hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
22. masalalu
5 tahun lalu ketika aku mahasiswi magister di china aku mengenal 2 orang yang tak lain adalah becca dan juga li zhan,
Tampak kebetulan tetapi setelah 2 tahun kita berteman li zhan dengan lantang mengakui bahwa dia sudah menyukaiku,
Kami pun berkencan dan tentu saha tetap bersama becca yang juga sahabat kita berdua,
Aku begitu percaya pada li zhan hingga beberapa bulan setelah itu ia mulai di akui oleh negara dan menjadi perwakilan sebuah brand untuk mengikuti kompetisi balap nasional,
Dia berturut² menang hingga masuk ke tingkat inter dalam 2 tahun, hubungan kita cukup baik selama itu walaupun li zhan sudah jarang menghampiri ku karna dia sibuk dengan klub balapnya,
Hingga aku lulus dan hari itu hari wisudaku, li zhan berjanji akan menemui orangtua ku setelah acara pengukuhan selesai,
Tetapi malam sebelum wisuda orangtua ku dari hotek tempatnya menginap menyuruhku datang dengan dengan marah,
Dan mungkin sudah kalian tebak apa yang terjadi,
Ya kakak keduaku sun sagi melihat li zhan bersama teman2 gay nya pergi ke sebuah klub dengan berpasangan,
tentu saja aku tidak percaya dan alih2 datang ke hotel tempat orangtuaku menginap aku malah mengajak becca memergoki langsung apa yang sebenarnya terjadi,
Yangku takutkan saat itu li zhan di jebak atau di tipu orang, tetapi apa yang aku lihat malah sebaliknya, dia begitu menikmati pesta gay nya itu sehingga aku menyerahkan diriku sepenuhnya untuk tidak mudah percaya pada pria manapun lagi,
saat itu karirnya anjlok dan aku tidak pernah memperdulikannya lagi walaupun di berita internet booming bahwa aku telah mencampakannya.
"kau harus menjelaskannya pada yanqi, sepertinya dia benar2 begitu tulus padamu" ujar becca,
"entahlah, apa ini juga bagian dari sandiwaranya" ujarku ketika langkah kita hampir tiba di hadapan 2 pria yang kini tampak srius itu,
"apa sudah sadar" ujar felix
"belum,,, di sama masih ada lusi kita perlu istirahat" ujar becca,
Aku pamit dan langsung naik mobil tanpa mengucapkan kata apapun lagi,
begitupula yanqi dia langsung masuk ke dalam mobil dan mengemudikannya dengan santai sehingga aku saking lelahnya tertidur dan tidak ingat apapun,
Aku terbangun saat merasa tubuhku terangkat dan kini benar² tubuhku sedang di bopong yanqi hendak menaiki tangga,
"tak apa turunkan aku,,," ujarku karna merasa kasian melihat dia juga tampaknya kelelahan,
"diamlah agar tidak terlalu berat" ujarnya sambil mengeratkan pelukannya di tubuhku,
Aku hanya menurut hingga dia menidurkanku di ranjang, lalu dia melepas jaket yang sedari tadi di pakainya,
Terlihat jelas bahwa dia kelelahan dan harusnya aku tadi membiarkannya pulang saja lebih dahulu,
Dia pergi ke kanar mandi lebih dahulu dan setelah dia keluar aku langsung gantian masuk untuk mandi,
Dia sudah menyiapkan air hangat untuk aku berendam dan aku pun memakainya dan setelah selesai aku langsung berpakaian sebelum keluar
Aku sewaspada itu memang apalagi yanqi suka muncul tiba2 dan membuat senam jantung,
Saat aku keluar kupikir sudah tertidur tetapi dia masih fokus duduk di sofa menghadap laptopnya
Aku melenggang hendak membaringkan diri di kasur untuk tidur tetapi suara bariton khas nya itu keluar "sini sebentar hyun jae ingin membahas sesuatu dengan mu" ujarnya sembari menepuk sofa di sampingnya sebagai kode agar aku duduk di sana.
Aku pun duduk di sampingnya dan dengan cepat dia menutup layar laptopnya, dan menatap ke arahku,
Apa lagi? Pikir ku dan tidak lama dia bangkit mengambil selimut lalu menyelimuti sebagian leherku,
Aku merasa heran karna menurut ku pakaian ini tidak ada salahnya, aku mengenakan baju tidurku dengan tali lengan , tentu saja bagian leher dan bahu pasti terlihatlah.