"lumpur hitam akan selama nya hitam meski telah di rendam dengan emas dan berlian" celetuk nyonya Sin sinis saat melihat Orjioh keluar dari mobil mewah keluaran terbaru berwarna hitam, seketika senyumnya hilang dan moodnya pun berubah. ia tidak menyangka bahwa ternyata gadis yang ingin di kenalkan Jonathan kepadanya adalah Orjioh, teman sekolah Jonathan ketika mereka masih tinggal di kampung dulu, yang menurut nyonya Sin tidak selevel dengan keluarga nya yang seorang pengusaha dan juga memiliki sebuah restoran mewah yang dilengkapi dengan penginapan kelas atasnya sekaligus. "benar" sambung In su setuju dengan kakaknya padahal tadinya dia sempat sedikit senang karena ternyata keponakan dekat dengan orang berpengaruh, pikir in su saat mobil yang dikendarai oleh Orjioh berhenti dibelakang mobil Jonathan, ia bahkan sudah sempat berangan-angan untuk menjilat, namun semua itu sirna ketika ia melihat Orjioh keluar dari mobil itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lina Kotto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
cinta semusim 23
Krek! Oh pil sun keluar dari ruang kerjanya bersamaan dengan Or ji oh yang juga membuka pintu kamarnya, seketika Oh pil sun langsung melihat kearah Or ji oh yang baru saja keluar dari kamarnya. Hari ini Oh ji Oh terlihat semakin cerah dengan baju berwarna merah mudanya, untuk wajahnya yang cantik dan kulitnya yang putih mulus dengan body yang seperti model, tidak akan dipungkiri bahwa ia selalu terlihat cocok dengan baju apa saja.
Oh pil sun bahkan sampai terdiam memperhatikan Or ji oh, "apa?" tanya Or ji oh pada Oh pil sun sambil membetulkan rambutnya, karena Oh pil sun terus melihatnya. "tidak ada" jawab Oh pil sun cepat dan segera mengalihkan pandangannya, lalu bergegas turun lebih dulu dari Or ji oh. Sementara Or ji oh mengikuti di belakang.
Sesampainya dibawa Oh pil sun sedikit heran, karena diruang makan begitu banyak orang. "bibi kedua, nenek kedua, paman, Ji Ming, Hyu Ming" sapa Oh pil sun menyebut setiap orang satu-persatu dengan perasaan heran, karena ia tidak tahu mengapa mereka semua bisa ada disini, dan tidak ketinggalan ia juga menyapa Ye Eun, namun hanya dengan menundukkan sedikit kepala seolah mereka tidak pernah akrab sebelumnya.
"kapan kalian datang? dan apa yang kalian lakukan disini? kenapa kemarin aku tidak tahu kalau kalian semua ada disini?" tanya Oh pil sun memberikan banyak pertanyaan sambil bersiap duduk di kursinya. "kemarin siang, lagi pula cuaca juga sangat dingin semalam jadi kami semua tidur lebih awal." jawab Yong ye ibunya Ji Ming atau orang yang dipanggil dengan sebutan bibi kedua oleh Oh pil sun, setelah Oh pil sun duduk.
"benarkah? kenapa tidak ada yang memberi tahu ku?" tanya Oh pil sun kali ini dengan melihat kearah ibunya, karena bukan itu saja yang ibunya rahasiakan dari nya. Ibunya juga tidak mengatakan kepadanya mengenai Or ji oh. "bukankah beberapa hari ini kamu terlalu sibuk, lagi pula ini juga bukanlah hal yang terlalu penting." ujar Yin mengingatkan dan menjawab pertanyaan Oh pil sun dengan tenang, sambil melihat kearah Or ji oh yang baru saja turun dan duduk disebelah Oh pil sun.
Menyadari itu Oh pil sun juga melihat kearah Or ji oh, "tapi jika ibu mengatakannya aku mungkin bisa pulang lebih awal, atau setidaknya menjemput istriku di bandara." Oh pil sun berbicara sambil melihat dan tersenyum kepada Or ji oh, sementara Or ji oh hanya menatap nya dengan mata sedikit menyipit, karena Or ji oh mengerti maksud perkataan Oh pil sun tersebut, yang secara tidak langsung ia ingin mengatakan kepada ibunya, mulai hari ini jangan rahasiakan apa pun dari nya! Terlihat sekali Oh pil sun tidak mau kalah dari ibunya,
"hmm, tidak perlu repot-repot, lagi pula Seol sudah menjemput ku." kata Or ji oh menanggapi perkataan Oh pil sun sambil tersenyum, namun tidak tulus. "hmm, untuk istriku sendiri bagaimana mungkin repot." jawab Oh pil sun sambil tersenyum manis, ia bahkan mengambilkan makanan untuk Or ji oh dan meletakkannya di mangkuk Or ji oh, membuat kening Or ji oh mengerut karena curiga, ia jadi penasaran akan alasan mengapa Oh pil sun jadi berpura-pura manis dihadapan semua orang.
