Aris adalah definisi pecundang di mata dunia. Dipecat dari pekerjaan kasarnya, dikhianati oleh kekasih yang paling ia cintai, dan dihina oleh teman-teman sekolahnya saat reuni karena hanya mengendarai motor butut.
Satu-satunya harta yang ia miliki hanyalah sebidang tanah warisan kakeknya di pinggiran kota.
Namun, harapan Aris hancur saat ia kembali. Tanah yang ia impikan menjadi tempat tinggal yang tenang, telah berubah menjadi gunung sampah ilegal—sebuah "borok" kota yang dikuasai mafia dan oknum korup.
Di titik terendah hidupnya, sebuah suara dingin bergema di kepalanya:
[Ding! Sistem Petani Sultan Diaktifkan!]
[Misi Pemula : bersihkan 10 KG sampah]
[Hadiah : alat penyulingan esensi Cairan dewa]
[Mulai Proses Penyulingan... Menghasilkan: Cairan Dewa Tingkat 1!]
Satu tetes cairan itu mampu mengubah tanah beracun menjadi Lahan Surgawi.
. Satu tetes lagi mampu membuat tanaman mati tumbuh kembali dengan khasiat luar biasa, dengan cairan ini dia menjadi petani sultan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R.A Wibowo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22--Semangka Kristal
Pagi harinya, suasana Desa Sukacita terasa lebih sibuk dari biasanya. Deru truk material yang membawa panel pendingin dan keramik mewah menjadi musik latar baru di pekarangan Aris.
Para tetangga yang biasanya sibuk akan aktifitas masing-masing, sesekali melambatkan langkah saat melewati rumah Aris, menatap takjub pada bangunan semi-permanen yang mulai berdiri kokoh di samping kebun.
Sejak kedatangan Aris yang pulang kampung ada saja kejadian-kejadian luar biasa. Mulai dari lahan pembuangan sampah disulap jadi lahan pertanian, ajaibnya rasa dari hasil tani luar biasa enak sampai rumor itu dijual lari di hotel bersebaran di desa, sekarang dia hendak melakukan renovasi tambahan?
Namun, bagi Aris untuk sekarang gudang itu bukan pusat perhatian dia, melainkan dia fokus pada petak kecil yang dipagari bambu tinggi di pojok timur.
Aris melangkah masuk ke dalam area rahasia itu bahkan sebelum embun pagi menguap. Begitu pintu bambu terbuka, ia langsung terpaku.
"Baru dua puluh empat jam..." gumam Aris, matanya membelalak tak percaya.efek dari benih emas yang dibeli dari sistem dan cairan dewa tingkat 3 gak main-main. Pertumbuhan lebih cepat 1000%
Gak heran harga sebiji 100 ribu.
Sari yang datang membawakan kopi pagi hampir saja meruntuhkan nampannya untuk kedua kalinya.
"Ris! Itu... kok daunnya warna hijau giok?"
Di depan mereka, dua puluh lubang yang semalam hanya berisi benih seharga seratus ribu itu kini telah berubah menjadi hamparan daun yang merambat agresif.
Daun-daunnya tidak berwarna hijau kusam seperti tanaman semangka pada umumnya.
Warnanya hijau emerald yang bening, seolah-olah dipahat dari batu giok transparan. Cahaya matahari pagi yang menyentuhnya tidak sekadar terpantul, tapi seolah terserap ke dalam struktur daunnya.
Aris berjongkok, menyentuh salah satu sulur yang terasa dingin seperti menyentuh permukaan porselen.
Sekali dia pegang kemampuan sistem dia otomatis aktif.
[DING! PERKEMBANGAN ASET TERDETEKSI]
Tanaman: Semangka Kristal (Struktur Karbon Padat).
Fase: Pertumbuhan Vegetatif Super (60% Menuju Kematangan).
Status:Sangat Sehat (Efek Cairan Dewa Lv.3 & Nutrisi Tanah Optimal).
Catatan: Aroma tanaman mulai mengeluarkan senyawa relaksasi tingkat tinggi.
Efek cairan level 3 yang dia dapatkan dari sistem memang luar biasa, namun sayangnya semua sudah habis.
Baru sehari.
TANAMAN INI BARU SATU HARI.
Dia mungkin terlalu berlebihan karena terkejut, namun kemarin juga sama. Sawi milik dia mekar dalam waktu satu hari.
semangka kristal itu sudah menjalar hampir memenuhi satu petak kecil, bahkan beberapa bagian batangnya terlihat setebal pergelangan tangan orang dewasa. Ujung-ujung daunnya memantulkan cahaya hijau lembut seperti kaca mahal.
Sari berdiri di samping Aris sambil memegang dadanya sendiri.
“Ini… serem tahu gak sih, Ris…” bisiknya lirih. “Cantik banget, tapi malah bikin merinding.”
Aris terkekeh kecil, meski dalam hati ia setuju. Ini terlalu abnormal.
Kalau sampai orang luar lihat, apalagi perusahaan pertanian besar atau media, habislah hidup tenangnya. Bisa-bisa dia diculik buat jadi mesin tani berjalan.
Aris menyentuh batang utama tanaman itu sekali lagi.
