NovelToon NovelToon
Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Kutukar Mantan Dengan Kakak Ipar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Balas Dendam
Popularitas:68.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mom_cgs

Beberapa hari menjelang pernikahan, Yumna mengetahui perselingkuhan Desta, tunangannya, dengan Cindy, atasan mereka sekaligus adik angkat dari CEO kejam, Evander Sky Moreno.

...

​Kecewa lalu mabuk, Yumna melabrak sang CEO di sebuah bar.

​"Gara-gara adikmu, aku batal nikah! Aku bakal jadi bahan ejekan tetangga! Kamu harus tanggung jawab, Bos Brengsek!" teriak Yumna sambil menarik kerah kemeja mahal Evander.


​Evander menatapnya dingin, lalu berbisik di telinga Yumna, "Jika posisi mempelai pria kosong, biar aku yang mengisinya."

...

​Kini, Yumna datang ke gedung pernikahan bukan sebagai pengantin yang terbuang, melainkan sebagai istri dari pria yang paling ditakuti Desta dan Cindy.

​"Desta, perkenalkan... ini suamiku. Mulai sekarang, panggil aku Kakak Ipar."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom_cgs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Asisten Pribadi

Yumna menarik napas panjang, mencoba menguasai gemetar di suaranya. Ia menatap lurus ke arah wartawan itu tanpa berkedip.

​"Terima kasih atas pertanyaannya yang... sangat jujur," ucap Yumna dengan nada tenang yang dibuat-buat, meski di dalam hati ia ingin sekali melempar mikrofon itu.

​"Menjadi benalu?" Yumna tersenyum tipis, jenis senyum yang terlihat sedih namun kuat. "Jika yang Anda maksud dengan benalu adalah seseorang yang masuk ke keluarga ini tanpa membawa modal saham atau aset miliaran, maka silakan sebut saya begitu. Tapi perlu Anda tahu, rumah di gang sempit yang Anda hina itu adalah tempat di mana saya diajarkan tentang kejutan hidup dan kerja keras. Sesuatu yang mungkin tidak diajarkan di sekolah bisnis manapun."

​Yumna menoleh ke arah Evander sebentar, lalu kembali menatap wartawan itu.

​"Mas Evander menikahi saya bukan karena saya punya harta, tapi karena saya punya sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang Moreno: ketulusan untuk bertahan menghadapi orang-orang yang hanya melihat dunia dari angka-angka... seperti Anda. Dan soal gono-gini? Saya bahkan tidak tahu cara mengeja kata itu di depan pengacara. Karena bagi saya, aset terbesar yang saya miliki saat ini adalah pria di samping saya, bukan isi dompetnya."

​Evander terpaku. Ia menatap Yumna dengan tatapan yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya, sebuah rasa kagum yang murni.

​Tanpa aba-aba, Evander menarik mikrofon di depan Yumna.

​"Sesi tanya jawab berakhir," suara Evander terdengar sangat dingin dan rendah. "Dan untuk Anda..." Evander menunjuk wartawan tadi dengan tatapan yang sanggup membunuh. "Mulai besok, pastikan Anda mencari pekerjaan baru. Karena media yang mempekerjakan orang tanpa etika seperti Anda, tidak akan pernah saya izinkan masuk ke gedung ini lagi selamanya."

​Evander langsung berdiri, menarik Yumna dengan protektif dan membimbingnya ke lift CEO menuju ruangannya. Cengkeraman tangannya kuat, seolah tidak membiarkan satu orang pun mendekati istrinya setelah kejadian menohok di aula tadi.

​Begitu pintu lift tertutup rapat, Yumna mendongak dengan wajah gelisah. Bukannya membahas soal wartawan tadi, pikirannya malah melayang ke hal lain yang menurutnya lebih gawat darurat.

​"Mas, udah beberapa hari aku gak masuk kerja, takutnya atasanku marah dan pecat aku, loh Mas. Mana cicilan kulkas di rumah Ibu belum lunas lagi," cerocos Yumna sambil menghitung jari.

​Evander menghentikan langkahnya tepat saat pintu lift terbuka di lantai teratas. Ia menoleh perlahan, menatap Yumna dengan tatapan datar yang melegenda.

​"Kamu lupa kalau atasanmu itu saya, Yumna?"

​Yumna mengerjap. "Eh iya ya. Tapi kan di divisi Marketing aku punya manajer, Mas. Meskipun manajernya si amuba Cindy, tetep aja aku takut kena SP (Surat Peringatan). Nanti kalau aku dipecat, aku mau makan apa? Masa makan berlian?"

