NovelToon NovelToon
I Hired A Billionaire

I Hired A Billionaire

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Patahhati
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Alceena Brox Riccardo (26 tahun), seorang diva papan atas Hollywood, mendapati dunianya runtuh saat kekasihnya mengirimkan undangan pernikahan tanpa kata putus.

Terluka dan menolak terlihat malang oleh paparazzi, ego Alceena memberontak.

Di sebuah bar eksklusif di Los Angeles, dia meluapkan amarahnya dan secara impulsif mengajak seorang pria asing yang dikiranya gigolo untuk menjadi pria simpanannya.

Pria itu adalah Xander Hayes-Stone (25 tahun), seorang pemuda kaya asal Chicago yang juga sedang melarikan diri dari pengkhianatan cinta.

Malam di penthouse mewah Alceena menjadi awal dari ikatan kontrak yang rumit di antara mereka.

Berawal dari pelampiasan dendam dan ego badai dua manusia yang patah hati, hubungan tanpa status ini perlahan menyeret mereka ke dalam pusaran, rahasia masa lalu, dan takdir baru yang tak terduga di bawah gemerlapnya kota Los Angeles.

~~~~~~

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#21

Kesunyian yang merayap di dalam kamar itu mendadak terasa begitu berat, seolah-olah seluruh pasokan oksigen di lantai teratas penthouse ini telah disedot habis oleh pengakuan Xander.

Detik-detik bergulir laksana tetesan lilin yang membeku, lambat dan menyakitkan. Alceena masih menatap pantulan sepasang mata heterochromia di dalam cermin—sepasang mata yang semalam memandangnya penuh gairah, tadi pagi menatapnya penuh tuduhan, dan sore ini justru memancarkan kepasrahan yang begitu telanjang.

Perlahan, Alceena menghentikan seluruh aktivitas dandanannya. Kuas pemerah pipi yang sejak tadi dipegangnya dengan jemari gemetar kini diletakkan kembali ke atas meja rias kaca dengan ketukan halus yang terdengar begitu nyaring di tengah keheningan.

Dia menarik napas dalam-dalam, membiarkan dadanya yang terbalut gaun satin hitam backless itu naik turun dengan ritme yang berat.

Alur emosi di antara mereka yang semula meledak-ledak laksana badai petir, kini perlahan-lahan mengalir ke dalam.

Bukan menguap, melainkan menenggelamkan diri ke dalam palung batin yang jauh lebih dalam dan rumit.

Amarah Alceena yang tadinya menggelegar di permukaan, kini menyusut menjadi sebuah gumpalan rasa sesak yang menghimpit ulu hatinya.

Ada pergulatan hebat yang terjadi di balik ekspresi angkuh sang diva. Logikanya meneriakkan penolakan, mengingatkannya pada bentakan kejam pria ini tadi pagi.

Namun, batinnya yang paling dalam justru bergetar hebat mendengar pengakuan cinta yang begitu mendadak, kacau, sekaligus jujur dari seorang Xander Hayes-Stone.

Alceena membalikkan tubuhnya perlahan di atas kursi rias berbulu putih itu. Gerakannya anggun, namun ada ketegangan yang kaku di setiap sendinya.

Sepatu hak tingginya bergeser tanpa suara di atas karpet. Kini, dia tidak lagi menatap Xander lewat cermin.

Dia menatap pria bertelanjang dada itu secara langsung, membiarkan matanya merekam setiap detail ketidakberdayaan yang sedang dipajang oleh pewaris Stone tersebut.

"Kau... baru saja mengatakan apa, Xander?" tanya Alceena, suaranya tidak lagi melengking murka.

Suara itu keluar dengan nada yang teramat rendah, parau, dan bergetar halus oleh rasa tidak percaya yang mendalam.

