NovelToon NovelToon
SERIBU JARUM EMAS

SERIBU JARUM EMAS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: putra ilham

Di dunia persilatan yang luas, pedang dan tombak dianggap sebagai raja senjata.

Namun, bagi Mo Fei, benda terkecillah yang paling mematikan.

Tidak menggunakan golok raksasa, tidak mengandalkan kekuatan otot. Senjatanya hanyalah jarum-jarum emas seukuran biji padi.

Siapa pun yang ditandanya... pasti mati sebelum sempat berkedip.

Dikenal sebagai Pengamat Malam, ia datang tanpa suara, pergi tanpa jejak, hanya meninggalkan kilatan cahaya emas dan mayat yang tertancap jarum di titik vital.

"Pedang hanya bisa memotong daging. Tapi jarumku... bisa menusuk jiwa."

Ketika ia ditugaskan melindungi putri cantik yang keras kepala dan terjerat dalam intrik istana, Mo Fei harus menghadapi sekte jahat dan pendekar-pendekar legendaris.

Bisakah seribu jarum emas ini mengubah takdir dunia?

Siap-siap terpukau dengan aksi bela diri tercepat dan paling elegan yang pernah ada! .

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putra ilham, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: PERTARUNGAN YANG MENGHANCURKAN

WUSSSSSSS!!!

Ledakan dahsyat terjadi seketika saat kedua kekuatan terhebat itu bertabrakan! Suaranya menggelegar bagaikan ribuan guntur yang menyambar bersamaan, membuat tanah bergetar hebat dan langit seakan-akan mau runtuh kapan saja. Angin kencang berhembus memecah udara, membawa debu dan kepingan batu beterbangan ke segala penjuru, menutupi pemandangan di sekitar Istana Kematian yang sudah tampak rusak parah.

Kakek Tian Lao bergerak jauh lebih cepat daripada kilat itu sendiri! Tangannya yang tampak keriput namun memancarkan energi hitam pekat yang begitu mengerikan, langsung melayangkan pukulan dahsyat ke arah Mo Fei. Satu pukulan itu saja memiliki tenaga yang cukup kuat untuk meratakan gunung besar hingga rata dengan tanah dalam sekejap mata.

DORRRR!!! BRUKKKK!!!

Tempat di mana Mo Fei berdiri tadi langsung hancur lebur, meninggalkan lubang besar yang dalam dan berasap panas. Namun, sasaran pukulan itu kosong melompong. Tepat sesaat sebelum serangan itu mendarat dan menghancurkan segalanya, sosok pemuda itu sudah menghilang dari tempatnya.

BYUR!

Hanya sisa bayangan cahaya keemasan yang terlihat berkelebat di udara dengan kecepatan yang hampir tak bisa ditangkap oleh mata telanjang manusia biasa. Dalam sekejap, Mo Fei sudah muncul di sisi kanan tubuh Kakek Tian Lao, dan tanpa membuang waktu sedetik pun, ia langsung melepaskan serangan bertubi-tubi! Ribuan jarum emas meluncur keluar dari lengan bajunya, membentuk aliran cahaya tajam yang tak terputus!

TING! TING! TING! TRANG! DENG!

Suara logam berbenturan terdengar bertubi-tubi, nyaring dan menusuk telinga. Ribuan jarum itu menghantam tubuh Kakek Tian Lao, namun hal yang menakjubkan sekaligus mengerikan terjadi—jarum-jarum yang seharusnya mampu menembus baju besi terkuat di seluruh dunia itu malah terpental begitu saja, bahkan ada yang melengkung dan patah di tengah jalan sebelum sempat menyentuh kulitnya. Tubuh lelaki tua itu kini terlindungi oleh lapisan energi gelap yang begitu padat dan kuat, seolah-olah ia terbungkus oleh kulit baja yang tak tertembus.

"Kencang sekali... Gerakan mereka terlalu cepat untuk diikuti," bisik Bai Yue yang berdiri agak di belakang, matanya terbelalak lebar dan napasnya tertahan di tenggorokan karena terkejut sekaligus takjub. "Mata manusia biasa bahkan tidak sanggup menangkap arah gerakan mereka dengan jelas. Ini sama sekali bukan lagi pertarungan antara manusia, ini sudah melampaui batas akal sehat... Ini adalah pertarungan antara para dewa!"

Memang benar adanya. Kecepatan, kekuatan, dan tekanan yang tercipta dari pertarungan antara guru dan murid itu sudah berada di tingkatan yang tak masuk akal dan tak terbayangkan oleh siapa pun. Mereka berdua melesat ke sana kemari, berpindah tempat dalam sekejap mata, meninggalkan jejak bayangan di udara yang membuat siapa pun yang melihatnya akan bingung membedakan mana sosok asli dan mana yang hanya bayangan semata. Setiap kali serangan saling berbalas, getaran yang terasa begitu kuat hingga membuat seluruh wilayah di puncak gunung itu seolah berguncang hebat seakan mau runtuh kapan saja.

