NovelToon NovelToon
Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Bayu Dan Aplikasi Toko Ajaib

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:22.9k
Nilai: 5
Nama Author: ex

Bayu Alexander adalah seorang karyawan rendahan yang sedang berada di titik terendah hidupnya setelah difitnah dan gajinya dipotong semena-mena oleh atasannya. Nasib miskinnya berbalik seratus delapan puluh derajat ketika ia memindai sebuah barcode misterius di halte bus yang diam-diam menginstal Aplikasi Toko Ajaib di ponselnya.

Berbekal sisa saldo lima puluh ribu rupiah, Bayu memanfaatkan fitur diskon kilat aplikasi tersebut untuk membeli kacamata ajaib penilai barang antik, yang menjadi batu loncatan pertamanya meraup ratusan juta rupiah dari pasar loak.

Dari seorang budak korporat yang diinjak-injak, Bayu perlahan membangun kerajaan bisnisnya sendiri, menggunakan item-item tak masuk akal dari sistem untuk menghancurkan karir musuh-musuhnya, mendominasi pasar saham, hingga menumpas mafia kejam yang mencoba mengusiknya, semuanya ia lakukan dalam diam sebagai miliarder baru Jakarta yang rahasianya tidak akan pernah terbongkar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ex, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23

Intersepsi Berhasil. Dana ditahan di server transit. Masukkan tujuan pengalihan baru.

Bayu berpikir sejenak. Jika ia memasukkan dua triliun ke rekening pribadinya, itu akan menjadi masalah hukum yang sangat besar di kemudian hari. Ia tidak mau dipenjara karena dituduh melakukan pencucian uang.

Ia membagi dana tersebut menjadi dua.

"Satu triliun rupiah, pindahkan ke rekening utama PT Mandiri Alexander Investama dengan keterangan sebagai suntikan dana dari investor asing anonim yang telah dilegalkan oleh sistem. Satu triliun sisanya, pecah menjadi seratus bagian dan sumbangkan secara acak ke berbagai panti asuhan, yayasan kanker, dan pembangunan sekolah di seluruh Indonesia secara anonim," Bayu memberikan perintah suaranya.

Hologram itu memproses perintah Bayu.

Pengalihan Dana Selesai. Jejak digital target telah dihapus. Rekening luar negeri target kini bernilai nol.

Hologram itu perlahan meredup dan lenyap ditelan udara.

Bayu tersenyum puas. Di dunia ini, tidak ada siksaan yang lebih menyakitkan bagi seorang mafia serakah selain terbangun dan menyadari bahwa seluruh hartanya telah lenyap dan disumbangkan untuk amal. Baskoro kini bukan lagi ancaman. Ia hanyalah orang tua miskin yang sedang menjadi buronan.

Di saat yang sama, di Terminal Jet Pribadi Bandara Halim Perdanakusuma.

Baskoro duduk gelisah di ruang tunggu VIP. Koper berisi emas batangan ada di pangkuannya. Pesawatnya sedang melakukan pemeriksaan mesin terakhir sebelum lepas landas menuju Singapura.

Ia terus mengecek layar ponselnya, memperbarui halaman perbankan luar negerinya setiap lima menit. Ia ingin memastikan bahwa uang dua triliun itu mendarat dengan selamat.

Pada pembaruan kesepuluh, halaman tersebut akhirnya termuat sepenuhnya.

Status Transfer: Gagal / Dialihkan.

Saldo Akhir Rekening Cayman: $ 0.00.

Mata Baskoro terbelalak lebar hingga urat-urat matanya memerah. Ia mendekatkan layar ponsel itu ke wajahnya, menolak percaya pada apa yang ia lihat.

"Nggak mungkin... ini pasti salah sistem. Nggak mungkin!"

Baskoro berteriak histeris, membuat beberapa staf bandara menoleh terkejut. Ia menekan nomor layanan pelanggan perbankan luar negeri tersebut dengan tangan gemetar parah.

"Halo! Kenapa saldo saya nol?! Ke mana uang dua triliun saya?!" bentak Baskoro menggunakan bahasa Inggris yang berantakan.

"Mohon maaf, Pak. Menurut catatan sistem kami, otorisasi awal Anda telah dibatalkan dari pihak pengirim. Dana tersebut telah disebarkan ke ratusan lembaga amal di negara Anda, dan sebagian lagi dialihkan ke perusahaan investasi lokal. Sistem kami mencatat instruksi itu sah," jawab suara operator dengan tenang.

"Disumbangkan?! Saya tidak pernah menyuruh menyumbangkan uang saya! Kembalikan uang itu sekarang juga!" Baskoro menjerit, suaranya pecah. Air mata keputusasaan mulai menetes dari matanya.

"Maaf, Pak. Transaksi amal tersebut bersifat final dan tidak dapat ditarik kembali. Apakah ada hal lain yang bisa saya bantu?"

Baskoro melempar ponselnya sekuat tenaga hingga hancur berkeping-keping menghantam dinding kaca bandara. Napasnya tersengal-sengal. Dadanya terasa sangat sesak seolah ditindih batu raksasa. Jantung tuanya tidak kuat menahan kejutan kehilangan seluruh kekuasaan dan harta benda dalam satu malam.

Ia mencengkeram dadanya, jatuh tersungkur dari kursi VIP, dan kehilangan kesadaran sebelum staf medis bandara sempat berlari menolongnya.

Sang mafia tanah telah tumbang, dikalahkan oleh keegoisannya sendiri dan teknologi yang tidak ia pahami.

Kembali ke apartemen Bayu di Kuningan.

