NovelToon NovelToon
Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Sistem Kenaikan Surgawi; Jalan Kultivasi Melintasi Multiverse

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nameless Monarch

ig: @namemonarch

Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.

​"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."

​Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 21 — Memulai Rencana Selanjutnya

Reruntuhan tebing di kedalaman Rawa Racun Hitam masih mengepulkan debu pekat, bercampur dengan kabut miasma beracun yang mulai merayap naik seiring terbenamnya matahari. Di tengah kekacauan geologis tersebut, Ye Chen melangkah dengan tenang. Jubah tentara bayarannya tertutup lapisan debu abu-abu, namun napasnya sangat teratur, seolah ia baru saja menyelesaikan jalan sore yang santai, bukan menghancurkan sebuah makam kuno.

Di bahu kanannya, Ahli Alkimia Su terkulai lemas bagaikan karung goni yang kehabisan isi. Mata pria tua itu menatap kosong ke arah tumpukan batu raksasa di belakang mereka—batu-batu yang kini mengubur warisan Jenderal Tanpa Nama selamanya, beserta seluruh anggota tim ekspedisi yang tewas. Bagi Su, itu adalah pemakaman dari ambisi seumur hidupnya. Namun bagi Ye Chen, itu hanyalah penutupan sukses dari sebuah proses perolehan aset.

"Sistem, tampilkan laporan asimilasi energi dari Jantung Formasi," perintah Ye Chen di dalam benaknya sambil terus melangkah melewati genangan lumpur beracun.

[Memindai stabilitas meridian...]

[Laporan Asimilasi: Energi murni dari Jantung Formasi telah diserap sebesar 87%. Sisa energi sedang distabilkan di dalam Dantian.]

[Status Target: Alam Kondensasi Qi (Tahap Awal). Kepadatan Qi saat ini melampaui rata-rata kultivator di tahap yang sama sebesar 410%.]

Ye Chen mengangguk pelan. Transisi kekuatannya berjalan sesuai dengan probabilitas yang ia hitung. Kini, setiap kali ia menghembuskan napas menggunakan Seni Pernapasan Bintang Hampa, ia bisa merasakan untaian Qi mengalir di bawah kulitnya, siap diubah menjadi daya ledak fisik yang mematikan atau menjadi tameng tak kasat mata.

Udara rawa semakin pekat dan mematikan, namun Ye Chen tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. "Aktifkan pemindai topografi. Kalkulasi rute tercepat untuk kembali ke pinggiran Kota Daun Gugur. Filter semua rute yang berpotensi bersinggungan dengan teritori binatang buas Tingkat 2 dan jalur patroli faksi lain."

[Memproses kalkulasi topografi...]

[Jalur paling efisien ditemukan. Menampilkan jaring panduan presisi di garis pandang pengguna. Mengarahkan Tuan Rumah untuk memotong lintasan melalui rawa bagian timur. Estimasi waktu tiba: 3 jam 45 menit.]

Sebuah garis holografik tipis berwarna biru muncul di retina Ye Chen, membimbingnya melewati titik-titik paling stabil di atas tanah rawa yang lembek. Dengan energi Qi yang kini mengaliri kakinya, tubuh Ye Chen menjadi seringan bayangan. Setiap pijakannya dikalkulasi dengan presisi, tidak menyisakan jejak yang berarti di atas lumpur.

Beberapa jam kemudian, siluet raksasa tembok Kota Daun Gugur mulai terlihat di cakrawala malam. Ye Chen menghentikan langkahnya di sebuah area hutan kecil yang cukup terpencil, sekitar dua mil sebelum gerbang utama kota. Ia menjatuhkan Ahli Alkimia Su dari bahunya ke atas tanah berlapis rumput kering.

Benturan itu menyadarkan Su dari lamunan ketakutannya. Pria tua itu tersentak mundur, menatap Ye Chen dengan mata membelalak penuh teror.

"Tuan Su, waktu istirahatmu sudah habis. Dengarkan instruksiku baik-baik, karena aku tidak suka mengulang informasi yang sama dua kali," ucap Ye Chen. Suaranya rendah, datar, namun mengandung tekanan yang membuat bulu kuduk pria tua itu berdiri.

Secara pasif, Ye Chen mengaktifkan modul analitik dari sistemnya. Di matanya, aliran warna kuning kehijauan bergetar hebat di sekitar dada Su—sebuah representasi visual dari rasa takut dan kepanikan ekstrem.

"Kau akan kembali ke kota ini sendirian malam ini juga," lanjut Ye Chen, menatap langsung ke kedalaman mata Su. "Kau akan berlari menuju Aula Serikat Gagak Hitam. Di sana, kau akan melaporkan bahwa seluruh tim pengawal tewas secara tragis akibat serangan mendadak dari sekawanan Buaya Sisik Lumpur tingkat tinggi di kedalaman rawa."