"Bagus! Sangat bagus, Mo Fei!" seru Kakek Tian Lao di sela-sela pertarungan, suaranya terdengar penuh kegilaan namun juga penuh rasa puas. "Inilah yang selama ini kucari! Kekuatan yang murni, utuh, dan sempurna sepertimu! Semakin kau melawanku dengan keras dan kuat, semakin besar keinginanku untuk memiliki seluruh kekuatan dan matamu itu secepatnya!"

"DIAMLAH KAU PENJAHAT BERJUBEL!" bentak Mo Fei dengan suara yang meledak penuh amarah. "Jangan bicara seolah kau sangat mengenalku atau peduli padaku sedikitpun! Sejak awal kau tidak pernah menganggapku sebagai murid atau keluarga! Bagimu aku hanyalah benda yang kau pelihara dan kau siapkan untuk diambil manfaatnya di kemudian hari! Kau bukan guruku lagi... Kau hanyalah seekor binatang buas yang haus kekuasaan! MATILAH KAU!"

WIBBBBBBB!!!

Energi keemasan yang menyala terang kembali meledak dari seluruh tubuh Mo Fei, kali ini jauh lebih menyilaukan dan terasa lebih berat dari sebelumnya. Tubuhnya melayang tinggi ke angkasa, terus naik semakin tinggi hingga akhirnya lenyap di balik tumpukan awan hitam yang menyelimuti langit di atas Istana Kematian. Di antara kegelapan langit itu, sosoknya tampak bersinar terang bagaikan matahari kedua yang tiba-tiba muncul di tempat yang salah.

"Terima kasih atas segala ilmu dan ajaran yang pernah kau berikan padaku, Guru! Tapi saat ini... saatnya aku memperlihatkan padamu apa hasil dari semua ajaran itu! Dan percayalah, hasilnya tidak akan sesuai dengan keinginanmu!" seru Mo Fei dengan suara yang terdengar tegas dan bergema ke sepenjuru tempat itu.

"TEKNIK TERTINGGI ILMU SERIBU JARUM EMAS: SERIBU JARUM MENUTUPI SELURUH LANGIT!!"

SYUUUUUUUUUUUUUTTTTTTT!!!

Dari atas langit yang gelap dan kelabu, turunlah ribuan bahkan puluhan ribu jarum emas yang berkilauan menyilaukan mata. Seluruhnya bergerak dengan teratur, berputar dan berbaris membentuk pola susunan raksasa yang begitu indah namun sangat menakutkan dan mematikan. Cahaya yang dipancarkan dari ribuan benda tajam itu menyinari seluruh kawasan gunung yang tadinya gelap gulita, seolah siang hari datang secara tiba-tiba. Tidak ada celah sedikitpun yang tersisa, seluruh ruang gerak Kakek Tian Lao sudah tertutup rapat oleh serangan mematikan ini.

"HAH! Kau pikir jurus kecil sejenis ini sanggup melukai atau bahkan mengalahkanku? Dasar murid yang kurang pengalaman!" seru Kakek Tian Lao dengan nada mengejek yang begitu menyakitkan hati. "Lihat dan pelajarilah baik-baik apa itu arti kekuatan sesungguhnya! JURUS AGUNGKU: TANGAN IBLIS YANG MENGGENGGAM SELURUH DUNIA!!"

Lelaki tua itu merentangkan kedua tangannya lebar-lebar ke atas langit. Dalam sekejap mata, bayangan bentuk tangan raksasa yang terbuat dari kumpulan asap hitam pekat dan energi kematian yang mengerikan muncul di angkasa. Ukurannya begitu besar hingga mampu menutupi seluruh luas puncak gunung tempat mereka bertarung saat ini. Dengan satu kali gerakan tangan raksasa itu mengepal kuat seolah hendak meremukkan segalanya yang ada di bawah cengkeramannya.

DORRRRRRRR!!!! BRAKKKKKK!!!

Hujan jarum emas yang tampak tak terkalahkan itu hancur berantakan seketika dihantam tenaga gelap yang begitu dahsyat. Ribuan jarum terpental ke segala arah, sebagian melengkung, sebagian meleleh karena panasnya energi hitam yang begitu membakar, dan sebagian lagi patah menjadi kepingan-kepingan kecil tak berguna.

"AKH!" Mo Fei tersentak mundur, tubuhnya terpental jatuh beberapa meter jauhnya hingga kakinya menggoreskan garis panjang yang dalam di atas tanah yang membeku dan keras. Napasnya mulai terasa berat, dan tetesan keringat dingin mulai mengalir deras membasahi wajahnya. "Dia jauh lebih kuat daripada apa yang pernah aku bayangkan sebelumnya... Perbedaannya terlalu jauh."