Bayu keluar dari kamarnya. Bau harum roti bakar mentega dan selai nanas tercium dari arah meja makan. Tari sedang menuangkan teh panas ke dalam cangkir.

"Gimana, Bos? Udah nemu cara buat nahan transferannya?" tanya Tari sambil menggigit rotinya.

Bayu duduk di kursi seberang Tari, mengambil sepotong roti, dan mengunyahnya pelan.

"Udah beres, Tar. Lo nggak perlu lapor PPATK. Uangnya udah batal dikirim ke luar negeri. Faktanya, mulai siang ini, PT Mandiri Alexander Investama punya tambahan modal satu triliun rupiah."

Tari tersedak tehnya. Ia terbatuk-batuk sambil menatap Bayu dengan horor.

"Satu triliun?! Lo... lo merampok uangnya Baskoro?! Bay, itu uang kotor! Kalau kita ketahuan..."

"Uang itu udah bersih, Tar. Gue nyuci uang itu lewat jalur investor asing yang legal dan terdaftar. Sisanya gue sumbangin ke panti asuhan. Baskoro sekarang resmi jadi orang miskin. Dia nggak punya uang buat nyuap aparat atau bayar preman lagi. Ancaman dari dia udah selesai."

Tari mematung. Ia tidak tahu harus berkata apa. Skala kehebatan Bayu benar-benar membuat akal sehatnya berhenti bekerja.

Tit. Tit. Tit.

Suara alarm peringatan yang sangat nyaring tiba-tiba berbunyi dari ponsel Bayu di atas meja. Layarnya berkedip merah terang menyilaukan.

Peringatan Sistem: Deteksi aura membunuh tingkat ekstrem. Ancaman fisik profesional telah memasuki radius sepuluh meter dari posisi Anda. Target: Anda dan individu di dekat Anda.

Bayu langsung berhenti mengunyah. Matanya menyipit tajam.

Baskoro memang sudah miskin, tapi sebelum jatuh miskin, mafia itu pasti sudah membayar seseorang untuk membunuhnya. Dan orang itu baru saja tiba di lantai apartemennya.

Krek.

Suara pelan dari arah pintu depan apartemen membekukan suasana. Itu bukan suara orang mengetuk pintu, melainkan suara logam kecil yang sedang mengotak-atik lubang kunci dari luar. Seseorang sedang membobol masuk dengan kemampuan profesional.

"Bay... itu suara apa?" bisik Tari ketakutan. Ia refleks mundur dari meja makan.

Bayu berdiri perlahan. Ia memberi isyarat dengan tangannya agar Tari diam.

"Tar, masuk ke kamar gue sekarang. Kunci dari dalam, dan apa pun yang lo denger dari luar, jangan pernah buka pintunya. Gelang kayu yang lo pakai itu bakal ngelindungin lo. Cepat."

"Tapi lo gimana..."

"Gue bakal nyambut tamu kita. Masuk!" perintah Bayu dengan nada yang tidak bisa dibantah.

Tari berlari tanpa suara ke arah kamar Bayu dan mengunci pintunya dengan cepat.

Klak.

Suara kunci utama pintu apartemen berhasil dibuka. Pintu berbahan kayu solid itu bergeser terbuka sangat pelan, tidak menimbulkan suara decitan engsel sedikit pun.

Seorang pria berpakaian serba hitam melangkah masuk seperti bayangan. Ia mengenakan topi bisbol yang ditarik rendah menutupi wajah, dan sarung tangan kulit tipis. Di tangan kanannya, tergenggam sebilah pisau taktis militer yang bilahnya dilapisi cat hitam agar tidak memantulkan cahaya.

Ini bukan Anton Bison. Ini adalah Si Hitam, pembunuh bayaran elit yang bekerja di luar radar, spesialis membersihkan masalah para konglomerat tanpa meninggalkan jejak.

Si Hitam menutup pintu perlahan. Ia menajamkan pendengarannya, mencari letak targetnya di dalam apartemen yang remang-remang itu.

"Sopan sekali, masuk rumah orang tanpa melepas sepatu," suara Bayu terdengar santai dari arah ruang tengah.

Si Hitam tidak terkejut. Ia tidak membuang waktu untuk berbicara atau mengancam. Pekerjaannya adalah membunuh secepat mungkin dan pergi.

Dalam sekejap mata, pembunuh bayaran itu menerjang maju bagaikan macan kumbang. Kecepatannya dua kali lipat lebih cepat dari Anton Bison. Pisau taktisnya mengarah lurus ke tenggorokan Bayu, gerakan mematikan yang dirancang untuk mengakhiri perkelahian dalam satu detik.

Bayu tidak tersenyum. Menghadapi profesional, ia tahu ia tidak boleh menahan diri. Keterampilan Bela Diri Militernya langsung mengambil alih refleks tubuhnya ke tingkat maksimal. Pertarungan antara hidup dan mati yang sesungguhnya di atas lantai marmer ibu kota baru saja dimulai.

1
ラマSkuy
wah apakah bukan hanya Bayu yang punya sistem jadi selain MC ada lagi yang punya sistem. tapi unik juga ya biasanya sistemnya itu menyatu dengan jiwa MC tapi ini dihpnya MC
ラマSkuy
nice 👍
Ironside
Bagus Kak /Smile/, btw mana Insectnya /Curse//Curse//Curse/
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
👻🤣👻
Mamat Stone
🤣👻🤣
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
/Drool/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
ラマSkuy
waw/Sly/
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
Mamat Stone
terserah anda Thor /Ok//Good/
Mamat Stone
pasti salah kaprah 🤣👻
Mamat Stone
😍
Mamat Stone
🤩
Mamat Stone
/Casual/
Mamat Stone
/CoolGuy/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!