NovelToon NovelToon
Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Gadis Penakluk Tuan Ceo Mandul

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cintapertama / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:19.2k
Nilai: 5
Nama Author: KGDan

Karena panggilan sahabatnya, yang telah bekerja di ibukota, Esther Valencia pun datang ke ibukota, untuk bekerja di perusahaan sahabatnya.

Siapa sangka, ia dijual sahabat yang ia percayai selama ini, kepada lelaki hidung belang di sebuah club malam.

Tubuh panas Esther menabrak tubuh seorang pria, saat ia melarikan diri dari kejaran pria hidung belang, yang bertepatan pria tersebut akan masuk ke dalam sebuah kamar.

Esther pun akhirnya menghabiskan cinta satu malam dengan pria asing, karena pengaruh obat yang diberikan sahabatnya ke dalam minumannya.

Bagaimana sikap Esther setelah ia sadar dari pengaruh obat, kalau ia telah tidur dengan seorang pria yang tidak ia kenal?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KGDan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 22.

"Bagaimana, Dok?" tanya Jack, setelah Dokter memeriksa keadaan Esther.

"Istri Tuan sudah melewati masa kritis!"

Semua menghela nafas dengan lega mendengar jawaban Dokter, membuat Jack tersenyum senang.

Ia merengkuh tangan Esther dalam genggaman ke dua tangannya, lalu meremasnya dengan lembut.

"Lihat! dia membuka matanya! akhirnya menantuku siuman!!"

Saking gembiranya Charlotte nyaris berteriak melihat mata Esther perlahan terbuka.

Jack semakin erat menggenggam tangan Esther, senyumnya semakin lebar melihat mata Esther yang terbuka.

"Di.. dimana aku? a.. anakku.. anakku!!" Esther perlahan tersadar dengan apa yang terjadi padanya, sebelum ia tidak sadarkan diri.

Ia pun memegang perutnya, dan mencoba untuk bangun dari berbaringnya.

Tapi ia merasakan sakit pada perutnya, membuat tubuhnya kembali berbaring.

"Jangan bergerak, bayi kita baik- baik saja!" Jack membenarkan kembali selimut Esther.

"Be.. benarkah? pe.. perawat itu mencurigakan, dia mengoles perutku dengan gel yang begitu panas, perutku sakit sekali! rasanya aku mau mati!"

Suara Esther bergetar dan ia air matanya mengalir, saat ia mengatakan apa yang terjadi padanya sebelumnya.

"Aku telah membawa mereka ke kantor Polisi, mereka akan dipenjara! bayi-bayi kita sudah diselamatkan, lihat!"

Kepala Jack menoleh ke arah empat inkubator, tidak jauh dari tempat tidur Esther.

"Benarkah?" Esther perlahan tersenyum sembari air matanya masih terus turun membasahi pipinya.

"Iya, mereka terpaksa lahir belum pada waktunya, tapi mereka sangat sehat!"

Tangis Esther semakin deras, ia merasa bahagia memiliki keluarga sendiri.

Tapi, suatu saat ia akan meninggalkan keluarganya itu, saat waktunya mereka sudah dapat ia tinggalkan.

Cinta satu malam yang terjadi padanya dan Jack, hanyalah kesalahan yang tidak pernah mereka inginkan.

Ia dan Jack tidak saling mencintai, pendaftaran pernikahan yang mereka lakukan, hanyalah untuk status keempat bayinya menyandang nama keluarga Sebastian.

Jack mungkin memiliki wanita yang ia cintai, dan akan menikah dengannya suatu saat nanti.

"Baguslah! aku pikir mereka tidak dapat diselamatkan!" Esther tetap tersenyum, sembari terus meneteskan air matanya.

Charlotte mengelap air mata Esther dengan sapu tangannya, "Itu semua karena kamu, untung tubuhmu kuat menahannya!"

"Iya, benar!" Jack membenarkan apa yang dikatakan Ibunya.

Perlahan tangan Esther menyentuh perutnya yang sudah rata.

