Di sebuah kabupaten kecil di provinsi Jawa Barat, di Negara Nusantara, Arkan Wijaya baru saja lulus SMA, namun saat pulang dia mendapati rumahnya kosong, kedua orang tuanya tidak ada, dia mencari kesana kemari namun tidak ada kabar tentang mereka, hanya menemukan secarik kertas bertuliskan "Arkan kamu sudah dewasa, carilah jalanmu sendiri, kami tidak bisa terus menjagamu, dan ada kewajiban yang harus kami lakukan, suatu saat nanti mungkin kamu akan mengerti, maafkan kami Arkan." Dan di samping kertas itu ada cincin emas berbentuk kepala dan permata kecil berkilau di kedua matanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon suryadharma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Rahasia Cincin Naga Emas
Setelah penobatan sebagai Raja Naga Nusantara, Arkan Wijaya merasakan ada sesuatu yang berubah dalam dirinya. Mahkota di kepalanya terasa ringan, tapi cincin emas di jari telunjuk kanannya terasa semakin berat dan hangat setiap hari. Malam itu, di kamar kerajaan markas Paviliun, Arkan duduk bersila di lantai batu kultivasi sambil menatap cincin Naga Emas yang berkilau samar.
Sela Juanda duduk di depannya, tangan mereka saling genggam. Gaun tidur tipis gadis itu hampir tidak menutupi tubuh seksi dan mulusnya. “Kamu merasakan sesuatu dari cincin itu lagi?” tanya Sela lembut, matanya penuh perhatian.
Arkan mengangguk. “Sejak aku naik ke Foundation Establishment Tingkat 8, cincin ini seolah memanggil sesuatu yang lebih dalam. Bukan hanya teknik kultivasi… tapi kenangan.”
Mereka berdua memutuskan untuk menyelami rahasia cincin bersama. Arkan mengalirkan Qi-nya ke cincin tersebut. Seketika, ruangan menjadi gelap. Jiwa mereka berdua tersedot ke dalam dunia ilusi yang diciptakan oleh cincin.
Mereka berdiri di sebuah padang emas luas di bawah langit berwarna merah keemasan. Di depan mereka muncul bayangan seorang pria tinggi berjubah emas — sosok Naga Emas Pertama, pendiri warisan ini ribuan tahun lalu.
“Akhirnya kau datang, Pewaris,” kata bayangan itu dengan suara bergema. “Cincin ini bukan sekadar artefak. Ini adalah jiwa Naga Emas Agung yang pernah melindungi Nusantara dari kehancuran.”
Arkan dan Sela mendengarkan dengan serius.
Bayangan itu melanjutkan, “Dahulu kala, ketika dunia masih muda, ada perang besar antara kekuatan cahaya dan kegelapan. Naga Emas Agung mengorbankan tubuhnya untuk menyegel Raja Kegelapan. Cincin ini adalah inti jiwanya yang tersisa. Setiap pewaris harus membuktikan diri dengan membersihkan kegelapan di Nusantara. Semakin kuat kau, semakin banyak rahasia yang terbuka.”
Arkan bertanya tegas, “Apa yang harus aku lakukan selanjutnya?”
Bayangan Naga Emas Pertama tersenyum. “Cincin ini memiliki tiga segel. Segel pertama sudah terbuka saat kau membunuh Lord Void. Segel kedua akan terbuka saat kau mencapai Nascent Soul Realm. Segel ketiga… hanya bisa dibuka setelah kau mengalahkan sisa Raja Kegelapan yang masih tersembunyi di alam bawah tanah Nusantara.”
Tiba-tiba, visi berubah. Mereka melihat gambar sebuah gua kuno di bawah Gunung Merapi. Di dalamnya ada sebuah altar hitam di mana sisa jiwa Raja Kegelapan sedang mencoba bangkit kembali.
“Waktu tersisa tidak banyak,” kata bayangan itu sebelum menghilang. “Kekuatan cincin ini akan membantumu, tapi juga menjadi beban. Jika kau gagal, jiwa naga akan menghancurkan tubuhmu.”
Arkan dan Sela kembali ke dunia nyata. Keringat membasahi tubuh mereka berdua.
