NovelToon NovelToon
Hamil Anak Para Ceo Kaya

Hamil Anak Para Ceo Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Balas Dendam / CEO
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Warning ***+

~~~

Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya.

Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti.


~~

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 23

****

Aditya tersenyum, duduk di depan Mayang tanpa menunggu dipersilakan. "Aku sekarang adalah salah satu pimpinan di badan audit negara, Mayang. Dan aku ditugaskan untuk meninjau kembali kasus-kasus pencucian uang yang melibatkan Aris, Gunawan, dan... suamimu, Baskara."

Wajah Mayang menegang. "Jadi kau di sini untuk menyelidiki aku?"

"Tidak," Aditya memcondongkan tubuhnya.

"Aku di sini untuk melindungimu. Aku tahu kau terjebak, Mayang. Aku tahu alasan sebenarnya kau menikahi preman seperti Baskara. Aku tahu dia mengancam ibumu di kampung."

Mayang terdiam. Rasa sakit yang ia pendam selama berbulan-bulan seolah ingin meledak. "Kau tidak tahu apa-apa, Adit. Kau tidak tahu apa yang harus kulalui untuk berada di kursi ini."

"Aku tahu lebih banyak dari yang kau bayangkan," Aditya mengeluarkan sebuah amplop cokelat. "Ini adalah bukti bahwa Baskara sebenarnya masih memiliki hutang besar pada sindikat di penjara. Dan dia berencana menggunakan statusnya sebagai suamimu untuk mencuri sisa modalmu jika dia berhasil lepas dari pengawasanmu. Dia monster, Mayang. Dan kau tidak bisa selamanya memelihara parasit di rumahmu."

"Aku bisa mengaturnya," sahut Mayang ketat. "Dia tidak punya akses ke mana pun."

"Sampai kapan? Sampai dia menemukan celah? Atau sampai dia menyakiti anak-anakmu?" Aditya menatap Mayang dengan penuh rasa iba sekaligus kekaguman. "Mayang, kau sudah berjuang sendiri terlalu lama. Aku di sini bukan sebagai audit, tapi sebagai pria yang pernah berjanji akan menjagamu di bawah pohon beringin desa sepuluh tahun lalu."

Keresahan di Puncak Menara

Malam harinya, Mayang kembali ke penthouse. Suasana sunyi. Ia menemukan Baskara sedang tertidur di sofa ruang tengah, dengan botol susu bayi yang masih di tangannya. Aira dan Rani sudah tertidur di kamar mereka.

Mayang menatap Baskara dengan rasa muak yang tak terlukiskan. Kata-kata Aditya tadi siang terus berputar di kepalanya. Dia masih memiliki hutang? Dia masih merencanakan sesuatu?

Mayang berjalan menuju balkon, menatap lampu-lampu Jakarta yang berkelap-kelip. Ia merasa seperti seorang ratu yang berdiri di atas puing-puing, namun musuh masih ada di dalam selimutnya. Ia memegang ponselnya, menatap nomor Aditya yang baru saja ia simpan.

Di satu sisi, ia ingin menghancurkan Baskara sepenuhnya—menceraikannya dan membuangnya kembali ke selokan. Namun di sisi lain, ia takut skandal itu akan menghancurkan citra perusahaan yang baru saja ia bangun untuk masa depan anak-anaknya.

"Nghhh..." suara rintihan pelan terdengar dari sofa. Baskara terbangun, menatap Mayang dengan pandangan kosong.

"Mayang... bolehkah aku minta roti? Aku lapar sekali. Bahan di kulkas habis dan aku tidak tahu cara memesan bahan makanan lewat tablet ini," tanya Baskara dengan suara yang hampir menyerupai bisikan.

Mayang menatapnya dingin. "Besok asistenku akan membawakan bahan makanan. Untuk malam ini, lapar saja. Rasakan bagaimana rasanya menjadi orang miskin yang tidak punya pilihan, seperti yang kau lakukan padaku dan ibuku dulu."

Mayang masuk ke kamarnya dan mengunci pintu. Ia merebahkan tubuhnya yang lelah, namun pikirannya tertuju pada Aditya. Pria itu tahu segalanya. Pria itu adalah masa lalu yang bersih, sementara ia adalah masa kini yang penuh noda dan darah.

"Rahayu," gumamnya pada diri sendiri. "Kau tidak boleh lemah. Tidak oleh suami parasitmu, dan tidak oleh cinta lama yang tiba-tiba muncul."

Namun, di kegelapan malam, Mayang menyadari satu hal: Perang belum usai. Baskara mungkin telah lumpuh, namun kehadiran Aditya membawa variabel baru yang bisa jadi adalah kunci kemerdekaan totalnya, atau justru menjadi awal dari keruntuhan baru bagi kerajaannya yang megah.

*****

Bersambung....

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!