"Lihatlah baik-baik perbedaan tingkatan kekuatan kita, Mo Fei!" seru Kakek Tian Lao dengan nada angkuh dan penuh rasa menang. "Kau hanya menggunakan tenaga dalam dan kemampuan yang terbatas. Tapi AKU... Aku sudah melampaui batas kemampuan manusia biasa, tenaga yang kupakai berasal dari sumber kehidupan itu sendiri. Aku sudah menjadi bagian dari hukum alam yang tak terbendung lagi!"

Ia menunjuk tepat ke arah Mo Fei dengan satu jarinya yang panjang dan kurus, matanya yang merah menyala memancarkan niat membunuh yang sedingin es abadi.

"Menyerahlah selagi kau masih punya kesempatan untuk hidup lebih lama! Kau tidak akan pernah sanggup mengalahkanku! Selama hatimu masih diisi oleh rasa kasihan, rasa sayang, dan perasaan manusiawi lainnya, selama itulah kau tetap lemah dan kalah di tanganku. Bagiku, segala perasaan itu hanyalah beban berat yang memperlambat langkah menuju kesempurnaan! Dan lihatlah aku sekarang, karena aku sudah membuang jauh-jauh sifat kemanusiaanku, akulah makhluk yang paling sempurna di seluruh penjuru alam semesta ini!"

"TIDAK! KAU SALAH BESAR!"

Tiba-tiba Mo Fei bangkit berdiri kembali, tatapan matanya tidak lagi menampakkan rasa takut, ragu atau putus asa seperti sebelumnya. Justru sebaliknya, wajahnya tampak begitu tenang dan penuh keyakinan yang kuat bagaikan gunung batu yang kokoh dan tak tergoyahkan oleh apa pun.

"Kau bilang perasaan adalah kelemahan dan penghalang? Itu kebohongan terbesar yang pernah kau ucapkan selama hidupmu! Justru karena aku masih punya hati, karena aku masih menyayangi dan peduli pada orang-orang yang berharga bagiku, dan karena aku berjuang demi kebenaran serta melindungi apa yang seharusnya dilindungi... di sanalah sumber kekuatanku yang sebenarnya berada! Semakin besar rasa sayang dan tanggung jawabku, semakin kuat pula tenaga yang mengalir di dalam tubuhku!"

Mo Fei perlahan menutup matanya rapat sejenak, dan saat ia membukanya kembali, kedua bola matanya bersinar terang berwarna keemasan. Itu tandanya kemampuan Mata Batin sudah diaktifkan sepenuhnya tanpa pengekangan sedikitpun.

"Dan tepat karena aku tidak pernah mau membuang sifat manusianiku dan hati nuraniku... Akulah yang sebenarnya lebih sempurna dan lebih kuat darimu!"

ZRRRRRRRT!!!

Secara ajaib, seluruh jarum emas yang tadi terpental jauh, rusak, atau jatuh ke tanah karena serangan dahsyat Kakek Tian Lao, tiba-tiba bergerak kembali ke udara dengan sendirinya seolah memiliki nyawa sendiri! Semuanya melayang dan berputar mengelilingi tubuh Mo Fei dengan kecepatan yang semakin cepat dan semakin kuat. Suara berputarnya terdengar nyaring dan mengerikan persis seperti suara ribuan ekor lebah raksasa yang sedang marah besar.

"Apa yang sedang terjadi?! Bagaimana mungkin kau masih bisa mengendalikan senjatamu dari jarak sejauh itu hanya dengan pikiran dan tenaga dalam saja?!" seru Kakek Tian Lao tampak mulai merasa tidak tenang dan terkejut luar biasa melihat kejadian di hadapannya itu.

"Inilah kemampuan tingkat tertinggi yang baru saja aku pahami dan kuasai sepenuhnya saat ini! Dengarkan baik-baik namanya... BENTENG NAGA EMAS YANG TAK DAPAT DITEMBUS OLEH APA PUN!!"

Di sisi lain medan pertempuran, Bai Yue tidak tinggal diam dan hanya berdiri menonton saja. Ia tahu betul kalau Mo Fei sedang berhadapan dengan musuh yang jauh lebih kuat dan berbahaya, dan ia sadar sepenuhnya bahwa ia harus ikut ambil bagian serta memberikan bantuan sekuat tenaganya agar kemenangan bisa mereka raih bersama-sama.

"Jangan kira kau hanya berhadapan dengan dia saja, orang tua gila!" seru Bai Yue dengan suara keras dan penuh semangat bertempur.