[DING!]
[Efek Tambahan Terdeteksi.]
[Semangka Kristal menghasilkan aroma relaksasi alami.]
[Efek terhadap manusia: menurunkan stres ringan,meningkatkan kualitas tidur, menstabilkan emosi, meredakan perasaan depresi]
Aris terkejut dalam hati setiap sayuran yang dia miliki masing-masing bawa manfaat pribadi dan ini manfaatnya seolah diborong, sawi milik dia bisa menyembuhkan perasaan capek 15% tapi ini? Hampir 4 manfaat sendiri untuk satu semangka!
“Buset…” Aris melongo. “Ini semangka apa tanaman spiritual?”
“Hah?” Sari melirik bingung.
“Enggak, aku cuma lagi kagum aja.”
Sari ikut jongkok di sebelah Aris. Aroma lembut dari tanaman itu memang aneh, namun seperti biasa harum manisnya samar, seperti campuran melon dingin dan embun pagi. Semakin lama di dekatnya, tubuh terasa ringan.
“Pantes dari tadi aku jadi tenang…” gumam Sari pelan. “Ternyata baunya wangi gini.”
Itu normal, namun bagi pemuda bujangan kaya Aris dia membantin. Posisi mereka cukup dekat, gadis kembang desa itu memiliki aroma yang lebih berbahaya untuk pria seperti dia. 'Lo lebih wangi lagi neng.’
Aris berdeham keras, mencoba mengusir pikiran nakal yang mendadak mampir di kepalanya. Fokus, Ris! Fokus ke cuan!
"Ehem! Pokoknya, Sar, mulai detik ini jangan ada satu orang pun yang masuk ke petak ini. Wak Darmo pun kalau mau masuk harus izin aku dulu. Bilang saja ini eksperimen benih luar negeri yang sensitif sama kuman manusia," ucap Aris dengan nada sok serius untuk menutupi kegugupannya.
Sari mengangguk patuh, matanya masih terpesona pada kilau daun giok itu. "Iya, Ris. Serahin ke aku!”
***
Sore harinya, Aris gak sibuk sama panenan doang. Dia fokus ke arah gudang.
pembangunan gudang mencapai tahap final. Mesin pendingin mulai dinyalakan untuk uji coba.
Suara dengung halus dari kompresor terdengar sangat memuaskan di telinga Aris. Suhu di dalam ruangan perlahan turun menuju 5°C.
Aris berdiri di ambang pintu baja gudang cold storage itu. Hawa dingin yang menyembur keluar terasa kontras dengan keringat yang membasahi kaos oblongnya. Ia menyilangkan tangan di dada, menatap deretan rak besi kosong yang sebentar lagi akan menjadi saksi sejarah bisnisnya.
"Gila... dinginnya sampai ke tulang," gumam Wak Darmo yang berdiri di belakang Aris sambil merapatkan jaket lusuhnya. "Tapi Ris, ini mesin bunyi halus begini apa nggak mahal listriknya?"
"Santai, Wak. Hasil panen kita besok pagi bakal bayar listrik gudang ," jawab Aris penuh percaya diri.
[DING!]
[SISTEM INFRASTRUKTUR: AKTIF]
Fasilitas: Cold Storage Level 1.
Kapasitas: 500 kg.
Efek: Menghentikan proses pembusukan biologis hingga 98% dan mengunci efek khusus tanaman sistem.
Aris tersenyum tipis. Dengan adanya gudang ini, dia tidak perlu lagi memaksakan diri mengirim barang di jam-jam yang tidak manusiawi. Dia punya kontrol penuh.
Dia bisa menyetok barang-barang sayuran lebih mudah, menyimpan beberapa lalu menjual saat harga lagi naik-naiknya.
Namun, di tengah kesibukan itu, ponsel Aris bergetar. Sebuah nama muncul di layar:
Chef Junaedi.
"Halo, Chef?"
"Ris! Kamu di mana? Dengar, acara jamuan Gubernur dimajukan lusa siang! Maaf ini dadakan, tapi Mereka minta menu penutup yang belum pernah ada di sini. Kamu bilang punya sesuatu yang 'wah' kan? Bisa saya lihat contohnya besok pagi?" Suara Junaedi terdengar sangat gelisah namun penuh harap.
Aris melirik ke arah petak rahasianya, di mana kuncup-kuncup bunga transparan mulai bermunculan di balik daun giok.
"Tenang, Chef. Besok pagi saya antar 'berlian' itu ke hotel," jawab Aris tenang.
"Serius kamu? Oke, saya tunggu jam delapan pagi di pintu belakang!"
Setelah menutup telepon, Aris mengepalkan tangannya. Ia tahu, jamuan Gubernur ini adalah pertaruhan besar. Jika Semangka Kristal ini sukses, nama Aris dan lahan milik kakeknya akan meledak.
Ini adalah langkah pertama untuk branding, dia yakin setelah gubernur dan beberapa orang penting merasakan sayuran hasil panen dia, maka permintaan untuk order sayuran gak hanya dari hotel dan chef junaedi melainkan lebih banyak lagi orang penting.
Dan yang pasti menghasilkan lebih banyak cuan!