​Evander menghela napas panjang, seolah menghadapi anak kecil yang baru belajar berhitung. "Mulai hari ini, kamu tidak perlu kembali ke divisi Marketing. Kamu cukup jadi asisten pribadi saya."

​Yumna melongo. Mulutnya terbuka lebar sampai-sampai ia lupa menutupnya. "Loh, bukannya sudah ada Mas Mahesa? Nanti dia kerja apa dong? Jangan bilang Mas pecat dia karena aku!"

​Yumna langsung memasang wajah horor, membayangkan Mahesa yang malang harus menganggur di pinggir jalan sambil memegang papan bertuliskan 'Dipecat demi Istri Bos'.

​"Mas, jangan gitu dong! Mas Mahesa kan pinter, rajin, teliti. Kalau aku jadi asisten Mas, yang ada Mas malah stroke setiap hari. Aku nggak bisa baca grafik, Mas! Aku cuma bisa baca diskonan di minimarket!"

​"Mahesa tetap menjadi asisten saya untuk urusan korporat dan operasional," jelas Evander sambil berjalan masuk ke ruangannya yang luas. "Sedangkan kamu... kamu jadi asisten urusan... domestik dan personal."

​Yumna mengikutinya dari belakang dengan langkah kaku. "Personal? Maksudnya aku yang gosokin baju Mas? Atau aku yang tukang nyicipin makanan takutnya ada racun kayak di film-film kerajaan?"

​Evander duduk di kursi kebesarannya dan menatap Yumna intens. "Tugasmu adalah memastikan saya tidak kehilangan kewarasan menghadapi keluarga saya sendiri. Dan yang terpenting, kamu harus selalu ada di jangkauan mata saya."

​Yumna memiringkan kepalanya, mencoba mencerna kalimat itu. "Berarti aku dibayar buat nemenin Mas doang? Wah, ini mah bukan kerja asisten, Mas. Ini namanya Baby Sitter buat CEO!"

​"Yumna..." suara Evander merendah, memberi peringatan.

​"Oke, oke! Tapi gajinya gimana? Harus lebih gede dari gaji staf marketing dong, kan resiko jantung berdebarnya lebih tinggi kalau deket-deket Mas terus," ujar Yumna sambil nyengir tanpa dosa, membuat Evander hanya bisa memijat pelipisnya lagi.

​Baru saja ia merasa terharu dengan pembelaan Yumna di konferensi pers tadi, sekarang ia diingatkan kembali bahwa istrinya adalah seorang pengacau profesional.

Akhirnya, kesepakatan gaji clear. Setelah melalui negosiasi alot yang lebih mirip tawar-menawar di pasar loak daripada kontrak profesional, Yumna pun resmi menyandang gelar Asisten Pribadi (dan Baby Sitter) CEO.

​Tugas pertamanya sangat sederhana: membuatkan segelas kopi untuk sang suami. Yumna melangkah ke arah pantry mewah di pojok ruangan dengan gaya sok sibuk, sementara Evander mencoba fokus kembali pada tumpukan dokumen yang sempat tertunda.

​"Mahesa," panggil Evander melalui interkom. "Pesan makan siang untuk dua orang. Kirim ke ruangan saya saja. Saya dan istri akan makan di sini."

​Evander ingin memberi waktu bagi Yumna untuk menenangkan diri setelah ketegangan di aula tadi. Makan siang tenang di ruangan pribadinya sepertinya adalah ide yang bagus, atau begitulah pikirnya.

​Beberapa menit kemudian, Yumna kembali dengan segelas kopi hitam aromatik. Ia meletakkannya dengan sangat hati-hati di meja kerja Evander. Tak lama berselang, seorang staf katering khusus masuk membawa nampan berisi hidangan mewah, steak premium dengan saus truffle dan hidangan pendamping yang menggugah selera.

​Staf itu menata makanan di meja sofa dan segera pamit keluar. Evander berdiri, melonggarkan dasinya, dan hendak melangkah menuju sofa. Namun, gerakannya terhenti.

​Yumna tidak langsung duduk. Ia justru berdiri tegak di samping meja makan dengan tangan tertaut di depan tubuh. Wajahnya yang biasanya penuh cengiran, tiba-tiba berubah menjadi sangat serius, bahkan terkesan dingin dan waspada. Matanya menyipit tajam, menatap piring steak di hadapan mereka seolah-olah daging itu adalah tersangka kasus kriminal.

​"Yumna? Kenapa diam saja? Ayo makan," ajak Evander heran.