Su menelan ludah dengan susah payah. "T-tapi... bagaimana dengan makamnya? Bagaimana jika... jika Tuan Zhao dari Serikat mengirim tim investigasi untuk memeriksa reruntuhan itu?"

"Makam apa?" potong Ye Chen dengan nada sedingin es. "Tidak ada makam. Yang ada hanyalah sebuah gua rawa yang kebetulan menjadi sarang monster, dan gua itu kini telah runtuh akibat pertempuran. Kau selamat hanya karena aku, seorang tentara bayaran perunggu yang kebetulan menemukan celah, berhasil menarik mu keluar sebelum batu-batu itu menghancurkan tengkorak mu."

Ye Chen mencondongkan tubuhnya ke depan, bayangan malam menutupi sebagian wajahnya. "Jika kau mengatakan sepatah kata pun tentang Jantung Formasi, tentang pusaka yang ada di sana, atau tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Kapten Lei... aku tidak perlu membunuhmu. Aku hanya perlu memastikan Serikat tahu bahwa kau sengaja mengorbankan tim elit mereka demi keuntunganmu sendiri. Mereka yang akan mengulitimu hidup-hidup."

Su mengangguk dengan gerakan patah-patah yang menyedihkan. Ia menyadari bahwa pemuda di depannya bukanlah seorang kultivator biasa yang haus darah. Pemuda ini adalah seorang perancang skenario yang mampu memanipulasi kebenaran seperti membalikkan telapak tangan.

"Pergilah. Jadilah pion yang berguna," perintah Ye Chen singkat.

Su segera bangkit dan tertatih-tatih berlari menuju gerbang kota yang terang benderang di kejauhan. Ye Chen tidak langsung mengikutinya. Ia berdiri diam di bawah bayangan pohon oak raksasa, memberikan waktu bagi umpannya untuk bekerja. Ia menggunakan waktu jeda ini untuk menstabilkan kembali aliran Qi-nya yang sempat bergejolak akibat kecepatan perjalanannya.

Tepat lewat tengah malam, Ye Chen akhirnya melangkah memasuki gerbang Timur kota. Ia kembali mengenakan jubah lusuhnya, menyesuaikan posturnya agar terlihat sedikit lelah, dan memasang ekspresi datar khas seorang tentara bayaran tingkat rendah. Penyamaran yang sempurna bagi seorang predator yang sedang berjalan di tengah kawanan domba.

Tujuannya malam ini hanya satu: Markas Besar Serikat Gagak Hitam.

Saat ia mendorong pintu kayu ganda aula serikat, suasana di dalam jauh lebih bising dari biasanya untuk ukuran tengah malam. Puluhan tentara bayaran berkerumun di sekitar meja informasi utama. Melalui pendengarannya yang telah diperkuat oleh Qi, Ye Chen menangkap kata kunci yang berseliweran dari mulut mereka: "Ekspedisi Gagal", "Kapten Lei Tewas", dan "Tambang Keluarga Lin".

Di balik meja utama, Pengawas Gao Meng tampak memijat pelipisnya dengan frustrasi. Meja kayunya penuh dengan gulungan perkamen yang berantakan.

Ye Chen berjalan membelah kerumunan dengan tenang, langkahnya tidak mengeluarkan suara. Ketika ia berdiri tepat di depan meja, Gao Meng mengangkat wajahnya. Mata pria kekar itu melebar seketika, rahangnya nyaris jatuh melihat sosok pemuda di hadapannya.

"Ye... Ye Chen? Kau masih hidup?!" seru Gao Meng tanpa sadar, membuat beberapa tentara bayaran di sekitarnya menoleh. "Ahli Alkimia Su baru saja tiba satu jam yang lalu dengan keadaan setengah gila. Dia melaporkan bahwa rawa itu dipenuhi monster tingkat tinggi dan tidak ada yang selamat selain dirinya!"

"Tuan Su memang selamat," jawab Ye Chen dengan nada datar, seolah ia sedang membacakan laporan cuaca harian. Ia meletakkan pelat identitas perunggunya yang dingin ke atas meja kayu. "Dan aku selamat karena aku tahu kapan harus mundur sebelum gigi buaya rawa menembus tulang rusukku."

Gao Meng menatap Ye Chen dari atas ke bawah. Tidak ada luka fatal yang terlihat, hanya kelelahan murni yang dimana tentu saja Ye Chen sedang berpura-pura. "Luar biasa... insting bertahan hidupmu mengerikan, Nak."