Xander tidak berkedip. Dia tetap berdiri kokoh di tempatnya, menatap Alceena dengan seluruh sisa keberanian yang dia miliki setelah menelanjangi harga dirinya sendiri.

"Aku tahu ini terdengar seperti sampah di telingamu, Ceena. Aku tahu kau berpikir aku hanya pria murahan yang menggunakan kata cinta sebagai pelarian setelah dicampakkan di Chicago," ucap Xander, suara baritonnya terdengar serak di tenggorokan.

"Tapi demi Tuhan... aku tidak bisa membohongi hatiku sendiri lagi. Saat aku mengira kau sengaja menjebakku tadi pagi, itu karena aku ketakutan. Aku takut duniaku yang baru bersamamu dihancurkan oleh bayang-bayang masa lalu. Dan saat tahu bahwa Nora ternyata mengkhianatiku..."

Xander jeda sejenak, mengepalkan tinjunya kuat-kuat hingga urat-urat di lengan kokohnya menonjol tajam.

"...rasa sakit yang kurasakan bukan karena kehilangan dia, Ceena. Rasa sakit itu muncul karena aku menyadari betapa bajingannya aku yang telah mengorbankan ketulusanmu demi wanita yang selama ini menjadikanku orang bodoh. Dan pikiran tentang anak kita... pikiran bahwa benihku semalam mungkin sedang tumbuh di rahimmu, itu adalah satu-satunya hal yang membuatku ingin tetap bernapas saat ini."

Alceena mendengarkan setiap patah kata itu dengan saksama.

Percakapan mereka kini mengalir semakin dalam, menyentuh luka-luka lama yang selama ini mereka sembunyikan dari dunia.

Alceena bisa melihat dengan jelas bagaimana hancurnya ego maskulin Xander yang baru saja dihantam oleh kenyataan tentang kehamilan Nora dengan pria lain.

Pria di depannya ini sedang berada di titik terendah dalam hidupnya—patah hati, dikhianati, dan tersesat.

Dan di sinilah letak ironisnya. Alceena pun berada di posisi yang hampir sama, saat berita pernikahan Aldridge keluar.

Dua jiwa yang sama-sama terluka, sama-sama mencari pelarian, dan kini justru saling mengikatkan diri dalam sebuah hubungan yang kacau dan tak kasat mata di atas ranjang ini.

Alceena bangkit dari duduknya. Meski kedua kakinya masih terasa sedikit gemetar dan lemas akibat pergumulan tanpa ampun sejak siang tadi, dia memaksakan dirinya untuk berdiri tegap.

Keangkuhan keluarga Riccardo kembali dia pasang sebagai perisai batinnya.

Dia melangkah perlahan mendekati Xander, memangkas jarak di antara mereka hingga ujung sepatu hak tingginya hampir bersentuhan dengan jari-jari kaki Xander.

Dia mendongak, menatap langsung ke dalam manik mata heterochromia yang berbeda warna itu.

Jarak yang begitu dekat membuat Alceena bisa mencium kembali aroma maskulin khas kayu gaharu dan sisa gairah yang menguar dari kulit telanjang Xander.

Jantungnya kembali berdegup dengan ritme murahan yang teramat kencang, menolak untuk patuh pada logika warasnya.

"Kau mengatakan kau mencintaiku, Xander? Hanya dalam tiga hari?" Alceena memajukan wajahnya, memberikan senyuman tipis yang sarat akan kepedihan batin yang dia samarkan sebagai cemoohan.

"Kau ini hanya sedang kesepian dan ketakutan. Kau baru saja kehilangan jangkar hidupmu di Chicago, dan kau melihatku sebagai pelabuhan darurat yang nyaman untuk bersandar. Kau bingung antara rasa bersalah, nafsu batin yang terlampiaskan, dan rasa terhina karena dikhianati Nora. Jangan mengacaukan arti kata cinta, Pria Stone."