“Jadi ini rahasianya,” gumam Arkan. “Bukan hanya kekuatan, tapi tanggung jawab untuk menjaga Nusantara dari kehancuran total.”
Sela memegang tangan Arkan erat. “Kita hadapi bersama. Aku tidak akan biarkan kamu sendirian.”
Arkan menarik Sela ke pelukannya. Malam itu, mereka tidak hanya menghabiskan waktu dengan gairah, tapi juga saling berbagi Qi untuk memperkuat ikatan jiwa. Arkan merasakan cincin di jarinya semakin menyatu dengan dantiannya.
Pagi harinya, Arkan mengumpulkan para tetua senior Paviliun.
“Aku mendapat wahyu dari cincin,” katanya tegas. “Ada ancaman lebih besar di bawah Gunung Merapi. Kita harus siapkan ekspedisi ke sana setelah memperkuat Paviliun.”
Para tetua setuju. Arkan membagi tugas: Sela memimpin persiapan logistik dan rekrutmen, Juanda mengurus intelijen, orang tuanya memproduksi pil-pil tingkat tinggi.
Selama dua minggu berikutnya, Arkan fokus kultivasi mendalam. Ia sering duduk di ruang kultivasi pribadi bersama Sela. Mereka berdua semakin sering menggunakan teknik **Jiwa Naga Bersatu**, membuat kekuatan mereka saling melengkapi sempurna.
Suatu malam, saat Arkan sedang meditasi, cincin bergetar lagi. Kali ini, ia mendapat teknik baru — **Transformasi Naga Emas Sejati**. Teknik ini memungkinkannya sementara waktu berubah menjadi bentuk setengah naga dengan kekuatan dahsyat, tapi menguras Qi sangat besar.
Arkan langsung mengujinya di lapangan latihan. Tubuhnya ditutupi sisik emas sempurna, mata menjadi merah keemasan, dan kekuatannya melonjak berkali-kali lipat. Sela yang menyaksikan terbelalak kagum.
“Kamu seperti dewa sekarang,” bisik Sela setelah Arkan kembali ke wujud normal.
Arkan tersenyum dan memeluknya. “Dan kamu adalah ratu dewa ini.”
Hubungan mereka semakin dalam. Sela yang dulu polos dan penurut, kini menjadi pasangan yang seimbang — lembut di ranjang, tegas di medan perang.
Suatu hari, utusan dari Sekte Langit Suci datang lagi. Mereka membawa kabar bahwa aktivitas kegelapan di Gunung Merapi semakin kuat. Arkan memutuskan untuk mengirim tim pengintai kecil dipimpin Murong Fei.
Sementara itu, Arkan dan Sela pergi ke sebuah gua suci di dekat markas untuk kultivasi bersama. Di dalam gua, mereka menemukan sebuah batu kuno yang berisi catatan tambahan tentang cincin.
“Cincin ini bisa memanggil roh Naga Emas Agung satu kali di saat krisis besar,” baca Sela. “Tapi memanggilnya akan menguras nyawa pewaris.”
Arkan mengangguk serius. “Kita simpan itu sebagai senjata terakhir.”
Malam harinya, di kamar mereka, Arkan dan Sela berbaring saling peluk. Sela menyentuh cincin di jari Arkan.
“Apapun rahasia yang ada di cincin ini, aku ikut tanggung jawabnya,” katanya tegas.
Arkan mencium bibirnya dalam. “Kamu adalah alasan aku ingin hidup dan menjadi lebih kuat.”
Mereka kembali menyatu dengan penuh cinta. Di tengah kenikmatan, Arkan merasakan segel kedua cincin mulai terbuka sedikit. Informasi baru mengalir ke benaknya — teknik memanggil formasi naga raksasa dan resep pil tingkat Nascent Soul.
Paviliun Naga Emas semakin kuat. Rahasia cincin semakin terkuak. Dan ancaman besar di Gunung Merapi semakin mendekat.
Arkan Wijaya, Raja Naga Nusantara, berdiri di balkon menara tertinggi sambil memandang bintang.
“Apapun yang datang… aku siap.”
Sela memeluknya dari belakang, senyumnya penuh keyakinan.
“Kita siap.”