atau coba-coba ngatur hidup gua! Kalau lu melanggar satu aja aturan gua, gua bakal bikin hidup lu di kantor ini kayak di neraka!" ancam Alena dengan kalimat yang tajam, berusaha mempertahankan sisa-sisa keangkuhannya sebagai seorang pewaris tunggal.

"Dimengerti, Nona Alena. Terima kasih atas kerja samanya," jawab Mahesa dengan senyuman tipis yang sangat tenang, kembali menegakkan tubuh tegapnya dengan sempurna di samping pintu.

Pertemuan emosional yang penuh dengan ketegangan batin itu akhirnya mereda seiring dengan Alena yang melangkah keluar ruangan dengan entakan kaki yang kasar, meninggalkan Pak Subroto yang mengembuskan napas panjang penuh kelegaan di kursinya. Mahesa segera berbalik dan melangkah mengikuti di belakang sang nona besar dengan ritme kaki yang teratur dan waspada, siap memulai hari pertamanya sebagai sang pelindung terselubung di tengah badai konflik yang kian membara tanpa ada jalan untuk mundur kembali.

1
anggita
ikut dukung like👍aja.
Dewa Naga 🐲🐉
pandai Mahesa bermain kata..kata...👍
Dewa Naga 🐲🐉
mantap..seru...👍👍👍
Dewa Naga 🐲🐉
seru...
Dewa Naga 🐲🐉
mantappp....👍
Agus Susilo
💪💪💪💪
Agus Susilo
makin terkenal musuh makin banyak dan kuat Thor MC nya harusnya dibekali ilmu beladiri serta kekuatan magis untuk pengobatan kronis dan jaga diri dari musuh yg mengancam
Gege
kaaan...kaaan... ketebak Thor jalan ceritamu..🤣🤭..ulur teroos sampai ratusan episode Thor..💪
Gege
ceritanya menghibur mirip sinetron ikan terbang
Gege
aku ga kepancing Thor sama narasimu.. paling juga Alena mabok di club trus terjadilah adegan dewasa tanpa disengaja.. trus ada plot wanita lain menyukai Mahesa dan Alena cemburu.. tarik teruus sampe episode berjilid Thor..🤣🤣🤭
Gege
yaah gaji OB 4jt All in, dikalikan 20 baru 80jt Thor.. pikir ditawari gaji 200jt gitu si Sasa Mahesa...🤭🤣
Paksu82: sisanya buat author boskyu... 🤭🤭🙏
total 1 replies
Gege
apakah MC bakalan dapat gaji ratusan juta? yoooklah gass updatenya 10k kata thor
Paksu82: di bayar pakai cinta boskyu...🤭🙏
total 1 replies
Gege
pikir Mahesa mau jadi tukang pijet dengan keahlian kita warisan kuno, eeeh malah mau jadi tukang kawal a.k.a bodyguard...🤭🤣
Paksu82: 🤭 idenya tadinya dari film jetli boskyu, kemren lihat filemnya jadi aja keluar ide ini, semoga suka boskyu...
total 1 replies
Gege
bahas padi ada pepatah Thor dijaman sekarang. ilmunya seperti padi tapi berasnya import...🤣
Paksu82: beras lokal mahal boskyu 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Hentri Gunawan
lanjut kn thor
Gege
Yoo gass lagi Thor..ide ceritanya keren ini... bikin enteng saja, yang penting ngalir Thor...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!