NovelToon NovelToon
LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

LETNAN CANTIK ITU MILIKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Kim

Sequel dari TERIKAT PERNIKAHAN DENGAN KAPTEN CANTIK❗

Kaluna Seraphina Wijaya adalah seorang anggota Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad) sekaligus dokter militer yang bercita-cita mengikuti jejak almarhum mamanya sebagai prajurit TNI.

Ia dijodohkan dengan putra dari sahabat orang tuanya, namun ia menolaknya hingga terjadi pertentangan dengan papanya.

Akhirnya, Kaluna menerima perjodohan itu dengan syarat, ia tetap diizinkan menjalankan tugas di Papua.

Di Papua, Kaluna bertemu dengan seorang Kapten bernama Kalvin Natha Wiratama. Di tengah tugas dan kerasnya medan penugasan, perasaan mulai tumbuh di antara mereka.

Namun, ketika Kaluna dihadapkan pada pilihan antara pria yang dijodohkan dengannya dan pria pilihan hatinya sendiri, mampukah ia tetap bertahan pada keputusan keluarga, atau justru memilih cinta yang benar-benar diinginkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Kaluna dan Safira

Dua jam perjalanan akhirnya tim yang dipimpin Kalvin kembali tiba di markas.

Semua anggota mulai turun dari kendaraan. Tak terkecuali Kalvin dan Nakara. Mereka sibuk membahas langkah-langkah berikutnya yang harus diambil jika semua dugaan mereka terbukti benar.

Jaringan penyelundupan senjata ilegal yang mereka awasi ternyata jauh lebih besar dari perkiraan.

Jangan sampai mereka salah mengambil tindakan dan justru membuat para pelaku melarikan diri.

Terputusnya komunikasi dengan Anton, Kaluna, dan Safira pun turut menambah daftar pembahasan Kalvin dan Nakara.

Buru-buru mereka mendatangi ruangan Mayor Yandi, melaporkan apa yang mereka temukan serta memastikan bagaimana kondisi terkini ketiga anggota yang hilang kontak tersebut.

Tok... Tok... Tok...

Suara ketukan menggema di ambang pintu ruangan.

“Masuk!” sahut Mayor Yandi.

Setelah memberikan hormat, Kalvin dan Nakara masuk ke dalam ruangan.

“Duduk!” perintahnya kemudian.

Setelah dipersilakan, keduanya segera mengambil tempat.

“Laporan kita bahas nanti saja. Jika tidak keberatan, lebih baik kalian mencari keberadaan Sertu Anton, Letda Safira, serta Letda Kaluna dulu!” ucap Mayor Yandi menginterupsi. Bagaimanapun juga ia harus memastikan jika anggotanya baik-baik saja.

Nakara dan Kalvin saling tatap. Jika ditanya apakah mereka lelah atau tidak, tentu mereka sangat lelah. Namun tak mungkin mereka mengabaikan perintah. Terlebih keselamatan rekan mereka sedang dipertaruhkan.

“Siap laksanakan, Komandan,” sahut Kalvin dan Nakara kompak.

“Jangan gunakan kendaraan patroli maupun kendaraan militer. Pakai mobil sipil yang sudah disiapkan di markas saja!” pinta Mayor Yandi.

Kalvin dan Nakara mengangguk, memberi hormat lebih dulu sebelum keluar dari ruangan itu.

Sementara Mayor Yandi masih terus berusaha menghubungi Anton maupun dua perwira dokter yang ia tugaskan itu.

“Jangan pakai PDL maupun atribut TNI, Ka,” ucap Kalvin mengingatkan.

Nakara mengangguk. Keduanya bergegas mengganti pakaian, membawa senjata dan HT sesuai prosedur dalam menjalankan tugas.

Penampilan mereka kali ini sangat jauh berbeda dari biasanya. Nakara dan Kalvin terlihat lebih santai dengan celana cargo dan kaus polos.

Sesederhana itu, namun sama sekali tak mengurangi wibawa dan ketampanan keduanya perwira tersebut.

“Ehh.. Kapten Kalvin sama Lettu Nakara mau ke mana ya?” tanya Ciara, membuat Tina menoleh mengikuti arah pandangannya. Wanita itu tersentak kaget melihat penampilan Kalvin. Sama seperti saat masih SMA dulu, ketampanannya semakin menjadi saja.

