NovelToon NovelToon
Preman Sekolah Jadi Pewaris

Preman Sekolah Jadi Pewaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Preman / Komedi / Harem
Popularitas:30.1k
Nilai: 5
Nama Author: Desau

Sage Iskandar atau lebih sering dipanggil Ge, merupakan murid badung di sekolah. Sejak kecil dia memang dirawat oleh pasangan rentenir. Orang sering menganggapnya preman, karena memang kebanyakan orang terdekatnya adalah preman.

Sampai suatu hari, seorang pria asing mendatangi Ge dan mengatakan sesuatu yang selama ini dirahasiakan darinya. Apakah itu?

"Kamu tuh ya, Ge! Nggak capek kamu tiap hari kerjaannya keluar masuk ruang BK terus, hah?!" omel guru BK.

"Nggak capek lah, Bu. Kan guru BKnya cantik," sahut Ge gamblang. Dia langsung kena jewer.

"Ge! Kamu ya yang ambil duit Mamak? Dasar anak kurang ajar!" timpal ibunya Ge sambil berlari keluar.

"Makasih, Mak! Love yuhh!" Ge langsung pergi dengan motornya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22 - Bersikap Baik

Arif menghela napas panjang, lalu melangkah ke tengah ruangan.

“Cukup!” katanya tenang, tapi tegas. “Kita duduk dan bicarakan ini dengan baik.”

Clara masih berdiri dengan tangan terlipat. Wajahnya jelas tidak suka. Tapi akhirnya dia berjalan ke sofa dan duduk dengan anggun, meskipun tatapannya tetap dingin.

Naya mendengus kesal sebelum ikut duduk di samping ibunya. Sementara Zara memilih duduk di kursi terpisah, masih dengan ekspresi tenangnya.

Ge? Dia malah duduk selonjoran santai di sofa seberang.

“Wah… empuk banget,” gumamnya sambil memantul sedikit.

Naya langsung melotot. “Lu bisa serius nggak sih?!”

Ge menoleh santai. “Lagi serius ini.”

Arif memijat pelipisnya sebentar sebelum mulai bicara lagi. “Besok,” katanya, “saya akan datang kembali bersama kuasa hukum almarhum Pak Romy.”

Clara langsung menatap tajam. “Untuk apa?”

“Untuk menunjukkan dokumen resmi,” jawab Arif. “Sekaligus memastikan semua berjalan sesuai hukum.”

Naya langsung berdiri sedikit dari duduknya. “Jadi ini beneran? Semua harta itu jatuh ke dia?!”

Arif menatapnya lurus. “Ya.”

Suasana langsung berat. Clara mengepalkan tangannya. Wajahnya terlihat tegang, meskipun dia berusaha tetap terlihat elegan.

Arif melanjutkan dengan nada yang sama tenangnya, “Dan saya sarankan… mulai sekarang kalian bersikap lebih bijak.”

Clara menyipitkan mata. “Maksudmu?”

Arif menoleh ke arah Ge sebentar, lalu kembali ke mereka.

“Karena pada akhirnya,” katanya, “Ge yang akan menentukan siapa yang boleh tetap tinggal di rumah ini… dan siapa yang tidak.”

Kalimat itu seperti bom.

Naya langsung membelalak. “APA?!”

Clara tidak bicara, tapi wajahnya langsung berubah pucat.

Ge yang tadi santai, sekarang ikut mengangkat alis. “Wah… aku punya power segitu?”

Arif hanya mengangguk kecil.

“Gila…” Ge menyeringai pelan.

Naya langsung berdiri. “Ini nggak adil!”

Arif menatapnya dingin. “Ini bukan soal adil atau tidak. Ini soal wasiat.”

Clara akhirnya bicara lagi, suaranya lebih rendah, tapi tajam. “Jadi… kami harus memohon pada anak ini?”

Ge langsung angkat tangan. “Eh, santai Tante. Belum tentu aku jahat kok.”

Clara menatapnya penuh tidak suka.

Suasana kembali hening. Untuk pertama kalinya, terlihat jelas kalau Clara dan Naya mulai gelisah. Posisi mereka yang selama ini nyaman, tapi kini tiba-tiba terancam. Namun justru di tengah ketegangan itu, suara lembut terdengar.

