NovelToon NovelToon
Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Obsesi Kakak Tiriku Hyper

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fitria callista

"Kak Luis, tolong jangan ... ini menyakitkan!" titah Laura dengan wajah memerah. Bahkan ia memalingkan wajahnya ke arah lain. "Kamu berani menegurku!" Wajah Luis nampak menyeramkan. "Kak Luis ... Maafkan aku ... " Ucapan Laura saat tiba-tiba Luis beralih menciumnya. "Ini adalah hukuman karena kamu berani menentang perintahku Laura Ana ... " Kedua bola mata Laura membelalak sempurna, saat Luis ingin ... Luis Lucian sangat membenci Laura Ana, ia menganggap jika Laura anak haram dari ayahnya yang membuat ibunya pergi. Padahal yang sebenarnya terjadi, saat Lucian berumur 15 tahun, ibunya pergi karena berselingkuh. Sementara Laura anak dari sahabat ayah Lucian yang kedua orang tuanya meninggal saat kecelakaan. Saat umur 16 tahun, Laura dibawa kerumah Lucian dan tinggal disana. Karena kelebihan yang diderita Laura, Lucian mengira Laura pernah hamil dan melahirkan. Dia terus menganggu dan mempermainkan perasaan Laura, walaupun bagi Luis, ia dan Laura saudara satu ayah. Luis akan membuat Laur

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria callista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23.

Luis tertawa geli, seraya menaikkan satu alisnya, ia menatap Laura yang berada dibawahnya dengan tatapan menghina.

"Aku nggak menyangka, ternyata kamu sangat pintar sekali berbohong dan mengarang cerita," ujar Luis.

"Steven Gerrard seorang pebisnis kaya di luar negeri, dia dan istrinya selalu menempati peringkat di Forbes. Tidak mungkin orang udik seperti mu itu anaknya, sekali anak pelakor. Kamu tetap anak pelakor yang hina seperti ibumu."

Luis terus mengucapkan kata-kata yang menyakiti hati Laura, semakin membayangkan penderitaan ibunya. Semakin ia merasa kesal dan juga membenci gadis itu.

Laura hanya bisa menangis terisak, hatinya hancur. "Kenapa ucapan yang begitu menyakitkan harus keluar dari bibir mu Luis?" Gumamnya dalam hati.

Luis mulai menghirup aroma tubuh Laura yang selalu menjadi candu baginya, lalu dengan rakus menghisap ASI-nya.

Tangannya bergerilya bermain di bagian tubuh bawah Laura.

Laura terkejut, bahkan tubuhnya menegang, walaupun tidak ia pungkiri. Ia merasakan keenakan saat Luis menyentuh bagian bawahnya, tapi alam bawah sadarnya seakan memberontak untuk tetap menjaga kesuciannya.

"Tolong ... Siapapun orangnya tolong aku!!" teriak Laura, ia berharap ada seseorang yang akan menolongnya.

Semakin Laura berteriak, Luis malah semakin menekan beberapa titik sensitifnya.

Suara teriakan Laura, bagaikan melodi yang semakin membangkitkan nafsunya.

Bahkan Luis mulai mencium leher, dan juga ketiaknya.

Setelah Luis merasa jika tubuh Laura mulai nyaman dan keenakan, Luis mengeluarkan miliknya lalu berusaha memasukkannya perlahan.

Hampir setiap malam, Luis harus menuntaskan hasratnya sendiri dengan sabun. Saat teringat kemolekan tubuh Laura.

Bukan hanya dirumah saja, di sekolah ia juga sering memuaskan dirinya sendiri di kamar mandi. Saat tak sengaja bertemu dengan gadis itu.

Mengingat Luis pernah meenlanjangi Laura, jadi setiap bertemu. Ingatannya sontak memutarkan memori saat Laura tanpa sehelai benang.

Awalnya Luis merasa aneh, di ponselnya banyak sekali foto atau video wanita tanpa busana yang dikirim temannya. Tapi hal itu selalu membuatnya jijik.

Bahkan saat ia nongkrong di club, banyak sekali gadis-gadis -ntah dari sekolahnya atau sekolah lain menawarkan tubuh mereka, bahkan langsung melepaskannya pakaian didepannya.

Tapi bukanya membuatnya candu, seperti dirinya pada Laura. Semua hal itu malah membuatnya ingin muntah.

Awalnya Luis masih berusaha menjaga kewarasannya, untuk tidak melewati batasan.

Apalagi mengingat saat ia memasukkan jari telunjuk nya ke bagian bawah tubuh Laura, ia melihat darah.

Bahkan setelah kembali ke kamarnya, Luis berusaha mencari tahu tentang galaktorea. Kelebihan hormon yang diderita oleh Laura.

Awalnya Luis sudah mulai percaya, tapi amarahnya kembali berkobar saat pagi tadi ia sampai rumah.

Kata pelayan rumah, Laura pindah dari rumah dan ia juga dikirimkan foto oleh temannya saat Laura memeluk seorang pria didepan sebuah kamar apartemen.

Walaupun hatinya menolak, tapi otaknya tetap berpikir jika Laura tidak menderita galaktorea. Gadis itu memang sosok gampangan, yang melakukan segala sesuatunya demi uang.

Ditambah lagi, kebenciannya membuncah saat melihat beberapa luka di wajah maupun tubuh ibunya, apalgi saat melihat ibunya bekerja keras. Mengingat sebelum ibunya pergi, ibunya hanya ibu-ibu sosialita yang hidup enak tanpa susah.

Laura berteriak histeris kesakitan saat Luis memaksa miliknya untuk memasuki lorong yang sempit itu. "Luis, tolong ampuni aku. Aku akan melakukan apapun padamu, tapi jangan ambil kesucianku," ujarnya dengan nada pilu dan wajah memohon.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!