“Saya ke sana dulu, ya.” Tina bergegas menghampiri keduanya, entah apa yang ingin ia lakukan.

“Kapten Kalvin, Lettu Nakara, mau ke mana?” tanya Tina penasaran, sebab tak biasanya mereka pergi tanpa mengenakan pakaian kebanggaan TNI.

“Ke suatu tempat,” jawab Nakara singkat. Mereka sengaja tidak memberi tahu anggota lain, tak ingin membuat kehebohan dan ketegangan.

“Boleh saya ikut?” pinta Tina penuh harapan.

Kalvin menghela napas dalam. Keduanya sedang buru-buru, namun Tina malah memperlambat pergerakan mereka.

“Ini urusan penting. Saya harap Peltu Tina bisa mengerti. Kami bukan mau piknik!” tekan Kalvin.

Raut wajah Tina berubah sendu. Wanita itu menatap Kalvin yang nampak sudah berlalu masuk ke dalam mobil.

“Kami pergi dulu, Peltu Tina!” pamit Nakara.

“Gila, Vin. Sadis banget kamu.” Nakara menggeleng-gelengkan kepala. Ia yakin jika Tina sangat malu dengan perkataan Kalvin yang begitu tak berperasaan.

“Kita mau mengerjakan tugas. Lagi pula apa ada kewajiban aku buat jawab manis-manis begitu sama cewek?” sahut Kalvin.

Mobil itu pun melaju meninggalkan markas, menuju lokasi terakhir Letda Kaluna, Letda Safira, dan Sertu Anton diketahui berada.

...****************...

“Kenapa nomor ponsel Letda Safira dan Letda Kaluna tidak bisa dihubungi sih?” keluh Anton. Pria itu memutuskan melajukan mobilnya menuju kampung tempat Kaluna dan Safira berada.

Jarak aman yang Anton pilih nyatanya tak membuat ponselnya mendapat sinyal yang memadai, hingga akhirnya ia kehilangan jejak kedua rekannya.

Anton melajukan mobil yang ditumpanginya dengan sedikit cepat. Rasa khawatir dan panik menguasai pikirannya. Sudah tiga jam berlalu, namun belum juga ia mendengar kabar dari Kaluna maupun Safira.

Anton terus fokus pada ponselnya hingga tidak memperhatikan siapa saja yang ditemui di jalan. Bahkan ketika Kaluna dan Safira berpapasan dengannya dengan menumpang mobil orang lain.

Anton bergegas turun setelah tiba di kampung tadi. Pandangannya mengedar mencari keberadaan Kaluna dan Safira.

Tidak mungkin jika dua wanita itu masih berkeliling kampung, sebab biasanya pendataan kesehatan tidak memakan waktu selama itu.

Anton memberanikan diri mendekati sekumpulan mama-mama yang tengah asyik berbincang. Berusaha bersikap tenang dan santai.

“Permisi, Mama,” sapanya ramah.

“Iya, Nak. Ada apa?” tanya salah seorang mama yang ada di sana. Pandangan mereka tertuju pada mobil Anton.

“Saya yang mengantar dua petugas kesehatan tadi ke sini. Apa Mama lihat mereka?” tanya Anton.

“Oh, yang dua nona cantik itu kah?” tanya salah seorang mama lainnya.

Anton mengangguk cepat membenarkan apa yang mereka katakan. “Betul, Mama. Mereka sekarang di mana?”

“Mereka tadi sudah pergi bersama Yohanes. Baru saja lewat tadi, naik mobil pick-up.”

Anton termangu mendengar penuturan warga itu. Ia memang sempat berpapasan dengan mobil pick-up tersebut, namun tak memperhatikan jika di dalamnya ada Kaluna dan Safira. Terlalu sibuk dengan ponselnya hingga tidak memperhatikan keadaan sekitar.

“Terima kasih, Mama. Saya kejar dulu mereka.”

Anton bergegas melajukan mobilnya. Raut wajahnya begitu khawatir dan panik.

Bagaimanapun Kaluna dan Safira tidak memahami seluk-beluk wilayah sana. Ia akan sangat merasa bersalah jika terjadi sesuatu pada kedua rekannya.

Seketika isi kepala Anton membayangkan hal-hal yang tidak diinginkan. Wilayah ini dikelilingi hutan yang lebat.