"cobalah, ini enak." katanya lagi pada Or ji oh sambil memakan makanan yang sama, tanpa mempedulikan pandangan Or ji oh. "tidak, terimakasih, tapi aku tidak suka ini." jawab Or ji oh menolak makanan yang Oh pil sun berikan sambil meletakkannya kembali ke tempatnya dengan menggunakan sumpitnya sendiri, karena Or ji oh memang tidak suka okra, apa lagi yang hanya dimasak dengan direbus saja seperti itu.
"kalau begitu coba yang ini." kata Oh pil sun masih belum menyerah dan kali ini meletakkan brokoli ke mangkuk Or ji oh tanpa mempedulikan para kerabat yang sejak tadi memperhatikannya, seolah sengaja ingin pamer kemesraan dihadapkan semua orang. "terimakasih" jawab Or ji oh kali ini tidak menolak sambil melihat kearah nenek Ji Ming dan juga ibu Ji Ming sebentar, dan kemudian mencoba brokoli tersebut, karena sejak tadi mereka lah yang paling memperhatikan setiap gerak gerik yang dilakukan Oh pil sun kepada nya.
"enakan?" tanya Oh pil sun seperti tidak sabaran setelah melihat Or ji oh memakan brokoli yang ia berikan, "hmm" jawab Or ji oh hanya dengan menganggukkan kepala, karena memang benar brokoli itu lumayan enak, seketika membuat ibu pimpinan dan Yin tersenyum melihat interaksi Oh pil sun dan Or ji oh yang begitu hangat, seperti yang mereka harapkan selama ini, mereka tidak tahu saja bahwa semalam Oh pil sun dan Or ji oh telah bertengkar hanya untuk hal yang tidak jelas.
"kakak sepupu bagaimana mungkin kamu hanya menawarkannya kepada kakak ipar saja? padahal kami semua juga mau." ujar Hyu Ming terdengar seperti menggoda padahal iri dengan apa yang dilakukan Oh pil sun kepada Or ji oh, namun tidak terlalu memperlihatkannya dan menutupinya dengan senyuman, sementara Ye Eun yang juga duduk disana hanya diam memperhatikan sesekali.
Seketika Oh pil sun langsung melihat kearah Hyu Ming, "Oh, maaf. aku lupa menawarkannya kepada kalian juga, nenek kedua, bibi kedua, paman dan yang lainnya, mari makan." kata Oh pil sun sambil meletakkan masing-masing brokoli di mangkuk mereka, seperti seolah baru tersadar kalau disana bukan hanya ada keluarganya saja.
"terimakasih" jawab mereka bergantian begitu Oh pil sun meletakkan brokoli di mangkuk mereka. Sementara ibu Ji Ming langsung mengangkat mangkuknya. "tidak perlu repot-repot kami bisa mengambilnya sendiri" Ujar Ibu Ji Ming sekedar berbasa-basi namun tetap menerima brokoli dari Oh pil sun dengan menyodorkan mangkuknya lebih dekat kepada Oh pil sun, agar Oh pil sun dapat dengan mudah mengisi mangkuknya.
Melihat itu Or ji oh sedikit tersenyum sinis, karena ia memang tidak suka dengan tingkah keluarga Ji Ming, seperti ibu Ji Ming, Hyu Ming dan Ji Ming sendiri. Karena menurut Or ji oh tiga orang itu adalah orang yang pemalas, tidak bekerja, tidak punya duit, tapi selalu ingin dilayani seperti raja! Menurut Or ji oh ini adalah sedikit nilai minus bagi keluarga oh, karena memiliki beberapa kerabat seperti benalu.
"menantu" ujar kakak ipar ibu pimpinan memanggil Or ji oh setelah mereka semua selesai sarapan dan telah pindah keruang keluarga, kebetulan hari ini adalah hari libur, karena tidak perlu bekerja jadi Oh pil sun juga duduk disana. "hmm" jawab Or ji oh sambil melihat kearah kakak ipar ibu pimpinan, menyadari bahwa ialah yang dipanggil dengan sebutan menantu tersebut.
"sepertinya sebelum ini kita sudah pernah bertemu?" mulai kakak ipar ibu pimpinan karena sejak kemarin ia merasa penasaran akan ingatan nya sendiri, karena setiap melihat Or ji oh ia merasa seperti sudah pernah melihat Or ji oh sebelumnya, namun sejak kemarin ia tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanya, mendengar itu ibu Ji Ming jadi penasaran, dan melihat kearah Or ji oh, ia ingin tahu apakah ibunya memang benar pernah bertemu dengan Or ji oh, bahkan Hyu Ming juga terlihat kepo dan langsung memasang telinga tajam, mendengarkan dengan seksama.