Xander menggelengkan kepalanya dengan cepat, langkahnya maju setengah senti, mengikis sisa ruang di antara mereka hingga dada bidangnya yang hangat hampir menempel pada dada Alceena yang terbalut gaun satin.

"Tidak, Ceena. Aku tahu bedanya nafsu dan rasa ingin memiliki. Selama empat tahun di Chicago, aku mengira cintaku pada Nora adalah segalanya hingga aku rela berbuat gila. Tapi bersamamu... hanya dalam dua malam ini, kau meruntuhkan seluruh pertahananku dengan caramu, dengan caramu yang menasihatiku di dapur, dan dengan caramu yang menyambutku di atas kasur ini tanpa ada kepura-puraan. Aku tidak sedang mencari pelabuhan darurat. Aku sedang menyerahkan kemudiku padamu."

Mendengar kata-kata yang begitu dalam dan memuja itu, pertahanan batin Alceena terasa berguncang hebat.

Alur emosinya mengalir semakin jauh ke dalam palung dilema. Sebagian kecil dari hatinya—bagian yang selama ini merindukan ketulusan sejati di tengah palsunya gemerlap dunia Hollywood—ingin sekali mempercayai ucapan Xander.

Ingin sekali menyerahkan diri ke dalam pelukan hangat pria raksasa ini dan melupakan semua rasa sakit akibat pengkhianatan Aldridge.

Namun, bagian besar dari egonya menolak keras. Bayangan bentakan maut Xander tadi pagi kembali melintas di benaknya, bertindak sebagai rem darurat bagi perasaannya yang hampir hanyut.

Alceena memundurkan wajahnya, matanya kembali mendingin. "Lalu bagaimana dengan laranganmu tadi? Kau melarangku pergi ke pesta? Kau melarangku mencari pria lain karena kau takut anakmu ada di rahimku?"

Alceena terkekeh sinis, menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"Xander, biarkan kuperjelas satu hal padamu. Tubuh ini... rahim ini... adalah milikku sepenuhnya. Kau tidak punya hak sepeser pun untuk mengaturnya atau mengklaim kepemilikan atas apa yang belum tentu ada di dalam sana."

Alceena memutar tubuhnya, berjalan menuju tempat tidur dan memandangi sprei yang masih berantakan—bukti dari bagaimana pria ini menggunakannya sebagai simpanan untuk menebus rasa bersalah sepanjang siang tadi.

"Kau sendiri yang memilih status itu tadi, bukan? Kau mengatakan kau adalah simpananku," Alceena berbalik, menatap Xander dengan pandangan mata yang berapi-api.

"Seorang simpanan tidak memiliki hak untuk cemburu. Seorang simpanan tidak memiliki hak untuk melarang majikannya pergi ke mana pun atau bersama siapa pun. Tugasmu di sini hanya satu, Xander: ada saat aku membutuhkanmu untuk memuaskan egoku, dan diam saat aku tidak membutuhkanmu. Jika kau tidak bisa menerima batasan itu... jika egomu sebagai seorang Hayes-Stone terlalu tinggi untuk menjadi mainan seorang diva... maka pintu keluar apartemen ini masih berada di tempat yang sama seperti tadi pagi. Pergilah."

Kata-kata Alceena mengalir tajam, menghujam langsung ke dalam harga diri Xander yang paling dalam.

Batasan status yang diberikan Alceena begitu kejam, seolah-olah mengunci pria itu dalam sebuah sangkar emas yang tidak memiliki ruang untuk cinta atau perasaan timbal balik.

Xander menatap Alceena dengan tatapan yang teramat dalam. Rahangnya mengeras sejenak, menahan gejolak ego maskulinnya yang berontak karena diperlakukan sekaku itu.

Namun, ingatan tentang ketakutannya kehilangan wanita ini, ditambah dengan bayangan benihnya yang mungkin sedang tertinggal di dalam tubuh Alceena, membuat seluruh keangkuhannya kembali lumpuh total.

