seorang wanita cantik turun dari motor merapikan rambut panjang yang sedikit berantakan tertiup angin,lalu ia melangkah menuju fakultasnya,karna melangkah sambil menunduk melihat handphone kakinya tersandung batu, tubuhnya tersentak ke depan Aluna memejamkan mata karna dia yakin tubuh nya sebentar lagi akan mencium tanah, tapi setelah beberapa saat dia tidak merasakan sakit justru dia merasa tubuh nya ada yang menahan, saat Aluna membuka mata pandangan nya berhenti pada sorot mata tajam nan dingin..
penasaran dengan ceritanya? yuk lanjut baca🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen kaka Agustin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
matahari mulai menyapa,sinarnya masuk menembus celah jendela , tirai-tirai mulai di singkap menampilkan sosok yang masih lelap dibawah selimut tebal,
Aluna membuka mata perlahan sambil bergumam"sudah pagi ternyata"lalu bersandar dikepala ranjang,dirasa cukup mengumpulkan kesadarannya aluna beranjak bangun menuju kamar mandi.
20 menit kemudian pintu kamar mandi terbuka,Luna keluar dengan wajah segar, wangi sabun tercium dari tubuhnya,melangkah menuju meja rias mengeringkan rambut sambil bersenandung riang,setelah selesai mengeringkan rambut Aluna segera memakai baju karna hari sudah semakin siang ia yakin mommy dan Daddy nya sudah menunggu di meja makan.
Aluna turun kebawah ia melangkah menuju dapur sambil tersenyum menyapa orangtuanya yang sudah menunggu.
"pagi mom,dad"sapanya,sambil mencium pipi mommy& Daddy nya.
Daniel&Sera terseyum hangat,membalas sapaan nya"pagi sayang"
"ayo duduk kita sarapan bersama" kata Sera melanjutkan.
Aluna mengangguk lalu duduk di samping kiri Daddy nya, mereka sarapan dengan hening.
Selesai sarapan Daniel mengajak istri dan putrinya menuju ruang keluarga,rutinitas yang tak pernah terlewat, karna bagi Daniel keluarga adalah segalanya walaupun tanpa kehadiran putra pertamanya yang masih di luar negri, mengurus anak cabang perusahaan nya.
Daniel Sean Xander pengusaha kaya berdarah indonesia-london, yang memiliki anak cabang perusahaan di berbagai ibu kota bahkan sampai luar negri. Daniel memperistri Serania Maharani wanita berdarah asli Indonesia, dari pernikahan nya dikaruniai sepasang anak laki-laki dan perempuan, (Daren Sean Xander dan Aluna Nasya Xander ).
...*Ruang keluarga *...
Daniel duduk di kursi utama, sedangkan istri dan anak nya duduk berdampingan,obrolan ringan menambah suasana kehangat keluarga, membahas pekerjaan,butik ,kuliah Aluna dan pembahasan terkait putranya yang belum menikah.
Dia menatap istrinya serius"mom, apa kamu sudah menghubungi Daren perihal perjodohannya"
Sera menghela napas berat menatap suaminya "sudah,tapi Daren belum ingin menikah, kita tidak mungkin memaksanya"
Daniel mengangguk tenang"ya, jangan dipaksa nanti dia berontak, sifatnya mirip denganku"jawabnya
Aluna menyimak obrolan orangtuanya lalu menimpali " menurutku mungkin Abang masih mencari yang cocok yang sesuai kriteria nya, pekerja keras,cerdas,tidak manja"
"iya sayang, kamu benar, abangmu tidak suka perempuan yang manja"balas sera tersenyum mengusap kepala putrinya.
fokus Daniel teralih ke arah putrinya "Luna ,sudah ada rencana lanjut S2"
" sepertinya Luna sampai S1 saja dad, setelah lulus Luna mau kerja di perusahaan , boleh kan" jawab Luna tersenyum menampilkan puppy eyes nya
Daniel tersenyum menggelengkan kepalanya menatap Sera yang juga tersenyum lalu menjawab" boleh,tapi jabatan Daddy yang tentukan"
"siap bos" jawab Luna dengan tangan di atas kepala memberi tanda hormat
Daniel dan Sera tertawa melihat tingkah putri mereka, putri yang dulu selalu ia timang2 sekarang sudah menjelma menjadi gadis cantik . tawa di ruang keluarga tiba2 terhenti ketika pelayan datang dan mengatakan dibawah ada tamu, Daniel dan sera saling pandang bingung pasalnya mereka tidak ada janji temu,karna penasaran siapa yang datang mereka semua bergegas menuju lantai bawah.
Sesampainya mereka diruang tamu, Daniel dan sera terkejut pasalnya yang datang adalah teman lama mereka.
