NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 20 : Rosline dalam pelukan Bara

“Sial.” Daniel mendadak bergumam pelan.

Bara langsung menatap ke depan.

Dan Rosline ikut membeku saat melihat satu mobil hitam berhenti melintang di tengah jalan sempit itu seolah sengaja menghalangi mereka.

“Tu-Tuan…” suara Rosline langsung melemah panik. “Ja-jangan bilang itu juga musuh.”

Tatapan Bara berubah sangat dingin sekarang.

“Daniel.”

“Ya, Tuan.”

“Jangan berhenti.”

Rosline langsung melotot syok. “Hah?!”

Namun sebelum ia sempat bereaksi lagi…

Brummm!

Daniel justru menginjak pedal gas lebih dalam. Mobil mereka melesat cepat lurus menuju kendaraan penghalang di depan.

Rosline langsung menjerit panik. “Pak Daniel aku belum siap mati!”

Namun tepat beberapa meter sebelum tabrakan...

Sreeettt!

Mobil hitam di depan mendadak bergerak mundur memberi jalan seperti ketakutan. Daniel langsung membelok tajam melewati celah sempit di antara kendaraan itu.

Rosline refleks memejam erat sambil mencengkeram jas Bara kuat-kuat. Tubuhnya bahkan gemetar sekarang.

Sedangkan Bara tetap duduk tenang seolah situasi tadi hal biasa baginya. “Mobil belakang?” tanyanya dingin.

Daniel langsung melihat kaca spion. “Masih mengikuti, Tuan.”

Tatapan Bara menyipit tipis penuh ancaman. “Brengsek! Sangat keras kepala.”

Rosline perlahan membuka mata dengan napas berantakan. Wajahnya sudah pucat total sekarang. “Saya…” suaranya hampir menangis. “Saya benar-benar ingin pulang.”

Namun tiba-tiba...

Drrttt.

Ponsel Bara kembali bergetar.

Pria itu langsung menjawab cepat. “Ada apa?”

Suara anak buahnya terdengar tergesa dari seberang sana.

“Tuan, kami menemukan sesuatu. Mobil yang mengikuti Tuan tadi terhubung dengan kelompok Black Viper.”

Tatapan Bara langsung berubah jauh lebih gelap.

Sedangkan Daniel refleks mengeratkan genggaman setir.

Rosline yang mendengar nama itu langsung makin bingung dan takut. “Black… apa?”

Namun tidak ada yang menjawabnya.

Beberapa detik suasana mobil terasa mencekam.

Lalu Bara berkata rendah penuh tekanan, “jadi mereka... akhirnya mulai bergerak.”

Rosline langsung menoleh cepat. “Siapa mereka sebenarnya?”

Bara diam beberapa detik sebelum akhirnya menatap Rosline lurus. Tatapannya kali ini benar-benar serius. “Musuh terbesar keluarga Alexander.”

Jantung Rosline langsung berdegup keras. “Musuh terbesar? Jadi artinya kita dalam bahaya...”

Belum sempat Bara menjawab...

Brakkk!

Satu suara benturan keras tiba-tiba terdengar dari belakang. Mobil mereka sedikit terguncang.

Rosline menjerit kaget spontan. “Ahhh!”

Daniel langsung mengumpat pelan. “Mereka menabrak mobil kita.”

Rosline benar-benar hampir menangis sekarang. “Ini bukan kehidupan normal, ya Tuhan Aku belum siap mati!”

Dan untuk pertama kalinya sejak tadi, Bara perlahan menarik Rosline mendekat ke sisinya agar gadis itu tidak terlempar lagi saat mobil berguncang.

“Tetap di sini.” ucapnya rendah.

Rosline langsung membeku dalam pelukan sebelah tangan pria itu. Sedangkan tatapan Bara kini berubah sangat dingin menatap mobil di belakang melalui kaca gelap mobil mereka.

