Riana terpaksa menjadi Sekertaris Zayn Abimanyu yang gila kerja dan sangat ketat karena Sekertaris sebelumnya memilih Resign karena tak kuat menanggung beban kerjanya. Namun bukan hanya itu masalahnya, Riana menemukan sesuatu yang lebih gila dari Bosnya itu.
Lima kepribadian dalam satu tubuh. Zayn, Ares, Dewa, Rayan dan Bram, setiap nama punya karakter masing-masing.
Dewa si penggoda ulung - Miss I Love You.
Ares - Kakak cantik, tubuh Kakak wangi sekali.
Rayan - si culun yang pemalu.
Bram - Ketua Geng motor rahasia.
Sedang Zayn, si bos dingin yang entah sejak kapan mulai tertarik dengan Riana, wanita yang menjadi pelindungnya, pemegang rahasianya yang seluruh dunia tidak boleh tahu, termasuk keluarganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Whidie Arista, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 - Tentang Zayn
Jam satu siang ponsel Riana berdering, “siapa Ri?” tanya Rara yang duduk bersamanya di atas karpet bulu sambil nonton drama Korea di tv.
“Telpon nyasar kayanya, gak kenal,” tanggap Riana dia membalik layar ponselnya membuatnya telungkup lalu kembali menatap layar televisi, sambil makan Mie instan cup yang ada gambar wajah sang bosnya.
“Lumayan juga nih Mie rasanya,” komentar Rara sambil mengangkat cup itu tinggi-tinggi untuk melihat gambarnya.
“Coba si Bos mukanya kaya gini tiap hari, enak kan di liatnya,” kekehnya.
Lagi-lagi ponsel Riana berdering, terpaksa dia beranjak ke balkon untuk mengangkat teleponnya, “ada apa Pak?” tanya Riana dengan nada jengkel.
“Kamu pergi kemana?” dia malah membalas pertanyaan dengan pertanyaan.
“Saya lagi di rumah teman saya,” Riana terpaksa mengatakan keberadaannya.
“Oh gitu. Saya cuma mau kasih tahu, kalau Aruna sudah pergi. Kalau mau kamu bisa pulang, dia gak akan datang lagi untuk waktu yang lama,” ujarnya.
Pulang? Kata sederhana tapi itu cukup mengganggu pikiran Riana.
“Iya Pak, nanti saya akan pulang. Bapak baik-baik saja kan, mungkin saya akan pulangnya agak maleman soalnya.”
“Saya baik-baik saja, kamu gak usah khawatir,” Sahutnya.
“Oke kalau gitu,”
Hening, tiba-tiba sunyi senyap. Zayn mau pun Riana bingung harus mengatakan apa lagi, lanjut bicara atau tutup telponnya?
“Pak, boleh saya tutup telponnya?”
“Ehem, saya kira telponnya udah mati. Tut!” sambungan telepon pun langsung terputus.
“Dih dasar,” rutuk Riana pada layar ponselnya seolah itu adalah Zayn sendiri.
Ehem. Suara itu membuat Riana reflek menoleh, Rara tampak berdiri di ambang pintu geser dengan tangan terlipat di dada.
“Nah ketahuan lu ya. Ayo jelasin, katanya gak ada hubungan apa-apa ama si Bos, terus itu apa, pake nyuruh lu pulang segala, pulang kamana? Jangan bilang lu tinggal bareng dia,” Selorohnya.
“Gue akan jelasin semuanya ke elu, tapi ini rahasia lu gak boleh bilang sama siapa pun, termasuk laki lu,” tegas Riana.
“Oke, lu tenang aja. Gue pinter jaga rahasia,” Rara mengedipkan sebelah matanya.
Dengan terpaksa Riana pun menjelaskan apa yang terjadi antara dia dan Zayn dan kesepakatan yang akhirnya terjadi.
“Wah gila sih, ko bisa orang punya banyak kepribadian di tubuhnya? Dia gak lagi pura-pura kan Ri. Jangan sampai lu kena tipu,” tanggap Rara dengan ekspresi wajah antara terkejut dan tak percaya.
“Awalnya gue juga gak percaya Ra. Tapi lu liat foto ini,” tunjuk Riana pada cup mie instan tadi, “dia mengaku kalau dia ini bukan Zayn, tapi Dewa. Kepribadiannya benar-benar berbeda dari Zayn yang biasanya, lu juga pasti liat sendiri kan kemarin.”
“Iya juga sih. Tapi gue tetep gak percaya Ri, pokonya elu harus hati-hati deh jangan sampai lu kena tipu cowok modelan begitu," Ujarnya lagi.
“Lu tenang aja Ra. Lagian kita beneran gak ada apa-apa ko, lu tahu kan tentang anak asli keluarga Mahardika?”
“Aruna!”
“Ya dia. Itu alesan kenapa gue dateng ke rumah lu tanpa mandi. Tadi pagi tiba-tiba dia dateng ke rumah Zayn, kayanya mereka itu dijodohin deh, itu yang gue tangkep dari obrolan mereka semalam.”
“Di jodohin, mereka kan saudara angkat,” komentar Rara.
“Ya karena mereka hanya sodara angkat makanya orang tua mereka mau mereka nikah Ra, itu pendapat gue sih.”
“Tapi Pak Zayn nya mau?”
“Kayanya sih terpaksa, semalem dia mabuk-mabukan entah sampai jam berapa. Jujur gue kasihan sih sama dia, mungkin salah satu pemicu penyakit mentalnya itu adalah dari keluarganya sendiri.”
“Haish, gak nyangka gue si Bos ternyata punya masalah yang lumayan berat. Jadi nyesel gue ngutuk dia tiap gue marah, ternyata nasibnya dia kasian juga ya, apa lagi pas denger cerita lu waktu itu tentang asal-usul Zayn,” tanggapnya Iba.
Ya. Riana memang sempat menceritakan tentang masa lalu Zayn sebelum di angkat anak oleh keluarga Mahardika pada Rara.
“hooh, makanya lu harus jaga rahasia ini. Kasian Pak Zayn kalau sampai orang lain tahu.”
“Tenang aja Ri. Gue pasti akan jaga rahasia, termasuk lu yang tinggal bareng Pak Bos,” seringainya jahil.
“Kampret!” Riana menepak bahu Rara pelan.
riana kan pawang zayn..
🤣🤣😄😄💪💪❤😍😍
❤❤❤😍😍😍
itu bukan ketergantungan..
tapi ..
cemburu berat...
🤣😄😄😍😍❤💪💪💪❤❤
😍😍❤❤💪💪💪
zayn cemburuuuu..
😄😄😍❤💪💪
akankah Riana ninggkain zayn saqt ada mamanya..
😍😍❤❤💪💪💪
jadi senyum2 bacanya..
😄😄😄😄😄😍😍❤💪💪💪
zayn mulai ada rasa..
mereka berdua deh..
😄😄😍😍❤💪💪💪
😍😍❤💪💪
bener2..
kasihan zayn..
dirawat tapi diundat2...
😍😍😍❤❤💪💪
klai gk takut..
minggat aj azayn..
😄😄❤❤💪💪
❤😍😍💪💪💪
❤❤😍💪💪💪
spesies baru lagi ini..
😄😄😄😄❤❤😍💪1
❤❤❤❤❤❤😍😍😍😍😍💪💪💪
🤣🤣😄😄❤❤😍💪💪
❤❤😍😍💪
🤣🤣😄❤❤😍💪
bukan aruna ya kak..
😄❤😍💪
😄😄😄