"Ammar, apa kabar?,"seru Daniel senang sambil memeluk teman lamanya
Sera pun tak mau kalah,dia menghampiri hera cipika cipiki"apa kabar hera, sudah lama sekali kita tidak bertemu"
"Alhamdulillah kami baik,lalu kalian apa kabar?"tanya Ammar setelah duduk kembali.
"kami juga baik mar, Alhamdulillah" balas Daniel
Aluna yang bingung lalu menghampiri orangtuanya dengan langkah canggung,karna dia tidak kenal dengan tamu orangtuanya.
pasalnya baru pertama kali mereka kerumahnya.
perhatian Daniel teralihkan ke arah putrinya.
"oh iya kenalkan ini putri keduaku namanya Aluna" kata Daniel tersenyum hangat "sini nak, salam dulu ke om Ammar sama Tante hera" tambanya lagi.
"iya dad"balasnya singkat
Aluna menyalami Ammar dan Hera bergantian setelah itu dia duduk disamping momynya.
"cantik sekali putrimu Sera" kata Hera kagum
"Alhamdulillah her , terimakasih " balas Sera
Aluna yang dipuji tersenyum malu,karna canggung Aluna pun beranjak pamit ke kamar, " mom Aluna ke kamar dulu yah"
"iya sayang" balas Sera tersenyum "sebelum ke atas,tolong bilang bibi siapin minum sama cemilan yah" serunya lagi.
"iya mom," lalu berdiri Aluna pamit ke Ammar dan Hera" om,Tante Aluna pamit ke atas dulu, permisi" katanya sopan.
"iya cantik silahkan" balas hera, Ammar hanya mengangguk sambil tersenyum.
Setelah kepergian Aluna ruang tamu dipenuhi tawa dan obrolan hangat mengenang masa lalu mereka saat masih kuliah dulu.
pelayan datang mengantar minuman dan aneka cemilan-cemilan.
" kenapa Fian tidak di ajak kesini mar" tanya Daniel heran dia baru ingat kalo sahabatnya Ammar memiliki seorang putra
Ammar menghela napas lalu tersenyum" dia sibuk, jadi tidak bisa ikut kesini"
" oh gt, jadi perusahaanmu di lanjutkan Fian?"tanya Daniel
"iya , tapi masih aku bantu juga ,karna Fian juga jadi dosen,cari pengalaman katanya" jawabnya
Daniel tersenyum " namanya juga jiwa-jiwa muda pasti masih mau cari pengalaman "
"Fian sudah menikah?"kali ini Sera yang bertanya
Hera menghela napas berat" belum,kalau ditanya jawabnya nanti, belum ada yang cocok,sudah berapa kali aku kenalin ke anak temen-temen ku dia selalu nolak"
"sabar, belum ketemu jodohnya" tersenyum sambil mengelus tangan Hera
"lalu Aluna sudah lulus kuliah atau belum?" tanya Ammar
"sudah tinggal wisuda " jawab Daniel
"Aluna kuliah dimana?" Hera menimpali dengan penasaran
"di universitas Indonesia " balas Sera
"wah kebelutan sekali, Fian juga jdi dosen di UI"seru Hera semangat, menatap Sera tersenyum penuh arti
Sera mengernyit tidak paham dengan apa yang di maksud hera.
lalu Hera mendekat dan berbisik, barulah Sera mengerti dan tersenyum bahagia' semoga saja' batin nya berdo'a
karna terlalu asik mengobrol Sera lupa mengajak tamunya makan, setelahnya mereka makan malam bersama tentunya Aluna juga hadir di meja makan.
Suasana hangat tercipta dimeja makan obrolan- obrolan ringan menjadikan momen kebersamaan yang entah kapan akan terulang kembali,
Aluna hanya menyimak saja, setelah selesai makan dia pamit lebih dulu untuk istirahat.
Karna sudah terlalu malam Ammar dan Hera pamit pulang ,awalnya Daniel menyuruh mereka menginap,tapi Ammar menolak karna rumah nya tidak jauh dari rumah Daniel hanya berbeda perumahan saja.
"baiklah hati-hati dijalan,jangan lupa hubungi aku no ku masih yang lama" katanya sambil memeluk Ammar
"ya, aku akan menghubungimu nanti" balas Ammar
Sera juga memeluk Hera " hati-hati, jangan lupa kabari aku"
Hera mengangguk lalu tersenyum sebagai jawaban,melambaikan tangan tanda berpisah kepada sera.
Setelah mobil keluar gerbang , mereka melangkah masuk kedalam,
udah baca ceritanya malah berhenti di tengah jalan lagi...
awas aja... 😤😤