Xander menarik napas panjang, lalu melangkah perlahan mendekati Alceena yang berdiri di samping ranjang.

Dia berlutut dengan satu kaki di atas karpet bulu, mendongak menatap Alceena dengan tatapan kepasrahan yang paling mutlak yang pernah ditunjukkan oleh seorang pria dari dinasti Stone.

"Baik," ucap Xander, suaranya sangat rendah dan penuh komitmen yang gila.

"Jika menjadi simpanan tanpa hak adalah satu-satunya cara agar aku bisa tetap berada di dekatmu... jika itu adalah harga yang harus kubayar untuk menebus kesalahanku tadi pagi dan memastikan anak kita aman bersama ibunya... maka aku akan menerimanya, Alceena. Aku akan menjadi simpananmu. Aku tidak akan pergi ke mana pun. Tapi kumohon... malam ini, jangan biarkan pria lain menyentuhmu. Hukum aku di sini, tapi jangan hancurkan aku dengan melihatmu bersama orang lain."

Alceena terdiam membatu.

Dia melihat keseriusan dan kegilaan yang teramat nyata di sepasang mata Xander yang sedang mendongak menatapnya dari posisi berlutut itu.

Alur takdir di antara mereka kini benar-benar telah mengalir terlalu dalam ke dalam pusaran kegilaan yang tidak memiliki jalan kembali.

Xander Hayes-stone

Alceena

1
ida wati
Xander said : hei hei hei kutil dino......akulah yg sudah unboxing Alceena jd singkirkan gossip murahanmu itu 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkwkkw🤣🤭
total 3 replies
ida wati
dah lah cari aman aja daripada daripada yekaannn 😄😄😄😄😄
Ros 🌷🦋: iya dong🤭
total 1 replies
ida wati
HA HA HA HA HA #ketawajahat
ida wati
mana ada adegan pemersatu bangsa cuma 10 menit 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: hahaha lawak 🤣🤣
total 1 replies
ida wati
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ida wati
si modus 🤣
Ros 🌷🦋: kesayangan author 🤣
total 1 replies
ida wati
Xander ini manusia atau semacam tembok berlin? 😄🤣
Ros 🌷🦋: Haha Ngakak saya🤣
total 1 replies
ida wati
kalo pilem ultramen pasti ada sinar laser dari mata nya 🤣🤣🤣
♔, Seleneᥫ᭡𐂅◇☆, ꧁
Luar biasa
ida wati
wkwkwkwk akoh kira udh 20an 🤣 ternyatahh mabelastaon 🤣
Ros 🌷🦋: Haha berondong 🤣
total 1 replies
ida wati
kurang 2 kata mutlak nya thor 🤣
Ros 🌷🦋: typo kak🤭🤣
total 1 replies
ida wati
waduh basah kuyup 🤣 lanjutkan 🤣
Ros 🌷🦋: wkwkw🤭🤣
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
cerita xander sama alceena seruu😍
Ros 🌷🦋: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
wahh cerita xander😍
Ros 🌷🦋: Happy reading kak 🫶
total 1 replies
ida wati
ENG ING ENG.......DUARRRR 🤣🤣🤣🤣🤣
Ros 🌷🦋: wkkwkw🤣🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Thor,, cerita Mrs. Only his mana,, kok gk ketemu??
Ros 🌷🦋: Sudah saya hapus Kak😭 nanti habis Tamat Cerita Ini baru tak buat ulang kak🤭
total 1 replies
nayla tsaqif
Lhaaa,, yg jebol gawang aja xander,, punya ank dr mna? Pede banget anda tuan angrybet,, bakal di ketawain keras ama bang xander🤣🤣
Ros 🌷🦋: Angry bird 😭😭
total 1 replies
durrotul aimmsh
wah...bakal ada pertarungan sengit ini
Ros 🌷🦋: heheh Ma'aciww komentarnya kak🙏🏻
total 1 replies
ida wati
haduhhh Alceena sm Xander yg terancam akoh yg deg2an 🤣🤣🤣 gamau liat ahh 🫣🫣🫣
Ros 🌷🦋: wkkwwk siapkan Cemilan 🤣
total 1 replies
ida wati
haduhhhh masalah baru 😏
Ros 🌷🦋: Hihihi semangat di dunia nyata ya kak🥰🫶
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!