"Kamu masih muda, setelah kamu sembuh dari pasca melahirkan, apakah ada keinginanmu untuk melanjutkan sekolahmu?" tanya Charlotte dengan nada lembut.

Esther diam tidak menjawab Charlotte.

Ia sebelumnya tidak pernah terpikir, akan dapat melanjutkan ke bangku kuliah, setelah tamat dari kelas tigabelas.

"Apakah mungkin aku dapat melanjutkan ke bangku kuliah?" tanya Esther, yang lebih tepatnya kepada dirinya sendiri.

"Tentu saja masih bisa, kamu baru sembilan belas tahun! kamu masih bisa melanjutkan keinginanmu untuk sekolah ke Universitas, biar Jack yang mengurusnya untukmu!"

Esther malu-malu melirik ke arah Jack, dan Jack menganggukkan kepalanya menyetujui, apa yang dikatakan Ibunya.

"Ba.. baiklah, aku mau!" jawab Esther sedikit ragu, merasa tidak yakin pada dirinya sendiri.

"Bagus!" Charlotte tersenyum senang mendengar jawaban Esther.

Keluarga Jack terlihat senang memandang Esther, yang tampak sudah ceria kembali.

Masa penyembuhan pasca melahirkan butuh tiga bulan bagi Esther, untuk benar-benar pulih dari operasi Caesar.

Bayi-bayinya tumbuh dengan sehat, saat memasuki usia dua bulan, dan susu tambahan membuat tubuh mereka menjadi bayi yang gemuk.

Hari pertama akan masuk kuliah, Esther merasa berat meninggalkan keempat bayinya.

"Pergilah, kamu tenang saja! Mama akan menjaganya dengan baik!" kata Charlotte memberi semangat pada Esther, saat akan melepas keempat bayinya.

"Benar menantuku! kami akan menjaga dengan baik keempatnya dengan baik!" Ethan juga meyakinkan Esther.

"Kamu bisa telepon Mama menanyakan keadaan mereka dari kampus, kalau kamu khawatir dengan bayi kita!" kata Jack menambahkan perkataan orang tuanya.

"Iya, benar!" Charlotte mengangguk sembari tersenyum.

"Ayo!" Jack meraih tangan Esther, untuk segera pergi.

Ia akan mengantar Esther terlebih dahulu ke kampus, baru setelah itu ia ke kantor.

"Sebentar!"

Esther menahan tangannya dari genggaman tangan Jack, ia ingin mencium keempat bayinya terlebih dahulu.

Jemari Esther mengelus pipi bayinya, lalu kemudian mencium mereka satu persatu.

"Mama pergi kuliah dulu ya, bayi-bayi Mama yang lucu!" ucapnya lembut.

Melihat Esther memberi kecupan pada bayi mereka, Jack juga ikut melakukan hal yang sama mencium keempat bayinya.

Charlotte dan Ethan tersenyum melihat Jack dan Esther, memperlihatkan kasih sayang mereka kepada keempat cucu mereka.

"Ayo!" Jack kembali meraih tangan Esther.

"Kami pergi dulu, Ma!" kata Esther sebelum melangkah pergi.

"Iya!!" jawab Ethan dan Charlotte bersamaan.

Jack membuka pintu mobil untuk Esther, saat mereka akan naik ke dalam mobil.

Tidak lama kemudian, Nick menghentikan mobil tepat di depan pintu gerbang kampus Esther.

Jack menahan tangan Esther, saat ia akan turun dari dalam mobil.

"Ada apa?" tanya Esther bingung.

"Kamu turun begitu saja?"

"I.. iya! kan, sudah sampai dikampusku!"

"Kita ini suami istri, apakah memang harus seperti ini saja?"

"Ja.. jadi? harusnya memangnya seperti apa?" tanya Esther bingung.

Nick di depan melirik kaca spion senyum-senyum, mendengar setiap pertanyaan Jack kepada Esther.

Tuan, kenapa bertanya berputar seperti itu? bilang saja ingin minta di sun! ck ck ck! sudah begitu dewasa, masih saja main tebakan pertanyaan dengan Nyonya muda! bisik hati Nick menggeleng kepala.