Aura pria itu sekarang benar-benar seperti predator yang mulai marah. Tatapan Bara masih dingin menatap mobil di belakang mereka yang terus mencoba mendekat.

“Daniel.”

“Ya, Tuan.”

“Putar balik.” perintah Bara rendah. “Cari jalan yang tidak bisa mereka ikuti.”

“Baik, Tuan.”

Daniel langsung membelokkan mobil cepat memasuki jalur lain yang lebih sempit.

Sreettt!

Rosline refleks kembali mencengkeram kemeja Bara lebih erat. Sedangkan Bara tetap menahan tubuh gadis itu dengan satu tangan agar tidak terlempar saat mobil berbelok tajam.

“Aku khawatir pada Opa.” gumam Bara dingin.

Rosline yang sejak tadi pucat langsung berbicara cepat dengan suara gemetar. “Ki-kita tidak jadi membeli makanan viral untuk Tuan Besar ya?” tanyanya pelan. “Nanti kalau...”

Belum selesai bicara, Bara langsung mendengus kesal kecil.

“Kau…” tatapannya turun menatap Rosline di pelukannya. “Lebih memikirkan makanan daripada nyawamu sendiri?”

Rosline langsung membeku malu. “Ti-tidak begitu.”

“Tidak usah dipikirkan lagi.” potong Bara dingin. “Sekarang sebaiknya kau diam, kalau masih ingin hidup.”

Rosline langsung diam tidak berani membantah lagi.

Beberapa detik kemudian Bara kembali berbicara tanpa mengalihkan pandangannya dari jalanan luar. “Aku rasa Black Viper mulai terusik.” suaranya rendah. “Sebagian wilayah pelabuhan sudah kita kuasai.”

Daniel langsung mengangguk pelan dari depan. “Sepertinya begitu, Tuan.”

Rosline langsung menelan ludah pelan. Pelabuhan? Wilayah? Semakin lama percakapan mereka benar-benar terdengar seperti organisasi mafia besar sungguhan.

Namun kali ini Rosline tidak banyak bicara lagi. Tubuhnya masih gemetar ketakutan sejak mobil mereka ditabrak tadi.

Tanpa sadar gadis itu justru semakin berlindung dalam dekapan Bara. Entah karena terlalu takut atau karena ada kesempatan, pelukan pria itu terasa jauh lebih nyaman dibanding situasi di luar sana.

Dan yang lebih aneh lagi, Bara tidak menolaknya. Pria itu tetap membiarkan Rosline berada dekat di sisinya sekarang.

Tatapan Daniel bahkan sempat naik ke kaca spion sebentar melihat pemandangan itu sebelum kembali fokus menyetir.

Drrttt.

Ponsel Bara kembali berdering.

Kali ini nama Edwin muncul di layar. Bara langsung menjawab cepat. “Kenapa?”

Suara Edwin terdengar serius dari seberang sana. “Kalian di mana sekarang?”

“Masih di jalan.”

“Mansion sudah aman.” lanjut Edwin cepat. “Sistem keamanan kompleks sudah aktif. Beberapa mobil mencurigakan di sekitar mansion juga sudah berhasil pergi.”

Tatapan Bara sedikit berubah mendengar itu . “ Bagaimana dengan Opa?”

“Aman.” jawab Edwin singkat. “Aku sekarang lebih mengkhawatirkan keadaanmu dan Rosline.”

Rosline yang mendengar namanya disebut langsung menoleh kecil.

“Beri tahukan aku posisimu sekarang,” lanjut Edwin dingin. “Aku akan menyusul.”

Namun Bara langsung menjawab cepat tanpa ragu. “Tidak perlu.”

“Apa?”

“Aku sedang dalam perjalanan pulang.”

Edwin langsung diam beberapa detik di sana.

Sedangkan Bara tetap berkata datar, “Tangani keamanan mansion saja.”

Rosline diam-diam memperhatikan wajah Bara sekarang. Entah kenapa… pria itu terlihat terlalu keras kepala untuk menerima bantuan siapa pun termasuk adik kandungnya sendiri.