"Instingku tidak semenakjubkan itu, Pengawas Gao," Ye Chen menatap tajam, mengubah dinamika percakapan dengan cepat. "Informasi awal yang Serikat berikan mengenai tingkat bahaya di zona rawa itu sangat tidak akurat. Aku menuntut kompensasi tambahan. Informasi yang cacat hampir merugikan aset hidupku."

Gao Meng terdiam. Ia tahu Ye Chen benar. Serikat telah meremehkan bahaya misi tersebut. Pria kekar itu memberi isyarat kepada Ye Chen untuk mengikutinya ke ruang privat di bagian belakang aula, jauh dari telinga para tentara bayaran lainnya.

Begitu pintu ditutup, ruangan itu hanya diterangi oleh satu lampu minyak kecil. Ye Chen duduk dengan santai, sementara Gao Meng berdiri menyandarkan tubuhnya ke meja.

"Baiklah, aku akan mengatur kompensasi untuk misi yang gagal ini," desah Gao Meng. "Serikat sedang dalam posisi sulit sekarang. Tuan Zhao sedang pusing karena Keluarga Lin."

Ye Chen menyeringai tipis di dalam hatinya. 'Pancingan yang sempurna.'

"Keluarga Lin?" Ye Chen mengulangi nama itu dengan nada netral. "Kudengar mereka sedang mengalami masalah di Tambang Utara. Monster? Atau hanya kelalaian manajerial?"

Mata Gao Meng menyipit. "Telingamu tajam sekali untuk pendatang baru. Ya, Tambang Utara mereka sedang bermasalah. Mereka memalsukan laporan ke pihak kekaisaran dan kini mencari pihak ketiga untuk 'membersihkan' masalah internal mereka. Imbalannya sangat besar, tapi risikonya tidak masuk akal. Tidak ada tentara bayaran kita yang berani ke sana."

Ye Chen menyandarkan punggungnya ke kursi. Ini adalah panggung yang telah ia persiapkan sejak ia berada di Desa Kayu Hitam. Nadi Batu Spiritual Kualitas Menengah yang disembunyikan oleh Keluarga Lin adalah sumber energi yang ia butuhkan untuk mendongkrak sistemnya ke level berikutnya.

"Jika Serikat butuh seseorang yang bisa masuk ke sana tanpa menarik perhatian, melakukan penyelidikan terhadap 'masalah' yang mereka miliki, dan membawa informasi yang akurat..." Ye Chen mengetukkan jarinya ke atas meja, iramanya teratur bak detak jarum jam. "Aku bersedia mengambil beban itu. Asal harganya tepat."

Gao Meng menatap pemuda itu seakan sedang melihat orang gila. Namun, mengingat bagaimana Ye Chen baru saja kembali hidup-hidup dari misi bunuh diri di Rawa Racun Hitam, Gao Meng tahu bahwa pemuda ini memiliki kemampuan bertahan hidup yang tak tertandingi.

"Kau serius?" tanya Gao Meng dengan nada rendah.

"Aku selalu serius jika menyangkut probabilitas keuntungan, Pengawas Gao," jawab Ye Chen dingin. Fase ketiga rencananya secara resmi telah dimulai. Waktunya merampok ekonomi Keluarga Lin dari dalam.

1
Adrian Ahmad
monoton kurang menarik
ada usul tidak jelas
Harman Loke
lanjuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuutt teruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuusssssss author
Naevys
Wow, penulisan, dan pemilihan kata kata nya...
Nameless Monarch: Masih pemula bang, sama sekali gak ada wow nya:)
total 1 replies
Manusia Ikan 🫪
punya penulisan yang bagus, dan cerita yang mudah di ikuti. enak untuk di baca /CoolGuy/
Manusia Ikan 🫪: 😋hump
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
hmmmm masih tidak terbiasa dengan fantasi timur😅
Manusia Ikan 🫪
bagus nih, ruang simulasi mental
Manusia Ikan 🫪
sebagai mahasiswa arsitektur, aku pengen punya skill yang berhubungan dengan membangun ini😹
Manusia Ikan 🫪
hemmmm
Manusia Ikan 🫪
wah jarang jarang tuh ada sistem toko
Manusia Ikan 🫪
kenapa cerita fantasi timur, sangat mudah untuk mendapatkan kekuatan😅
Manusia Ikan 🫪: kwkawkoa masuk akal😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
bukan bumi kan!
Manusia Ikan 🫪
apakah ini urutan kekuatannya?
Manusia Ikan 🫪
😅mmmmm bro langsung tahu cara makenya?
Manusia Ikan 🫪: wkaowkaokwoa tapi lebih bagus kayak gini, dari pada gk tahu apa apa😹
total 2 replies
Manusia Ikan 🫪
yeeeeeey aku yang like pertama😹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!