"Mendekat kemari!" Jack menarik tangan Esther.

Wajah Esther nyaris saja membentur dada Jack, saat tubuh Esther terhuyung ke depan, begitu tangannya di tarik Jack.

Seketika mereka terpaku saling menatap, dan Esther yang tidak tahu Jack ingin apa, pipinya terasa panas melihat tatapan mata Jack padanya.

Cup!

Tiba-tiba Jack mengecup bibirnya, dan membuat matanya seketika membulat.

Jack tersenyum melihat wajah terkejut Esther, "Sudah, pergilah!" ucap Jack.

Nick yang melirik dari kaca spion kembali tersenyum, melihat Jack akhirnya berhasil mencium bibir Esther.

"Tu.. Tuan, ka.. kamu!" Esther tidak dapat hendak mengatakan apa pada Jack.

"Kenapa? apakah kurang?"

Mendengar pertanyaan Jack, dengan cepat Esther menarik tubuhnya menjauh.

"Ja.. jadi maksud Tuan, ingin menciumku, begitu?"

"Esther, kita ini suami istri! dan sudah memiliki empat bayi tampan, dan cantik! apakah kamu masih saja terus memanggilku, dengan panggilan Tuan?"

"Oh, ngg.. itu! aku belum terbiasa! akh!!"

Jack kembali menarik Esther mendekat padanya, dan memegang ke dua bahu Esther, "Apa aku perlu membuat kamu, agar terbiasa padaku?"

Wajah Jack mendekat ke wajah Esther, lalu dengan cepat ia mengecup leher Esther.

Ia menghirup aroma Esther, dengan membenamkan wajahnya ke leher Esther.

"Jack! lepaskan!!" dengan spontan Esther mendorong bahu Jack, dan tanpa sadar menyebut nama Jack.

Jack tersenyum melihat wajah tersipu Esther, "Nah, akhirnya kamu bisa juga menyebutkan namaku!"

"A... aku mau turun!!"

Esther jadi salah tingkah melihat senyum Jack, dan ia buru-buru membuka pintu mobil.

Ia pun turun dari dalam mobil, meninggalkan Jack yang terus memandangnya sembari tersenyum.

Bersambung.........

1
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
💝F&N💝
esther, kau harus mempertahankan jack. jack itu sudah bucin sama kamu. kamu jangan merasa rendah. jack sangan mencintai kamu. kau harus tau itu
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
vania larasati
lanjut
partini
aaihhhh ini mah si Jack nya aja nya yg goblok udah tau Kunti bogel
vania larasati
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Endang Sulistiyowati
bukannya Jack ga bisa berdekatan sama perempuan, karna hidungnya yg sensitif?
partini
ini Jack yg lolos bodoh lemot bin bodoh aihhh kenapa CEO ogeb semua
partini: dua" mah itu kalau belum di ucapkan belum sah kata cinta
total 4 replies
partini
hemm pasti bikin masalah,, insting suami biasanya rada" kalau udah kena baru reaksi
Mineaa
hadeech.....melda....melda.....
cari penyakit aja kamu.....😡
partini
masa Tidak saling mencintai belum nyadar aja kalian berdua ,,wihhhh tahan sekali ga di sentuh Ampe lahiran
Reni Anjarwani
lanjut thor
Anita Rahayu
karma itu namanya buat anaknya kena autisme biar di buang sama keluarga william😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈😈
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Anita Rahayu
Ayo dong cepet buat si verot di siksa di hotel prodeo karna udah mau bhnuh ester😠😠😠😠😠🙏🙏🙏🙏
partini
kasih bodyguard bayangan dong Mr Jack biar istri mu mana, Secara banyak ygbga suka
Sri Aastuty Julyantii Sadega
si jack cembokur esther di deketin cowo yang lebih muda🤭
makanya cepetan nyatain perasaan kamu, biar gk salaha paham terus.
🤭🤭
Anita Rahayu
kapan ni family benalu dapag jackpot karma is realnya thor biar nyahok mereka itu😠😠😠😠😠😠😠😠😠😠
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!