Ia melompat tinggi ke udara, kipas peraknya dibuka lebar dan berputar cepat di tangannya. Energi berwarna biru pucat yang sedingin es abadi mengalir keluar dari tubuhnya.

"ILMU AGUNG KIPAS PERAKKU: SEMESTA SALJU ABADI YANG MEMBEKUHKAN DARAH!!"

WUSSSSS!!!

Hembusan angin yang suhunya sedingin titik beku mutlak menyambar ke arah Kakek Tian Lao dari samping. Ribuan potongan es tajam dan angin mematikan menyerang bertubi-tubi untuk mengganggu fokus serta membuka celah pertahanan si penyerang utama.

Kakek Tian Lao mendengus kasar karena merasa sangat terganggu oleh serangan tambahan itu.

"Dasar anak kecil yang tidak tahu diri dan tidak mengenal takut! Berani sekali kau ikut campur urusan orang dewasa!" bentaknya dengan nada marah besar.

Tanpa melihat ke belakang, ia hanya sekadar menepukkan tangannya ke arah Bai Yue dengan santai seolah sedang mengusir seekor lalat kecil yang mengganggu. Namun, dari satu tepukan itu meluncur gelombang energi hitam yang begitu kuat dan mematikan menuju ke arah gadis muda itu.

"AWAS BAI YUE!! SERANGAN ITU BERBAHAYA SEKALI!" teriak Mo Fei yang sadar betul betapa dahsyatnya tenaga yang baru saja dilontarkan musuhnya itu.

Tanpa pikir panjang, dalam sekejap mata ia memindahkan sebagian besar jarum emas pelindungnya untuk membentuk perisai di hadapan Bai Yue.

TRANGGG!!!

Suara ledakan keras terdengar saat dua tenaga besar bertabrakan satu sama lain di udara. Gelombang hembusannya membuat pohon-pohon besar di sekitar tempat itu tumbang seketika. Meski berhasil selamat dari serangan maut itu, Bai Yue tetap terpental jauh dan jatuh terguling ke tanah. Mulutnya mengeluarkan sedikit darah merah segar sebagai tanda tubuhnya sudah terluka cukup parah.

"Terima kasih... Mo Fei," ucapnya terengah-engah dengan wajah pucat pasi namun tetap berusaha bangkit berdiri kembali. "Aku belum menyerah dan tidak akan mundur sedikitpun, kita harus menyelesaikan masalah ini hari ini juga."

Kini keadaan pertempuran berubah menjadi dua lawan satu. Meski Kakek Tian Lao memiliki kekuatan yang jauh melampaui keduanya, namun serangan cepat dan tepat sasaran dari Mo Fei yang tak pernah henti, digabung dengan gangguan dan serangan jarak jauh yang cerdik dari Bai Yue, perlahan namun pasti mulai membuatnya merasa kewalahan. Peluh dingin mulai terlihat menetes di dahinya yang keriput, napasnya pun mulai terdengar tidak beraturan seperti sebelumnya.

"Bagus... Kalian berdua benar-benar membuatku terkesan," ucap Kakek Tian Lao sambil tersenyum lebar, senyum yang terlihat menakutkan karena matanya yang merah menyala semakin terang saja. "Kalian berhasil memaksaku untuk mengeluarkan seluruh kekuatan asli yang selama ini kusembunyikan dari siapapun. Kalian boleh bangga, karena kalian akan menjadi orang-orang pertama dan terakhir yang melihat wujud asliku yang sesungguhnya."

AKKKKKKKK!!!

Tiba-tiba lelaki tua itu berteriak sekuat tenaga. Tubuhnya membesar dengan cepat, energi gelapnya meledak berkali-kali lipat lebih kuat daripada yang pernah dirasakan sebelumnya di seluruh penjuru tempat itu. Kulitnya berubah menjadi hitam pekat dan keras, duri-duri tajam tumbuh dari punggung dan lengannya, wajahnya berubah menjadi seram menyerupai iblis yang keluar dari dasar neraka.

"Sekarang... Bersiaplah untuk merasakan sendiri bagaimana rasanya berada di tengah neraka yang sesungguhnya! hahahaha

1
anggita
Mo Fei...👌 ikut ng👍like aja, ☝iklan. moga novelnya lancar.
putra ilham: ​"Amin! Terima kasih banyak atas dukungannya dan sudah kasih 'like'. Doa seperti ini sangat berarti buat saya sebagai penulis. Stay tuned terus ya!"
total 1 replies
Fwyz
ih apalah nih judul ngerii amatt, btw ceritanya epick sih, thc thor
putra ilham: ​"Hehe, judulnya memang sengaja dibuat bikin penasaran. Makasih ya sudah bilang epik! Tunggu saja bab-bab selanjutnya, bakal lebih seru lagi!"
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!