Bagaimana jika mereka dibawa pergi ke tempat yang tidak diketahui lalu dilecehkan atau diperkosa?

Anton menggelengkan kepala, berusaha membuang jauh bayangan buruk yang terus menghantuinya.

Kini Anton mencoba menghubungi Mayor Yandi, berharap kali ini ponselnya bisa digunakan. Bagaimanapun ia harus memberi tahukan Mayor Yandi jika telah terjadi keadaan darurat.

Dan beruntung, panggilan itu kali ini tersambung, namun sayang Mayor Yandi tak menjawabnya.

Di tengah kepanikan itu ponsel Anton berdering. Tertera nama Lettu Nakara di sana. Tanpa berpikir panjang Anton segera menerima panggilan itu.

“Sertu Anton, akhirnya saya bisa menghubungi Sertu Anton. Apa kalian baik-baik saja?” tanya Nakara lega.

Anton menghela napas dalam. Sebagai anggota militer, ia merasa lalai dalam menjalankan tugas hingga kehilangan jejak dua rekannya.

“Saya baik-baik saja, Lettu. Tapi...”

“Tapi apa?” Alis Nakara bertaut. Kata itu terdengar begitu ambigu dan menyiratkan banyak hal.

“Letda Safira dan Letda Kaluna... saya kehilangan jejak mereka. Tadi mereka pergi bersama seorang warga bernama Yohanes. Sekarang saya sedang berusaha menyusul mereka.”

“Apa?” suara bariton Nakara membuat Kalvin terkejut. Pria itu menyipitkan mata, seakan bertanya apa yang telah terjadi.

1
MayAyunda
keren 👍👍
Alfatia🌷
Udah mulai mau ngobrol sedikit lebih banyak nih yaaa🤣
Alfatia🌷
Gak bayangin kalau Kaluna tau itu calon iparnya, terus masih ngira Kalvin penyuka sesama jenis😭🤣
Laela Kurnia
bagus bgt 👌💯
Alfatia🌷
Udah senyum-senyum tipis nihh. Curiga lama-lama ngajak ketawa bareng🤣🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 aku aduin bapakmu loh.
Mutia Kim🍑: Jangan gitu kak, nanti Kalvin malah nggak mau balik ke Jakarta😭🤣
total 1 replies
Alfatia🌷
Kaluna, itu calon iparmu loh😭
Mutia Kim🍑: Kan dia nggak tau kak😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Yang ngasih nama anaknya siapa😭 kenapa inisial nya ngikut bapaknya semua🤣
Mutia Kim🍑: Authornya😎
total 1 replies
Alfatia🌷
Anton nyari kesempatan banget🤣
Alfatia🌷
Kalvin😭 jangan gitu lah. Nanti malah kepincut loh😌
Alfatia🌷
Luna, dia anak camer mu lohh!!😭
Alfatia🌷
Kalvin kayak Bapaknya banget kayaknya, bodo amatan😭
Mutia Kim🍑: Bener. Dua anak laki-laki Kaivan itu sama persis kayak bapaknya yg anti cewek🥲
total 1 replies
Alfatia🌷
Ahhhh😭 sedih banget bawaannya kalau lihat Raynand🥹 sehat-sehat Om Duda tua❤
Alfatia🌷
Raynand pasti kehilangan banget ya, trauma juga. Makanannya butuh waktu lama buat izinin Kaluna😌
Alfatia🌷
Huwaaa... aku juga sedih Kirana jadi gak ada😭😭
Aril Chan
Sangat luar biasa
Alfatia🌷
Kevan ngikut jejak Bapaknya, kah🤣 jangan sampai pas masih pengantin ditinggal tugas juga🤣
Mutia Kim🍑: Tapi dia kan belum mau nikah, katanya mau PDKT dulu😆
total 1 replies
Alfatia🌷
Masih nyimak, tapi... ini Kirana sahabatnya Ravela, kan? Hah... dia gak lihat anaknya nikah dong😭🥹
Mutia Kim🍑: Iya Kirana meninggal 😭😭
total 1 replies
Mayraa_Tapaa
keren terus semangat ya/Drool/
Mayraa_Tapaa
semangat ka, aku mampir ya💪
izin autor hebat, 🙏🙏
jangan lupa singgah ya ka, dinovel baru ku "Balas Dendam Nyonya Cha" udah update sampai 20 episode, saling suport boleh dong ka🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!