​Yumna mengangkat satu tangannya, memberi isyarat agar Evander berhenti di tempat. Ia tidak bicara, hanya mengambil garpu kecil dengan gerakan yang sangat pelan dan dramatis.

​"Tunggu, Mas," ucap Yumna dengan nada suara yang rendah dan berat, sangat berbeda dari biasanya. "Sebagai asisten personal yang berdedikasi tinggi, aku tidak bisa membiarkan aset berharga Moreno Group menyentuh makanan ini begitu saja."

​Evander mengerutkan kening. "Maksudmu apa?"

​Yumna menatap mata Evander dengan intensitas yang mengerikan, lalu ia berbisik dengan wajah yang luar biasa serius.

Kira-kira ada yang tahu gak, apa yang dibisikin Yumna?

1
Teh Yen
othor kok.blom ada lanjutannya nih
Teh Yen
rasain tuh c Cindy d Desta kmr" sombong amat liat Yumna brasa punya segalanya skrng dunia berputar kalian yg berada d bawah Yumna ke mana rasanya enk kan berlayar dengan kapal kecil engg pa pa kan yg penting bisa rasain berlayar d lauttan biru yg indah yah
belajar bersyukur Cindy 😏
Teh Yen
wah senangnya jd istri Evan yah walaupun agak aneh tp bahagia kan Yumna hehe 😁
Teh Yen
wah pasti mas CEO bakalan gendong kamu kmn pun kamu pergi biar engg lelah maksudnya tp agak berlebihan yah biarin lah namanya jg orang kaya yah bebas hihii
Teh Yen
wah mas CEO hebat banget mau beliin pembalut buat istrinya tercinta keren 👏👏👏👍🏻👍🏻ya walupun belinya sedus 🤭 engg pa apalah stok bebrapa.bln ke depan yah Yumna
Teh Yen
xixixi kasian baru juga ngerasain indahnya pernikahan udh kedatangan tamu bulanan puasa deh mas bos nya hehe 😁
Teh Yen
hahaaa ketauan Mahesa deh
Teh Yen
waduh gas trus yah Van smoga Evan junior segera tumbuh d rahim Yumna
Teh Yen
eh mas bos bukan Yumna yg lepasin tangan nya yah tp kamu yg menjauh tadi hehe
Desta engg tau malu biaya pernikahan semua d handle Evan sok soan mau ambil Yumna dari Evan mimpi aj lu
Teh Yen
makin posesif mas CEO aplgi udh d kasih jatah wkwkwkkw
btw jangan lupa kontrak perjanjian nikahnya Ntar d musnahkan yah Evan ada d laci kerjamu kalau kamu lupa takut ada orang yg nemuin Ntar bocor ke kakek bahaya
Teh Yen
waduh kenapa.tuh ah paling s tetangga iri.yah liat ibu d ayah bangun rumah bagus
Teh Yen
akhirnya belah duren jg ,, beuh kasian tuh Mahesa bingung sendiri hari ini yg sabar yah Mahesa bos mu baru belah duren setelah sekian lama hihi ntar minta uang lembur aj yg banyak yah
Teh Yen
eeeh Yumna bisa bisa nya suaminya dikatain jin villa 😂😂😂 ,, LG pengen itu Yumna ya tuhan 🙈 🤣
Teh Yen
katakan iya saja susah banget nih mas CEO gengsi kegedean apa yah 🙈
Teh Yen
kalau marah blng.dong mas Evan kalau engg suka jg blng jangan diem" Bae ,, Yumna kan cuma menjalankan kontrak sesuai perjanjian tidak.nernai.berekpektasi tinggi takut baper sendiri dia makanya KL udh cinta blng aj keburu d ambiil ornga nanti hihii
Teh Yen
wah aku suka banget karakter Yumna makan tuh malu ulet Keket masih aj mau ambil suami orang huuh 😤 gatel kali yah pengen d garuk
aku heran Bianca kan terpandang yah kaya pintar knp engg cari spek suami yg lebih dari Evan sih kan gampang banget aplg muka kamu menunjang lelaki singel mana yg akan menolak kamu Bianca jangan malah laki orang d pepet trus
Teh Yen
bruntung banget yah punya mantu kaya Evan aaah 🤗
Teh Yen
aaah aku aj yg baca terharu aplg Yumna engg makin meleh tuh smaa Evan yum 🤭
Teh Yen
wkwkwkkwk
Teh Yen
ya Alloh yah horang kaya mah bebas yah hihii udh Yumna jangan protes percuma debat makanan smaa.evan mah 🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!