“Aku setuju.”

Semua langsung menoleh.

Zara, gadis itu bangkit dari duduknya dengan tenang. Dia menatap Arif, lalu beralih ke Clara dan Naya.

“Kita memang harus bersikap baik,” katanya pelan.

Naya langsung mengernyit. “Zara?!”

Zara tidak memperhatikan protes itu. Tatapannya sekarang tertuju ke Ge.

“Kalau memang dia pemilik semua ini sekarang…” lanjutnya, “…ya kita harus menghargai itu.”

Clara menatap anaknya tidak percaya. “Zara, kamu sadar kamu bicara apa?”

Zara mengangguk pelan. “Sadar kok.” Dia melangkah mendekat sedikit.

“Lagipula,” katanya, “kita belum benar-benar kenal dia.”

Naya mendengus. “Nggak perlu kenal! Udah jelas—”

“Udah, Kak!” potong Zara tenang.

Untuk pertama kalinya, Naya terdiam.

Zara kembali menatap Ge. Senyum tipis muncul di wajahnya. Bukan sinis. Bukan pura-pura. Tapi tulus dan sedikit misterius.

“Gue Zara,” katanya santai. “Kayaknya… kita bakal sering ketemu.”

Ge yang dari tadi santai, langsung menyeringai lebar. “Ge,” balasnya. “Kayaknya gue juga nggak bakal ke mana-mana.”

Zara mengangguk kecil. “Dan gue orang pertama yang bakal bersikap baik ke lu,” tambahnya.

Ge langsung mengacungkan jempol. “Mantap. Akhirnya ada yang waras.”

Naya langsung melotot lagi. “ZARA!”

Zara hanya tersenyum kecil, tidak peduli.

Ge bersandar santai di sofa. “Kalau gini kan enak,” katanya. “Nggak tegang-tegang amat.”

Clara masih terlihat tidak terima, tapi dia tidak langsung membantah lagi. Dia jelas sedang berpikir.

Sementara Arif mengamati semuanya dengan diam. Untuk pertama kalinya sejak tadi, situasi mulai sedikit mereda.

Ge melirik ke arah Arif dan berbisik pelan, “Yang bungsu ini… beda ya.”

Arif menjawab singkat, “Lebih rasional.”

Ge mengangguk. “Lebih adem juga.”

Lalu dia kembali menatap ke depan, melihat “keluarga barunya” yang jelas belum siap menerimanya.

Namun seperti biasa, Ge hanya menyeringai. “Seru pasti nih kalau aku tinggal di sini,” gumamnya pelan.

1
Tiara Bella
ijo bngt Bimo lht cwek cantik....
vania larasati
lanjut
Diana Dwiari
gunain kekuasaan kekayaan mu untuk bantu orang lain ge
vania larasati
lanjut
Tiara Bella
wow Ge membela kebenaran ...
Rommy Wasini Khumaidi
duit emang bisa merubah segalanya,segalanya butuh duit
Ass Yfa
berat nih...33nya doyan Ge
Ass Yfa
parah nih Clara terpesona ke Ge..mirip Romy
Ass Yfa
kak pingin visualnya dong Ge...di make over
Ass Yfa
lah ...Zara mlh jatuh cibtrong ke Ge😄
Ass Yfa
Sodara tirinya 2,yg satu Naya..satu lg pasti cowok....sama2 sma,apa udah jadi ceo
Ass Yfa
kan bener..sifat lembut cuna kamuflase...ksyak tantri
Ass Yfa
Naya apa sodara tirinya Ge yak
Ass Yfa
GE...ank kongomerat nih
vania larasati
lanjut
Tiara Bella
Ge jd idola baru disekolah....
sitanggang
jalan ceritanya terlalu ngambang, hambar dan kekanak2an
sitanggang
jd melenceng gak jelas sepertinya jalan ceritanya ini, bakalan gak asik sepertinya 🤦🤦
sitanggang
seharusnya saatnya lg serius jgn kek bermain gitu, ada selingannya laah...seleng3kan jg gpp tapi ada masa seriusnya jg
sitanggang
agak terlalu alay sikap dan bahasanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!