Padahal jelas situasi mereka sedang berbahaya. Dan Rosline perlahan mulai menyadari sesuatu. Edwin memang memiliki bisnis legal dengan sistem keamanan luas dan koneksi besar.

Pemikiran itu justru membuat bulu kuduk Rosline kembali meremang. Astaga, Aku benar-benar tinggal bersama keluarga mafia besar sekarang.

Mobil hitam itu terus melaju cepat membelah jalanan kota. Suara mesin dan gesekan ban terasa semakin menegangkan di tengah suasana mencekam di dalam mobil.

Rosline masih diam dalam dekapan Bara dengan napas belum stabil. Tangannya bahkan masih mencengkeram ujung jas pria itu tanpa sadar.

Sedangkan Bara tetap fokus memperhatikan situasi luar lewat kaca mobil yang gelap. “Mobil belakang?” tanyanya dingin.

Daniel langsung melihat kaca spion lagi. “Masih ada dua kendaraan mengikuti kita, Tuan. Tapi jaraknya mulai jauh.”

“Masuk ke jalur bawah flyover.” perintah Bara cepat.

“Baik, Tuan.”

Mobil kembali berbelok tajam memasuki jalan sempit yang lebih sepi. Rosline refleks memejam lagi karena takut.

Namun beberapa detik kemudian…

“Sepertinya mereka kehilangan jejak kita.” gumam Daniel pelan.

Tatapan Bara tetap tajam. “Jangan lengah.”

“Baik, Tuan.”

Suasana kembali hening beberapa saat.

Rosline perlahan membuka matanya lagi. Jantungnya masih berdebar kacau. Baru sekarang ia sadar kalau dirinya masih berada sangat dekat dengan Bara. Dan lebih parahnya lagi… pria itu belum melepaskannya.

Rosline langsung salah tingkah kecil lalu buru-buru mencoba menjauh pelan. “Ma-maaf…”

Namun sebelum benar-benar menjauh, mobil kembali sedikit berguncang saat melewati jalan rusak.

“Ah!”

Rosline refleks kembali menabrak dada Bara.

Daniel langsung batuk kecil pura-pura tidak melihat dari depan.

Sedangkan Bara hanya menahan tubuh Rosline sebentar sebelum berkata datar, “Duduk yang benar.”

Wajah Rosline langsung merah total. “I-iya…”

Kini gadis itu duduk tegak sekaku patung sambil menunduk malu.

Namun beberapa detik kemudian…

Drrttt.

Ponsel Daniel tiba-tiba berbunyi. Pria itu langsung memasang earphone kecil sebelum menjawab cepat.

“Ya?”

Wajah Daniel perlahan berubah serius.

Tatapan Bara langsung menyipit. “Apa lagi?”

Daniel langsung menjawab pelan, “Tuan… anak buah kita menemukan salah satu mobil Black Viper berhenti tidak jauh dari area pelabuhan timur.”

Suasana mobil langsung berubah dingin lagi.

“Berapa orang?” tanya Bara.

“Belum diketahui. Tapi mereka seperti sedang mencari sesuatu.”

Tatapan Bara berubah semakin tajam. “Mereka pasti sengaja memancing kita keluar dari mansion.”

Rosline langsung menelan ludah gugup lagi. Pelabuhan. Wilayah. Black Viper. Semakin lama semuanya terdengar seperti dunia gelap yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Dan entah kenapa… sekarang Rosline mulai sadar satu hal. Bara Alexander bukan hanya pria kaya dingin biasa. Pria itu benar-benar hidup di dunia berbahaya yang dipenuhi ancaman dan musuh.

“Tuan…” suara Rosline akhirnya terdengar kecil.

Bara menoleh sedikit. “Apa?”

Rosline ragu beberapa detik sebelum akhirnya memberanikan diri bertanya pelan, “Apa sejak kecil… hidup Tuan memang sudah seperti ini?”

1
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!