NovelToon NovelToon
SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

SENI TRANSMUTASI TULANG PURBA

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: 秋天(Qiūtiān)

Han jian merupakan seorang pemuda dari klan Han yang tidak dapat ber kultivasi sejak kecil sehingga menjadi bahan hinaan di klan Han, ia tidak dapat ber kultivasi dikarenakan ia tidak memiliki dantian seperti yang lain nya melain kan sebuah pusaran hitam yang di akibatkan karena dantian nya telah hancur, namun nasibnya berubah setelah menemukan sebuah fragmen tulang di makam ayahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon 秋天(Qiūtiān), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 22: GEMURUH DI GERBANG AWAN

Burung bangau raksasa itu membelah gumpalan awan yang mengandung listrik statis, membawa Han Jian menuju jantung kekuasaan yang selama ini hanya ada dalam dongeng dunia bawah. Di bawahnya, hamparan pulau-pulau melayang tampak seperti titik-titik hijau di samudera langit yang tak berujung. Namun, mata Han Jian tetap terpaku pada patung raksasa di kejauhan. Patung itu menggambarkan seorang pria gagah yang memegang tombak, wajahnya penuh wibawa, persis seperti bayangan Han Shuo yang ada dalam ingatan Han Jian.

Namun, ada sesuatu yang salah. Patung itu tidak lagi utuh. Bagian wajahnya telah dicoret dengan cat hitam yang kental, dan rantai besar melilit leher patung tersebut, seolah melambangkan kehinaan.

"Kenapa patung itu dirantai?" tanya Han Jian, suaranya dingin dan tajam seperti mata pisau.

Dua murid sekte yang gemetar di depannya, Li Chong dan Wang Hu, saling lirik dengan wajah pucat. Li Chong, yang duduk di leher bangau, menelan ludah sebelum menjawab.

"Tuan... itu adalah patung Jenderal Han Shuo. Sepuluh tahun lalu, dia adalah pahlawan besar di Sekte Tulang Langit. Tapi... tiga tahun yang lalu, Dewan Tetua menyatakan dia sebagai pengkhianat. Katanya, dia mencoba mencuri Inti Sumsum Surgawi untuk kepentingan pribadinya. Sekarang, dia dikurung di Penjara Dasar Langit, sebuah tempat di mana bahkan dewa pun bisa kehilangan akal sehatnya."

Han Jian mengepalkan tinjunya. Setiap sendi di jarinya mengeluarkan bunyi krek yang membuat kedua murid itu merinding. Pengkhianat? Pola yang sama terulang kembali. Di dunia bawah, ayahnya dikhianati oleh klan sendiri. Di dunia atas, ia dikhianati oleh sekte yang ia bela.

"Sepertinya dunia ini memang butuh pembersihan total," gumam Han Jian.

Setelah beberapa saat terbang, mereka tiba di gerbang utama Sekte Tulang Langit. Gerbang itu dibangun dari tulang naga purba yang tingginya mencapai ratusan meter, memancarkan aura putih yang menyilaukan. Di sana, puluhan penjaga berseragam baja putih berdiri tegak, masing-masing memancarkan aura yang jauh lebih kuat dari murid-murid luar yang Han Jian temui sebelumnya.

"Berhenti! Siapa yang berani membawa orang luar tanpa izin?" seru seorang kapten penjaga, menghalangi jalan bangau mereka.

Li Chong segera turun dan bersujud. "Kapten, pemuda ini adalah... dia adalah pendaki dari dunia bawah. Dia memiliki kekuatan yang sangat aneh!"

Mendengar kata "pendaki dari dunia bawah", para penjaga itu tertawa meremehkan. "Sampah dari tanah kotor lagi? Buang saja dia ke jurang pembuangan budak. Kita tidak punya waktu untuk mengurus pengungsi."

Han Jian melompat turun dari burung bangau. Saat kakinya menyentuh lantai marmer gerbang, sebuah getaran kecil merambat di tanah. Ia tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya berjalan maju dengan Tombak Pemutus Takdir di tangan.

"Hei! Kau tidak dengar? Berhenti!" Kapten penjaga itu menghunuskan tombak peraknya dan menusukkannya ke arah dada Han Jian.

Han Jian tidak menghindar. Ia membiarkan ujung tombak itu menghantam dadanya.

TING!

Ujung tombak perak itu melengkung seketika saat bersentuhan dengan dada Han Jian. Sang kapten terbelalak. "Apa? Kulit macam apa ini?"

"Hanya itu?" Han Jian menatap mata sang kapten dengan pupil emasnya yang berdenyut. "Sekarang giliranku."

Han Jian tidak menggunakan tombaknya. Ia hanya melepaskan satu pukulan ringan ke arah perut sang kapten. Namun, pukulan "ringan" bagi pemilik Tulang Emas Abadi adalah bencana bagi orang biasa.

BOOM!

Zirah baja sang kapten hancur berkeping-keping. Tubuhnya melesat ke belakang seperti peluru, menghantam gerbang tulang naga hingga retak. Para penjaga lainnya tertegun dalam keheningan yang mematikan. Kapten mereka, seorang kultivator tahap Pusaran Bumi tingkat menengah, dikalahkan dalam satu serangan tanpa Qi.

"Panggil tetua kalian," suara Han Jian bergema di seluruh area gerbang. "Katakan pada mereka, putra Han Shuo telah datang untuk menagih utang darah."

Situasi segera berubah menjadi kekacauan. Lonceng peringatan sekte berbunyi sembilan kali—tanda adanya ancaman tingkat tinggi. Ribuan murid keluar dari asrama mereka, dan beberapa cahaya pelangi melesat dari puncak-puncak gunung melayang. Itu adalah para Tetua Sekte.

Seorang wanita tua dengan jubah ungu mendarat di depan Han Jian. Namanya adalah Tetua Mei, salah satu dari tujuh tetua inti. Matanya yang sipit menatap Han Jian dengan penuh kebencian.

"Putra si pengkhianat? Jadi anjing itu punya keturunan di dunia bawah?" Tetua Mei tertawa sinis. "Kami memang sedang mencari cara untuk memancing Han Shuo berbicara. Memiliki putranya di tangan kami akan mempermudah segalanya."

Tetua Mei melambaikan tangannya, dan tiba-tiba ratusan benang sutra ungu yang sangat tipis keluar dari lengan bajunya, mencoba melilit tubuh Han Jian. Setiap benang itu dilapisi dengan racun peleleh tulang yang sangat mematikan.

Han Jian merasakan bahaya, namun alih-alih mundur, ia justru membiarkan dirinya dililit. Benang-benang itu mengikatnya dengan sangat kuat hingga menembus jubahnya.

"Hahaha! Bodoh! Benang sutra ungunu akan melelehkan seluruh dagingmu dalam hitungan detik!" seru Tetua Mei.

Namun, senyumnya memudar saat ia melihat Han Jian tetap berdiri tegak. Benang-benang itu mulai membara dan putus satu per satu. Uap putih keluar dari kulit Han Jian.

"Dagingku mungkin bisa kau racuni," ucap Han Jian, suaranya terdengar seperti guntur yang tertahan. "Tapi tulangku... adalah sesuatu yang tidak bisa kau sentuh."

Han Jian memicu resonansi sumsum tulangnya. Energi emas murni meledak keluar dari tubuhnya, menghancurkan sisa-sisa benang ungu tersebut. Ia melesat maju, meninggalkan bayangan emas di udara.

Tetua Mei terkejut dan mencoba menciptakan perisai Qi, namun Han Jian sudah berada di depannya. Ia mencengkeram wajah wanita tua itu dan menghantamkannya ke tanah.

DUMMM!

Lantai marmer di sekitar mereka hancur berkeping-keping. Han Jian berdiri di atas Tetua Mei yang kini megap-megap, harga dirinya hancur berkeping-keping di depan ribuan murid sekte.

"Di mana penjara itu?" tanya Han Jian, menekan kepala Tetua Mei lebih dalam ke tanah.

"Kau... kau tidak akan pernah bisa masuk..." Tetua Mei terbatuk darah. "Penjara Dasar Langit dijaga oleh Formasi Sembilan Kematian... kau akan hancur sebelum sempat menyentuh pintunya!"

Han Jian menengadah ke arah langit, di mana sebuah menara hitam terbalik melayang di titik terendah sekte, dikelilingi oleh badai petir hitam yang tak henti-hentinya menyambar. Itulah Penjara Dasar Langit.

"Lihat saja nanti," kata Han Jian.

Ia mengangkat tombaknya dan mengarahkannya ke menara hitam itu. Di tengah ribuan musuh yang mengepungnya, Han Jian tidak merasa takut sedikit pun. Ia justru merasakan darahnya mendidih. Inilah dunia yang ia cari—dunia di mana ia bisa melepaskan seluruh kekuatan Kaisar Tulang Emas tanpa perlu menahan diri.

Dari bayang-bayang di sudut sekte, beberapa sosok berjubah hitam memperhatikan dengan penuh minat. Salah satu dari mereka memegang gulungan rahasia. "Subjek tanpa dantian telah tiba. Biarkan dia membuat kekacauan. Ini adalah eksperimen yang sempurna."

Tanpa disadari Han Jian, kedatangannya telah memicu rencana besar yang jauh lebih gelap daripada sekadar pengkhianatan klan atau sekte. Namun bagi Han Jian, rencana apa pun akan ia hancurkan, selama ia memiliki tulang yang tak bisa dipatahkan oleh takdir.

1
Malik Junjung
critanya trlalu ringkas...
Malik Junjung
yach... mnurut sy sich drpd ikut ujian kdewasaan mnding klwr dri klan... drod pmer kekuatn....
angin kelana
bab selanjutnya semoga lebih seru lg..
秋天(Qiūtiān): di tunggu ya teman teman
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!